Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

KRI Dewaruci Menjadi Obyek Kunjungan Wisata Masyarakat Lembata

KRI Dewaruci Menjadi Obyek Kunjungan Wisata Masyarakat Lembata

KRI Dewaruci menjadi obyek wisata masyarakat Lembata dan sekitarnya, ketika kapal ini bersandar di dermaga Lewoleba NTT. Kapal ini merupakan kapal jenis Layar Tiang Tinggi (Tallships)  yang dipergunakan untuk melatih para taruna Akademi Angkatan Laut.  Tujuan kedatangan KRI Dewaruci adalah untuk memeriahkan perhelatan puncak Hari Nusantara pada tanggal 13 Desember 2016 yang dipusatkan di pantai Lewoleba, Minggu (10/12)

Antusiasme masyarakat terhadap kapal legendaris KRI dewaruci ini yang memiliki panjang 58 meter dan lebar 9,6 meter  dan  buatan Jerman tahun 1952 terlihat dari banyaknya  masyarakat dengan tiada henti turun naik mengunjungi kapal sejak  pagi sampai malam masih penuh sesak.

Selama ini masyarakat Lembata hanya mengenal KRI Dewaruci dari buku-buku dan cerita saja dimana kapal tersebut sering kali berlayar keliling dunia. Dengan hadirnya kapal tersebut di pelabuhan Lewoleba masyarakat bisa menaiki langsung kapal legendaris yang memiliki 16 tiang layar.

Meskipun sudah berumur tua, kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Rahadian Rahmadi ini masih bisa melaju dalam kecepatan sekitar 6 Knot dan kondisi dalam keadaan terawatt dengan baik. Dalam peringatan puncak Hari Nusantara 2016, kapal dewaruci ini akan mengikuti sailing pass bersama-sama dengan kapal-kapal nelayan yang jumlanya kurang lebih 200 kapal.

Selain KRI Dewaruci kapal yang juga ramai  dikunjungi masyarakat adalah KRI Makassar-590 merupakan kapal jenis Landing Platform Dock.TNI Angkatan Laut sebenarnya dalam acara peringatan “Hari Nusantara”  ini melibatkan lebih kurang sebanyak 10 KRI dan 2 Kal, tetapi semua kapal tersebut tidak bisa sandar semuanya karena keterbatasan dermaga hanya KRI Dewaruci dan KRI Makassar yang sejak awal kedatangannya sandar di dermaga.(Pry)
Readmore »

Inilah Para Pemenang Lomba Yang Digelar Bakamla RI

Inilah Para Pemenang Lomba Yang Digelar Bakamla RI

Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. secara resmi telah menetapkan nama nama pemenang lomba esai dan feature, foto, dan video, yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-2/44 Bakamla RI, melalui Surat Keputusan Kepala Bakamla RI Nomor 132 tahun 2016  tertanggal 7 Desember 2016, yang ditandatangani Deputi Bidang Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksamana Muda TNI Andi Achdar, di Kantor Pusat Bakamla RI, Jl. Dr. Sutomo-11, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016).

Surat keputusan ini terbit setelah dihasilkan nama-nama pemenang melalui proses penilaian karya peserta oleh tim dewan juri sejak Jumat lalu (2/12). Anggota dewan juri berasal dari internal dan eksternal Bakamla, sedangkan untuk peserta lomba terbuka bagi masyarakat umum. Selain itu lomba juga tertutup bagi pegawai Bakamla RI. Sejak pembukaan pendaftaran lomba yaitu di mulai dari launching di Galeri Antara (16/11), kemudian disosialisasikan di sejumlah perguruan tinggi pada keesokan harinya, telah menarik minat banyak peserta, tidak hanya dari Jakarta dan sekitarnya, namun juga dari daerah di luar Jakarta. Meskipun dalam waktu yang relatif singkat, tercatat sebanyak 63 peserta mengikuti lomba esai dan feature, 98 peserta mengirimkan karya foto dan 17 peserta mengikuti lomba video.

Dalam lomba esai dan feature penilaian dilakukan oleh 3 juri dari Bakamla dan 2 juri lainnya yaitu Sekretaris Dinas Hukum Angkatan Laut Kolonel Laut (KH) Kresno Buntoro, S.H., LLM., Ph.D. dan Editor LKBN Antara Ade P. Marbun. Dari 63 esai dan feature yang terdaftar masing-masing juri menentukan 3 terbaik sehingga terkumpul 15 esai dan feature. Selanjutnya tiap juri memberikan argumentasi dan penilaian berdasarkan kriteria tata tulis, bahasa, kemanfaatan untuk Bakamla, kreatifitas gagasan, kesesuaian dan aktualitas topik, data dan sumber informasi, analisis, sintesis, dan simpulan serta kemampuan penulis dalam mentransfer gagasan untuk dapat di adopsi. Selanjutnya melalui proses diskusi dan kesepakatan ditetapkan 5 karya terbaik untuk menjadi juara 1 sampai harapan 2.

Dalam lomba foto penilaian dilakukan oleh 3 juri dari Bakamla dan 1 juri lainnya yaitu Kepala Sekolah LKBN Antara Mosista Pambudi. Dari 98 karya foto peserta, juri menentukan secara bersama-sama 20 karya unggulan, dan kemudian dibedakan menjadi 5 kategori berdasarkan kesamaan karakter foto. Selanjutnya dari setiap kategori diambil 1 unggulan sehingga didapatkan 5 terbaik. Kelima karya foto tersebut dinilai kembali sehingga diperoleh pemenang 1, 2 dan 3. Sedangkan dalam lomba video penilaian dilakukan oleh 1 juri dari Bakamla dan 2 juri lainnya, yaitu Ir. Gagan Gandara dari vidio.com dan praktisi cinematografi Bonni Dwi Ananta, S.Sn. Dari 17 karya video, juri menentukan 3 karya terbaik.

Lomba Esai dan Feature dimenangkan oleh Juara I Arum Anggraeni (Unhan), Juara II Zakariya Arief (UGM), Juara III Christine Anggi Sidjabat (Unhan), Harapan I Rici Pranata dan tim (IPB), dan Harapan II Barik Ali dan tim (UMY). Lomba foto dimenangkan oleh Juara I Suwardi (Tarakan), Hariandi Hafid (Palopo), dan Juara III Maman Sukirman (Sebatik). Sedangkan untuk lomba video dimenangkan oleh Juara I N. Setiawan Ginanjar Lintang (Semarang), Rita Laura (Jakarta), dan Tri Nur Sujatmiko (Bogor).

Pemenang tersebut diatas akan diundang pada acara Gala Dinner Peringatan Hari Ulang Tahun ke 2/44 Bakamla RI yang dilaksanakan di Gedung Perintis Kemerdekaan pada 15 Desember mendatang. Selain trophy dan sertifikat para pemenang juga mendapatkan uang tunai sebesar 10 juta untuk pemenang I, 7,5 juta untuk pemenang II, 5 juta untuk pemenang III, 3,5 juta untuk pemenang Harapan I dan 2 juta untuk Harapan II. Acara Gala Dinner yang menurut rencana akan dihadiri oleh Wakil Presiden RI H. Yusuf Kalla tersebut juga akan dimeriahkan dengan Tarian Nusantara karya Guruh Sukarnoputra.(Pry)

Readmore »

GRAND FINAL INDONESIA TOP MODEL 2016, PERAGAWAN DAN PERAGAWATI

GRAND FINAL INDONESIA TOP MODEL 2016, PERAGAWAN DAN PERAGAWATI

Geliat berkreasi terkini yang dirancang oleh Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) langsung menggebrak sebuah acara bergengsi yang akan menjadi rutinitas kalender kerja setiap tahun menyelenggarakan acara Pemilihan “Indonesia Top Model Peragawan & Peragawati” sejak tahun 1980 beserta new brand “Indonesia Top Model Junior”.

Bahkan untuk tahun 2016 ini,  Iwan Setiawan Mose, sebagai ketua Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) mencoba akan menggandeng PB Parfi dengan melibatkan banyak pihak designer dan pihak terkait lainnya dalam dunia bisnis Fashion.

Adapun acara Grand Final Indonesia Top Model 2016 Peragawan & Peragawati akan diselenggarakan di Balai Sarbini, Semanggi Jakarta menampilkan putra-putri terbaik dengan membawa busana tradisi dari daerah masing-masing termasuk para designer-designernya.

Jebolan dari Indonesia Top Model  Peragawan & Peragawati antara lain Citra Nartomo, Pierre Gruno, Soraya Haque, Freddy Matatula, Rico Tampati, Thoos Mailuhu, Yongky Komaladi, Titi DJ, Hari Capri, Johan Saimima, Arzeti Bilbina, Aline, dll.

Menurut Iwan Setiawan Mose selaku ketua YAPMI, didampingi pembina YAPMI sekaligus sebagai humas PARFI, Kp Norman hadinegoro SE.MM, bahwa kegiatan YAPMI bertujuan untuk melestarikan Budaya Busana Nusantara, acara ini bertujuan sekaligus untuk menggali bakat-bakat model dan mempromosikan potensi daerah melalui seni dan budaya sebagai aset nasional yang harus kita lestarikan, paparnya.
Sementara Tamu Undangan pada Acara Grand Final 2016 terdiri dari :

1. Tokoh-tokoh Top Model dari masa ke masa.
2. Tokoh-tokoh Designer Indonesia.
3. Artis-artis Film dan Sinetron yang tergabung dalam Pengurus Besar PARFI

    "Pada malam bergengsi di grand final 23 November 2016 mendatang, sangat diharapkan partisipasi dan dukungan dari segenap pihak khususnya kalangan pemerhati Budaya Nusantara ikut memberikan kontribusinya, guna meningkatkan mutu kedepan" kata KP.Norman, Ketua Humas PB Parfi kepada sejumlah media, Selasa (15/11) di Jakarta.(SP)

Readmore »

SDM Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata, Miliki Daya Saing Internasional

SDM Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata, Miliki Daya Saing Internasional


Disela acara International Conference  Turism Gastronomi Destination, yang digelar Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti bersama stakeholder, pada 14 – 15 November 2016,di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristek Dikti, Dr. Ir Patdono Suwignjo, M. Eng. Sc, menegaskan, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan dari Sekolah Tinggi Pariwisata jika dibandingkan dengan lulusan lain, maka lulusan Pariwisata adalah yang terbaik diantara politeknik yang lain, karena SDM lulusan Pariwisata memiliki standar dan berdaya saing internasional.

Lebih jauh ditegaskan, bahwa saat ini Pemerintah memiliki 4 Program Unggulan, yaitu Industri Kreatif, Kemaritiman, Industri Makanan dan Produk Pertanian serta Pengembangan Kepariwisataan, untuk itu seluruh komponen wajib mendukung dan mensukseskannya, demikian juga peran Perguruan Tinggi di Indonesia agar mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia yang dapat mensukseskan program tersebut.
Pada Sektor Pariwisata, menurut  Dr. Ir Patdono Suwignjo, perlu adanya Sarana Prasarana menuju Obyek Wisata, perlu adanya Sarana Wisata yang bagus, adah Hotel sebagai variable pendukung, yang tidak kalah penting adalah SDM, untuk itu Pemerintah melalui Kementrian Ristek Dikti juga terus mensinergikan dengan Kementrian Pariwisata dan lembaga terkait lainnya, untuk bersama-sama menyusun regulasi dan kebijakan dalam mengembangkan daya saing industry Pariwisata, Travel dan Turism.

Pihaknya juga berterimakasih pada Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang terus berupaya mengembangkan ilmu Kepariwisataan serta meningkatkan kualitas akademik maupun lulusan dibidang Pariwisata dan Hospitality yang berdaya saing internasional, dengan terus membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan dari luar negeri, maupun dengan organisasi pariwisata internasional, pintanya.

Diakuinya saat ini kondisi Indonesia dibidang Turism berada di urutan 50, dan masih kalah dengan Malaysia maupun Thailand, padahal Indonesia memiliki keanekaragaman Budaya, Kuliner maupun Obyek Wisata yang banyak dan lebih indah, pemerintah telah memprogramkan kunjungan wisatawan Mancanegara di 10 Destinasi unggulan, untuk itu Kemenristek Dikti juga berharap STP Trisakti dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk bisa mendukung pengembangan 10 destinasi tersebut, pinta Dr. Ir Patdono Suwignjo.

Sementara ditempat yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Harry Tjan Silalahi, juga menegaskan, bahwa didirikannya Yayasan Pendidikan Trisakti, atas amanat dari Presiden RI pertama, Ir Soekarno, untuk mencerdaskan anak bangsa, serta membangun Sumber Daya Manusia yang unggul, hanya saja Pemerintah masih ada tendensi birokrasi, sehingga menjadikan yang gampang dibikin susah, dan pihaknya bersyukur Kementerian Riset dan Dikti saat ini dipimpin oleh orang yang benar-benar memahami kebutuhan perguruan tinggi swasta.

Sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Trisakti, Harry Tjan juga prihatin, dimana ada pihak-pihak yang ingin menegrikan Universitas Trisakti, padahal pemerintah sendiri tidak keconggah dalam penyediaan pendidikan tinggi di Indonesia, padahal lembaga pendidikan sifatnya Nirlaba, jadi kalau ada tuduhan Trisakti sebagai sumber pengumpulan uang itu tidak benar, seluruh civitas akademika Trisakti betul-betul ingin bekerja, dan itu semua karena panggilan, kami semua mendirikan Trisakti, karena dititipi Bung Karno, dan sampai sekarang belum selesai, tegasnya.

Saat disinggung tentang STP Trisakti, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti ini menegaskan, bahwa STP Trisakti telah banyak berkontribusi dalam peningkatan SDM Pariwisata, dan yayasan terus mendukung upaya pengembangan sarana, prasarana agar terus maju dan berkembang, hingga saat ini STP Trisakti termasuk yang terbaik diantara sekolah tinggi pariwisata yang lain, tegas Harry Tjan Silalahi. (Nl).

Readmore »

STP Trisakti Gelar Tourism Gastronomy Destination International Conference

STP Trisakti Gelar Tourism Gastronomy Destination International Conference


Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), pada 14-15 November 2016, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, menggelar Tourism Gastronomy Destination International Conference.

Menurut Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati, SE, MM, bahwa Konfrensi dan Seminar Tourism Gastronomy Destination International Conference (TGDIC), ini merupakan rangkaian Dies Natalis STP Trisakti ke 47, dan kita akan menyiapkan ulang tahun Emas ke 50 tahun, untuk itu STP Trisakti dalam kegiatannya akan diarahkan ke kegiatan internasional, dan kegiatan TGDIC berjalan, juga atas dukungan beberapa lembaga pendidikan tinggi dari luar negeri, seperti Professor Michael Hitchcock dari University of London, Professor Theodore Benetatos dari IMI University Centre, Switzerland dan pakar-pakar internasional lainnya.

Mereka akan membicarakan berbagai topic pembahasan menarik bidang Destinasi Pariwisata dan Pariwisata Gastronomi serta akan memberikan paparan trend dunia bersama dengan pakar-pakar nasional seperti Adrian Ishak, pakar Fine Dining Indonesia, Sisca Soewitomo, Praktisi Industri Kuliner, Rosan Roslani, Ketua KADIN Indonesia dan banyak lagi pembicara.


Seminar Internasional dengan pembicara Pakar Destinasi Pariwisata dan Gastronomi ini, hasilnya juga akan disampaikan pada Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata RI, sehingga diharapkan dapat membantu pencapaian kunjungan wisata, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, dibidang pengabdian masyarakat dalam pengembangan pariwisata tanah air, STP Trisakti juga memiliki binaan-binaan desa wisata, dengan meminta pada dasa wisata untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan menu kuliner tradisional, kita memberikan pelatihan cara menyajikan yang baik, sehat, bersih serta bergizi, jadi jika ada kunjungan wisatawan asing, maka harus tetap menyajikan menu tradisional, ungkap Fetty Asmaniati, SE, MM.

Ketua Yayasan Trisakti Dr. Djanadi Bimo Prakoso.MSi juga menambahkan, bahwa apa yang dilakukan Yayasan Pendidikan Trisakti, adalah upaya untuk mensejahterakan rakyat, dan Pemerintah telah menargetkan kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia berjumlah 20 juta pada tahun ini, disinilah perlu upaya untuk memberdayakan masyarakat, pariwisata harus dikemas dengan baik, sehingga ada nilai tambah, contohnya menjual cabe, kalau dijual di pasar mungkin nilainya murah, tetapi kalau yang beli memetik sendiri, maka akan bernilai lebih, paparnya.

Disamping itu para Dosen juga Mahasiswa STP Trisakti terus melakukan riset, di evaluasi yang kemudian menjadi bahan ajaran, dan dalam pengabdian masyarakat kita benar-benar mengabdi, saat ini kita telah memiliki 9 desa binaan, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY maupun Madura, dengan menonjolkan potensi wisata di masing-masing daerah, melalui laboratorium di STP Trisakti, juga terus dilakukan penelitian kandungan gizi produk makanan tradisional, sehingga Yayasan terus berupaya agar STP Trisakti tetap yang terbaik, ungkap Ketua Yayasan Trisakti Dr. Djanadi Bimo Prakoso.

Sementara usai memberikan paparan, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata RI, Dadang Rizki Ratman, pada wartawan juga menegaskan, bahwa dengan kegiatan International Conference ini diharapkan juga dapat menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia ke Mancanegara, serta menambah ilmu pengetahuan, bagaimana menata Destinasi dengan baik, karena turis lebih suka tempat wisata kulinar yang bersih, sehat dikemas dengan baik, kita punya banyak makanan yang nikmat, ada empek-empek, Gudeg Jogja, Bandeng Juwana serta makanan tradisional lainnya, peran lembaga pendidikan adalah bagaimana dapat membantu dunia usaha dalam meningkatkan kualitas produknya, pelayanannya dan kualitas pengelolaannya, dan satu hal yang juga penting adalah bagaimana dorongan pemerintah daerah untuk mendukung sentra kuliner di daerah, jadi bukan sekedar menutup jalan dan diberikan bagi pedagang makanan, tetapi bagaimana Pemerintah Daerah dapat membangun sentra kuliner yang luas,

didukung dengan fasilitas Parkir, akses transportasi yang baik, da nada penampilan kesenian tradisional yang juga dikemas dengan baik, jadi turis yang berkunjung bukan sekedar menikmati kuliner saja, tetapi juga memperoleh suguhan budaya, ini butuh semangat dan gotong-royong dengan misi yang sama dalam pengembangan wisata dan mengangkat Wisata Kuliner daerah, pinta Dadang Rizki Ratman. (Nl).
Readmore »

Orang Tua Mahasiswa Baru STP Trisakti Kunjungi Museum

STP Trisakti Ajak Orang Tua Mahasiswa Baru Kunjungi Museum

Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dalam memperkenalkan ruang lingkup pembelajaran Kepariwisataan yang saat ini tengah ditekuni anaknya, mengajak Orang Tua Mahasiswa Baru untuk melihat dari dekat obyek wisata maupun cara belajar memasak menu tradisional maupun masakan Eropa, dan salahsatu tempat wisata adalah Museum Tekstil Jakarta.

Ketua Rombongan yang juga ketua pelaksana Dies Natalis STP Trisakti ke 47, Novita Widiastuti Sugeng, disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa Wisata Budaya ini adalan rangkaian kegiatan Dies Natalis STP Trisakti ke 47, tema Wisata kita ini memang Wisata Budaya karena Kepariwisataan Indonesia sangat erat dengan Budaya, salahsatunya adalah kain tradisional seperti Tenun dan Batik, sebagai peninggalan leluhur, yang kedua adalah Museum itu sendiri, karena kita tau kunjungan meseum di Jakarta maupun daerah lain sangat sedikit, oleh sebab itu saya sengaja membawa rombongan ke Museum Tekstil untuk memperkenalkan salahsatu Museum yang dikelola Pemda DKI, Dan sangat menarik termasuk isinya tentang kain tradisional sebagai salahsatu wujud sejarah dan peradaban budaya masyarakat Indonesia, tegasnya.

Disamping itu rombongan Keluarga besar STP Trisakti yaitu orang tua Mahasiswa Baru, kita ajak ke Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo, milik seorang penggiat dari kesenian tradisional Indonesia, baik seni tari, seni budaya maupun seni atraksi, dimana para senimannya kerapkali pentas di iven nasional maupun internasional, jadi orang tua mahasiswa selain melihat kesenian juga nantinya bisa melihat peragaan memasak oleh chef dari mahasiswa STP Trisakti yang telah meraih kejuaraan lomba masak nasional maupun internasional, serta shef Stedy Rafail dan Sheff Modena dan chef dari Hotel Grand Hyatt Jakarta yang juga alumni STP Trisakti. sehingga orang tua mahasiswa dapat melihat hasil karya mahasiswa maupun alumni, jadi intinya kita ingin memperkenalkan kampus, mulai dari putra-putrinya masuk hingga yang berhasil, tegasnya.


Setelah melihat koleksi Museum Tekstik, Heny, orang tua mahasiswa baru mengaku senang bisa mengunjungi Museum Tekstil ini, apalagi koleksinya cukup bagus, sebagai orang tua dirinya berharap anak-anak juga bisa diajak mengunjungi museum-museum, bahkan sebaiknya dari usia dini agar lebih mengenal museum, produk kain tradisional cukup lengkap jenis dan coraknya, seperti dari Solo, Cirebon, NTT, Pekalongan, Jogja serta daerah lain. Selama ini anak-anak mengenal kain hanya dari luar negeri saja, kita bersyukur anak sekolah sudah punya seragam batik masing-masing. Ini akan meningkatkan kecintaan anak pada karya bangsa sendiri, papar Heny

Ibu Min juga mengungkapkan syukur dapat mengunjungi Museum Tekstil apalagi didampingi dari pihak Mahasiswa maupun museum, sehingga lebih mengenal akan koleksi kain tenun, batik serta selendang. Kita berharap para orang tua juga bisa mengajak anak-anaknya berkunjung ke Museum daripada ke mall, kita bisa mengenalkan inilo budaya asli Indonesia, kita bersyukur STP Trisakti bisa mempererat Silaturahmi antar orang tua mahasiswa STP Trisakti, kalau boleh usul agar digelar lagi di museum lain yang juga bernuansa budaya, pinta Ibu Min.

Safon juga mengaku senang dengan kegiatan wisata bersama antara orang tua dengan pihak Akademika STP Trisakti sehingga terbangun komunikasi termasuk membangun keakrapan sesama orang tua mahasiswa, dan silaturahmi ini agar terus ditingkatkan dengan kegiatan lain, pintanya.

Muhammad Zaini yang anaknya juga mengambil Program D III di STP Trisakti mengaku memiliki kebanggaan tersendiri karena anaknya kuliah di Kampus Kebanggaan yang juga memiliki masa depan yang jelas bagi lulusannya, seandainya tidak bekerja yang pasti bisa mandiri berwirausaha, minimal buka usaha kuliner, paparya.

Dengan kegiatan wisata bersama orang tua mahasiswa STP Trisakti ini pihaknya juga bisa saling mengenal, kalau bisa setiap tahun digelar apakah dengan program Paket-paket Wisata lain, silaturahmi ini juga bisa membuka akses bisnis, bahkan tidak kami sangka dengan kegiatan ini saya menemukan mitra untuk kerjasama, ungkapnya. (Nurul)
Readmore »

Dinner, Tampilkan Kesenian Kolaborasi Mahasiswa Jiangsu - STP Trisakti

Setelah mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, sejumlah Mahasiswa  Jiangsu Agri-Animal Vocational College, China, melakukan pergelaran kesenian di Aula Kampus STP Trisakti, beberapa kesenian tradisional Betawi, Tari masyarakat Tiongkok serta Musik Kulintang dan Musik Pop memeriahkan acara Dinner yang juga perpisahan mahasiswa Jiangsu China.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Fetty Asmaniati,SE,MM disela acara tersebut menegaskan, bahwa pertukaran Pelajar ini merupakan bentuk pengembangan program dan Visi STP Trisakti, untuk menjadi Perguruan Tinggi Pariwisata Berkualitas Global dan Pusat Unggulan (Center of Excelence) Pengembangan Ilmu Pariwisata dan Hospitaliti. serta sebagai bentuk dukungan program Kementerian Ristek dan Dikti dalam mendatangkan Mahasiswa dari luar negeri, untuk belajar ke Indonesia, serta program Kementrian Pariwisata dalam meningkatkan jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia.

Para Mahasiswa dari China yang belajar ke STP Trisakti, selalu kita perkenankan akan Bahasa maupun Seni Budaya Tradisional Indonesia, serta kita ajak mengenali obyek-obyek Wisata di Indonesia, dan para mahasiswa dari Jiangsu China ini telah kita ajak berwisata di beberapa Museum di Kota Tua serta melihat kegiatan di Budha Tsu Chi, mereka juga sudah belajar Tari dan Musik Kulintang, oleh sebab itu pada Malam ini kita akan menyaksikan pergelaran Tari dan Kulintang, Kolaborasi Mahasiswa STP Trisakti dengan para Mahasiswa Jiangsu Agri-Animal Vocational College, China, tegas Fetty Asmaniati,SE,MM.

Ketua Yayasan Trisakti Dr Bimo Prakoso, juga mengaku, mendukung penuh program pertukaran pelajar dari China yang dilakukan STP Trisakti ini, apalagi dengan jumlah penduduk yang banyak, maka kunjungan wisatawan dari China ke Indonesia diharapkan akan lebih banyak lagi, sehingga akan berdampak positif dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

Diakuinya kerjasama pemerintah Indonesia dengan China sudah terbangun cukup lama, meskipun terkadang ada masalah, namun persahabatan sangat baik, dengan mereka mengenal budaya Indonsia, akan terbangun kedekatan bahkan rasa kekeluargaan, sehingga nantinya pertukaran bukan saja Mahasiswa, tetapi juga dosen, maupun kegiatan riset bersama, dan berdampak meningkatnya kompetensi dan daya saing STP Trisakti dengan lembaga pendidikan lain di Indonesia, tegas Bimo Prakoso.

Sementara Deputy Director for Administration, SEAMEO-SEAMOLEC, DR. AB Susanto, M.Sc saat ditemui di acara Dinner Mahasiswa Jiangsu tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa pertukaran pelajar ini merupakan upaya membangun kerjasama dengan China, karena saat ini Indonesia telah masuk Pasar Bebas Asean, dan nantinya akan lebih banyak lagi investor asing masuk ke Indonesia, dan salahsatu negara terbesar yang berinvestasi adalah dari China, disamping Korea dan Jepang, dan nantinya China juga akan lebih banyak lagi mengirimkan Mahasiswanya belajar ke Indonesia,

Dan saat ini pertukaran pelajar STP Trisakti dengan beberapa perguruan tinggi dari China sudah terbangun dengan baik, oleh sebab itu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, juga meminta agar Mahasiswa yang dikirim ke China maupun mahasiswa dari China yang belajar ke Indonesia harus mempelajari Seni Budaya Indonesia, kita juga tekankan bagaimana agar STP Trisakti saat ini belajar menerima atau menangani mahasiswa asing untuk belajar di STP Trisakti, karena pada kenyataannya mahasiswa asing berbeda dengan mahasiswa Indonesia, oleh sebab itu kita berharap kedepan akan lebih banyak lagi mahasiswa asing, khususnya dari China untuk belajar Budaya Indonesia, pinta DR. AB Susanto, M.Sc.

DR. AB Susanto, M.Sc berharap kerjasama dapat ditingkatkan, sehingga bukan saja Mahasiswa yang mendapatkan pengalaman, tetapi juga para Dosen maupun jajaran Akademika yang lain, pada Dosen dari Jiangsu, Shi Xianjuan agar pada kunjungan berikutnya, dapat mengajak Mahasiswa lebih banyak lagi ke Indonesia, sehingga akan berdampak positif dalam membangun kerjasama antar negara Indonesia dengan China, pintanya.

Readmore »

10 Mahasiswa Jiangsu Agri-Anima Husbandry Vocational College, China Kunjungi STP Trisakti

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti sukses menyelenggarakan program pertukaran pelajar (student exchange) yang merupakan tolak ukur penjaminan mutu proses akademik berkelas international yang telah dicapai STP Trisakti.

Jika beberapa waktu lalu, STP Trisakti telah mengirim Mahasiswa ke Jiangsu Agri-Anima Husbandry Vocational College, China. Kini STP Trisakti menerima balik mahasiswa dari China tersebut untuk belajar di STP Trisakti, Pertukaran Pelajar ini, dirancang agar mahasiswa dapat mengembangkan wawasan dan lingkup pergaulannya menjadi luas dengan atmosfer internasional di luar negeri, apalagi saat ini kita telah masuk ke Pasar Bebas ASEAN, dan tidak lama lagi akan ditambah dengan negara China, ungkap Humas STP Trisakti,  Verri Astuti.


Kegiatan pertukaran pelajar dari Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College Akademika Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, menerima 9 Mahasiswa dan 1 Dosen pendamping, mereka telah tiba di Kampus STP Trisakti yang berlokasi di jalan IKPN, Pesanggrahan, Tanah Kusir, Bintaro.

Pada hari libur, ke 10 tamu dari dari Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, berkesempatan mengunjungi tempat-tempat Wisata di Jakarta, didampingi penterjemah yang juga Mahasiswa Pariwisata STP Trisakti, menyaksikan Bangunan Monumen Nasional, Museum Fatahillah dan Museum Wayang.

Ke 9 Mahasiswa dari negeri China tersebut, mengaku senang melihat Kesenian Tradisional Wayang Kulit, apalagi di Museum Wayang, juga terdapat Wayang Potehi,  salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia., bahkan mereka sempat duduk didepan panggung pergelaran Wayang Kulit, di Auditorium Museum Wayang.

Tak ketinggalan, mereka juga menyantap Kuliner Indonesia, yang disajikan Restoran Mie Gajah Mada, agar mereka juga mengenal selera Indonesia. Dan untuk STP Trisakti turut mendampingi Wisata Museum Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, Ibu Dian Octarin.  Ferri Astuti (humas) , ibu Lintang Kawurian (international program) bpk. Michael Khrisna (kemahasiswaan) bpk. Ivan Prasetya (Marketing) Cindy & Vicky Yulyan ( mahasiswa STP Trisakti, sebagai transleter bahasa Mandarin  (Nurul).


Readmore »

Warga Lebaran Ke TMII Serasa Pulang Kampung

Warga Jakarta dan sekitarnya yang tidak mudik, ternyata dapat mengobati rasa kangen kampung halaman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), mereka sekeluarga bisa bersilaturahmi, sembari menikmati makanan khas lebaran, seperti Ketupat, Opor Ayam/Bebek maupun Kue khas Daerah di areal TMII. Hal tersebut  sebagaimana tema TMII dalam menyambut wisatawan yaitu “Lebaran dan Silaturahmi bersama Handai Taulan dan Keluarga Di TMII, Serasa Pulang Kampung”.

Direktur Operasional dan pengembangan, Sulistyo Tirtokusumo mengaku seluruh jajaran manajemen TMII akan siap melayani pengunjung dengan baik, sehingga diharapkan masyarakat akan senang dan puas berwisata di TMII, beberapa hiburan tradisional, Kuliner Lebaran, Bazar Lebaran maupun Musik Islami turut memeriahkan Pekan Lebaran, kita harapkan seluruh pengunjung ke TMII akan mencapai target 300.000 pengunjung, harapnya.

Sementara Direktur Teater Imax Keong Emas, Maryano, SH.CN juga menambahkan bahwa Teater Imax Keong Emas, pada iven Pekan Lebaran kali ini, kembali meluncurkan Film terbaru, dengan judul “Journey To The Soucht Pacific”, yaitu salahsatu Film Imax yang menceritakan petualangan anak Papua bernama Jawi, ketempat ajaib, dengan keindahan Alam dan Dasar Laut Kepulauan Raja Ampat, Papua.

Kita bisa menyaksikan surga kehidupan laut, dengan spesies ikan, spesies Penyu laut dan  terumbu karang yang indah, serta dapat disaksikan di layar lebar, dan dengan teknologi Imax, kita akan serasa turut menyelam ke Dasar laut menyaksikan keindahan alam laut Raja Ampat, tegasnya.

Film Journey To The Soucth Pacific merupakan produksi Mac Gilivrey Freeman Films, dengan sutradara Gref Mac Gillivray, yang pernah dipercaya Teater Imax Keong Emas TMII membuat serial Film Imax seri “Indonesia Indah I (tahun 1984), Indonesia Indah II (Tahun 1986), Indonesia Indah III (Tahun 1991) serta Indonesia Indah IV (tahun 1996), film Imax terbaru ini diharapkan dapat menjawab permintaan masyarakat akan film terbaru karya anak bangsa, serta diharapkan akan menjadi sarana promosi wisata, akan keindahan alam Indonesia, khususnya di Kepulauan Raja Ampat, Papua, tegas Maryano.

Readmore »

Museum Listrik dan Energi Baru Peringati HUT KE 21 dan TMII ke 41

Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kini terus berupaya mensosialisasikan diri pada masyarakat luas, bangunan megah yang menyimpan benda-benda laboratorium kelistrikan dan sejarah listrik di Indonesia tersebut,  jangan sampai mubajir. oleh sebab itu dalam memperingati HUT ke 21 Museum LEP dan memperingati hari jadi TMII ke 41 tahun ini, Museum LEB menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar SD, SMP hingga SMA/K.

Menurut Kepala Pusdiklat PLN, Wisnue Satrijono, bahwa Museu Listrik dan Energi Baru ini dibangun disamping sebagai sarana wisata, tetapi juga wahana edukasi pendidikan tentang kelistrikan, selama ini juga digunakan untuk pegawai PLN meningkatkan kompetensi.dalam bidang pengoperasian penyediaan tenga listrik, mengopersikan dan memelihara tenaga listrik.

Museum Listrik dan Energi Baru terus mengkomunikasikan terhadap masyarakat, tentang bagaimana listrik itu dibangun, bagaimana proses hingga menimbulkan energi listrik, serta disalurkan ke masyarakat, bagimana dengan listrik bisa mensejahterakan masyarakat dan bermanfaat untuk kehidupan yang lebih baik, tegasnya.

Dengan mengajak siswa-siswi, kita ingin memberikan edukasi dan informasi bahwa betapa pentingnya listrik untuk kehidupan di dunia ini, sehingga diharapkan siswa-siswi juga dapat menggunakan listrik secara hemat, serta diharapkan kedepan mereka dapat tertarik untuk bekerja dibidang kelistrikan, karena sebagaimana program Presiden Jokowi, telah mencanangkan penambahan listrik hingga 35.000 mega wat, ini kedepan kita akan banyak membutuhkan tenaga-tenaga muda untuk menangani kelistrikan di Indonesia, ungkap Wisnue Satrijono.


 Saat disinggung akan Pasar Bebas Asean atau Masyarakat   Ekonomi Asean (MEA), Wisnue menegaskan, bahwa program yang dilakukan adalah memberikan sertifikasi pada mitra PLN dan tehnisi pemeliharaan, agar mampu bersaing dengan perusahaan dari luar, dan untuk siswa SMK Teknik, khususnya jurusan Teknil Listrik, pihak PLN sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk memasukkan Pendidikan Pembangkit Tenaga Listrik dalam Kurikulum Pendidikan SMK Teknil Lestrik, dan PLN juga memberikan kesempatan pada siswa kelas 11 untuk magang di PLN, sehingga saat mereka lulus sudah memperoleh tambahan sertifikasi tenaga kelistikan, sehingga diharapkan setelah lulus SMK Teknil Listrik sudah bisa bekerja di PLN maupun Mitra PLN yang bergerak dibidang perawatan maupun instalasi listrik, tegasnya.
Readmore »

Keluarga Besar TMII Ziarah Ke Makam HM Soeharto dan Hj Siti Hartinah Soeharto

Sebagaimana tradisi dalam menyambut Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah (TMII), jajaran Manajemen TMII bersama seluruh Anjungan, Museum serta steak holders dilingkungan TMII, melakukan ziarah ke Penggagas dan Pendiri TMII, almarhum HM Soeharto dan  Hj  Siti Hartinah Soeharto, yang berlokasi di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.

Demikian juga saat menyambut HUT TMII yang ke 41 tahun 2016 ini, manajemen TMII kembali melakukan ziarah dengan menggelar doa,  membaca Tahlil, Yasin besama, yang ditujukan untuk almarhum H.M Soeharto dan Ibu Tien sebagai pendiri TMII sekaligus pemimpin Bangsa Indonesia yang telah banyak berjasa bagi bangsa dan negara, hal tersebut diungkapkan Direktur Utama TMII, DR. A.j Bambang Soetanto disela acara Ziarah tersebut.

Saat disinggung akan upaya peningkatan sarana dan prasarana TMII kedepan, Bambang Soetanto menegaskan bahwa Taman Mini Indonesia Indah yang dibangun tahun 70an, oleh Pemrakarsa Ibu Tien Soeharto yang juga Ibu Negara, mendirikan TMII dengan maksud untuk pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia, dimana TMII memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan sebagai sarana pendidikan untuk mencintai kebudayaan yang luhur dan mengembangkan Cinta Tanah Air, untuk memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa, dan pada akhirnya untuk memperkuat Negara Kesatua Republik Indonesia.

Dilahan seluas 150 hektar lebih tersebut, saat ini sudah digunakan sekitar 80%, dengan 100 wahana tempat rekreasi yang berbasis budaya, oleh sebab itu Pengelola terus berupaya meningkatkan segi fisik, seperti Anjungan, Museum, Sarana Rekreasi serta Flora Fauna, dan untuk kegiatan iven-iven seni budaya juga akan terus ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya mengikuti perkembangan teknologi saat ini,  disamping itu program manajemen adalah bagaimana kita dapat merawat bangunan yang sudah ada, tegas Bambang Soetanto.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Panitia HUT TMII Maryano, SH.CN, bahwa kunjungan ke Kediaman Ibu Tien di Kalitan, Solo, dilanjutkan ke Peristirahatan terakhir Astana Giribangun Karanganyar serta dilanjutkan ke tempat Kelahiran HM Soeharto di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul Yogyakarta, merupakan rangkaian tapak tilas HM Soeharto dan Ibu Siti Hartinah Soeharto, yang telah eberjasa mendirikan TMII. Serta sebagai rangkaian dari Peringatan HUT TMII ke 41.

Kegiatan ziarah merupakan agenda rutin sebelum menggelar acara besar di TMII, seluruh keluarga besar taman mini ingin mengenang beliau, karena keberadaan taman mini tidak lepas dari keberadaan Pak Harto dan Ibu Tien, tegasnya.

Maryano juga menjelaskan, bahwa dalam HUT TMII yang digelar sepekan, mulai 17  hingga 24 April 2016, dengan sejumlah agenda penampilan kesenian yang dengan iven Gelar Citra Budaya Tradisi, Parade Busana Daerah, Pawai Budaya Nusantara, Pameran Flora Fauna, Aneka Lomba dan Festival serta Hiburan Masyarakat.

Dan pada Puncak HUT TMII yang jatuh pada 20 April, akan diisi dengan pementasan bertemakan Geopak dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, serta tari kolosal Ratoeh Jaroe dari Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam, yang didukung 6.600 penari, dan akan memecahkan recor MURI Dunia, paparnya. (Priyono).



Readmore »

HUT TMII Ke 41 Sarana Pergelatan Seni Budaya Daerah Berikan Kenangan Pengunjung

20 April merupakan puncak HUT Taman Mini Indonesia Indah, pada puncak peringatan HUT tersebut masyarakat tidak akan dipungut biaya masuk TMII alias gratis, dan beberapa kesenian akan menghibur pengunjung TMII.

Menurut Direktur Utama TMII, Dr. A.j Bambang Soetanto menegaskan bahwa Pekan HUT TMII Ke 41 17 hingga 24 April ini, adalah sarana apresiasi seni nusantara, dimana seluruh anjungan akan menampilkan kesenian daerah masing-masing, bahkan Anjungan Aceh akan menampilkan Ratoh Aceh dengan 6.600 penari, banyuwangi karnival juga turut memeriahkan HUT TMII, Dimana tarian tradisi ritual suku asli masyarakat Banyuwangi dengan musik etnik Banyuwangi.

Pada Sabtu 16 April Di Kuncungan Pendopo Agung akan digelar pergelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji gaya Surakarta, lakon Gatot Kaca Sraya, paparnya.

Sementara Ketua Panitia HUT TMII, Maryano, SH.CN juga menambahkan bahwa rangkaian HUT TMII sudah digelar sejak 5 April 2016, dengan kegiatan donor darah, Santunan Yatim piatu, kunjungan ke Panti Lansia Pusaka, ziarah ke Makam Pendiri TMII HM Soeharto dan Hj Tien Hartinah Soeharto, serta makam Mantan Pimpinan TMII.

untuk acara penutup pada minggu 20 April akan dimeriahkan dengan pementasan bertemakan Geopak duta seni dari Bangli Provinsi Bali, serta tari klosal RAtoeh jaroe dr propebsi Aceh yg didukung 6600penari dan di daftarkan di museum rekor indonesia dan diharapkan memecahkan recor MURI dunia,paparnya.


Readmore »

Michael Learns To Rock Pukau Masyarakat Kukar

Puluhan ribu masa tumpah ruah memenuhi Stadion Madya Aji Imbut Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, demi menyaksikan penampilan grup musik asal Denmark, Michael Learns To Rock yang tampil memukau dalam ajang Festival Musik Rock, Rockin Borneo, Sabtu malam, (26/3).

Festival Musik Rock Rockin Borneo yang berlangsung untuk kelima kalinya ini diawali dengan penampilan grup band rock legendaris asal Indonesia, Power Slaves dengan vokalis Heydi Ibrahim. Usai penampilan Power Slaves dilanjutkan dengan penampilan Michael Learns To Rock, (MLTR).

Jascha Richter dan kawan-kawan memulai konser dengan menyanyikan lagu Sleeping Child sehingga membuat semua penonton terhanyut dalam alunan lagu yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Belasan lagu lainnya dibawakan secara apik oleh MLTR hingga menjelang tengah malam.

"Musik ini untuk warga Kutai Kartanegara dan sekitarnya. Mudah-mudahan kita semua panjang umur dan bertemu lagi dalam Festival Musik Rock Rockin Borneo 2017," kata Bupati Kukar Rita Widyasari.

Sejak Rita Widyasari memimpin Kutai Kartanegara, berbagai grup band papan atas dunia pernah diundang tampil untuk memeriahkan Festival Musik Rock di Tenggarong, seperti Sepultura dan Hellowen serta Fire House.

"Pertunjukan musik itu semuanya tanpa adanya dukungan dana APBD Kukar. Semua warga yang menonton pun tidak dipungut biaya alias gratis," ujar Bupati Kukar terpilih periode 2015-2020 hasil Pilkada lalu yang akrab disapa Bunda oleh rakyatnya.
Sementara itu masyarakat Kukar mengaku merasa sangat puas atas apa yang telah diberikan Rita Widyasari selama menjabat Bupati, dan berharap acara seperti ini dapat terus berlangsung kendati Rita Widyasari telah mengakhiri masa tugasnya di 2020 nanti
Readmore »

Mekarsari Taman Buah Akan Gelar MIEGELAS FRUITY BIKE

Setelah sukses dalam penyelenggaraan di tahun 2015 Mekarsari Taman Buah kembali menghadirkan  “MIEGELAS FRUITY BIKE” pada tanggal 13 Maret 2016. Event yang kali ini bekerjasama dengan Brand MIE GELAS, akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pecinta olahraga bersepeda, komunitas maupun keluarga, dalam kegiatan FUNBIKE di tengah nuansa perkebunan dan alam pedesaan yang mengasyikan. MIEGELAS FRUITY BIKE juga akan dilengkapi dengan 2 (dua) track dengan nuansa serta sensasi bersepeda yang berbeda yaitu FAMILY TRACK untuk keluarga dan anak-anak serta ADVENTURE TRACK yang lebih menantang khusus untuk para hobbies.

Dalam event MIEGELAS FRUITY BIKE kali ini, Mekarsari Taman Buah juga menghadirkan suatu kegiatan baru bagi para pecinta olahraga bersepeda yakni MEKARSARI BIKING CAMP yang diselenggarakan satu hari sebelumnya yakni tanggal 12 Maret 2016. Kegiatan kemah yang mengambil tempat di Semenanjung Mekarsari ( Lakeside Amphitheatre ) ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dan failitas yang dapat dinikmati oleh peserta camp antara lain GOWES MALAM, Fun Fishing, Barbeque, Biking Clinic, Warung Podjok, Musik dan Entertainment.


MIEGELAS FRUITY BIKE akan diramaikan dengan hiburan musik dan keikutsertaan para pedagang aksesoris dalam BAZAAR “NUMPLEK” yang menjual berbagai jenis aksesoris sepeda.

Mekarsari Taman Buah merupakan kebun buah tropis terbesar di dunia dengan jumlah koleksi tanaman mencapai 1470 varietas dan memiliki lebih dari 100.000 pohon serta merupakan tempat wisata yang mencanangkan program 5 – si yaitu, Konservasi, Reboisasi, Informasi, Edukasi dan Rekreasi dalam setiap aspek kegiatan yang diadakan. Kedepannya Mekarsari akan terus berupaya menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang sehat peduli lingkungan dan modern.

Readmore »

Semarak Kembang Api Di TMII

Salah satu hiburan yang ditunggu-tunggu dalam menyambut tahun baru adalah Pesta Kembang Api, kemeriahan pesta di udara tersebut juga disuguhkan oleh manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebanyak 79 kembang api disulut pada puncak pergantian tahun menyongsong 2016. Keindahan di sekitar TMII menghasilkan 4.950 ledakan ke udara.

Menurut Manajer Informasi TMII, Jaya Purnawijaya, Kembang api ini didatangkan dari Cina, Pesta kembang api membelah langit di tempat wisata di Jakarta Timur ini. Beberapa pengunjung TMII mengaku sangat puas, karena selama 3 jam kembang api menghiasi langit disekitar Arsipel dan Tugu Api TMII.

"Kita sudah siapkan 2016 kembang api sesuai dengan tahun barunya. Kembang api tersebut dinyalahkan dari danau arsipel yang juga bakal dihiasi dengan obor," ungkap Jaya Purnawijaya.

Jaya juga mengaku, bahwa sebagai salah satu tempat wisata budaya, di malam pergantian tahun TMII juga menghadirkan pertunjukan wayang kulit. Sementara di panggung utama digelar panggung musik melayu dan dangdut, salah satu pengisi acaranya adalah Sagita Grup. "Tidak hanya dari sisi acara, kami juga meningkatkan keamanan dengan menerjunkan sekitar 150 petugas keamanan internal, dibantu oleh sekitar 300 petugas dari kepolisian," tambah Jaya.

Readmore »

Semarak pesta akhir tahun 2015 di TMII


Menyambut pergantian tahun 2015 ke 2016 TMII akan menyajikan berbagai antraksi dan hiburan yg menarik bagi masyarakat, dimana tema menyambut tahun baru kali ini adalah semarak pesta akhir tahun yang dimulai 19des/dengan 3 januari 2016. Menurut direktur TMII Ade  F Meliala kemasan menyambut tahun baru inj berbeda dengan tahun tahun sebelumnya yang pasti lebih meriah variasi dan inofasi acara lebih semarak sehingga akanmenyenakan baginpengunjung yg datang bersama keluarga untuk mengisi liburan menyambut tahun baru 2016.

Kemeriaham semarak pesta akhir tahun 2015 ini akan menargetkan pengunjung sekitar 350rb orang. Selain telah menyiapkan berbagai acara hiburan menarik di penghujung tahun 2015 juga adanya tempat tempat hiburan yang selama ini di renovasi telah dibuka kembali dengan penampilan yang berbeda, seperti taman amok putra Sky Word, taman legenda keong emas.

Pertunjukan yang menarik dan speaktakuler bagi anak anak adalah penampilan  THe mpsvow circus dipanggung bhineka tunggal ika dengan 3x pertunjukan akan berlangsung dari tanggal 19 desember sampai 3 januari 2016.

Kemeriahan bazar di pakir utara dan selatan gedung pengelolah TMII . Puncak acara pada malam tahun baru akan tampil musik dangdut sagita yang akan mengoyang TMII,  akan tampil juga musik campur sari dan pergelaran wayang kulit semalam suntuk bersama dalang kondang.

Puncak tahun baru juga akan dimeriahkan kembang api dan pesta obor yang akan dipusatkan di monumen persahabatan negara negara non blok,  panggung candi bentar , panggung walls dan ajungan jawa tengah TMII. Bagi kaula muda pada tanggal 1 januari di panggung candi bentar/ akan tampil dimas band sementara dipanggung wals pengununjung dapat menikmati musik kroncong.

Bambang perwakilan manajemen juga menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan penambahan petugas keamanan dan lampu penerangan agar acara tahun baru meriah dan tetap aman.

Ketua pekan TMII, Diono,  juga menambahkan bahwa perijinan hiburan Sudah dikeluarkan Polda Metro, utk kembang api dipusatkan di arsipel dan PP IPTEK. Di pulau-pulau arsipel dipasang Obor tahun baru. Untuk Circus juga turut memeriahkan pemain  dari luar. paparnys.



Readmore »

Nangkadak Super O Varietas Unggul Buah Mekarsari

Taman Buah Mekarsari (TBM) yang dikenal sebagai taman buah-buahan terbesar di Indonesia meluncurkan buah hasil perkawinan silang antara nangka mini (Artocarpus heterophyllus) dengan cempedak (Artocarpus integer Merr) sebagai hasil seleksi dari bibit yang ditanam pada 2002 dan dinamai Nangkadak Super O.

Buah yang manis berwarna Orange dan tidak bergetah ini, adalah Varietas baru di Taman Buah Mekarsari yang sudah bisa dinikmati pengunjung TBM, bahkan bibitnya bisa dibeli dengan harga terjangkau antara 250 – 500 ribu/pohon tergantung tinggi pohon tersebut.

Ketua Tim Riset Taman Buah Mekarsari, Mardiana Sari (Riris) dalam acara jumpa PERS, kepada wartawan menjelaskan, bahwa Nangkadak Super O (orange) adalah hasil seleksi bibit nangkadak yang dilakukan Mekarsari, merupakan temuan persilangan Mekarsari.


"Kelebihan Nangkadak Super O selain warna dagingnya yang lebih menarik (oranye), yakni rasanya yang sangat manis 34-40 Brix, cepat berbuah karena hanya butuh 2 tahun sejak ditanam, buah tebal, tidak terlalu bergetah, mudah dikupas, jumlah pongge buahnya banyak, serta keberhasilan terbentuknya pongge atau daging buah tanpa perlu dibantu penyerbukan buatan.

Keunggulan-keunggulan tersebut telah menjawab beberapa kelemahan yang selama ini dimiliki oleh nangkadak lainnya. "Karena itu ini sangat potensial untuk dikembangkan secara luas oleh masyarakat. Prospeknya sangat besar untuk mengisi kekurangan kebutuhan konsumen terhadap buah nangka dan cempedak, dan TBM siap mensuplai bibit hingga 800 pohon, ujarnya.

Dengan kehadiran Nangkadak Super O diharapkan petani buah lokal akan kembali bergairah untuk menanam buah nangka. Pasalnya, nangka selama ini kalah populer dari buah-buah lainnya, sehingga populasi pohon nangka juga terus berkurang.

"Dengan hadirnya Nangkadak Super O diharap akan mengangkat kembali buah lokal menjadi raja di negeri sendiri. Sebab selain keunggulan rasanya yang sangat manis, Nangkadak Super O sekali berbuah juga dapat menghasilkan 70-100 buah, sehingga bisa diharapkan dari segi ekonominya. Kita harap kedepan Nagkadak Super O ini akan dikenal sebagai buah favorit masyarakat, Nangkadak Super Oranye memiliki prospek besar untuk dapat mengisi kekurangan akan kebutuhan konsumen terhadap buah  nangka dan cempedak di pasar lokal Indonesia ", ungkapnya.



Desember Panen Raya

Liburan akhir tahun dibulan Desember, di Taman Buah Mekarsari adalah bulan panen raya buah-buahan, dimana pengunjung TBM dapat menikmati aneka buah yang dikembangkan baik dari buah asli Indonesia maupun buah langka dari negara lain, seperti Duren berbagai jenis, Mangga, Nangka, Manggis, Jambu, Sirsak, Salak, Melon serta buah-buahan lalinnya.

Disamping itu Taman Buah Mekarsari juga menawarkan paket-paket bagi keluarga maupun sekolah, dimana anak-anak dapat bercocok tanam, melakukan aktifitas berkebun, menangkap Ikan, menanam padi serta kegiatan perkebunan lainya, bahkan di bulan Desember nanti akan digelar berbagai kegiatan yang menarik, ungkap , Marketing Communication TBM, Erick Lu


Readmore »

Wisata Kantor Walikota Jakarta Timur “Meriah”

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur pada Sabtu (17/10) telah membuka areal Kantor Walikota Jakarta Timur sebagai sarana Wisata, acara yang dibuka secara resmi oleh Walikota Bambang Musyawardana tersebut terlihat cukup meriah dengan penampilan beberapa kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo, Tari Betawi maupun musik tradisional betawi lainnya.

Dalam laporannya, Kasudin Pariwisata dan Budaya Kota Administrasi Jakarta Timur, Tri Yoga  menegaskan, bahwa kegiatan Gebyar Pariwisata ini merupakan sarana apresiasi seni dan untuk memberikan hiburan pada masyarakat, dimana panggung utama akan menampilkan beberapa kesenian tradisional, lawak dan musik yang juga akan diisi oleh para Pemuda, Gebyar Pariwisata ini juga sebagai upaya untuk memotivasi para Pemuda untuk mencintai kebudayaan sendiri, tegasnya.
Sementara dalam sambutannya Walikota Jaktim Bambang Musyawardana menegaskan bahwa kegiatan Gebyar Wisata Kantor Walikota Jakarta Timur ini akan kita jadikan kegiatan rutin setiap Sabtu dan Minggu, oleh sebab itu diminta partisipasi seluruh masyarakat Jakarta Timur, silahkan kalau mau berdagang, berolahraga, berseni dan berkreasi di halaman Kantor Walikota Jakarta Timur ini, Pemerintah Daerah siap memfasilitasi.

Kalau hari ini digelar pelayanan SIM Keliling, pada Sabtu dan Minggu berikutnya akan kita tambah dengan pelayanan lain, seperti pelayanan KTP, perpanjangan STNK maupun pelayanan yang selama ini dilakukan oleh Sudin terkait, di ruang pola juga akan diputar Film-film nasional gratis bagi pengunjung, paparnya.  

Kepala bagian Umum Jakarta Timur, Budi Awaludin juga menambahkan, bahwa kegiatan Gebyar Wisata Pemkot Jakarta Timur ini digelar juga melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Jakarta Timur. Bagi masyarakat yang gemar berolahraga pagi, panitia akan menggelar senam pagi massal dan aerobik dengan menundang instruktur senam.
Selain itu ada pula pemutaran film, lomba cheerleader, penjualan ikan laut murah, pelayanan SIM keliling, bazaar batu akik dan perpustakaan keliling, tidak hanya itu, pengunjung juga akan dihibur dengan berbagai kesenian baik dari Seni Betawi maupun daerah lainnya, serta hiburan band dan lawak dari panggung yang disiapkan panitia,tambahnya.
Readmore »

Ciptakan Generasi Sehat, Siswa-siswi SD Masuk Dapur Chef


Asosiasi Chefs Indonesia/Assosiation of Culinary Professionals Indonesia (ACPI) dalam memperingati Hari Chef Sedunia pada Selasa (20/10) bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Tanah Kusir Jakarta Selatan menggelar kegiatan memasak bersama siswa-siswi Sekolah Dasar, acara yang didukung oleh Perusahaan yang bergerak dibidang Makanan dan Minuman “Nestle” Indonesia tersebut, diikuti perwakilan pelajar SD dari Kecamatan Pasar Minggu dan Pondok Labu.

Dalam acara jumpa PERS disela acara International Chef Day 2015 tersebut, Head of Corporate Communication PT Nestle Indonesia, Nur Shelia menegaskan, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan sosial yang digelar serentak di beberapa daerah di Indonesia, dalam upaya membantu anak-anak untuk mengehui makanan sehat dan yang bergizi baik, dan hari ini mengajak anak-anak untuk mengolah makanan yang sehat.

Shelia juga mengaku bahwa kegiatan ini adalah tindaklanjut dari Program Nestle Helathy Kids yang telah digelar di beberapa sekolah yang juga melibatkan Guru maupun Orang Tua Siswa, untuk mengajak orang tua dan Guru untuk mengedukasi tentang Makanan yang bergizi, apalagi saat ini di beberapa daerah masih ditemukan anak dengan gizi buruk, atau Anak Kurang gizi, hal inilah yang mendorong Mestle Indonesia untuk mengajak anak, orang tua dan guru untuk menjadi “Agen Gaya Hidup Sehat”, tegasnya.

Disela acara tersebut, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati,SE,MM juga mengaku mendukung penuh program acara International Chef Day 2015, Healthy Kids, Healthy Fyture ini, untuk memberikan panduan edukasi kepada anak-anak dalam memahami pentingnya makanan sehat bagi tubuh, sehingga mereka setelah memahami akan pentingnya gizi yang terkandung pada beberapa Sayur-sayuran, Buah-buahan, Daging, Kacang, Susu serta makanan sehat lainnya, mereka bisa menjadi agen gaya hidup sehat, dengan mentransfer ilmu memasak dan memilih bahan yang baik dan sehat, pada teman atau keluarga mereka.

Dengan mereka turut memasak di dapur dengan pendampingan Chef Profesional, untuk memilih bahan olahan yang baik, serta mengolah makanan dengan mudah dan menyenangkan, serta mengerti akan metode memasak untuk menjadikan makanan yang sehat, maka mereka kedepan juga akan mencintai dunia masak-memasak, dan akan menjadi generasi bangsa yang sehat dan cerdas, papar Fetty Asmaniati,SE,MM.

Ditempat yang sama Kasie pendididkan luar sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, M Sulaiman mengaku bersyukur dengan adanya kepedulian dari Dunia Usaha seperti Nestle, Asosiasi Chef serta difasilitasi oleh STP Trisakti yang telah memberikan pelajaran tambahan pada siswa, khususnya tentang masak-memasak.

Diakuinya sebenarnya di kelas mereka juga sudah belajar tentang masak memasak, termasuk dalam kegiatan kepramukaan, dan untuk kegiatan seperti ini pihak sekolah tidak mungkin mampu membiayainya, karena tidak ada anggaran untuk kegiatan yang baik seperti ini, dengan mereka lebih memahami akan cara memasak yang baik dan sehat serta bergizi, diharapkan mereka juga akan meningkatkan minat anak terhadap kuliner dan berkeinginan menjadi Chef, harapnya.


Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA