Usai Tampil di Festival internasional Karagoz Turki, KRA Ki Gunarto Gunotalijendro, SH.MM Disambut Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat


Usai Tampil di Festival internasional Karagoz Turki, KRA Ki Gunarto Gunotalijendro, SH.MM Disambut Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Ketua Paguyuban Kusumo Hondrowino Nusantara Korwil DKI Jakarta, Kanjeng Pangeran Mulyatno Prawirodiningrat, SH.MH bertempat di Terminal Kedatangan luar negeri, Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menegaskan, bahwa pihaknya bersyukur KRA Ki Gunarto Gunotalijendro, SH,MM sebagai Keluarga Besar Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah beberapa kali memperkenalkan Kesenian Wayang Kulit ke berbagai Negara di Asia dan Eropa, dan beberapa hari lalu telah tampil di negara Turki, dalam Iven Festival Internasional Paragoz Turki sehingga Kesenian Wayang Kulit yang sudah di akui Dunia melalui Badan khusus PBB, UNESCO. sebagai Warisan Mahakarya Budaya Dunia dari Indonesia dapat terus membahana, dan kegiatan penjemputan oleh Keluarga Kusumo Hondrowino ini juga sudah kita gelar yang kesekian kalinya sebagai bentuk dukungan kepada Ki Dalang, Kanjeng Raden Aryo Ki Gunarto Gunotalijendro SH,MM dalam melestarikan dan memperkenalkan Wayang Kulit ke seluruh dunia, dan Alhamdulilah Beliau bersama Rombongan bisa kembali ke Jakarta dengan selamat, semoga menjadi Berkah, ungkapnya.

Presiden Union Internationale de la Morionnette Indonesia (UNIMA Indonesia), T.A Samodra Sriwidjaja atau yang dikenal dengan sebutan Samodra Rum menegaskan, bahwa UNIMA Indonesia bersama Sanggar Sari Laras pimpinan KRA. Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM terus berupaya menyebar luaskan seni Wayang Indonesia ke Mancanegara, dan pada Festival Bursa Paragoz Turki yang digelar mulai tanggal 14 hingga 23 November, dan kami bersyukur tanggapan dari masyarakat internasional cukup bagus, baik dari negara-negara peserta maupun dari penyelenggara sendiri. Bahkan mereka menginginkan Wayang Kulit, hingga memohon untuk Cindera Mata, dan KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM juga telah berniat memberikannya, sehingga mereka diberikan Wayang Kulit satu-satu.

UNIMA Turki juga kita berikan sebagai bentuk kerjasama UNIMA Indonesia bersama Sanggar Sari Laras untuk membangun kerjasama yang lebih luas lagi dengan UNIMA Turki, dan kami di bulan Desember 2025 juga akan kembali memperkenalkan Seni Wayang Kulit ke Negeri Tirai Bambu, Danchon, Beijing, China, dalam rangka Danchon International Festival, yang rencana akan berangkat tanggal 2 hingga 8 Desember 2025, semoga semua bisa berjalan lancar dan Sukses Demi Budaya Indonesia, ungkap Samodra Rum.

KRA Ki. H. Gunarto Gunotalijendro SH.MM mengaku berterimakasih kepada Keluarga Besar Kusumo Hondrowino Nusantara yang hari ini menyambut kedatangan kami dari Sanggar Sari Laras dan UNIMA Indonesia. sebagai anggota KHN sudah melaksanakan tugas dan Sukses dalam menyebarluaskan Kesenian Wayang Kulit ke Mancanegara, khususnya di Negara Turki, dan kami diberi kesempatan tampil dua kali, dalam iven internasional tersebut, yaitu tanggal 21 dan 22 November 2025 bahkan apresiasi pengunjung sangat besar, dan kita juga sudah diagendakan untuk hadir kembali pada iven lain di Cekoslavia.

Dalam Festival Internasional Paragoz Turkiye beberapa hari lalu, kami bangga anak-anak maupun para Pemuda sangat antusias ingin mengenal Wayang lebih dalam lagi, bahkan ada anak yang hadir menyaksikan pergelaran tersebut, selesai menonton malah menangis untuk minta 1 Wayang, dan saya tawarkan untuk memilih Wayang mana, dan ternyata anak tersebut memilih sosok Dasamuka, karena dalam pergelaran tersebut tokoh yang kita tampikan adalah Dasamuka dan dia ingin seperti sosok Dasamuka.

Untuk itulah kedepan dalam setiap pergelaran atau iven-iven internasional kita harus lebih mempesiapkan diri, karena Wayang Kulit memang sudah di akui oleh Dunia Internasional, terbukti kita sudah beberapa kali ke beberapa negara, dan setiap pementasan mendapat apresiasi yang laur biasa, sehingga kita akan terus kembangkan secara berkelanjutan, bahkan UNIMA Turki mengusulkan agar diijinkan warga negara Turki untuk belajar seni Pedalangan di Indonesia, bahkan Turki juga membuka kesempatan bagi Guru/Dosen Seni Tradisi dari Indonesia untuk mengajar di Turki, hal ini harus kita sambut bersama-sama, baik para Seniman, Budayawan, Perguruan Tinggi maupun Pemerintah Indonesia, dalam membangun kerjasama dengan Turki melalui Budaya, kita berharap Wayang terboko hanjayeng bawono, Wayang Go Internasional, tegas KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM. (wartadipuro)

Readmore »

Konser Wayang Milenial Indonesia, Dalang KRAT Ki Gunarto Gunotalijendro, SH, MM Gemparkan Kota Yogyakarta



Konser Wayang Milenial Indonesia, Dalang KRAT Ki Gunarto Gunotalijendro, SH, MM Gemparkan Kota Yogyakarta

Setelah sekian lama Kota Yogyakarta tidak ada pergelaran Wayang Kulit, namun pada Sabtu 11 Oktober 2025, Gusti Bendoro Yudhaningrat kembali mempergelarkan pertunjukan Seni Wayang Kulit dengan Dalang yang sudah Mendunia, KRAT Ki Gunarto Gunotalijendro, SH, MM dengan Lakon “Wahyu Cakraningrat” dalam Konser Wayang Milenial Indonesia.

Dalam sambutannya, GBPH Yudaningrat mengaku mendukung penuh upaya KRAT Ki Gunarto Gunotalijendro, SH, MM untuk menduniakan warisan leluhur ini ke mancanegara, dimana Ki Gunarto telah tampil di beberapa negara, seperti Amerika, Australia, Vatikan Roma, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia dan pada November akan tampil di Turki, dan Desember 2025 akan tampil di China serta Swiss, dengan Wayang menggunakan bahasa Inggris, semoga dilancarkan penuh manfaat dan barokah, ungkap Gusti Bendoro Yudaningrat.

Dengan kemasan modern dan energi baru, “Konser Wayang Milenial Indonesia” menjadi bukti nyata bahwa tradisi tak pernah kehilangan ruang di tengah zaman yang serba digital. Sebuah pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan di bawah kelir yang terus hidup di hati masyarakat, khususnya Yogyakarta.

Pergelaran Konser Wayang Millenial Indonesia Kulit Semalam Suntuk ini digelar dalam
Pementasan ini tidak hanya merupakan acara hiburan budaya, tetapi juga merupakan bagian dari beberapa peringatan penting, Surut Dalem Hamengkubuwana IX selama 37 tahun, 37 tahun pernikahan GBPH Yudaningrat dan BRAy Yudaningrat, ulang tahun ke-269 Kota Yogyakarta, HUT TNI ke 80 dan Hari Batik Nasional.

Bagi KRAT. Ki Gunarto Gunotalijendro, modernisasi bukan berarti meninggalkan akar budaya. Ia justru ingin menjadikan wayang sebagai ruang ekspresi yang hidup dan dinamis. Konsep Konser Wayang Milenial Indonesia lahir dari semangat tersebut, memadukan kekuatan naratif klasik dengan visual dan musik modern, agar wayang tetap relevan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Dalam pementasan kali ini, lakon “Wahyu Cakraningrat” dipilih karena sarat pesan spiritual dan kepemimpinan. Cerita dimulai dari mimpi Prabu Duryudana yang mendapat pertanda akan turunnya Wahyu Cakraningrat, wahyu agung yang kelak menurunkan raja-raja di Tanah Jawa. Perebutan wahyu ini melibatkan tokoh-tokoh besar seperti Raden Lesmana Mandrakumara, Raden Samba Wisnubrata, dan Raden Abimanyu.

KRAT Ki Gunarto Gunotalijendro, juga berharap, wayang tak hanya dinikmati sebagai tontonan, melainkan juga tuntunan. Melalui Konser Wayang Milenial Indonesia, ia ingin memperkenalkan kembali filosofi luhur pewayangan kepada publik muda yang akrab dengan teknologi.

Bagi masyarakat yang tak sempat hadir langsung, pementasan Konser Wayang Milenial Indonesia juga dapat disaksikan secara daring melalui Channel YouTube Andima Multimedia New dan Gatot Jatayu New, sehingga pesan pelestarian budaya dapat menjangkau lebih banyak penonton dari berbagai daerah maupun luar negeri, harapnya.

Pagelaran Wayang Milenial Indonesia disambut antusias oleh ribuan Yogyakarta yang memadati Panggung terbuka, di ndalem Yudhonegaran jl Ibu Ruswo 35 Yogyakarta, tata cahaya yang dinamis, serta iringan gamelan dan elemen multimedia menjadikan sajian wayang kulit ini menarik untuk semua kalangan, baik anak muda maupun orang tua. Dan pengunjung tidak beranjak dari tempat duduknya hingga pergelaran Wayang Milenial selesai. 


    Copyright © 2020 www.InitingIndonesia.com, Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.


    Readmore »

    PRABUJANA Peringati Hari Ibu, Persembahkan Harmoni Keroncong dan Pagelaran Pengantin Adat Nusantara


    Bertempat di Padepokan PSHT (Sehati), Cilodong, Depok, Perkumpulan Pelestari Budaya Jawa & Nusantara (PRABUJANA) Dalam rangka Hari Ibu mempersembahkan Harmoni Keroncong dan Pagelaran Pengantin Adat Nusantara.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PRABUJANA, M.Ng Tulus Widodo Karyodiprojo, ST menegaskan, bahwa Pergelangan Harmoni Keroncong dan Pagelaran Pengantin Adat Nusantara ini digelar PRABUJANA dalam Peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, dan kami bersyukur kegiatan ini bisa berjalan berkat dukungan pembinaan PRABUJANA dan sponsor dari PT Grafindo Tri Utama, JNE Express, PT Girimoko Andalan Putra Mandiri, Persaudaraan Setia Hati Terate, PT Golden Inpan, PT Nazala Anna Grafika Cibinong, Make Up Wedding Organizer, Erna Rias pengantin dan sponsorshif lainnya. Dan PRABUJANA juga mengucapkan terimakasih kepada Dr. Drs H Sofyan Suri mm dan bapak Chandra MSI, Walikota Depok terpilih dan Pangarso Paguyuban Kusumo Hondrowino Nusantara Jakarta, KRA Mulyatno Prawirodiningrat SH.MH. penasehat Prabujans bapak Maridi yang telah mensupport hingga acara berlangsung dengan baik. Kami juga berterimakasih kepada semua panitia yang tidak kenal lelah untuk mewujudkan acara ini, tegasnya.

    Hal yang sama juga diungkapkan Pembina PRABUJANA, Hadi Suwarno S.Pd yang mengapresiasi Prabujana untuk terus melestarikan dan mengembangkan Seni budaya Jawa, Acara hari ini mudah-mudahan menjadi suatu langkah awal untuk bersama melestarikan budaya Jawa Nusantara.

    PRABUJANA adalah suatu badan untuk mengumpulkan beberapa perantau yang sangat peduli untuk melestarikan budaya Jawa, karena dengan era globalisasi penuh tantangan, dimana dengan mudahnya budaya barat mengikis budaya tradisi, PRABUJANA dengan pengurus yang hebat-hebat nanti diharapkan terus berkarya, peduli dan tidak kalah pentingnya PRABUJANA akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

    Kami juga berharap terus membangun kolaborasi dengan Provinsi Jawa Tengah, semoga Pemda Jateng bisa memberikan tempat berkreasi bagi warga perantau di Jakarta dan sekitarnya, ungkapnya.

    Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Komisi 1, Pradi Supriyatna juga mengapresiasi PRABUJANA, karena PRABUJANA ada di Kota Depok maka sebagai wakil rakyat akan mendorong Walikota terpilih agar memfasilitasi gedung khusus pergelaran Kesenian tradisi, baik Seni Budaya Jawa Barat maupun Jawa Tengah, tegasnya. (Wartadipuro)

    Readmore »

    Konser Wayang Milenial Indonesia Pondok Pesantren Salaf Tegal Rejo Magelang Dimeriahkan Dalang Millenial KRA. Ki H Gunarto Gunotalijendro, SH,MM

    Pergelaran Wayang Kulit tersebut didukung oleh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Salaf Tegalrejo, Magelang, yang didirikan oleh K.H. Chudlori pada 1944, yang dikenal sebagai pesantren salaf yang akomodatif terhadap seni budaya lokal, termasuk wayang kulit. Dimana Wayang sering digunakan sebagai media dakwah atau perayaan di pesantren ini, sebagai perpaduan tasawuf dengan kearifan lokal.

    Menurut pimpinan Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang, pesantren Salaf tidak kaku terhadap budaya dan memandang wayang kulit sebagai sarana dakwah yang bernilai seni, Pagelaran wayang kulit diadakan di lingkungan Pondok sebagai bagian dari kegiatan kepengasuhan, dimana tradisi Salaf, Pesantren dengan metode tradisional serta terkenal dengan pendekatannya yang luwes, sering menggabungkan ajaran Islam yang dalam (tasawuf) dengan seni rakyat seperti wayang.

    Pagelaran wayang memang sudah menjadi tradisi rutin untuk ikut menyambut Khataman di Pondok Pesantren API. Ini bukan sekedar syukuran biasa namun sebagai sarana syiar Islam. Selain itu, juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya bangsa.

    Dalang KRA Ki H Gunarto Gunotalijendro SH MM yang sangat piawai memainkan Wayangnya Salto kaping seket sawengi dalam pementasan lakon Siti Zulaikah Wahyu Kasantosan seperti biasanya, banyak humor, lelucon selera Milenial, joke-joke yang sedang trend saat ini tidak lupa diselipkan. Beliau juga memberi selingan para sinden untuk melantunkan tembang-tembang campur sari dan lagu yang sedang trend masa kini. Serta diselingi tari-tarian dari Pesantren Salaf Tegal Rejo, sehingga tontonan menjadi segar, menarik dan enggan untuk pulang sebelum usai.

    Ki Gunarto yang juga bergelar sebagai “Datuk Manggala Budaya Sastra Diraja” dalam kiprah karyanya semakin meroket, mendunia, dikenal dan sukses selalu dalam setiap pentasnya. Dan selalu binerkahan lan karahayon Gusti Kang Moho Agung.

    Dengan sabetan – sabetan Wayang Kulit serta Salto, selalu menghipnotis penonton hingga tidak menyurutkan perhatian masyarakat yang menyaksikan, sebagai momentum yang akan menjadi kenangan. Masyarakat pecinta Wayang Kulit pasti akan menikmati sabetan yang luwes dari “Sang Dalang Salto”, beliau memiliki kemampuan unik dalam mendalang yang mencakup gaya bahasa yang mudah dipahami, keahlian memerankan adegan perang, juga dikenal sebagai dalang yang mampu menyentuh emosi penonton dan melestarikan wayang kulit di era modern, hingga mampu menciptakan suasana yang hidup dan menarik, sehingga penonton tidak ingin beranjak hingga pertunjukan selesai.

    Dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MH. juga mengajarkan tentang hakikat kehidupan dan kebenaran spiritual, serta mengandung pesan tentang pentingnya keberanian, kejujuran, ketekunan dalam mencari kebenaran. (Wartadipuro)

    Readmore »

    Keluarga Besar Paguyuban Kusumo Hondrowino Nusantara Jakarta Hadiri Grebeg Maulud Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat


    Grebeg Maulud puncak peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat/Solo, Jawa Tengah, berlangsung meriah dan khidmat, Kegiatan Tradisi Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, juga dihadiri para Sentono dan Abdi Dalem dari Paguyuban Kusumo Hondrowino Nusantara Jakarta.

    Tampak dalam Grebeg tersebut, Warga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang memadati halaman Keraton Solo dan Masjid Agung.Mereka rela berdesakan demi Ngalap berkah gunungan jaler dan estri.

    Ada dua pasang gunungan yang diarak para abdi dalem Keraton kasunanan Surakarta Hadiningrat dari dalam Keraton menuju Masjid Agung. Selain gunungan jaler dan estri, ada juga gunungan anakan.

    Sekitar seratus Abdi Dalem dari Jakarta dan sekitarnya hadir menggunakan kendaraan pribadi maupun Bus, mereka ingin berpartisipasi secara langsung dalam prosesi puncak acara Sekaten atau Hajad Dalem Pareden Grebeg Mulud Tahun JE 1958 Keraton Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

    Ketua Rombongan Paguyuban Kusumo Hondrowino Nusantara Jakarta, KRT AKBP (P) Suradi Dipura mengaku bersyukur hari ini KHN korwil Jakarta bisa hadir dan bersama-sama Pasukan abdi dalem Keraton Surakarta yang lain, dengan membawa gunungan berisi hasil bumi saat rangkaian tradisi Grebeg Maulud ini. Dan dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Alhamdulilah upacara adat berjalan lancar. Masyarakat juga antusias, menyambut Grebeg Maulud. Semoga tradisi budaya Keraton kasunanan Surakarta ini tetap lestari, harapnya.

    Kami juga bersyukur, hari ini beberapa anggota Kusumo Hondrowino Nusantara Jakarta menerima Kekancingan dari Sinuhun Pakubuwono XIII, sebagai bentuk penghargaan kepada anggota KHN korwil Jakarta yang memiliki kepedulian tinggi dalam melestarikan dan mengembangkan Seni Budaya tradisi Jawa, Khususnya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, ungkap KRT AKBP (P) Suradi Dipura
    (Wartadipuro)

    Readmore »

    Ajak Generasi Muda Cintai Musik Keroncong, Prabujana Gelar Talk Show “Ngobrol Budaya, Bareng Prabujana”


    Ajak Generasi Muda Cintai Musik Keroncong, Prabujana Gelar Talk Show “Ngobrol Budaya, Bareng Prabujana”

    PRABUJANA (Perkumpulan Pelestari Budaya Jawa Nusantara) sebagai wadah para Pelaku Seni, Penggiat Seni, Pemerhati, dan Masyarakat yang berdedikasi melestarikan, merawat, dan mengembangkan seni budaya tradisi Jawa di Nusantara, bertempat di SMK Taruna Bhakti, Jalan Pekapuran, Sukatani, Tapos, Depok pada Sabtu, 14 Februari 2026, menggelar Talk Show “Ngobrol Budaya, Bareng Prabujana”. Dan Tema Talk show yaitu, “Belajar Budaya Jawa, Lewat Musik Kroncong”, dengan menghadirkan Nara sumber Dr. Sundari Soekotjo, Spd.MM (Penyanyi Kroncong dan Pengusaha), Koko Thole (Pencipta Lagu dan Pemilik Kroncong Pesona Jiwa), Tuti Maryati (Penyanyi Kroncong), Andre Juan Michiels (Seniman Kroncong), Nabila Thibrin ( Peraih Award 2025, Kategori Kroncong ). Acara Ngobrol Budaya Tersebut dihadiri 220 peserta baik Pelajar, Pemuda, Pendidik/Guru maupun Masyarakat Pecinta Musik Keroncong.

    Ketua Umum Prabujana, Raden Tumenggung Tulus Widodo Karyodiprojo, ST dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur, bahwa PRABUJANA bersama seluruh komponen masyarakat dan dunia Pendidikan bisa terus mengajak kepada Generasi Penerus Bangsa untuk mencintai Budaya Tradisi Nusantara, dan hari ini Prabujana bersama SMK Taruna Bhakti mengajak seluruh Siswa Siswi dan Generasi Muda untuk mencinta Musik Keroncong, melalui acara talk show budaya bertajuk “Ngobrol Budaya Bareng Prabujana, Belajar Budaya, Jawa lewat Musik Keroncong”.

    Ini sebagai bagian dari gerakan pelestarian budaya Jawa melalui seni musik keroncong, karena PRABUJANA didirikan untuk menampung para seniman, budayawan dan penggiat budaya, guna melestarikan tradisi Jawa, di tengah perkembangan zaman. Talk Show Budaya untuk membahas tradisi Jawa serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah khususnya Pemda Kota Depok untuk mendukung para seniman tradisi agar terus berkarya, Kegiatan ini diselenggarakan PRABUJANA juga sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengenalan budaya Jawa kepada generasi muda, khususnya melalui seni musik keroncong, sebagai salah satu warisan budaya bangsa, ungkap R.Tmg Tulus Widodo Karyodiprojo, ST.

    Dr. Sundari Soekotjo, Spd.MM (Penyanyi Kroncong dan Pengusaha) dalam kesempatan tersebut mengajak siswa-siswi untuk mencintai Budaya Tradisi, karena Indonesia memiliki seni budaya yang banyak , jangan pernah malu untuk belajar musik tradisional Indonesia khususnya Keroncong, paling tidak anak-anak muda harus tau dan mengenal musik Keroncong yang menjadi kebanggan kita semua. sebagai anak Tentara yang orang tuanya sering menyanyi Keroncong, Sundari Soekotjo mengaku berlatih musik Keroncong di usia 9 Tahun bahkan pernah diminta Ibu Tien Soeharto untuk bernyanyi Keroncong di Istana Negara.

    Koko Thole (Pencipta Lagu dan Pemilik Kroncong Pesona Jiwa) aktif di Musik Keroncong atas dukungan Televisi Republik Indonesia untuk mengisi beberapa acara di TVRI, Gebyar Keroncong, Keroncong Lestari, Dimensi Pagi serta mengisi Opera Van Java di Canda Sinden SCTV, dan kecintaan pada musik Keroncong karena lagu-lagu Keroncong tidak ada yang mengarah kepada keburukan, dimana penyanyinya semua berkebaya. Banyak Lagu Keroncong menjadi Lagu Perjuangan serta memberikan tunturan kepada masyarakat serta Generasi Muda, ungkapnya.

    Tuti Maryati Penyanyi Kroncong yang pernah menjadi Paskiba Nasional telah memperkenalkan musik Keroncong ke Mancanegara, juga mengajak seluruh siswa siswi, khususnya dari SMK Taruna Bhakti untuk mau belajar Musik Kroncong mulai dari banyak mendengar hingga menyanyikannya, mari cintai budaya sendiri, khususnya Musik Keroncong.

    Kalau tidak kenal maka tidak sayang, dan saat ini pengenalan musik Keroncong sangat kurang, untuk itu kami berharap pengenalan seni musik Keroncong lebih digiatkan, dan sekolah-sekolah SMA/K bisa mendirikan grub Musik Keroncong, khususnya di SMK Tarnuna Bhakti ini, harapnya.

    Andre Juan Michiels, Seniman Musisi Keroncong Tugu saat ini berkesempatan memimpin musik Keroncong Tugu di daerah Koja Jakarta Utara, dan akan terus mengembangkan serta melestarikan Grub Kesenian yang sudah ada sejak masa penjajahan Belanda binaan Portugis, serta diresmikan di tahun 60-an tersebut.

    Sementara Seniman yang juga Budayawan serta Produser acara televisi, R Tmg Joko Dewo juga berharap kedepan Peserta Didik di SMK Taruna Bhakti ini bisa menjadi artis Penyanyi Keroncong, untuk itulah para musisi maupun penyanyi keroncong yang sudah melegenda ini semua siap melatih anak-anak akan di SMK Taruna Bhakti, ungkapnya. (Wartadipuro).

    Readmore »

    Dalang Milenial Indonesia KRA.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM Sukses Menduniakan Wayang Kulit dalam acara Nanchong Internasional Puppet Art Week China, Nanchong City, Sichuan Province, China



    Dalang Milenial Indonesia KRA.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM Sukses Menduniakan Wayang Kulit dalam acara Nanchong Internasional Puppet Art Week China, Nanchong City, Sichuan Province, China

    K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM Dalang Millenial yang juga berjuluk “Dalang Salto Sewengi Ping Seked” ini dikenal sebagai sosok figur yang penting dalam upaya ikut andil untuk melestarikan Seni Budaya Wayang Kulit, Dalang pemecah rekor MURI 2024, bahkan sering diundang untuk mengisi workshop tentang Wayang Kulit maupun, pagelaran bersifat edukatif di beberapa Universitas dalam negeri maupun luar negeri. bahkan di Lembaga Kebudayaan Nasional dan Internasional. Dan pada tanggal 2 sampai 8 Desember 2025, diundang untuk tampil mengisi kegiatan Seni Budaya di Kota Nanchong, dalam iven Nanchong International Puppet Art Week di Nanchong City.

    Kehadiran KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM dalam iven Nanchong International Puppet Art Week di Nanchong City, Sichuan Province, China tersebut telah menjadi bukti, bahwa seni tradisi Indonesia memiliki daya tarik kuat di mata dunia, serta diharapkan membawa semangat baru bagi perkembangan seni wayang, khususnya Wayang Kulit dalam Diplomasi Budaya Indonesia di tingkat global.

    Dalam Iven Festival Wayang Internasional, mulai dari pembukaan Festival, acara Workshop hingga pertunjukan Wayang Kulit, Antusias penonton pada pementasan KRA Ki Gunarto Gunotalijendro dalam rangkaian Nanchong International Puppet Art Week, 7 Desember 2025, pengunjung membludak di area pertunjukan serta dipenuhi anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga para orang tua yang ingin menyaksikan keahlian sang Maestro dalang senior Indonesia. Yang telah melanglang ke beberapa negara Asia maupun Eropa, Kepadatan penonton membuat suasana panggung semakin hidup. Banyak keluarga datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik, sementara para pelajar dan mahasiswa tampak memenuhi barisan depan untuk merekam jalannya pertunjukan sebagai bahan pembelajaran seni budaya.

    Saat KRA Ki Haji Gunarto mulai memainkan wayang dengan teknik khasnya yang memadukan tradisi dan inovasi modern, yang dibawakan dalam bahasa Inggris, mendapat sambutan meriah.

    Pertunjukan dalam rangkaian Nanchong International Puppet Art Week 2025 tersebut juga antusias pengunjung terlihat sejak awal acara, ketika ratusan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan Wayang Kulit dari Indonesia.

    Suasana semakin hidup ketika Ki Haji Gunarto membuka pertunjukan dengan karakter-karakter wayang khas Indonesia yang memadukan teknik tradisional dan sentuhan modern.

    Disamping Anak-anak, pemuda hingga orang tua terlihat terpukau dengan gerakan wayang yang dinamis, bahkan juga terlihat para orang tua pun tidak kalah antusias. Banyak di antara mereka yang mengaku kagum karena pertunjukan KRA Ki Haji Gunarto Gunotalijendro mampu memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat internasional dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

    Pentas ini sekaligus memperkuat kehadiran seni wayang Indonesia di kancah Internasional. Kehadiran Ki Haji Gunarto di China menjadi bagian penting dari diplomasi budaya, dan perlu ditingkatkan dengan kerjasama yang lebih luas oleh pemerintah Indonesia.

    Setibanya KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH, MM di Tanah Air Usai Mengharumkan Nama Indonesia, setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan seni budaya di China dalam ajang Nanchong International Puppet Art Week tersebut, juga menandai berakhirnya misi budaya Indonesia yang berlangsung sukses dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta komunitas seni internasional.

    Selama berada di Nanchong, Ki Gunarto tampil membawakan pertunjukan wayang yang memukau penonton lintas negara. Penampilannya tidak hanya memperkenalkan kekayaan seni pedalangan Nusantara, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan budaya antara Indonesia dan China melalui bahasa universal seni pertunjukan.

    Setibanya di tanah air, Ki Gunarto mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan serta apresiasi yang tinggi dari pihak penyelenggara dan penonton internasional. Ia menyampaikan bahwa pengalaman tampil di Nanchong menjadi motivasi untuk terus mengembangkan dan melestarikan seni wayang agar tetap relevan dan dicintai.

    Pangarso Paguyuban Kusumo Hondrowino Nusantara Korwil DKI Jakarta, Kanjeng Pangeran Mulyatno Prawirodiningrat, SH.MH mengaku bersyukur KRA Ki Gunarto Gunotalijendro, SH,MM sebagai Keluarga Besar Sentono dan Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah beberapa kali memperkenalkan Kesenian Wayang Kulit ke berbagai Negara di Asia dan Eropa, dan beberapa hari lalu telah tampil di negara Turki, dan kemarin ke Nanchong China sehingga Kesenian Wayang Kulit yang sudah di akui Dunia melalui Badan khusus PBB, UNESCO. sebagai Warisan Mahakarya Budaya Dunia dari Indonesia dapat terus membahana, dan Kusumo Hondrowino Nusantara terus memberikan dukungan kepada Ki Dalang, Kanjeng Raden Aryo Ki Gunarto Gunotalijendro SH,MM dalam melestarikan dan memperkenalkan Wayang Kulit ke seluruh dunia, dan Alhamdulilah Beliau bersama Rombongan bisa kembali ke Jakarta dengan selamat, semoga menjadi Berkah, ungkapnya. (Wartadipuro)

    Readmore »

    Pertunjukan Wayang Millenial KRA Ki H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM. Mendapat Apresiasi Masyarakat Internasional di Turki


    Pertunjukan Wayang Millenial KRA Ki H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM. Mendapat Apresiasi Masyarakat Internasional di Turki

    K.R.A.Ki.H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM yang juga berjuluk “Dalang Salto Sewengi Ping Seked dan Dalang Milenial” ini dikenal sebagai sosok figur yang penting dalam upaya ikut andil untuk melestarikan Seni Budaya Wayang Kulit, Dalang pemecah rekor MURI 2024 ini sering diundang untuk mengisi workshop tentang Wayang Kulit maupun, pagelaran bersifat edukatif di beberapa Universitas dalam negeri maupun luar negeri. bahkan di Lembaga Kebudayaan Nasional dan Internasional. Dan pada 17 sampai 24 November 2025, diundang untuk tampil mengisi kegiatan Seni Budaya di Kota Bursa, Istambul Turki.

    Para kaum bule penggemar dam pecinta kiprah “Sang Dalang Salto”
    Dengan berbagai upayanya ini KRA Ki. H.Gunarto Gunotalijendro.SH.MM, dalang peraih penghargaan dari Konsulat Jebdral San Fransisco USA ini bertekad agar supaya wayang tetap terpelihara dan selalu langgeng lestari serta dininati oleh kaum muda di tengah arus zaman modernisasi.

    Sambutan warga negara Turki cukup bagus, mereka bahkan menyaksikan Festival Wayang internasional bersama keluarga, tak sedikit anak-anak turut belajar memahat dan mewarnai wayang dengan rasa bangga, hingga membawanya pulang sebagai kenang-kenangan.

    Aksi pertunjukan didepan warga Turki pada Konser Wayang Kulit pada 22 November 2025 membuat para penontonnya terkagum- kagum, dengan jiwa yang penuh dengan rasa semangat dan niat yang tinggi dalam ikut melestarikan seni budaya wayang kulit warisan leluhur yang adiluhung ini, KRA Ki. H Ki Gunarto Talijendro. SH.MM yang juga dikenal dengan sebutan dalang Milemial ini berhasil menduniakan seni budaya wayang kulit milik asli bangsa Nuswantoro. Dengan bukti, seni budaya wayang kulit lolos seleksi untuk mengikuti acara akbar di Festival wayang Internasional di Negara Turki tersebut.

    Apresiasi warga Turki terlihat saat pertunjukan wayang, Penonton yang menyaksikan aksi “Sang Dalang Milenial” selalu membludag.

    Sungguh luar biasa….seni budaya wayang kulit milik asli bangsa Nuswantoro ini kini semakin maju dan lestari. Hal ini berkat perjuangan para tokoh – tokoh budaya Indonesia yang memiliki jiwa juang yang tinggi, salah satunya adalah K.R.A.Ki.H.Ki Gunarto Talijendro.SH.MM, tokoh dalang peraih penghargaan dari Tanah Suci Vatikan dan Persatuan Biarawan/Wati Dunia.

    Presiden Union Internationale de la Morionnette Indonesia (UNIMA Indonesia), T.A Samodra Sriwidjaja atau yang dikenal dengan sebutan Samodra Rum menegaskan, bahwa UNIMA Indonesia bersama Sanggar Sari Laras pimpinan KRA. Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM terus berupaya menyebar luaskan seni Wayang Indonesia ke Mancanegara, dan pada Festival Bursa Pasanggol Turki yang digelar mulai tanggal 14 hingga 23 November, dan kami bersyukur tanggapan dari masyarakat internasional cukup bagus, baik dari negara-negara peserta maupun dari penyelenggara sendiri. Bahkan mereka menginginkan Wayang Kulit, hingga memohon untuk Cindera Mata, dan KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM juga telah berniat memberikannya, sehingga mereka diberikan Wayang Kulit satu-satu.

    UNIMA Turki juga kita berikan sebagai bentuk kerjasama UNIMA Indonesia bersama Sanggar Sari Laras untuk membangun kerjasama yang lebih luas lagi dengan UNIMA Turki, dan kami di bulan Desember 2025 juga akan kembali memperkenalkan Seni Wayang Kulit ke Negeri Tirai Bambu, Danchon, Beijing, China, dalam rangka Danchon International Festival, yang rencana akan berangkat tanggal 2 hingga 8 Desember 2025, semoga semua bisa berjalan lancar dan Sukses Demi Budaya Indonesia, ungkap Samodra Rum.

    KRA Ki. H. Gunarto Gunotalijendro SH.MM mengaku berterimakasih kepada Keluarga Besar Kusumo Hondrowino Nusantara yang hari ini menyambut kedatangan kami dari Sanggar Sari Laras dan UNIMA Indonesia. sebagai anggota KHN sudah melaksanakan tugas dan Sukses dalam menyebarluaskan Kesenian Wayang Kulit ke Mancanegara, khususnya di Negara Turki, dan kami diberi kesempatan tampil dua kali, dalam iven internasional tersebut, yaitu tanggal 21 dan 22 November 2025 bahkan apresiasi pengunjung sangat besar, dan kita juga sudah diagendakan untuk hadir kembali pada iven lain di Cekoslavia.

    Dalam Festival Pasenggol Turkiye beberapa hari lalu, kami bangga anak-anak maupun para Pemuda sangat antusias ingin mengenal Wayang lebih dalam lagi, bahkan ada anak yang hadir menyaksikan pergelaran tersebut, selesai menonton malah menangis untuk minta 1 Wayang, dan saya tawarkan untuk memilih Wayang mana, dan ternyata anak tersebut memilih sosok Dasamuka, karena dalam pergelaran tersebut tokoh yang kita tampikan adalah Dasamuka dan dia ingin seperti sosok Dasamuka.

    Untuk itulah kedepan dalam setiap pergelaran atau iven-iven internasional kita harus lebih mempesiapkan diri, karena Wayang Kulit memang sudah di akui oleh Dunia Internasional, terbukti kita sudah beberapa kali ke beberapa negara, dan setiap pementasan mendapat apresiasi yang laur biasa, sehingga kita akan terus kembangkan secara berkelanjutan, bahkan UNIMA Turki mengusulkan agar diijinkan warga negara Turki untuk belajar seni Pedalangan di Indonesia, bahkan Turki juga membuka kesempatan bagi Guru/Dosen Seni Tradisi dari Indonesia untuk mengajar di Turki, hal ini harus kita sambut bersama-sama, baik para Seniman, Budayawan, Perguruan Tinggi maupun Pemerintah Indonesia, dalam membangun kerjasama dengan Turki melalui Budaya, kita berharap Wayang terboko hanjayeng bawono, Wayang Go Internasional, tegas KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MM. (wartadipuro)

    CLICK TO COMMENT

    MORE IN NASIONAL

      Copyright © 2020 www.InitingIndonesia.com, Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.

      Readmore »

       

      SEL SURYA

      SEL SURYA