Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Child Fund Indonesia bersama Child Fund Korea didukung IBK serta YPSI Bantu Perbaikan SDN Duren Tiga 13

Child Fund Indonesia bersama Child Fund Korea didukung Industrial Bank Of Korea serta YPSI Bantu Perbaikan SDN Duren Tiga 13

Kerjasama pemerintah Indonesia dengan Korea juga disambut oleh Organisasi Internasional Child Fund Korea dan Industrial Bank Of Korea, didukung Child Fund Indonesia serta Yayasan Peduli Sosial Indonesia (YPSI), mereka hadir ke Jakarta dan Lampung untuk membantu perbaikan sekolah-sekolah di Indonesia, dan kalau tahun lalu membantu sekolah di Tangerang, pada Selasa 24 hingga 26 April mereka memperbaiki sarana di SDN 13 Pagi, Duren Tiga, Jakarta Selatan.


Disela acara tersebut Child Fund Korea yang diwakili Shizn Dong Hae dan Kim Eun Woo saat jumpa PERS menjelaskan, bahwa kehadiran rombongan Child Fund Korea kali ini sengaja untuk membantu pendidikan di Indonesia, guna meningkatkan sarana pendidikan sehingga bisa berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di SDN Duren Tiga 13 pagi saat ini.

Dengan penampilan kesenian tradisional yang ditampilkan anak didik maupun para Guru juga sebagai ajang tukar budaya, kita ingin mengenal budaya Indonesia dan kita juga ingin memperkenalkan budaya Korea pada siswa-siswi, kita turut bangga bisa menari bersama dengan para guru, ini pengalaman kami tentang budaya Indonesia, papar Kim Eun Woo.


Shizn Dong Hae juga mengaku akan terus membantu lebih banyak lagi sekolah di Indonesia, setelah di Jakarta tim Child Fund Korea akan menuju ke Lampung dan akan ke daerah lain, dan Child Fund Korea dan Child Fund Indonesia juga membuka donasi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang ingin bersama-sama membantu peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, ungkapnya.

Ketua Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia (YPSI) Titin Kustini juga menegaskan, bahwa YPSI ingin memperkenalkan budaya Indonesia dengan masyarakat internasional, khususnya Korea, karena dengan mengenal budaya maka mereka juga akan mencintai Indonesia, sehingga diharapkan berdampak pada peningkatan kunjungan wisata ke Indonesia serta ada peningkatan investasi dari Korea ke Indonesia.

Kehadiran Child Fund Korea serta Industrial Bank of Korea dan Child Fund Indonesia hari ini adalah kehadiran yang kedua, dimana tahun lalu mereka hadir ke Tangerang Banteng membantu perbaikan beberapa sekolah di Banteng, kita bersyukur hari ini rombongan dari Korea hadir ke SDN Duren Tiga 13 pagi, untuk membantu peningkatan sarana pendidikan dan tukar budaya selama 3 hari, semoga kedepan akan terus ditingkatkan, ungkap Titin Kustini.

Ketua Child Fund Indonesia Ms Brijit usai penyerahan plakat pada Kepala Sekolah SDN Duren Tiga 13 pagi, pada wartawan juga menegaskan, bahwa bantuan sarana pendidikan ini bukan karena sekolah yang tidak mampu, namun lebih pada program pertukaran budaya antara Indonesia dengan Korea, kita juga ingin membangun kepercayaan anak-anak disini, agar lebih percaya diri tampil didepan umum, apalagi tamu yang hadir datang dari negara Korea, dan untuk bantuan tahun lalu ke Banten, tahun ini di Jakarta dan Lampung, untuk tahun depan akan kita bantu ke daerah lain, paparnya.

Kepala Sekolah SDN Duren Tiga 13 pagi, Nunuk Sulistyowati juga mengaku bersyukur dengan adanya renovasi sekolah, Tim dari Korea datang kemari, karena melihat sekolah ini layak dibantu, karena siswa-siswi di SDN Duren Tiga 13 pagi 70%nya adalah dari keluarga kurang mampu dengan menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Hari ini bantuan Child Fund Korea dan Industrial Bank Of Korea, didukung Child Fund Indonesia serta Yayasan Peduli Sosial Indonesia adalah Renovasi Pagar, Renovasi Toilet, Sanitasi Air, Bak Sampah serta fasilitas pendidikakn lain di sekolah Duren Tiga 13 pagi, mereka akan berada di sekolah selama 3 hari, dan berikutnya akan dilanjutkan penyelesaiannya oleh pihak sekolah dengan dana dari Korea, semoga anak-anak akan semakin bersemangat dalam belajar, ungkap Nunuk Sulistyowati. (Nrl)

Readmore »

Dukung Program Unggulan Pemerintah, STP Trisakti Gelar Wisuda Program Magister, Sarjana dan Diploma

Dukung Program Unggulan Pemerintah, STP Trisakti Gelar Wisuda Program Magister, Sarjana dan Diploma


Dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang Pariwisata dan Perhotelan, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti kini terus melahirkan tenaga ahli dan trampil dibidang Kepariwisataan, para mahasiswa yang telah menyelesaikan program akademik di STP Trisakti tersebut, merupakan para Magister, Sarjana maupun Ahli Madya yang siap mengisi posisi tenaga ahli maupun trampil pada sektor pariwisata, yang saat ini menjadi program unggulan Pembangunan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Disela acara Wisuda STP Trisakti di Jakarta Counvention Center, Ketua Yayasan Trisakti Dr. Djanadi Bimo Prakoso.MSi mengucapkan terimakasih pada orang tua dan keluarga wisudawan yang telah mempercayakan pada STP Trisakti untuk kuliah di STP Trisakti dengan hasil yang baik, sementara pada seluruh wisudawan, agar kedepan bisa menerapkan ilmu yang telah diraih dan tingkatkan terus, jadilah yang terbaik dalam tugas yang dibebankan pada kita.

Tingkatkan pengabdian pada bangsa dan negara, sampai bangsa ini tercapai sebagaimana cita-cita Trisakti, yaitu Mandiri secara Ekonomi, Mandiri didalam Politik serta mandiri dalam Budaya, pintanya.
Sidang Senat Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dalam Prosesi Wisuda hari ini mewisuda mahasiswa dari Program Sarjana S1, Diploma I, D III, D IV,dan Pasca Sarjana, sebanyak 630 Wisudawan.

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati, SE, MM juga menegaskan, bahwa STP Trisakti terus berupaya mendukung program Pemerintah dalam peningkatan Sumber Daya Manusia dibidang Pariwisata, dimana Sektor Pariwisata telah memberikan kontribusi besar devisa negara, serta mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pemerintah kini menargetkan kunjungan Wisata, bagi wisatawan mancanegara ke tanah air sebanyak 20 juta, serta wisatawan domestik sebanyak 275 juta,serta Sektor Pariwisata juga telah menjadi salahsatu dari lima sektor unggulan untuk mencapai target pembangunan nasional.

Sebagaimana Renstra STP Trisakti dengan menetapkan visi, STP Trisakti menjadi “Pusat Unggulan Pengembangan Ilmu Pariwisata dan Hospitality yang memiliki Daya Saing Global”, untuk itu seluruh lulusan telah dibekali ilmu dan kompetensi yang memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja nasional dan internasional.

Dalam meningkatkan mutu, STP Trisakti telah melakukan akreditasi institusi serta memperoleh akreditasi B, sementara program studi telah memperoleh akreditasi A dan B, sementara capaian kinerja pengabdian masyarakat juga memperoleh berbagai penghargaan serta masuk dalam klaster “Memuaskan”, ini menunjukkan bahwa tujuan STP Trisakti untuk meningkatkan pengabdian masyarakat dengan terfokus dalam pemberdayaan masyarakat telah di aplikasi dengan baik, ungkapnya.

Ditahun 2017 ini banyak prestasi yang diraih STP Trisakti dan masuk dalam 100 besar Perguruan Tinggi Terbaik non politeknik di Indonesia, di urutan ke 77, kerjasama dengan Dunia Industri serta beberapa Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri juga terus ditingkatkan, dimana 12 Perguruan Tinggi dari luar negeri telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan STP Trisakti, juga kerjasama dengan Pemerintah Daerah ditahun 2017 ini juga meningkat, ungkap Fetty Asmaniati, SE, MM.

Disela Wisuda STP Trisakti tersebut, Ketua Kopertis Wilayah III Jakarta, Dr Illah Saillah juga mengungkapkan rasa bangga pada Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang mampu meraih banyak prestasi dibidang akademik maupun kemahasiswaan, ini semua atas dukungan para dosen maupun mahasiswa STP Trisakti, dan berterimakasih karena ketaatan STP Trisakti pada regulasi-regulasi yang ada di Indonesia, dan pencapaian pangkalan data hingga 100%, sehingga seluruh alumni akan mudah menemukan namanya pada pangkalan data, sehingga apabila suatu saat ingin meminta legalisir maupun verifikasi maka akan mudah dalam pelayanannya.

Kopertis Wilayah III Jakarta juga secara khusus berterimakasih pada 9 mahasiswa STP Trisakti yang turut membantu korban bencana Banjir ke Belitung Timur beberapa waktu lalu, di era pasar bebas saat ini, warga negara Indonesia boleh bekerja ke luar negeri, demikian juga tenaga kerja asing boleh bekerja di Indonesia, namun kita tidak perlu kawatir, apalagi para lulusan sektor Pariwisata, karena negara telah menyusun regulasi yang terbaik buat masyarakat, khususnya dalam masalah tenaga kerja, ungkap Dr Illah Saillah.
Readmore »

KASAL BICARA KEAMANAN LAUT INDONESIA DI UNDIP SEMARANG

KASAL BICARA KEAMANAN LAUT INDONESIA DI UNDIP  SEMARANG

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro Rabu (15/3) di Gedung Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang. Dihadapan mahasiswa Hukum Undip Semarang, Kasal berbicara tentang Keamanan Laut Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia.

Dalam kesempatan ini, Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., mengatakan bahwa, keamanan maritim memerlukan kontribusi semua komponen khususnya institusi penegak hukum dan TNI Angkatan Laut sebagai salah satu komponen pertahanan negara memiliki peran yang vital untuk mewujudkan kondisi tersebut melalui implementasi tugas dan peran yang telah digariskan oleh pemerintah dan pimpinan TNI.

Sesungguhnya laut merupakan kekayaan terbesar bangsa Indonesia selain jumlah penduduk, luas wilayah dan kekayaan atas keberagaman budaya. Meskipun demikian, kekayaan tersebut belum termanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat dan kepentingan nasional lainnya. Masyarakat Indonesia belum memahami arti penting laut bagi kemajuan negara dan bangsa. Seperti yang selalu disampaikan Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa di laut tersimpan harapan dan tersimpan kejayaan, tambah Kasal.
Masih menurut Kasal, dalam langkah mengimplementasikan visi Poros Maritim Dunia, percepatan pembangunan kelautan merupakan keniscayaan yang harus diupayakan dalam kerangka menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. “Peran, potensi, dan peluang Indonesia untuk menjadi Poros Maritim Dunia perlu dirumuskan secara jelas. Visi Poros Maritim Dunia bisa terwujud apabila ada kebijakan dan program pendukung yang tepat, efektif, dan kompetitif”, tegas Laksamana TNI Ade Supandi.

Selain dihadiri  300 orang.mahasiswa Undip, kuliah umum ini juga diikuti perwakilan mahasiswa hukum dari universitas lainnya, diantaranya dari UIN Wali Songo, UNIKA UNTAG, UNISSULA,UNWAHAS, serta perwakilan dari Akpol, Akpelni, serta mahasiswa yang tergabung dalam Badan Exekutif Mahasiswa Undip. Satu hal yang menarik dan membanggakan, kuliah umum yang diberikan oleh orang nomor satu di jajaran TNI AL ini disiarkan video call conference secara langsung dengan 42 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

Pada akhir kegiatan,  dilaksanakan tukar menukar cinderamata dan sertifikat anatara Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., dengan pihak universitas dalam hal ini Rektor Undip Prof. DR. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. serta Ketua Dekan Fakultas Hukum Undip Prof. DR. R Benny Riyanto, S.H., M.Hum., C.N.(Nk)
Readmore »

Yayasan Nur Hikmah Bekasi Mencetak Generasi Berakhlaqul Karimah, Mandiri dan Berprestasi Akademik


Penyelenggaraan pembelajaran efektif, penanaman nilai-nilai moral pembiasaan aktivitas untuk penguatan karakter yang mengarah pada internalisasi misi Al-Quran dan Sunnah, sehingga anak akan memiliki kemampuan berprestasi akademik optimal untuk berkompetisi pada persaingan global tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai seorang Muslim, bagaimana pendidikan yang ditetapkan akan mampu Mencetak Genrasi Berakhlaqul karimah, Mandiri dan Berprestasi akademik optimal, hal tersebut merupakan upaya Yayasan Nur Hukmah dalam mengelola KB-TK Islam Terpadu, SD Islam Terpadu dan SMP Islam Terpadu, hal tersebut diungkapkan Saminto, S. Sos. MM. Pengurus Yayasan Nur Hikmah Bekasi.

Lebih jauh ditegaskan, bahwa sistem pembelajaran yang dilakukan dengan Fullday School, serta mengedepankan pendidikan Al Quran, Nur Hikmah berupaya membantu memikul beban tanggungjawab orang tua melalui penyelenggaraan pembelajaran efektif, penanaman nilai-nilai moral pembiasaan aktivitas untuk penguatan karakter yang mengarah pada internalisasi misi Al-Quran dan Sunnah sehingga anak akan memiliki kemampuan berprestasi akademik optimal untuk berkompetisi pada persaingan global tanpa hakrus kehilangan jati dirinya sebagai seorang Muslim.

Untuk SD saat lulus harus selesai Jus 30, untuk TK kita menggunakan Metode UMMI, yang akan membentuk karakternya. oleh karena itu tugas khusus & utama orang tua adalah mengatur strategi yang tepat dalam rangka membantu proses pembentukan karakter anak pada setiap tugas perkembangannya, dan Kurikulum Pendidikan menggunakan KTSP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Plus Pendidikan Al Quran.

Penekanan disamping Akademik adalah kemandirian anak-anak, memberikan landasan yang kuat menuju pembelajaran kejenjang berikutnya, jadi konsep dasarnya adalah itu, sehingga dari dasar sudah kuat, banyak prestasi anak didik, baik Nasional maupun internasional, beberapa waktu lalu siswa Nur Hikmah mengukir Prestasi di Singapura. Untuk Lomba Sekolah Sehat se-Jawa Barat Nur Hikmah juga meraih juara 2, tegasnya.

Untuk tiap kelas maksimal 15 siswa, dan untuk masuk SD minimal 6 tahun, untuk belajar bisa mulai dari Kelompok Bermain, TKIT, SDIT hingga SMPIT, Fullday Schol akan menjadikan anak terhindar dari hal-hal negative, metode terus di upgrade dan untuk TKIT juga dilakukan permainan, sehingga siswa tidak merasa jenuh dalam belajar, pendidikan dilakukan juga di sekolah dan luar sekolah, semua terintegrasi dengan baik untuk kegiatan anak, tegasnya,

Kegiatan Ekstra Kurikular juga menjadi prioritas di Yayasan Pendidikan Nur Hikmah, mulai dari Ekskul Tari Zaman (Aceh), Robotik, Pramuka, Futsal, Dram Band, Renang, Melukis, Komputer serta Ekstra Kurikular lainnya, untuk Siswa SMP kita perkenalkan Pendidikan Khusus Jurnalistik dan Fotografi, ungkap Saminto, S. Sos. MM. (Nrl)

Readmore »

Unindra Gelar Wisuda Ke 54, Siapkan SDM Indonesia Emas

Unindra Gelar Wisuda Ke 54, Siapkan SDM Indonesia Emas

Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), pada Rabu (16/11) bertempat di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kembali melepas 977 lulusan, acara tradisi pelepasan mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akademik tersebut, merupakan prosesi Wisuda ke 54 Tahun Akademik 2015 – 2016 semester genap, disela Wisuda juga diisi Orasi Ilmiah oleh Guru Besar Unindra, Prof.DR Apsanti Djokosuyatno, dengan judul “Manusia Sebagai Homo Fabulans”.

Dalam sambutannya Rektor Unindra Prof H Sumaryoto menjelaskan, bahwa Wisuda ke 54 ini merupkan wisuda semester genap tahun akademik 2015 – 2016, karena total wisudawan berjumlah 6.778 dan digelar wisuda 5 kali. Dan kedepan jumlah lulusan akan lebih banyak lagi, karena Unindra telah menerima mahasiswa baru tiap tahun berjumlah 9 ribuan.

Diakuinya tingginya keinginan masyarakat untuk menimba ilmu di Unindra, membuat Civitas Akademika Unindra membatasi setiap penerimaan mahasiswa baru, dan saat ini jumlah mahasiswa 34.617 orang, jumlah inilah yang menjadi rujukan bagi kami, dalam rangka mengembangkan, menata, serta mengorganisasikan,  bagaimana Unidra berjalan dengan baik, serta memenuhi aturan yang ada pada Pemerintah.

Saat ini Unindra tengah menyiapkan seluruh sarana, prasarana, perpustakaan, tata kelola, akademik termasuk dosen, dalam rangka akreditasi institusi, kita akan mengajukan akreditasi ke BAN PT, dan salahsatunya adalah standar lulusan, dan saya meminta pada wisudawan untuk memberikan informasi yang akurat, terkini dan yang terupdate, karena salahsatunya adalah penelusuran terhadap lulusan.

Saat ini yang terus dilakukan adalah pembenahan sarana prasarana, karena dalam penataan dosen, penataan  perkuliahan, ini semua menuntut sarana prasarana yang memadai, dan dalam waktu dekat kita akan meresmikan gedung pembangunan di unit 7 dengan 6 lantai, untuk Ruang Dosen, Perpustakaan, Perkuliahan dan ruang serba guna, untuk itu kita berharap agar tahun depan kita akan mendapat akreditasi yang baik, sesuai dengan yang kita harapkan.

Pembenahan proses belajar mengajar diakuinya juga telah menjadi tuntutan di era global saat ini, bagaimana agar para lulusan mampu bersaing, bukan saja bersaing dalam mencari kerja, tetapi juga bersaing dalam berwirausaha, untuk itu Unindra juga telah membekali mahasiswa dengan kewirausahaan selama 2 semester, agar kedepan bisa menciptakan lapangan kerja, dan bukan menjadi beban mencari kerja, ungkap Prof H Sumaryoto.

Ketua Kopertis yang diwakili Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah III, Putut Pujogiri, SH, MM juga meminta pada para wisudawan untuk senantiasa bersyukur, karena keberhasilan studi di Unindra ini disamping atas kerja keras wisudawan, juga berkat dukungan dari orang tua, keluarga serta bimbingan dosen, sehingga para lulusan mampu menyelesaikan tugas akademik di Unindra.

Kopertis Wilayah III juga mengapresiasi pada jajaran civitas Akademika Unindra yang terus menunjukkan komitmennya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, dalam membangun sumber daya manusia yang professional, untuk itu Kopertis Wilayah III mengapresiasi pencapaian yang diraih Unindra saat ini. Dan kedepan diharapkan Unindra terus meningkatkan standar tingkat tinggi, yang lebih tinggi dari standar perguruan tinggi, dan Pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu Perguruan Tinggi dengan menyusun peraturan perundang-undangan serta pengawasan melalui pangkalan data perguruan tinggi, dan terus mendorong setiap perguruan tinggi untuk menerapkan system mutu perguruan tinggi internal, pintanya. (NK)

Readmore »

12 Tahun Universitas Tama Jagakarsa Cetak SDM Berkualitas, Profesional dan Berjiwa Entrepreneurship


Kampus Megah berbentuk J dan terletak di Jln. Letjen T.B. Simatupang No.152 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini, merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Jagakarsa (YAPERJASA), dengan nama Universitas Tama Jagakarta, dan di usianya yang ke 12 tahun ini, Universitas Tama Jagakarta terus berupaya menghasilkan lulusan yang berkualitas, profesional serta menguasai ilmu pengetahuan yang berjiwa enterpreneurship.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Jagakarta, Prof. Drs. H Tama Sembiring, SH, MM disela peringatan HUT Universitas Tama Jagakarta pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya terus berupaya menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, apalagi ilmu pengetahuan terus berkembang setiap saat, sehingga kita tidak henti-hentinya belajar, kalau tidak mau maka kita bisa ketinggalan.

Dibidang spiritual, Universitas Tama Jagakarga juga menanamkan nilai-nilai agama, sebagai landasan kehidupan kita, disamping itu juga ditekankan sikap disiplin dalam arti patuh terhadap peraturan (hukum) serta tata tertip Akademik, serta mengembangkan diri kedisiplinan, sikap. mental yang mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Mahasiswa, tegas Prof. Tama Sembiring.

Rekor Universitas Tama Jagakarta, Dr. H.M. Noor Sembiring, SE, MM, juga menambahkan, bahwa di Kampus ini selain menanamkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi namun juga mengawinkan IQ (intelligence quotient)  dan EQ (emotional quotient) yaitu mengkombinasikan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional.

Meskipun Universitas Tama Jagakarta baru berusia 12 tahun, namun para alumni telah tersebar di beberapa lembaga Negara, kantor Pemerintah maupun Dunia Usaha, dan Universitas Tama Jagakarta juga mengikuti peraturan sebagaimana yang diatur Kementrian Ristek dan Dikti, dengan membuat program menyongsong harapan yang lebih baik, sebagaimana yang tertuang dalam Visi dan Misi Universitas Tama Jagakarsa.

Diakuinya saat ini akreditasi Prodi masih ada yang C, untuk itu sebagaimana sarana Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Jagakarta, maka kita akan upayakan semua prodi terakreditasi B, apalagi Universitas Tama Jagakarta telah memenuhi aturan baik Sarana dan Prasarana, Perpustakaan, Laboratorium maupun pemenuhan Rasio Dosen dengan Mahasiswa, kita akan terus mengikuti aturan yang ada, termasuk memenuhi aturan yang harus dipenuhi untuk akreditasi institusi Perguruan Tinggi, tegas Dr. HM Noor Sembiring.

Wakil Rektor II Universitas Tama Jagakarta, Hj Rosidah Permanasari Sembiring, SE, MM, juga menambahkan, bahwa rangkaian kegiatan HUT 12 tahun Universitas Tama Jagakarta ini 90% adalah kegiatan Kemahasiswaan, dengan tema "Grow Up With Full Colour" yang mengandung makna Pertumbuhan dengan banyak warna, yaitu pertumbuhan dibidang Prestasi Akademik maupun Non Akademik, inilah yang di angkat, dan pastinya  civitas akademika Universitas Tama Jagakarsa akan mengangkat mutu pembelajaran akademik maupun lulusan, tegasnya.

Sementara Ketua Panitia HUT 12 tahun Universitas Tama Jagakarsa, M Ridwan juga menjelaskan, bahwa berbagai kegiatan Sosial juga dilakukan dalam kegiatan ini, seperti Donor Darah maupun Santunan 70 Anak Yatim Piatu, sebelumnya juga dilakukan beberapa lomba mencari bakat untuk menumbuhkan bakat para Mahasiswa yang terpendam, khususnya dibidang seni dan Budaya, serta lomba MC.

Readmore »

Mahasiswa Baru UID Ikuti Mastama

Mahasiswa Baru UID Ikuti Mastama

450 Mahasiswa Baru Universitas Islam Jakarta (UID) mengikuti kegiatan Masa Taaruf Mahasiswa (MASTAMA) yaitu proses pengenalan Kampus, dimana sebelumnya mereka belajar di Sekolah Menengah Umum dan kini mereka memasuki proses perkuliagan di Perguruan Tinggi, sehingga jajaran Akademika UID memberikan bekal khusus pada mahasiswa baru.

Menurut ketua panitia Mastama, yang juga ketua BEM FAI, Hamdi Hasan dalam penekanan kegiatan Mastama adalah bagaimana mahasiswa baru agar lebih Akademis, terutama dalam kegiatan perkuliahan, serta memenuhi aturan dengan memberikan SKPI pada peserta yaitu Surat Pengantar Pemberian Ijasah.
Ini kegiatan rutin bagi mahasiswa baru UID, tegasnya.

Materi yang diberikan ada berbagai macam dan untuk pertama pemateri Prof.DR. Ir Raihan tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia. Agar nahasiswa baru mengerti apa prioritas dalam Universitas.

Hari ini mereka memperoleh pembekalan dari 3 pemateri, dan keseluruhan akan diberikan oleh 9 pembicara. Dari mahasiswa yang ada di UID terdapat juga mahasiswa Non Muslim namun mereka tetap mengikuti materi yang ada, seperti penerapan intelektual yang Religius serta kompilasi Islam, juga bahasa Arab.

Kami berharap seluruh peserta mampu mengambil poin-poin penting dalam Mastama ini. Untuk bekal mereka menjalani jenjang perkuliahan di Universitas Islam Jakarta, papar Hamdi Hasan.

Ditempat yang sama Pemateri Mastama yang juga Ketua Yayasan Wakaf UID, Prof Raihan menegaskan bahwa sebagai Pengelola Perguruan Tinggi Universitas Islam Jakarta ingin menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan dunia pendidikan tinggi, serta kaitannya dengan UU no.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, perpres no.8 tahun 2012 tentang kerangka kualifikasi nasional sehingga mereka tau perses posisi jenjang mana dia berada serta apa hak dan kewajibannya, serta menjelaskan hal-hal tentang program pendidikan di UID.

Disamping itu kita juga memberikan motivasi untuk bersyukur, karena dari jumlah penduduk Indonesia baru 3 hingga 4% yang bisa mengenyam pendidikan tinggi, mereka harus bisa melihat kedepan untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

Sesuai visi dan misi UID dalam mencerdaskan bangsa serta menigkatkan mutu pendidikan tetap kita tekankan pada peningkatan moral dan aklak. Karena tanpa moral dan aqlak yang baik kepintaran mereka bisa jadi bukan untuk pengabdian pada masyarakat tapi hanya untuk dirinya, bahkan bisa hadi untuk minterin orang, sekarang ini banyak orang pinter, tapi minteri, oleh sebab itu pembekalan potensi kemampuan etitut, skiil dan knowledge harus dimiliki oleh mereka. Jadi dalam bersikap maupun beretika harus didasari dengan nilai-nilai Agama.

Saat disinggung untuk kelas karyawan, Prof Raihan mengaku bersyukur karena minat mereka yang sudah bekerja namun tetap malanjutkan kuliah cukup tinggi, dan Universitas Islam Jakarta juga membuka kelas sore hari, dimana perkantoran pemerintahan pulang kerja jam 4 sore (16 WIB), maka perkuliahan bagi karyawan dilakukan sehabis Magrib. ditambah jatwal yang lebih panjang daripada yang regular, yaitu ditambah kuliah hari Sabtu. Untuk setiap prodi memang harus mencapai sebuah pembelajaran, dengan kurikulum yang sudah tersusun, maka bisa di ketahui pekerjaan apa yang sudah dilakukan sesuai pencapaian pembelajaran, sehingga bagi mereka yang sudah bekerja sesuai dengan capaian pembelajaran tersebut maka mereka tidak harus menyelesaikan mata kuliah tersebut sehingga nanti akan mengacu pada kerangka kualifikasi nasional (KKNI) sehingga tidak harus dengan jalur keilmuan tapi bisa dari jalur pengalaman kerja atau jalur profesi, misalkan mereka yang sudah kerja di pabrik atau industri maka dasar-dasar mengenai pengenalan mesin tidak harus diambil, hal inilah yang nantinya buat yang sudah bekerja bisa lebih cepat menyelesaikan kuliahnya, papar Prof Raihan. (Nrl)
Readmore »

Wisudawan Unindra Ke 51, Siap Mengabdikan Diri Ketengah Masyarakat

Pada Rabu (14/8) bertempat di Sasono Utomo TMII, Sidang Senat Terbuka Unindra kembali menggelar Wisuda dan melepas Sarjana S1 dan Pasca Sarjana S2, prosesi Wisuda dengan penuh khidmat dan rasa haru  tersebut, dipimpin langsung oleh Rektor Unindra, Prof.DR. H Sumaryoto. Serta dihadiri jajaran pengurus PGRI Pusat, PGRI DKI Jakarta serta Kopertis Wilayah III, DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua kopertis wilayah III, yang diwakili Kepala Kelembagaan Sistem Informasi Kopertis Wilayah III, H. Budi Heri Pancasilawan menegaskan,  pihaknya mengucapkan terimakasih pada seluruh dosen yang telah bekerja keras terus menyelenggarakan proses belajar mengajar yang bermutu dan berkualitas sehingga menghasilkan lulusan yang kualified, serta memperoleh kepercayaan masyarakat yang begitu besar.

Kopertis Wilayah III DKI Jakarta mengajak para wisudawan, untuk kembali bersyukur atas keberhasilan yang telah diraih, dan tentunya berkat dukungan keluarga terdekat, terutama doa seorang ibu. Dan kepada para wisudawan, dirinya mengatakan Lebih baik menjadi orang penting, akan tetapi akan lebih penting adalah menjadi orang baik. Mari menjadi orang baik ajaknya.

Sementara dalam sambutannya, Rektor Unindra, Prof. DR. H Sumaryoto menegaskan, bahwa Unindra beberapa waktu lalu, telah menggelar peringatan ulang tahun Unindra yang 12 tahun, serta Dies Natalis ke 13, dan hal tersebut sebagai uangkapan syukur, karena diusia yang ke 12 tahun, Unindra terus memperoleh kepercayaan dari masyarakat maupun pemerintah, sehingga saat ini jumlah Mahasiswa Unindra mencapai 34.761 mahasiswa.

Pada prinsipnya kami konsisten dan konsen pada peraturan yang berlaku yang menyangkut kemahasiswaan, dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah, dan untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar. Unindra sudah punya platpon berapa jumlah mahasiswa yang ideal yang kita pertahankan, yaitu kisaran 34.000 sampai 35.000 mahasiswa, inilah yang terus ditingkatkan sarana dan prasarananya, semua prodi sudah terakreditasi dan kita akan segera melakukan akreditasi institusi perguruan tinggi, pada tahun 2017 nanti.

Untuk sarana kuliah, Unindra saat ini sedang menyelesaikan pembangunan gedung di unit 7 dengan 6 lantai, untuk menambah ruang perkuliahan, 2 lantai untuk Perpustakaan, serta ruang Dosen dan lain sebagainya, ini merupakan program pembenahan standar - standar perguruan tinggi. Kalau ini sudah kita lakukan, insya Allah kita makin memantapkan diri untuk mengikuti iklim persaingan perguruan tinggi, tegasnya.

Prof Sumaryoto juga mengaku seluruh jajaran Akademika Unindra akan terus bekerja keras memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat maupun Mahasiswa, dan dirinya berharap kampus yang dipimpinnya akan terus bertumbuh menjadi perguruan tinggi besar yang sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya di tingkat nasional maupun internasional, namun tetap berkualitas dan akuntabel, paparnya. (Nurul).

Readmore »

Siswa Bimba AIUEO Cipinang dan Larangan Selatan Rayakan HUT RI ke 71

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 tahun juga dimeriahkan oleh anak-anak dari Yayasan Pengembangan Anak Indonesia, Pendidikan Anak Usia Dini Bimba AIUEO yang  terletak di jalan Dr. Hamka 23, Bulak Wareg Larangan Selatan serta Bimba AIUEO Cipinang, dibawah binaan Hj Ernawati Ratma, SE, MM.

Berbagai lomba seperti lomba makan kerupuk, memasukkan paku dalam botol, lomba kelereng, lomba mewarna, lomba menangkap serta memindahkan ikan, serta lomba yang lain, diikuti anak-anak Bimba AIUEO dengan senang, hal tersebut terlihat dari gerak dan pancaran muka siswa PAUD tersebut.

Pimpinan Bimba AIUEO Cipinang dan Bimba Larangan Selatan, Hj Ernawati Ratma, SE, MM disela acara tersebut, pada wartawan menegaskan, bahwa Peringatah HUT RI yang diikuti oleh anak didik ini, dilakukan untuk menanamkan semangat juang, karena Kemerdekaan ini diraih dengan susah payah oleh para Pejuang, oleh sebab itu anak-anak harus mengisi kemerdekaan dengan Belajar yang rajin, pintanya.


Readmore »

PELUNCURAN KAMPUS DIGITAL PANCASILA DAN BUKU DIGITAL PROF. DR.MH. MATONDANG, MA


PELUNCURAN KAMPUS DIGITAL PANCASILA

DAN BUKU DIGITAL PROF. DR.MH. MATONDANG, MA


Kampus Ditigal Pancasila merupakan salahsatu Media Informasi yang bisa diakses secara online, oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan Dunia, melalui website www.kampusdigitalpancasila.com dapat belajar tentang nilai-nilai luhur Pancasila.

Menurut Pendiri Kampus Digital Pancasila, yang juga seorang Pejuang Veteran RI, Pendidik serta Pelopor Perusahaan Pariwisata Indonesia, Prof. DR. MH. Matondang, MA, bahwa di era Globalisasi saat ini ancaman terhadap bahaya laten Komunis, ada didepan kita, karena Pemerintah, TNI/POLRI, maupun Komponen Masyarakat yang Anti Komunis, tidak bisa lagi melakukan kontrol, bahaya laten Komunis sedang tidur, dan sewaktu-waktu bisa bangun kembali, bahkan ajaran Komunis bisa disebarluaskan melalui media sosial yang kini terus berkembang pesat, oleh sebab itu Masyarakat dan Bangsa Indonesia juga perlu dibentengi dengan Pancasila.

Sebagai Pejuang, Prof. DR. MH. Matondang, MA, terpanggil untuk meluncurkan Kampus Digital Pancasila ini juga atas pesan sahabatnya, Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution, yang berpesan agar dirinya terus berupaya, agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, tidak hilang di bumi Indonesia.

Prof. DR. MH. Matondang, MA, juga mengaku prihatin, karena Pancasila selain dijadikan alat politik, juga telah dilecehkan oleh aktivis Ormas Radikal, yang mengatakan, bahwa Pancasila sudah usang, tidak mampu menjadi Roh, Spirit bangsa Indonesia, yang lebih memprihatinkan lagi Pancasila sudah jadi bahan lelucon artis pedangdut.

Sebagai Ketua Umum Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Prof. DR. MH. Matondang, MA, berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan untuk mengamankan Pancasila sebagai Roh, Jiwa, Spirit Politik bangsa Indonesia, Pancasila harus bisa menjadi sumber hukum, panduan, maupun jalan untuk mempersatukan dan mensejahterakan bangsa Indonesia.

Diera teknologi digital saat ini, kita mau tidak mau harus siap menghadapinya, apalagi selular sudah merambah diseluruh pelosok tanah air, dengan Kampus Digital Pancasila ini diharapkan akan menjadi sarana pendidikan alternatif menggunakan teknologi informasi secara online, yang juga mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, bahkan dibelahan seluruh bumi.

Kampus Digital Pancasila ini juga sebagai upaya untuk mendidik Rakyat, khususnya Pemuda Indonesia maupun para Pelajar, untuk belajar ilmu kewarganegaraan (Civic), budi pekerti dengan membentuk jatidiri bangsa Indonesia, melalui Kampus Digital Pancasila ini diharapkan akan turutserta mencerdaskan hak-hak politik rakyat, ungkapnya.


Digital Biografi Prof. MH. Matondang, MA

Dalam kesempatan ini juga, Prof. DR. MH. Matondang, MA, juga meluncurkan Buku Karya Jurnalistik dengan judul lengkap, Buku Digital Biografi Prof. DR. MH. Matondang, MA, Ketua Umum Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Pejuang, Veteran, Pendidik dan Pelopor Perusahaan Pariwisata Republik Indonesia.buku ini menceriterakan dengan hampir menyeluruh sejarah hidup Prof. DR. MH. Matondang, MA, yang juga dikenal sebagai salahsatu pendiri Universitas Pancasila.


Dalam buku ini pula, diceriterakan Wasiat Jenderal Besar TNI (Purn) AH Nasution yang merupakan salahsatu pendiri Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia kepada Matondang, sebuah wasiat supaya nilai luhur Pancasila jangan sampai hilang dari bumi Indonesia. Dari buku ini pembaca dapat mengambil suri tauladan yang baik tentang kegigihan, seorang anak manusia untuk tetap teguh berjalan pada jalan yang diyakininya, dan memberikan karya terbaik bagi bangsa Indonesia. Buku ini dapat di download ataupun dibaca secara online melalui link-link Website maupun Media Sosial lainya.
Readmore »

STPTrisakti Gelar Pelepasan Mahasiswa Program Double Degree Ke Switzerland dan Thailand

Sebagaimana Visi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dalam menjadikan Perguruan Tinggi Pariwisata Berkualitas global Dan Pusat Unggulan ( Center of Excelence ) Pengembangan Ilmu Pariwisata Dan Hospitaliti. Serta sebagaimana misi dalam menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Pariwisata Dan Hospitaliti Beroperasi profesional bertaraf Internasional Yang Berkelanjutan (Profesionalisme tinggi dan Keberlanjutan), serta menghasilkan Sumberdaya Manusia Yang Berkualitas dan Berdaya saing Tinggi (High Performance dan Daya Saing), pada Kamis (4/8), STP Trisakti melakukan pelepasan 22 Mahasiswa untuk belajar ke Switzerland dan Burapha University Thailand, melalui program pertukaran Pelajar maupun program Beasiswa Kemendikbud.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STP Trisakti, DR.Chondro Suryono, SE, MM disela acara pembekalan dan Pelepasan tersebut,pada wartawan menjelaskan,bahwa hari ini kita memberikan pembekalan pada 22 Mahasiswa yang akan berangkat ke Switzerland dan Burapha University Thailand, karena kondisi di Indonesia berbeda dengan di Thailand maupun Switzerland, Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung, kita memberikan pembekalan agar para mahasiswa bisa mengikuti kebiasaan dan adat istiadat disana, kita telah bekali mahasiswa dengan bahasa setempat, dan untuk mendukung kegiatan, para mahasiswa juga dibekali dengan Budaya Indonesia, untuk nantinya bisa mempromosikan potensi budaya maupun pariwisata Indonesia.

Para mahasiswa Indonesia memiliki keahlian tersendiri, dan lebih unggul dibandingkan mahasiswa dari Negara lain,oleh sebab itu kita juga berharap mahasiswa STP Trisakti dalam mengalahkan Negara lain, dengan prestasi yang tinggi, sehingga mampu memberikan nama baik bagi bangsa dan Negara,kita juga berpesan agar ke 22 Mahasiswayang berangkat ke Switzerland dan Thailand bisa menjaga nama baik institusi, papar DR.Chondro Suryono, SE, MM
'
Geovan Putra, salahsatu mahasiswa STP Trisakti program Internasional Double Degree mengaku bersyukur bisa turutserta dalam menyelesaikan kuliah di Thailand, dimana dirinya sudah menyelesaikan 4 semester di STP Trisakti, dan kini melanjutkan 3 semester lagi di Thailand, dimana nantinya akan belajar 2 semester teori dan 1 semester praktek kerja, semua sudah disiapkan dengan baik, dan siap menghadapi tantangan berikutnya, ungkapnya. (Ns).

Readmore »

HUT 47 Tahun STP Trisakti

47 Tahun sudah Usia SEKOLAH Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti yang berlokasi Kampus di Jl IKPN No 1, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, seluruh alumni tersebar luas di  Pemerintahan maupun Dunia Usaha di seluruh Wilayah Indonesia, dan di usia 47 tahun saat ini, jajaran Akademika STP Trisakti kini terus melakukan sejumlah inovasi dalam berkontribusi menyiapkan Sumber Daya Manusia dibidang Hospitality dan Kepariwisataan di Indonesia.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Fetty Asmaniati,SE,MM disela peringatan HUT STP Trisakti tersebut, pada wartawan menjelaskan, bahwa dalam HUT ini pihaknya mengangkat tema Inovasi, karena dengan tema ini kita berharap seluruh Citivas Akademika maupun tenaga non Dosen dapat terus berinovasi, apalagi saat ini kita sudah masuk pada  Pasar Bebas Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean, oleh sebab itu kita juga terus menyiapkan Mahasiswa agar mampu bersaing dalam pasar bebas Asean tersebut.

Saat ini jajaran Akademika STP Trisakti juga ditantang untuk dapat mendirikan Program Doktor (S3) dibidang Ilmu Kepariwisataan, dan kita targetkan pada HUT ke 50 tahun mendatang, STP Trisakti sudah memiliki program S3 Kepariwisataan, dan kita bersyukur sudah dipercaya oleh Pemerintah untuk membuka Program Magister Pariwisata, serta memperoleh ijin untuk perkuliahan dengan cara Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT),

oleh sebab itu kita akan terus bersyiar tentang Pariwisata, dan mendukung program Pemerintah yang telah menargetkan kunjungan wisatawan Mancanegara 20 juta wisatawan dapat tercapai. Karena sebagai dunia pendidikan, maka kami juga terus berkontribusi dalam menyediakan SDM yang profesional, yaitu dengan terus meningkatkan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di beberapa negara lain. Termasuk membangun desa binaan, sebagai desa wisata sehingga menjadi daya tarik wisata dimestik maupun mancanegara, papar Fetty Asmaniati,SE,MM.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Yayasan Trisakti Dr Bimo Prakoso, bahwa Yayasan Trisakti bangga dengan inovasi yang dilakukan mahasiswa dan dosen  STP Trisakti yang dapat dilihat dari kemampuan menjuarai berbagai kompetisi keterampilan vokasi di dalam dan luar negeri, menjadi pembicara maupun peserta seminar nasional maupun internasional, dan berbagai inovasi yang dilakukan para dosen maupun mahasiswa. “Di era sekarang, mahasiswa harus tanggap, tangguh, dan trengginas,” tegasnya.

Menanggapi kesiapan mewujudkan program S3, Dr Bimo Prakoso mendukung tekad Ketua STP Trisakti yang akan mewujudkan program S-3 pada tiga tahun mendatang ketika STP Trisakti memasuki usia 50 tahun, STP Trisakti telah berkontribusi dalam pengembangan inovasi terkait dengan pemberdayaan sumber daya manusia di sejumlah daerah, baik bidang hospitality maupun kepariwisataan, tegasnya.

STP Trisakti juga terus membangun Desa binaan, mulai dari pembangunan desa wisata, pembinaan manajemen, pelatihan kuliner daerah hingga membangkitkan kembali tradisi masyarakat seperti Sedekah Bumi dan yang lain, paparnya.


Readmore »

APTISI Minta Pemerintah Tegas Menyangkut Penerimaan Mahasiswa Baru

Perguruan Tinggi Negeri telah melakukan seleksi penerimaan Mahasiswa Baru, baik melalui jalur Undangan, jalur PMDK serta jalur Mandiri, dan bagi calon mahasiswa,  Perguruan Tinggi Negeri memang masih menjadi prioritas, dan Perguruan Tinggi Swasta merupakan pilihan kedua setelah PTN, oleh sebab itu Pemerintah juga harus punya kebijakan yang tidak merugikan PTS serta masyarakat itu sendiri.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III Jakarta, yang juga Ketua Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Jakarta, Prof. DR. Raihan, Msi menegaskan, tahapan peneriaan mahasiswa baru bagi PTN hingga Agustus, jelas-jelas akan dapat merugikan masyarakat, karena jika tidak diterima di PTN maka sangat sulit mencari PTS yang sesuai bagi Siswa, karena waktunya sangat mepet.

Beberapa Perguruan Tinggi Swasta memang juga ada yang sudah membuka proses penerimaan Mahasiswa baru, bahkan mendahului PTN, jika diterima di PTS, maka harus sudah menyelesaikan administrasi keuangan, namun jika Mahasiswa tersebut diterima di PTN dan PTS, maka hal tersebut akan menjadi masalah untuk memilih, karena sudah membayar biaya kuliah di PTS. Inilah yang harus diatur agar pengumuman penerimaan mahasiswa baru dapat dipercepat, sehingga jika tidak diterima di PTS, calon mahasiswa bisa mencari solusi Kuliah sesuai dengan program studi yang diinginkan, dan tidak merugikan masyarakat,  tegasnya.

Saat disinggung tentang masih adanya PTS yang terkena sanksi oleh Kemenristek dan Dikti, agar tidak menerima mahasiswa baru sebelum seluruh kekurangan diperbaiki, Prof Raiham menyarankan pada masyarakat untuk berhati-hati saat memilih Perguruan Tinggi Swasta, dan hendaknya Kopertis juga meningkatkan pengawasan terhadap PTS, dan pengelola Perguruan Tinggi agar tidak mengesampingkan keputusan maupun Sanksi dari Pemerintah.

Prof Raihan juga mengaku masyarakat sudah cerdas dalam memilih perguruan tinggi, beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum memilih Perguruan Tinggi Swasta, pertama adalah Legalitas PTS tersebut, termasuk sejarah perkembangannya, kedua harus dilihat Akreditasi program Studi yang diinginkan, ketiga adalah Kemampuan Anak serta kemampuan Financial orang tua, keempat adalah informsi tentang Alumni, semua itu juga bisa dilakukan dengan mecari informasi dari masyarakat, ungkapnya.

Saat disinggung akan kegiatan Mahasiswa Universitas Islam Jakarta, di bulan Ramadhan ini, Prof Raiham menegaskan, bahwa perkuliahan diliburkan, tetapi kegiatan keagamaan, Ceramah Agama dan Sosial ditingkatkan, kegiatan seperti tersebut sudah dilakukan sejak Universitas Islam Jakarta berdiri, sementara untuk Pengelola Perguruan Tinggi maupun para Dosen, mengikuti Lokakarya 9 hari, untuk mengevaluasi serta membuat Perencanaan UIJ kedepan, tegas Prof Raihan.
Readmore »

Bimba AIUEO Cipinang Gelar Mewarnai Bersama PAUD

Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Lembaga Pendidikan Bimba AIUEO Cipinang, dibawah binaan Hj Ernawati Ratma, SE, MM menggelar Kegiatan Mewarnai Bersama siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Acara tersebut juga diisi dengan aneka hiburan dan Dongeng dari Champy.

Disela acara tersebut, Pimpinan Bimba AIUEO Cipinang, Hj Ernawati Ratma, SE, MM menjelaskan, bahwa pihaknya sengaja mengundang Anak-anak yang belajar pada PAUD, untuk mengenal sarana pendidikan di Bimba AIUEO, karena pendidikan PAUD, lebih ditekankan pada Pendidikan nuansa Permainan, sementara di Bimba AIUEO, banyak mengajarkan metode Membaca, Menulis, Berhitung dan Mengarang.


Dan sebentar lagi setelah menyelesaikan pendidikan PAUD, anak-anak akan masuk Sekolah Dasar, disinilah kami ingin memberikan bekal ilmu pada anak yang belajar di PAUD, dalam pengenalan metode di Bimba AIUEO, bagaimana agar anak memiliki minat baca, menghitung, menulis serta mengarang.

Panitia menyediakan 150 sarana mewarnai bagi peserta, yang terdiri dari 14 PAUD, yang tersebar di 18 RW, di Kelurahan Cipinang, dan jumlah tersebut sebenarnya pesertanya lebih banyak, namun karena keterbatasan tempat, jumlah peserta kita batasi, dan kegiatan ini juga atas kerjasama Bimba AIUEO Cipinang dengan BKB PAUD Kelurahan Cipinang, melalui kegiatan ini kita juga memberikan ilmu agar anak-anak kedepan juga siap menghadapi persaingan pada Masyarakat Ekonomi Asean, kita ajarkan Budi Pekerti, Sopan Santun, Kebersamaan dan jiwa kasih saya. Ungkap Hj Ernawati Ratma.


Sementara Ketua Bina Keluarga Balita PAUD Kelurahan Cipinang, Nurlela juga menambahkan, bahwa anak-anak selama ini belajar di PAUD hanya 1,5 jam per-hari, sehingga kami juga menyarankan pada orang tua, agar menambah jam belajar di tempat bimbingan belajar BIMBA AIUEO.

Melalui kegiatan Mewarnai Bersama ini kami ingin agar anak-anak PAUD bisa bersosialisasi dengan teman yang lain, serta untuk memperkenalkan apa itu warna, Bina Keluarga Balita PAUD, mendidik anak usia 3 hingga 5 tahun, kemudian nantinya dapat meneruskan di Bimba atau TK, sehingga saat berusia 7 tahun sudah siap mengikuti pendidikan di Sekolah Dasar, tegas Nurlela yang juga Ketua PAUD Cahaya Cipinang.



Readmore »

Megawati Buka Try Out SBMPTN Bagi Lulusan SMA/K

Ketua Umum PDI Perjuangan  Megawati Soekarnoputri, bertempat di GOR Ciracas Jaktim, secara resmi membuka langsung acara try out Nasional, karena disamping digelar di Jakarta, Try Out juga digelar diseluruh Indonesia oleh Kader-kader PDI Perjuangan.

Dalam pidatonya, Mega meminta ribuan siswa peserta ujian fokus dan tidak gugup mengikuti proses ujian try out. "Tidak boleh gugup, kalau gugup akan tentu banyak salah. Harus fokus, karena di sini lah sebenarnya anak-anak bisa melihat seluruh perguruan tinggi di Indonesia dengan fakultas-fakultas nya," kata Mega.

Presiden ke 5 RI ini berbagi pengalaman cara-cara mengerjakan soal kepada para peserta. Dia menyebut, soal yang dibagikan itu, hampir sama dengan soal-soal yang nantinya akan dikerjakan pada saat tes SBMPTN. Kemarin ibu sudah melihat cara untuk menentukan kira-kira hampir sama dengan apa yang nantinya akan disajikan ketika masuk ujian-ujian pada perguruan tinggi tersebut, ungkapnya.

Megawati juga menganjurkan agar peserta try out memilih lebih dari satu jurusan saat SBMPTN. Sebab, cara itu dipercaya Megawati bisa membuka peluang peserta masuk perguruan tinggi.

"Sebaiknya kalau memungkinkan jangan ambil satu, tapi mengambil dua fakultas yang jangan sama, karena tentunya akan membuka ruang untuk memungkinkan kalian masuk perguruan tinggi," Megawati.


Sementara dalan jumpa Pers, Ketua Panitia Try Out, Sukur Nababan menjelaskan, bahwa acara Try Out Nasional Ini diikuti sekitar 200 ribu peserta SLTA sederajat di 34 Provinsi se-Indonesia. acara Try Out Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)  sudah dibuka langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Program Try Out SBMPTN adalah bukti dan komitmen PDIP, khususnya Bidang Pemuda dan Olahraga (Pora) pada dunia pendidikan dan generasi muda bangsa Indonesia," ujar Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga, Sukur Nababan.

Lebih jauh Sukur Nababan mengatakan, tujuan acara tersebut untuk mempersiapkan mental dan psikologi para siswa pada saat menghadapi SBMPTN kerena suasana Try Out sama dengan suasana pada saat SBMPTN nanti.

PDIP ingin Mempersiapkan para siswa cara pengisian data-data pribadi dan data pengisian lembar jawaban pada saat SBMPTN nanti karena banyak siswa melakukan kesalahan pada saat mengisi data-data dan lembar jawaban," ucapnya.

Dia menambahkan, acara ini sekaligus memberikan pemahaman para siswa dalam menentukan universitas unggulan. Misalnya kata dia, daya tampung dan grade universitas, papar Sukur Nababan.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat juga menegaskan, bahwa pelaksanaan tryout nasional yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan ini,  adalah bukti nyata partainya ingin mencerdaskan bangsa. "Ini adalah tujuan partai politik dalam mencerdaskan bangsa dalam bentuk konkret yaitu mendukung anak-anak kita untuk masa depan yang lebih baik. Saya sangat apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan DPP PDIP. Saya kira itu aja," katanya.

Pada kesempatan itu, Djarot juga mengapresiasi pelaksanaan acara tryout yang digawangi Ketua DPP PDIP bidang Pemuda dan Olahraga Sukur Nababan. "Atas nama pemerintah, dalam hal ini saya sebagai wakil gubernur, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Sukur (Sukur Nababan) dan teman-teman dari DPP PDI Perjuangan yang telah melaksanakan try out nasional ini," ujarnya.

Terpenting, kata Djarot, partai berlambang banteng moncong putih ini banyak membantu siswa-siswa dalam persiapan menghadapi SBMPTN. Ini adalah bukti nyata PDI Perjuangan bagi calon-calon mahasiswa, dimana partai ini membantu anak-anak kita dalam mempersiapkan diri menghadapi SBMPTN, tegas Djarot.




Ditempat yang sama, Anggota DPRRI dari Komisi X yang bermitra dengan Kemendikbud, SB Wiryanti Sukamdani saat ditemui wartawan juga menegaskan, bahwa Try Out bagi siswa SMA/K ini, merupakan bentuk kepedulian PDI Perjuangan, dimana para lulusan SMA/K ini adalah generasi penerus bangsa, kita ingin memberikan bimbingan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri yang mereka inginkan, paparnya.




Readmore »

Upacara Harkitanas, 20 Anak Pingsan

Upacara Bendera yang digelar Pagi Hari oleh Pengelola Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, kali ini berbeda dengan tahun  sebelumnya, dimana anak-anak Sekolah Dasar maupun SMP banyak yang jatuh pingsan, bahkan upacara pada tanggal 20 Mei tersebut juga terdapat 20 anak pingsan, dan harus dirawat.

Dari pantauan di lokasi, anak-anak peserta Upacara memang sudah datang pagi hari berangkat dari Sekolahan menuju Museum Kebangkitan Nasional, namun sepertinya anak-anak memang tidak sempat sarapan, sehingga sebelum pingsan mereka memegang perut kesakitan, sementara kue yang disediakan panitia tidak dibagikan pada pagi hari, namun pada menjelang siang usai upacara, sehingga upacara dengan sambutan yang teramat panjang tersebut, menjadikan anak-anak satu persatu harus kesakitan dan jatuh pingsan.

Sementara panitia terlihat masa bodoh dan menyerahkan pada tim medis, dan Kepala Museum pun tidak segera menengok 20 anak yang pingsan, karena sibuk dengan kegiatannya sendiri. Para wartawan yang hadirpun menyesalkan cara kerja panitia Harkitnas Museum Kebangkitan Nasional yang kurang profesional, (Red)

Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA