Tampilkan postingan dengan label BNPB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BNPB. Tampilkan semua postingan

GEMPA 6,5 SR GUNCANG PANTAI UTARA JAKARTA, BANTEN DAN JAWA BARAT*

Gempabumi dengan kekuatan 6,5 SR telah mengguncang beberapa wilayah di bagian Utara Banten, Jawa Barat dan Jakarta. BMKG melaporkan gempa magnitido 6,5 SR dengan pusat gempa di Laut Jawa pada kedalaman 120 km dan kedalaman 654 km yang terjadi pada Rabu (19/10/2016) pukil 07.25 Wib. Gempa tidak membangkitkan tsunam, papar  Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran Persnya.

Posko BNPB telah mengkonformasi dampak gempa di beberapa daerah. Intensitas gempa dirasakan III-IV MMI atau ringan hingga lemah. 

Beberapa wilayah di bagian utara Banten, Jawa Barat dan Jakarta merasakan gempa dengan lemah dan mengayun selama 5 hingga 8 detik. Masyarakat di Tangerang, Jakarta, Bekasi, Sumedang, Cikarang, Cirebon, Indramayu, Bogor, Cilegon, dan Sumedang dilaporkan merasakan guncangan tetapi lemah.

Masyarakat di Jakarta yang tinggal di gedung bertingkat dan apartemen merasakan guncangan yang lebih kuat. Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Diperkirakan gempa tidak menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Meskipun kekuatan gempa cukup besar yaitu 6,5 SR namun tidak menimbulkan dampak merusak karena pusat gempa sangat dalam yaitu 654 km di bawah dasar Laut Jawa. Pusat gempa berada di dalam Lempeng Eurasia. Bukan pada subduksi lempeng.

Kejadian gempa ini cukup aneh karena bersumber pada daerah-daerah sesar atau subduksi yang sering muncul gempa tetapi di dalam lempeng Eurasia. Hal ini perlu diantisipasi agar bangunan-bangunan tinggi harus dibangun dengan konstruksi tahan gempa. Jabodetabek termasuk daerah rawan gempa yang sumbernya bukan di wilayah itu tetapi dari daerah sekitarnya. Bukan hanya bangunan yang perlu disiapkan tetapi manusianya juga harus disiapkan agar siap menghadapi gempa yang dapat terjadi kapan saja. Apakah anda sudah siap menghadapi gempa? (Pry)
Readmore »

25,6 Juta Penduduk Jadi Korban Bencana Asap

Hingga hari ini penyebaran asap masih terus menyelimuti beberapa wilayah di Indonesia, bahkan untuk wilayah Sumatera diperkirakan 80% yang tertutup asap akibat kebakaran tersebut.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Dr. Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, bahwa musim kemarau akibat El Nino akan mengakibatkan kemarau semakin panjang hingga November, sehingga di prediksi hujan baru akan tiba awal Desember, sehingga potensi terjadinya kebakaran lahan hutan dan kekeringan diperkirakan masih terjadi di wilayah ekuator Indonesia seperti beberapa daerah Sumatera dan Kalimantan, masih berpotensi terjadi peningkatan kebakaran lahan, hutan dan kekeringan, bahkan kebakaran hutan bukan saja di Sumatera dan Kalimantan tetapi juga akan terjadi di wilayah Jawa" paparnya.

Sebaran  asap masih terjadi sejak 1-3 September di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di tiga provinsi itu yang mengakibatkan sebaran asap di wilayah Sumatera hampir mencapai 100 persen, kita bersyukur penyebaran asap belum sampai ke Singapura dan Malaysia, dan masih di wilayah Indonesia, namun kita tidak bisa mencegah jika nanti meluas ke negar tetangga, oleh sebab itu kita terus berupaya dengan Pemadaman yang maksimal, tegasnya.

Dilihat dari pantauan menggunakan satelit, terlihat sejumlah titik panas atau hotspot yang yang menandakan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Asap dari kebakaran membuat munculnya konsentrasi gas beracun yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia.

"Kondisi kebakaran lahan di Sumatera masih tampak sejumlah sebaran titik panas. Asap dari kebakaran ini muncul konsentrasi gas racun yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Karbon monoksida (CO) di udara sangat tinggi, khususnya di wilayah Jambi, dampak dari kebakaran lahan tersebut," ucapnya.

Sementara Deputi Penanganan Darurat BNPB, Tri Budiarto juga menegaskan, bahwa penanggulangan kebakaran hutan masih akan terus dilakukan oleh BNPB. Berbagai upaya seperti pemadaman manual bersama relawan, operasi udara, dan modifikasi cuaca dilakukan untuk menekan sebaran api.

"Pemadaman melalui darat, juga dibantu dengan operasi udara. Water bombing, dan TMC teknologi modifikasi cuaca. Paket ini diharapkan menekan jumlah sebaran api," katanya.

Lebih jauh Tri Budiarto menegaskan, bahwa upaya pemadaman yang disiapkan BNPB serta pihak terkait dengan menyediakan helikopter dan pesawat kassa di daerah yang masih rawan peningkatan kebakaran lahan. Helikopter untuk water bombing, kemudian pesawat cassa diproyeksikan untuk upaya hujan buatan. Selain itu, di jalur darat juga dibuat pembuatan kanal yang dialirkan ke lahan gambut, agar kebakaran tak semakin meluas. Pasalnya, area yang terbakar sebagian besar wilayah gambut yang kekeringan, ungkapnya tegas.

Readmore »

Pengaruh El Nino, Kemarau Panjang Hingga Desember 2015

Wilayah  di Selatan Khatulistiwa seperti bagian tenggara wilayah Sumbar, Bengkulu, Jambi, Sumsel, Babel, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulsel, Sultra, dan bagian barat daya Maluku, merupakan wilayah yang dilintai El Nino Moderate, dimana wilayah tersebut akan mengalami penurunan curah hujan. Sehingga di Indonesia akan mengalami kemarau panjang, hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, DR. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si, APU.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa kemarau di bulan Juli ini akan terjadi hingga awal Desember, sehingga musim penghujan akan terlambat, dan El Nino Moderate akan mengakibatkan kondisi iklim semakin kering dan mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan, Dibaindingkan dengan kekeringan tahun 2014, kekeringan pada tahun 2015 diprediksi akan lebih parah.

Menurut data BNPB saat ini di beberapa tempat di Jawa, Bali, NTB dan NTT sudah terjadi kekeringan ekstrim dimana tidak ada hujan lebih dari 2 bulan, seperti di Kab. Cirebon dan Majalengka (Jabar), Kab. Madiun, Lamongan, Gresik, Malang, Pasuruan dan Bondowoso (Jatim), Kab. Buleleng, Bangli (Bali), Pulau Lombok, Sumbawa Besar, Bima (NTB) dan Pulau Sumba, P. Timor (NTT). Sementara untuk daerah Wonogiri,  Boyolali, Pacitan, Gunungkidul, Blora, Tuban, dan lainnya  kekeringan sudah terjadi sejak lama.

Berdasarkan kajian Kemen PU dan KLH (1997) Jawa, Bali, dan NTT sudah defisit air sejak tahun 1995. Artinya ketersediaan air yang ada saat ini tidak mampu memenuhi semua kebutuhan air bagi penduduk setiap tahunnya, baik untuk kebutuhan rumah tangga, irigasi, industri, perkotaan dll.  Saat musim penghujan terjadi surplus air bahkan terjadi banjir, tetapi saat kemarau defisit air sehingga terjadi krisis air (kekeringan).

Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat diminta waspada, karena kekeringan akan memudahkan kebakaran, baik kebakaran yang tidak disengaja maupun yang disengaja oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan perkebunan baru, karena memang cara membakar hutan biaya yang dibutuhkan lebih murah jika harus membuka lahan dengan cara yang benar. Oleh sebab itu masyarakat diminta untuk berperan aktif mencegah adanya kejahatan pembakaran hutan, karena dampak yang ditimbulkan akan lebih besar, tegas DR. Sutopo.

Disamping itu untuk mengantisipasi kekeringan, masyarakat diminta untuk dapat menghemat air, khususnya yang ada di setu, waduk, danau, rawa, sumber air, serta penampungan air lainya, demikian juga kedalaman sumur bisa lebih diperdalam, serta membuat sumur bor baru.

BNPB dalam mengatasi kekeringan, saat ini sudah menyiapkan dana 75 milyar, yang akan digunakan untuk membantu daerah yang mengalami kekeringan, dana tersebut akan disalurkan melalui BPBD setempat, saat ini BNPB juga sudah mengirimkan mobil tangki ke bebarapa BPBD yang rawan kekeringan, yang nantinya akan mengirim air bersih pada warga yang kekeringan, sementara Kementerian PU akan membangun 49 unit waduk dan 33 PLTA, Pembangunan/Peningkatan jaringan irigasi 1 Juta Ha, dan Rehabilitasi 3 Juta Ha Jaringan Irigasi selama tahun 2015-2019. Dan Kementerian Pertanian akan membagikan 20.000 unit pompa air dan akan membangun 1.000 unit embung. Tegasnya.

Saat disinggung upaya mengatasi masalah kebakaran hutan, DR Sutopo mengaku telah melakukan koordinasi dengan TNI/POLRI, Pemerintah Daerah serta BPBD, dan BNPB juga menyediakan dana Rp 385 milyar untuk mendukung penanganan karhutla hingga September 2015. BNPB akan menambah anggaran jika diperlukan dari Dana Siap Pakai BNPB. Disamping itu BNPB menyiapkan 10 helicopter water bombing (8 heli besar berkapasitas 4.500 liter dan 2 heli Bolco berpasitas 500 liter) serta menyiapkan 3 pesawat untuk melakukan Operasi Hujan Buatan (Teknologi Modifikasi Cuaca). BNPB sudah menyiapkan anggaran Rp 15 milyar untuk pembangunan sekat kanal seperti yang diperintahkan Presiden Jokowi pada November 2015 kepada Menteri LHK. Namun hingga saat ini pembangunan sekat kanal belum dilakukan karena kendala administrasi di daerah, ungkapnya.

Namun demikian melihat dari data tahun-tahun sebelumnya, serta hasil penyelidikan pihak Kepolisian RI, bahwa kebakaran hutan 99% adalah adanya unsur kesengajaan, oleh sebab itu upaya yang harus dilakukan adalah penegakan hukum, serta melakukan antisipasi upaya pembakaran dengan menyiapkan petugas penawas di lapangan, dengan meningkatkan jumlah petugas Kepolisian, TNI dan Polisi Hutan, tegas DR. Sutopo Purwo Nugroho.


Readmore »

GUNUNG RAUNG MASIH MELETUS, 5 BANDARA DITUTUP

Aktivitas vulkanik Gunung Raung di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember, Provinsi Jawa Timur masih tinggi. Pada Jumat (10-7-2015) terpantau asap putih-kelabu, tekanan lemah-sedang, dan erupsi berupa letusan abu dan lontaran material pijar yang disertai suara gemuruh. Tinggi asap disertai abu vulkanik 400-500 meter ke arah tenggara.Terdengar suara dentuman-gemuruh lemah-kuat. Hal  tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Berdasarkan seismik tremor menerus dengan amplitudo 6-32 mm, dimana dominan 29 mm. Tremor yang menerus ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau magma encer dari bawah Kawah G. Raung. Status masih Siaga (level III). Di dalam radius 3 km dinyatakan sebagai zona terlarang karena berbahaya terkena lava pijar.

Sebaran abu vulkanik ke timur-tenggara dari kawah G.Raung telah menyebabkan 5 bandara ditutup. Berdasarkan berdasarkan Notice to Airmen (Notam) yang dikeluarkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan maka 5 bandara yang ditutup yaitu Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Lombok; Bandara Selaparang, Lombok; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Notohadinegoro, Jember. Bandara I Gusti Ngurah Rai mengalami penutupan mulai tanggal 10-7-2015 jam 09.25 Wita sampai dengan jam 21.30 Wita. Notam penutupan bandara akan terus diperbaharui menyesuaikan perkembangan penyebaran debu vulkanik dari G. Raung.

Di Banyuwangi terjadi hujan abu tipis di Kec. Wongsorejo, Desa Telemung dan Bulusari Kec. Kalipuro, dan Desa Tamansari, Kec. Licin.

Tipe erupsi G. Raung adalah gunung strombolian yaitu gunungapi yang letusannya mengeluarkan lava yang cair tipis, tekanan gas yang sedang, dan letusannya mengeluarkan material padat, gas, serta cairan. Umumnya letusan ini tidak terlalu kuat, namun bersifat terus menerus, dan berlangsung lama. Tidak dapat diprediksi kapan erupsi berakhir.



Readmore »

Dialog Lintas Agama FKUB, Tingkatkan

Dalam upaya meningkatkan Hikmah Isra Miraj dan  Membangun  Persaudaraan sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathoniyah)  serta membangun kesadaran berbangsa dan  bernegara, Forum Komunikasi Umat Beragama ( FKUB)  Provinsi DKI Jakarta, bertempat di Sekretariat DPW Al Jam’iyatul Washliyah Jakarta menggelar Dialog Lintas Agama, hadir dalam acara tersebut, pimpinan umat beragama dari Islam, Kristen, Hindu, Katollik, Budha, Konghucu hadir mengikuti Dialog Lintas Agama tersebut.

Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah  Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi DKI Jakarta, Abdul Harahap, S.Pd menegaskan, bahwa pihaknya menyambut baik seluruh jajaran FKUB DKI yang terus membangun kebersamaan, karena hal tersebut juga sama dengan tujuan Al Washliyah, dahulu Al Jam’iyatul Washliyah terbentuk ditahun 1930 karena adanya perpecahan umat Islam, dan saat ini kita juga terus membangun persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika. Saat ini peran Al Jam’iyatul Washliyah tersebar di beberapa instansi, termasuk di unsur pendidikan, oleh sebab itu kita berharap FKUB dapat terus membangun kerjasama dengan Al  Washliyah, harapnya.

Sementara ditempat yang sama  Ketua FKUB Provinsi DKI,  KH. Ahmad Syafi'I Mufid,juga menegaskan,  bahwa kegiatan kali ini merupakan kegiatan keempat setelah melakukan Dialog bersama Umat Kristen, Konghucu serta Katolik, dan Doalog FKUB DKI keempat ini mengambil tema Membangun Persaudaraan Sebangsa dan Setanah air, karena Indonesia pada Desember 2015 akan masuk ada Pasar Bebas Asean (MEA), kita berharap seluruh pimpinan umat beragama dalam menjelaskan, tentang pemahaman MEA, sebagai bentuk Peluang, tantangan sekaligus adanya ancaman, pimpinan umat beragama harus mampu memberikan pencerahan dan pengertian yang benar, harapnya.

Readmore »

Relawan PMI Kota Jakarta Timur Evakuasi Warga Yang Terjebak Banjir

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak kemarin malam menyebabkan air sungai Ciliwung dan Kali Sunter dan serta selokan meluap dan membanjiri mulai dari 40cm hingga mencapai 3 meter yang tersebar di beberapa wilayah diantaranya Kelurahan Kp. Melayu, Kel. Cipinang Muara,Kel. Cipinag Melayu, Kel.Duren Sawit ,Kel.  Cakung Timur dan Kel. Cakung Barat, serta menyebabkan warga mengungsi di beberapa titik pengungsian.

Untuk mengantisipasi hal ini sejak semalam PMI Kota Jakarta Timur telah siaga dengan menyiapkan Tim Evakuasi yang terdiri dari 30 orang Relawan PMI Kota Jakarta Timur, dan 10 orang staff serta  menyiapkan 1 unit perahu karet bermotor, 4 unit rakit serta 3 unit ambulan standby 24 jam di Markas PMI Kota Jakarta Timur.

Sejak siang tadi hingga malam ini  Relawan PMI Kota Jakarta Timur fokus untuk membantu evakuasi warga di wilayah RT 10 RW 5 Kel. Rawaterate Kecamatan Cakung. Sekitar 12 orang relawan PMI Kota Jakarta Timur satu unit perahu karet bermotor, satu unit rakit dan satu unit ambulan serta 1 unit truk engkel meluncur memberikan bantuan evakuasi warga yang terjebak. Lebih dari 50 orang berhasil di evakuasi dari rumah warga menuju posko pengungsian namun beberapa warga ada yang tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

Tim Evakuasi PMI Kota Jakarta Timur bertemu dan mengevakuasi Wakil Walikota Jakarta Timur beserta Lurah Kel. Rawaterate yang sedang meninjau lokasi banjir. Hingga berita ini ditulis relawan PMI masih membantu mengevakuasi warga.



Selain evakuasi, beberapa Kelurahan sudah mengirimkan laporan permintaan bantuan kepada PMI Kota Jakarta Timur . Untuk hari ini Senin 9 Februari 2015, PMI Kota Jakarta Timur telah mendistribusikan @10 Dus Mie Instan dan tikar sebanyak 20 buah ke Kel. Cakung Timur, Kel. Klender dan Kel. Pulogebang. Sementara untuk sarapan pagi besok Selasa, 10 Februari 2015 PMI Kota Jakarta Timur siap mendistribusikan 6.000 bungkusRoti manis ke beberapa titik pengungsian warga diantaranya yaitu Kel. Kp. Melayu: 1.000 bungkus (bks), Kel. Bidara Cina : 500 bks, Kel. Cawang : 500 bks, Kel. Cicilitan :500 bks, Kel. Pd. Bambu : 300 bks, Kel. Cipinang Melayu : 750 bks, Kel. Cakung Timur : 350 bks, Kel. Cakung Barat : 300 bks, Kel. Rawa Terate : 300 bks Kel. Kayu Putih: 300 bks, Kel. Rawamangun : 300 bks,Kel. Pinang Ranti : 300 bks, Kel. Cipinang Muara : 300 bks, dan Kel. Klender : 300 pcs.

Ketua PMI Kota Jakarta Timur / H. Kusnoto menjelaskan bahwa“PMI Kota Jakarta Timur akan selalu tanggap dan peduli dalam memberikan pelayanan kepada korban banjir. Kami telah mengerahkan segala upaya baik secara materil maupun personil untuk mengakomodir kebutuhan pengungsi. Kami bagi dua tim relawan yaitu Tim Evakuasi dan Tim Dapur Umum serta Logistik. Untuk beberapa kelurahan kami berikan bahan Natura agar mereka bisa masak di poskonya masing-masing” ujar H. Kusnoto.

PMI Kota Jakarta Timur menerima dan menyalurkan bantuan dari masyarakat luas berupadana, Natura (Bahan Makanan) seperti Beras, Mie instan, Kecap, Minyak Goreng, selimut, perlengkapan kebersihandan air mineral, tidak berupa pakaian layak pakai. Bagi masyarakat yang ingin membantu bisa menghubungi beberapa kontak dibawah ini atau  datang langsung ke Markas PMI Kota Jakarta Timur di Jln. I. Gusti Ngurah Rai No. 77.

Readmore »

KPBD Kota Jakarta Timur Siaga Banjir 24 Jam

Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Administrasi Jakarta Timur, setelah resmi dibentuk sebagai koordinator dalam penanggulangan Bencana diwilayah Jakarta Timur, terus siaga dalam kondisi Jakarta yang diguyur hujan deras, demikian juga dalam membantu korban banjir, KPBD melakukan koordinasi seluruh institusi di Kota Jakarta Timur, seprti Sudin Damkar, Satpol PP, Sudin Kesehatan, PMI, Sudin Pendidikan, Sudin Kebersihan, Sudin Orda, Pramuka juga bantuan TNI/POLRI
 
Readmore »

Hujan Deras dan Air Laut Pasang, Jakarta Dikepung Banjir

Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta sejak Minggu malam hingga pagi ini, Senin (9/2/2015). Sejumlah wilayah di Jakarta pun tergenang banjir dengan ketinggian yang beragam. Bahkan hingga siang ini hujan semakin deras, BMKG memperkirakan hujan sampai selasa esuk.

Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 49 titik genangan di Jakarta hingga pukul 06.00 WIB. Tepatnya, 22 genangan di wilayah Jakarta Pusat, 18 genangan di Jakarta Barat, 4 genangan di Jakarta Timur, 2 genangan di Jakarta Selatan, dan 3 genangan di Jakarta Utara.

Saat dihubungi melalui HP, Kepala BPBD DKI, Denny Wahyu menjelaskan bahwa banjirnya Jakarta hari ini disebabkan tingginya curah hujan di ibukota, serta di laut juga sedang pasang, sehingga air hujan terhambat menuju kelaut, namun upaya mengurangi banjir pihaknya telah melakukan koordinasi untuk memompa air ke sungai, dan untuk membantu evakuasi korban banjir BPBD DKI bersama instansi terkait juga terus melakukan upaya evakuasi warga di titik rawan banjir, baik petugas Kepolisian, TNI maupun Satpol PP dan Dinas/Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, dan saat ini BPBD DKI maupun Kantor Penanggulangan Bencana Daerah di 5 Wilayah Kota, terus menyiapkan tempat pengungsian warga korban banjir, tegasnya.

Berikut ini adalah data genangan yang diberikan Pusdalops BPBD Jakarta  :


Jakarta Pusat
1. 10-20 cm, Jl. MH. Thamrin (di dpn Sarinah).
2. 10-15 cm, Jl. Cempaka Baru.
3. 20-30 cm, Jl. Ahmad Yani.
4. 10-30 cm, Jl. Kwitang Raya.
5. 20-40 cm, Jl. Majapahit.
6. 30-40 cm, Jl. Budi Kemuliaan.
7. 30-40 cm, Jl. Percetakan Negara.
8. 20-30 cm, Jl. Cempaka Putih Tengah.
9. 30-60 cm, Jl. Krekot Bunder Raya, Sawah Besar.
10. 20-30 cm, Jl. Senen Raya.
11. 20-30 cm, Jl. Bungur Besar 5.
12. 20-30 cm, Jl. Kesehatan.
13. 60 - 80 cm, Jl. Batu Ceper Raya.
14. 20-30 cm, Jl. Jaksa.
15. 10-20 cm, Jl. Kampung Irian I, Serdang, Kemayoran.
16. 20-40 cm, Jl. Letjend Suprapto.
17. 10 -20 cm, Jl. Kebon sirih.
18. 20-50 cm, Jl. Medan Merdeka Barat.
19. 10-25 cm, Jl. Medan Merdeka Selatan (Dpn Gedung Danareksa).
20. 10-20 cm, Jl. Batu (depan Stasiun Gambir).
21. 50-60 cm, Jl. Letjend Suprapto (Underpass Senen).
22. 30-60 cm, Jl. Kartini

Jakarta Barat
1. 15-20 cm, Jl. Sosial Daan Mogot.
2. 10-20 cm, Jl.Satria, Jelambar, Grogol.
3. 10-20 cm, Jl.Kedoya raya.
4. 10-20 cm, Jl. Panjang (depan McDonald Green Garden).
5. 5-10 cm, Jl Pejuangan Raya.
6. 30-40 cm, Jl. Patra Raya.
7. 40-60 cm, Jl. Arjuna Selatan.
8. 20-30 cm, Jl. Kyai Tapa (depan Trisakti).
9. 20-40 cm, Jl. Peternakan Raya, Kapuk.
10. 10-15cm, Jl. Latumeten.
11. 10 - 50cm, Jl.Kota Bambu Utara.
12. 10-20 cm, Jl. Hadiah, Jelambar.
13. 40-50 cm, Jl. S Parman (depan UNTAR).
14. 10-20 cm, Jl. Roxy arah Seasons City.
15. 10-30 cm, Jl. Daan Mogot.
16. 30-50 cm, Jl. Mangga, Duri kepa.
17. 20-40 cm, Jl. Kapuk Raya.
18. 20-35 cm, Jl. Komp KFT, Cengkareng.

Jakarta Timur
1. 20-30 cm, Jl. Matraman raya.
2. 20-30 cm, Jl. DI Panjaitan.
3. 10-30 cm, Jl. Pramuka (traffic light matraman).
4. 10-15 cm, Jl. Raya Bekasi (depan Pasar cakung).

Jakarta Selatan
1. 30-50 cm, Jl. H. Ipin Pondok Labu.
2. 20-30 cm, Jl. Fatmawati.

Jakarta Utara
1. 20-30 di Jl. Yos Sudarso.
2. 20-30 cm di Jl. Kapuk Muara.
3. 10-35 cm di Jl. Boulevard Artha Gading (depan Mall Artha Gading).

Readmore »

Ribuan Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Aceh Tamiang dan Bandung

Hingga kini banjir masih merendam beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dan Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ribuan warga masih mengungsi. Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terjadi sejak Jumat (19/12), pukul 24.00 WIB, menggenangi 8 kecamatan yaitu Kecamatan Tamiang Hulu, Tenggulun, Karang Baru, Mayakpait, Kejuruan Muda, Bendahara, Rantau, dan Serui. Banjir menyebabkan 2.370 rumah terendam dan sekitar 7.000 KK terdampak banjir sehingga mengungsi ke balai-balai pengajian dan tenda pengungsi. Tinggi banjir 40 – 150 cm.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang sudah melakukan evakuasi, pendataan, dan mendirikan 11 tenda pengungsian. BPBD bersama Dinas Sosial mendirikan dapur umum. Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan. Tidak ada korban. Kebutuhan mendesak adalah bantuan permakanan, selimut, dan pakaian.

Menurut Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Dr Sutopo Purwo Nugroho, bahwa  banjir akibat luapan Sungai Citarum sejak Kamis (18/12) hingga saat ini sudah mulai surut dibandingkan sebelumnya. Namun beberapa wilayah masih terendam banjir. Sekitar 5.000 rumah terendam banjir setinggi 100-200 cm. Sebanyak 1.932 KK atau 6.642 jiwa masing mengungsi. Pengungsi berasal dari Kecamatan Baleendah (523 KK/2.033 jiwa), Dayeuhkolot (660 KK/2.002 jiwa), Bojongsoang (367 KK/1.287 jiwa), Kutawaringin (29 KK/108 jiwa), dan Ketapang (194 KK/555 jiwa), dan Cicalengka (159 KK/657 jiwa).

BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, SKPD, NGO dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik telah disalurkan kepada pengungsi. Kebutuhan mendesak adalah permakanan, selimut, pakaian, obat-obatan, susu anak, dan lainnya. Masyarakat di daerah tersebut sudah terbiasa dengan banjir akibat luapan Sungai Citarum. Hampir setiap tahun masyarakat terendam banjir.




Readmore »

80 Anggota Baru Saka Bhakti Husada Kota Jakarta Timur Siap Bantu Korban Bencana

Bencana Banjir dan Kebakaran di Ibukota Jakarta bukanlah hal baru, karena setiap hujan deras baik di Jakarta maupun Kota Bogor, maka warga yang tinggal di sepanjang Sungai Ciliwung seringkali kebanjiran, bahkan banjir yang terjadi tidak sedikit menenggelamkan kediaman warga Jakarta, oleh sebab itu untuk membantu masyarakat korban bencana baik Banjir maupun Kebakaran, Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur menggelar Lomba Saka dan Pelantikan Anggota baru dari Saka Bhakti Husada.

 Kegiatan rutin yang dikemas dalam Perkemahan Sabtu –Minggu tersebut, seluruh peserta akan memperoleh bekal ilmu dan ketrampilan dalam P3K serta kepalangmerahan, dimana dalam Persami Kemah Saka Bhakti Husada tersebut, Kasudin Kesehatan Kota Jakarta Timur Yudhita berkesempatan mengukuhkan 80 Penggalang dan Penegak dari perwakilan 10 Kwaran, sebagai anggota baru Saka Bhakti Husada tingkat Kota Jakarta Timur.


Disela acara tersebut Kasudin Kesehatan Jaktim Yudhita pada wartawan menjelaskan, bahwa Kemah Saka Bhakti Husada kali ini diikuti dari perwakilan 80 peserta didampingi Pamong Saka,  mereka akan memperoleh materi tentang ilmu kesehatan, setelah itu mereka akan mengikuti lomba Saka Bhakti Husada, sehingga mereka lebih trampil dalam ilmu kesehatan.

Diakuinya seluruh peserta yang saat ini dilantik juga akan menjadi kader pramuka kesakaan yang nantinya akan mentransfer ilmu kesehatan dilingkungan tempat tinggal maupun sekolah, ungkapnya, 



Readmore »

SRC PB Wilayah Barat Gelar Simulasi Penyelamatan di Bantaran Sungai Ciliwung


Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC PB) sebagai satuan khusus dalam mengantisipasi adanya bencana di Indonesia, dibawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini terbagi dalam 2 wilayah, untuk wilayah Timur bermarkas di Lanut Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, sementara untuk wilayah Barat bermarkas di Bandara Halim Perdana Kusuma Jaktim, dimana dari lokasi tersebut seluruh personil maupun bantuan bahan makanan untuk pengungsi, siap dikirim sewaktu-waktu, dan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana banjir dan longsor lahar dingin, bertempat di Sungai Ciliwung, Kalibata Jaktim, SRC PB wilayah Barat menggelar Simulasi penanggulangan bencana, acara tersebut juga disaksikan warga sekitar sungai, yang kerapkali terkena luapan air sungai tersebut.

Sekretaris Utama BNPB, Ir. Facthul Hadi Dipl.HE dalam acara jumpa PERS menegaskan, bahwa kegiatan saat ini merupakan peningkatan kapasitas SRC PB,  dengan skenario banjir lahar dingin dan tanah longsor, sampai sejauhmana kesiapan SRC PB wilayah Barat dalam mengantisipasi  banjir lahar dingin dan longsor, bagaimana melakukan evakuasi korban dengan baik dan benar dan terkoordinasi dengan baik, kondiri daerah atas dan bawah harus dievakuasi dengan baik, sehingga korban harta dan jiwa dapat dikurangi, bagi yang sakit agar tidak parah atua meninggal, dan kalau memungkinkan dilakukan rujukan ke rumah sakit terdekat, dan dengan disaksikan warga disekitar sungai yang kerap kali terkena banjir diharapkan mereka juga memiliki kesiapan jika bencana banjir kembali melanda Jakarta, tegasnya.
Sementara Kepala Pusat Informasi data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, bahwa Satuan Reaksi Cepat Wilayah Barat ini memiliki 4.500 personil yang sewaktu-waktu bisa ditugaskan, mereka terdiri dari 3.000 personil TNI dan 1500 personil POLRI, dengan dukungan dana dan logistik oleh BNPB, sementara untuk personil tingkat daerah seperti Satpol PP dan Damkar, Tagana dan Ormas Peduli Bencana,  tergantung daerah masing-masing dibawah binaan BPBD setempat.
Diakuinya cuaca di Jakarta sebagaimana data pada BMG, sampai dengan akhir tahun curah hujan di Jakarta sedang, dan tidak ada ancaman membahayakan seperti gejala Elnino, Lanina maupun suhu air laut juga  dalam kondisi normal, hanya saja curah hujan tinggi akan muncul pada bulan Januari dan Februari, dan hujan besar akan terjadi di Bogor dan Depok,  sehingga Jakarta masih terancam banjir.

Upaya yang dilakukan Pemda DKI sudah sangat bagus, dengan pengerukan sungai, peningkatan pompa air, kesiapan bencana maupun upaya lain dalam menghadapi bencana, tetapi karena banyaknya perubahan penggunaan lahan, serta makin bertambahnya pendidik Jakarta, maka kemungkinan jumlah titik-titik rawan banjir juga meningkat, sekitar 62 titik, ini membutuhkan partisipasi seluruh komponen di Jakarta termasuk dunia usaha dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi.


Sutopo juga mengaku bahwa BNPB telah menyiapkan dana antisipasi hingga 100 milyar yaitu dana siap pakai, jika kurang akan ditambah, karena pada Desember anggaran sudah habis dan  Januari, Februari APBD belum cair, sementara bantuan mendesak dibutuhkan untuk mengatasi bencana yang ada, baik dalam penanganan bencana, membantu  pengungsi serta rekonstuksi pasca banjir, oleh sebab BNPB telah menyiapkan dana siap pakai, oleh sebab itu, kita harapkan koordinasi dengan BPBD dapat terus dilakukan, dalam penanganan setiap terjadi bencana yang ada, untuk peta kemungkinan terjadi bencana sudah didistribusikan ke daedrah, sehingga diharapkan BPBD akan menyiapkan lebih detail, baik personil maupun logistik jika bencana benar-benar terjadi. Gladi sudah dilakukan secara nasional dengan skenario terbutuk, di wilayah Timur digelar di Bojonegoro dan wilayah Barat digelar disini, sementara untuk dareah digelar oleh BPBD setempat. BNPB akan selalu memberikan pendampingan pada BPBD,  baik pendanaan maupun menejemen penangangan bencana, tegas DR.Ir.Sutopo Purwo Nurgroho.



Readmore »

Filipina Hancur Diterpa Topan Haiyan

Topan Haiyan menyerbu sejumlah wilayah di Filipina Jumat 8 November pekan lalu. Dampaknya sangat dahsyat. Korban tewas diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Ribuan rumah hancur rata tersapu angin super kencang.

topan 'monster' ini telah melalap habis 6 pulau di Filipina. Banyak bangunan dan perumahan yang hancur. Sebagian besar korban tewas terjadi di Pulau Leyte. Bencana ini juga membuat aktivitas warga lumpuh. Listrik mati dan jalur transportasi tak bisa dilalui.

Besarnya efek dari Topan Haiyan ini disamakan dengan bencana tsunami pada 2004 silam yang menimpa kawasan Samudra Pasifik, di mana dampak terbesar terjadi di Aceh.

"Kerusakannya sangat besar. Banyak mobil rusak seperti dilempar. Jalanan dipenuhi dengan puing-puing. Fenomena ini sama dengan tsunami beberapa tahun lalu," ujar anggota tim penanggulangan bencana PBB, Sebastian Rhodes Stampa mengacu pada tsunami 2004 di Aceh.

Stampa mengatakan hal ini setelah mengunjungi Kota Leyte, salah satu kota yang paling hancur usai dihantam topan Haiyan yang dihuni oleh sekitar 220 ribu orang.

Tsunami 2004 terjadi pada 26 Desember 2004 pukul 7:58:53 WIB, yang diawali gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh.

Gempa berkekuatan 9,3 skala Richter tersebut merupakan yang terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Sekitar 230 ribu orang tewas di 8 negara, di antaranya Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand. Ombak tsunaminya setinggi 9 meter.

Indonesia segera kirim bantuan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstrusikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengirimkan bantuan kepada korban badai Haiyan di Filipina. Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan, bentuk bantuan Indonesia ini tengah dikoordinasikan dengan pemerintah Filipina.

“Kita juga tentu menyadari bahwa ini situasi yang sulit yang diderita atau yang dialami oleh negara Filiphina. Untuk itu kita akan melakukan dengan koordinasi langsung dengan mereka untuk memberikan bantuan.( Mengirimkan orang atau memberikan dana?) Ya tentu semuanya akan dikoordinasikan lebih lanjut apa yang dibutuhkan oleh mereka,” kata Julian di Taman makam Pahlawan Kalibata.




Readmore »

Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana Nasional, Tingkatkan Partisipasi Seluruh Komponen Bangsa

Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana Nasional, setelah tahun lalu digelar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun 2013 ini dipusatkan di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), karena daerah tersebut dinilai lebih siap, baik dibidang lokasi, letak dan anggaran, dimana banyak tempat yang disiapkan sebagai pilot projek maupun anggaran kepanitiaan lokal, yang dibiayai dengan APBD serta letak wilayah yang mudah di akses dari Provinsi lain.

Dalam acara Jumpa PERS seusai acara rapat persiapan kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana Nasional di salahsatu hotel di Jakarta, Direktur Pengurangan Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Lilik Kurniawan menjelaskan, bahwa dalam acara tersebut akan diikuti oleh seluruh kementerian dan lembaga terkait tingkat pusat, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Agama, Kementerian Kelautan dan Perikanan,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  termasuk Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Dunia Usaha, Lembaga Non Pemerintah, LSM, Perguruang Tinggi dan seluruh BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Acara  yang digelar pada tanggal 7-11 Oktober 2013 tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan, dengan 12 agenda utama, sementara untuk tema adalah “Pengurangan Risiko Bencana, Investasi untuk Ketangguhan Bangsa”, ke dua belas kegiatan tersebut meliputi pameran dan panggung PRB, seminar riset kebencanaan, lomba PRB, bedah buku, penanaman mangrove, pawai/rally PRB, sosialisasi PRB, bakti sosial kesehatan, mitigasi struktur, pelatihan kesiapsiagaan, pertemuan Forum PRB se-Indonesia dan evakuasi mandiri.

Dalam Pameran dan Panggung PRB akan ditampilkan peralatan, tools, poster, foto, buku, stand kuliner, kerajinan khas NTB dan lain-lain terkait dengan kegiatan-kegiatan PRB serta kesenian daerah dan populer terkait tema PRB. Pada kegiatan Seminar Riset Kebencanaan akan dibahas mengenai hasil-hasil 12 perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan BNPB dalam membuat Masterplan Ancaman Bencana di Indonesia. Keduabelas perguruan tinggi itu adalah ITB (gempa bumi), Unsyiah (tsunami), UPN Veteran Yogyakarta (gunung api), UGM (tanah longsor), Undip (banjir), Univ. Udayana (kekeringan), UI (cuaca ekstrim), Unand (gelombang ekstrim), IPB (kebakaran hutan dan lahan), Unhas (banjir bandang), Unair (epidemi dan wabah penyakit), dan ITS (kecelakaan industri).

Ada sembilan kegiatan dalam Lomba PRB, yaitu Pertunjukan Drama SLTA, Cerdas Cermat BPBD, Lomba Pertolongan Pertama SLPT dan SLTA, Lomba Poster SD dan SLTP, Lomba Membuat Mading SLTP, Lomba Menggambar tingkat SD kelas 3-6, Lomba Mewarnai tingkat TK dan SD kelas 1-2, Lomba Pemetaan BPBD, dan Lomba Rally Foto PRB. Sebagai peserta dalam lomba-lomba PRB ini adalah para pelajar dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, serta BPBD dan Umum. Yang sangat menarik dalam kegiatan ini ada Lomba Cerdas Cermat yang para pesertanya adalah staf-staf BPBD, dan kemungkinan ada 33 tim BPBD yang akan ikut berlomba.

Dalam kegiatan Pawai/Rally PRB akan ditampilkan kendaraan-kendaraan yang biasa digunakan dalam kegiatan penanggulangan bencana, seperti mobil rescue, mobil dapur umum, mobil ambulance, motor trail, kendaraan organisasi otomotif, dan lain-lain.

Pada bagian kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan akan diikuti oleh peserta BPBD seluruh Indonesia dan guru se-NTB. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan Save The Children. Tema kegiatan ini adalah “Adaptasi Perubahan Iklim dan PRB” (DNPI) dan “Penguatan Kapasitas Tokoh Agama dan Guru dalam Menghadapi Bencana” (Save The Children).

Acara di Mataram ini juga akan menghadirkan Forum PRB di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah yang sudah membentuk Forum PRB. Tema kegiatan Pertemua Forum PRB adalah “Strategi Implementasi Deklarasi Yogyakarta”.
 
Saat disinggung akan pelatihan khusus Kebencanaan bagi Eselon III dan eselon IV, Lilik Kurniawan menegaskan, bahwa pelatihan Pengurangan Resiko Bencana tersebut akan diikuti oleh seluruh Kepala Badang Penanggulangan Bencana Daerah tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk membekali mereka akan upaya pengurangan resiko bencana, sebagai pimpinan di daerah bagaimana mereka memiliki keahlian manajerial baik dalam penanganan bencana, pemberian bantuan sosial serta bagaimana berhadapan dengan publik saat mengatasi bencana. Skema pelatihan untuk kepala BPBD Provinsi dengan Kepala BPBD Kabupaten/Kota berbeda, sehingga mereka benar-benar sigap dalam mengkoordinasi dan berhadapan dengan bencana, paparnya. 
Readmore »

NABIRE DIGUNCANG GEMPA 5,5 SR

Gempa Mag:5.5 SR, 21-Jul-13 20:00:24 WIB, Lok:3.58 LS,135.40 BT (26 km BaratDaya NABIRE-PAPUA), Kedlmn:26 Km. Pusat gempa berada di daratan yang bersumber dari terusan sesar Sorong. Gempa tidak berpotensi tsunami. Intensitas gempa IV MMI (ringan). Lokasi gempa hampir sama dengan lokasi gempa 5,3 sr yang terjadi 20/7/2013 pukul 23.48 Wib.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Posko BNPB telah melakukan konfirmasi ke BPBD Nabire dan kesatuan TNI di Nabire. Dilaporkan gempa dirasakan ringan selama kurang lebih 4 detik. Hingga saat ini belum ada informasi kerusakan bangunan dan korban. Aktivitas masyarakat tetap normal. BPBD tetap melakukan pemantauan.

Meningkatnya kejadian gempa di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir hendaknya disadari bahwa wilayah Indonesia memang rawan gempa. Gempa tidak dapat diprediksi. Sifat gempa quick on set (terjadi mendadak) dan tanpa disertai tanda-tanda. Sumber gempa berasal dari sesar di darat, zona subduksi di laut dan di ridge di tengah samudera. Masyarakat selalu dihimbau untuk waspada. Begitu merasakan guncangan gempa segera keluar rumah dan mencari tempat yang aman. Bukan gempanya tapi bangunannya yang menyebabkan timbulkan korban.

Readmore »

BNPB Laporkan Perkembangan Gempa Aceh ke Presiden SBY

Kepala BNPB Syamsul Maarif, telah melaporkan kepada Presiden SBY perkembangan dan upaya penanganan gempa 6,2 SR di Aceh, Hingga saat ini data sementara dampak gempa terdapat 22 orang meninggal dunia, 210 orang luka-luka, serta ribuan bangunan dan rumah rusak.

Berdasarkan laporan dari BPBA Aceh Tengah terdapat 10 orang meninggal, 140 orang luka-luka dan dirawat di RSUD, bangunan yang rusak meliputi rumah, masjid, meunasah dan kantor pemerintah. Diperkirakan 1.500 unit mengalami kerusakan. Beberapa ruas jalan longsor. Pengungsian tersebar di 10 titik.

Sedangkan di Kab Bener Meriah tedapat 12 orang meninggal, 70 orang dirawat di RSUD Bener Meriah dan puskesmas. Kerusakan bangunan dan rumah masih dilakukan pendataan.

Upaya penanganan gempa terus dilakukan. Kepala BNPB dari Posko Penanggulangan Asap di Pekanbaru telah memerintahkan penanganan dilakukan secara cepat. Saat ini tim BNPB, SRC PB, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Kementerian PU berada di Bener Meriah untuk melakukan koordinasi dan kaji cepat.

BNPB pagi ini mengirimkan satu helikopter Collibri TNI AU dari Pekanbaru ke Aceh untuk membantu penanganan gempa, khususnya di perbatasan antara Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Pagi ini juga, BNPB memberangkatkan pesawat CN 235 TNI AU untuk melakukan foto udara dan kaji cepat dari udara dampak kerusakan gempa. BPBA, TNI, Polri, SKPD terkait dan relawan telah memberikan bantuan kepada korban. Pendataan masih terus dilakukan.

Readmore »

GEMPA ACEH, 35 TEWAS, 8 HILANG DAN 4.292 RUMAH RUSAK

Upaya penanganan tanggap darurat gempa Aceh terus dilakukan hingga sekarang. menurut Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB DR. Sutopo Purwo Nugroho

Jumlah korban tercatat 35 orang meninggal, 8 hilang, 275 orang luka-luka, 4.292 rumah rusak, dan 83 bangunan fasilitas umum rusak. Dari 35 orang meninggal tersebut di Bener Meriah terdapat 9 orang dan 26 orang di Aceh Tengah.

Berdasarkan rapat koordinasi di Posko Bener Meriah yang dipimpin Kepala BNPB, Syamsul Maarif, pada Kamis (4/7) malam hari dilaporkan oleh Bupati Bener Meriah bahwa ada 3 orang warga Aceh Tengah yang saat kejadian gempa meninggal di Bener Meriah sehingga terdata di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sebelumnya dilaporkan 12 orang meninggal di Bener Meriah. Dengan demikian korban meninggal dari Bener Meriah terdapat 9 orang yang sudah ada identitasnya. Korban luka-luka 109 orang dimana 43 orang di RSUD Muyan Kute, 50 orang di Puskesmas Pante Raya, dan 16 orang di Puskesmas Lampaha. Sebanyak 789 rumah rusak, dimana 537 unit rumah rusak sedang-berat dan 252 unit rumah rusak ringan.

Di Aceh Tengah terdapat 26 orang meninggal dan 8 orang hilang. Kamis (4/7) pukul 17.00 Wib Tim SAR gabungan dan warga menemukan 4 korban anak-anak yang tertimbun longsor di Desa Bah, Kec. Ketol, Kab Aceh Tengah dengan menggunakan alat berat. Korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal adalah Isahdan (9 thn), Zainuddin (12 thn), Riski (9 thn), dan Rian (9 thn). Menurut keterangan warga, saat gempa ada 8 anak-anak yang berlari di bawah pegunungan, dimana 4 selamat dan 4 tertimbun longsor.

Di Aceh tengah korban Luka-luka 166 orang, dimana rawat inap 114 orang dan rawat jalan 52 orang.  Kerusakan 3.503 unit rumah rusak dimana 1.368 unit rumah rusak berat, 2.135 unit rumah rusak ringan, papar Sutopo.


Readmore »

GLOBAL PLATFORM FOR DISASTER RISK REDUCTION, JENEWA 19-23 MEI 2013

Indonesia Mendorong Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Sidang Internasional di Jenewa


“Di negara kepulauan seperti Indonesia, ketangguhan terhadap bencana di tingkat nasional sama pentingnya dengan ketangguhan di tingkat daerah. Karenanya, penguatan mekanisme pengurangan risiko bencana di daerah dengan program berbasis masyarakat menjadi faktor penting penguatan kapasitas di tingkat nasional,” demikian disampaikan Syamsul Maarif, Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana di sesi Official Plenary Statements Sidang ke-4  Global Platform for Disaster Risk Reduction (GP DRR). Pertemuan tersebut berlangsung di Jenewa, pada tanggal 19-24 Mei 2013.

Sesuai dengan tema pertemuan yaitu resilient people, resilient planet, Kepala BNPB menyampaikan kembali komitmen tinggi Indonesia dalam memperdalam dan memperkuat segala aspek Disaster Risk Reduction, seperti melalui P4 (Public, Private, People Partnership), disaster resilient village programs, dan local government self-assessment tool for disaster resilient.

“Sebagai negara rawan bencana, Indonesia  memiliki berbagai pengalaman dalam upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana yang dapat dimanfaatkan masyarakat internasional sebagai lesson learnt dan best practice. Upaya pengarusutamaan bencana dalam program pembangunan nasional, penyusunan Rencana Aksi Nasional, upaya peningkatan kesadaran dan pelibatan masyarakat seperti Desa Siaga dan Pesisir Siaga, serta peningkatan kapasitas mekanisme bencana daerah merupakan contoh upaya Indonesia dalam menerapkan mandat Hyogo Framework for Action dan dalam penyusunan Hyogo Framework for Action II pasca 2015,” demikian ditambahkan Kepala BNPB.


Indonesia merupakan salah satu negara terkemuka dalam upaya pengurangan bencana di tingkat international. Penganugerahan Global Champion PBB kepada Presiden SBY dalam kesempatan pertemuan ke-3 tahun 2011 dan penyelenggaraan 5th Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction, pada bulan Oktober 2012 di Yogyakarta merupakan pengakuan masyarakat internasional terhadap kesungguhan komitmen dan upaya Indonesia dalam pengurangan bencana tidak hanya di tingkat nasional namun juga tingkat regional dan global.

Delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut dipimpin langsung Kepala BNPB dan beranggotakan pemangku kepentingan penanggulangan bencana di tanah air, termasuk unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha, BUMN, LSM dan platform nasional penanggulangan bencana serta penyandang disabilitas anak. Delegasi Indonesia telah berpartisipasi aktif di berbagai sesi pertemuan termasuk sebagai nara sumber.

Kepala BNPB juga secara khusus telah diundang dalam High-Level Dialogue Session yang dihadiri sekitar 40 pejabat setingkat menteri, pejabat PBB, dan kalangan CEO perusahaan multinasional, yang menghasilkan suatu komunike bersama menegaskan komitmen politis mengenai sentralitas masalah penanganan bencana dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Dr. Syamsul Maarif juga telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Special Representative of the UN Secretary-General for Disaster Risk  Reduction, Ms. Margareta Wahlstrom, dan mitra kerja seperti Menteri Pertahanan Maldives, Mohamed Nazem, dan Menteri Pertahanan Sipil Selandia Baru, Nikki Kaye.

Pertemuan keempat dan dihadiri lebih dari 4000 partisipan dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah, parlemen, swasta dan masyarakat sipil dari 160 negara. Pertemuan merupakan forum berkala dua tahunan yang membahas implementasi Hyogo Framework for Action. Pertemuan ini akan menjadi perhelatan terbesar para pemangku kepentingan DRR sebelum World Conference on Disaster Risk Reduction di Jepang pada awal tahun 2015, yang diharapkan akan menyepakati Hyogo Framework for Action on Disaster Risk Reduction pasca 2015 (HFA2). Dengan demikian, Sesi ke-4 GPDRR ini secara substantif diharapkan dapat menghasilkan dokumen dasar HFA2, yang terfokus pada penegasan kembali komitmen negara-negara dan pemangku kepentingan lainnya, serta identifikasi action-oriented measures upaya pengurangan risiko bencana pasca 2015 dengan indikator yang terukur.

Pertemuan akan menyepakati tiga outcome penting yaitu Komunike High Level Dialogue, laporan pertemuan dan Chair’s Summary. Benang merah yang dapat ditarik dari outcome tersebut ialah terdapatnya komitmen yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan untuk menjadikan penanggulangan bencana sebagai prioritas. Upaya penanggulangan bencana dilihat sebagai investasi bagi masa depan yang lebih baik berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta.

 
Readmore »

Rakor Kebencanaan, BNPB MOU 9 Kementerian dan Lembaga

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disela acara Rapat Koordinasi di Hotel Bidakara Jakarta, melakukan penandatanganan kesepahaman dengan 9 Kementerian dan Lembaga, pemerintahan. Hal tersebut dilakukan dalam upaya menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia. Kerjasama itu disepakati dalam memorandum of understanding (MoU) antara pihaknya dengan kementerian dan lembaga itu.

Kepala BNPB, Syamsul Maarif mengatakan salah satu kerjasama yang penting adalah masalah koordinasi anggaran. BNPB menurutnya, memiliki sistem anggaran yang dapat diminta sewaktu-waktu, sehingga perlu adanya kesepakatan terkait pencairan dana agar tidak ada kesulitan.

"Kita sudah membuat MoU dengan sembilan kementerian dan lembaga  untuk memudahkan koordinasi khususnya masalah anggaran, BNPB punya anggaran fleksibel atau on call, tetapi kalau tidak ada MoU agak menyulitkan, tetapi dengan MoU akan lebih mudah," jelas Syamsul dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana 2013, Selasa (5/2/2013).


Tak hanya mengenai anggaran, tetapi BNPB menggandeng kementerian untuk menghadapi dan menanggulangi apabilan terjadi bencana. Contohnya, bekerja sama dengan Kementerian Perempuan dan Anak, yang dibutuhkan pasca bencana.

"Dengan kementerian misalnya kementerian perempuan dan anak, ini penting misalnya cara menanggulangi bencana pada anak dan menghindari korban," tukasnya.

Kerjasama dengan kelembagaan juga penting guna menanggulangi sebelum dan sesudah terjadinya bencana.

"Dengan teman LIPI atau Ristek, tentu tidak hanya mengenai alam tetapi juga masalah dinamika masyarakatnya," tegasnya.

"Kita juga ingin wujudkan early warning system, misal sirine justru di berbagai daerah justru buat panik warga. Karenanya, kita perlu sirine apa yang membuat kepentingan masyarakat. Karena itu kita membuat kerjasama dengan LIPI," tandasnya.

Readmore »

BNPB, Kementiran PU dan Pemprov DKI Maksimalkan Penanganan Banjir Jakarta


Dalam acara jumpa PERS yang digelar di kantor Kementrian PU beberapa waktu lalu, Dirjen Tata Air Kementrian PU,Muhammad Hasan didampingi Sestama BNPB Fachrul Hadi menegaskan bahwa untuk mengatasi banjir Ibukota Jakarta, Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta akan mengambil langkah cepat.

Untuk penanganan masalah air yang masuk ke Jakarta, Kementerian PU pada pertengahan 2013 ini akan segera membuat waduk di Ciawi, hal tersebut dilakukan guna mengatur debit air yang mengalir ke Jakarta, dan nantinya air yang tertampung di Waduk Ciawi sekitar 33 juta meter kubik, akan dijadikan cadangan suplai air baku bagi warga Jakarta yang saat ini masih kurang, sementara untuk normalisasi Kali Ciliwung yang rencana akan dilakukan ditahun 2014 juga akan dipercepat ditahun 2013 ini, karena harus dilakukan lelang proyek terlebih dahulu, maka normalisasi Sungai Ciliwung akan dimulai pertengahan tahun ini, hal tersebut tergantung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membebaskan lahan disepanjang bantaran kali Ciliwung hingga pintu air Manggarai.

Hal lain yang segera dilakukan adalah membuat Sodetan dari Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (BKT), sodetan sepanjang 21 Kilometer posisi tersebut akan dilakukan dari jalan Otista III menuju Sungai didekat Kantor Samsat atau Kuburan Cina, Kebon Nanas dan masuk ke BKT, sehingga pada saat air dari Bogor dan Depok tinggi, sebagian akan dibelokkan ke BKT sehingga debit air yang masuk ke Kanal Banjir Barat dapat dikurangi, tegas Dirjen Tata Air.
Readmore »

BNPB Siapkan Skenario Antisipasi Banjir Rob


Sebagaimana yang diperkirakan oleh BMKG,bahwa mulai tanggal 25 hingga 27 januari 2013 ini, curah hujan di Jakarta dan sekitarnya cukup tinggi, sementara air laung diperkirakan akan pasang, sehingga dimungkinkan air hujan akan membali menggenangi Jakarta dan sekitarnya, oleh sebab itu  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Komponen Pemerintah yang lain seprti Kementrian PU, TNI/POLRI, Pemda DKI dan Ormas, sudah menyiapkan skenario guna mengantisipasi kemungkinan banjir kembali genangi Jakarta.

Dirjen Tata Air Kementerian Pekerjaan Umum, Muhammad Hasan saat jumpa PERS dikantor PU menjelaskan, bahwa belajar dari banjir beberapa waktu lalu, jumlah pengungsi jika banjir dibarengi ROP benar-benar terjadi maka jumlah pengungsi akan lebih banyak, karena warga Jakarta Utara akan terjadi peningkatan pengungsi, dan diperkirakan hingga 50.000 orang,

Dalam pencegahan banjir Kementerian PU sebagaimana himbauan Presiden SBY, bahwa program percepatan penanganan pengungsi akan dipercepat, seperti rencana membangun waduk di daerah aliran sungai di kawasan Puncak Bogor, membuat sidatan aliran Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (BKT), serta pengerukan lumpur dan sampah di DAS, namun demikian kecepatan program tersebut juga sangat ditentukan oleh kecepatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan membebaskan pemukiman di DAS Ciliwung dan rencana membuat sidatan sungai ciliwung ke BKT, tegas M Hassan.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Utama BNPB, Fachrul Hadi, bahwa Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memprediksi akan terjadi lonjakan pengungsi di Jakarta pada saat laut pasang. Jumlahnya akan lebih besar dibandingkan pengungsi pada banjir 17 Januari 2013 yang mencapai 40 ribu jiwa.

"Apabila nanti, apa yang diramalkan BMKG tanggal 25 - 27 Januari 2013 itu ketinggian dari muka air laut akan naik, tanggal tersebut kita waspadai dimungkinkan bahwa pengungsi akan seperti pada tanggal 17 Januari 2013, diatas 40 ribu jiwa, bagaimana kita sediakan antisipasi menyediakan semua sumber daya di dalam rangka penanggulangan, bahkan lebih dari 40 ribu jiwa," katanya.

Untuk itu, selain program dari Ditjen Sumber Daya Air, BNPB bersama TNI Polri akan terus bahu membahu melayani para pengungsi baik proses evakuasi, pemberian logistik, penyediana peralatan seperti kapal dan sebagainya, akan tetap waspada.

"Maka pada hari ini kita rapat dengan kondisi air surut, tapi kita waspada, dengan kondisi itu sekarang kita harus evaluasi apa yang harus kita lakukan dengan kondisi sekarang, berapa kekuatan kita, berapa logistik kita, berapa peralatan kita, berapa personil kita," ungkapnya.

Dari kondisi terakhir, saat ini Jakarta Utara yang paling banyak pengungsinya. Sehingga BNPB dan pihak terkait sudah merencanakan skenario apabila pengungsi melonjak akibat terjadi laut pasang. "Kita akan antisipasi nanti bagaiman mendirikan posko tempat pengungsian maupun mendorong logistik mendekati tempat pengungsian," ujar Fachrul Hadi.
Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA