Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan

Teater Imax Keong Emas Luncurkan Film Island of Lemurs “MADAGASCAR”

Teater Imax Keong Emas yang pada tahun 2014 ini telah genap berusia 30 tahun, yang didirikan atas prakarsa (alm) Hj Siti Hartinah Soeharto  telah memberi warna dan arti tersendiri dalam kepariwisataan Indonesia, khususnya di ibukota Jakarta, karena Teater Imax Keong Emas merupakan satu-satunya tempat hibur film Imax dengan layar terlebar se-Asia Tenggara. Serta didukung dengan film-film Imax terbaik dengan bernuansa pendidikan, sehingga Teater Imax Keong Emas merupakan tempat hiburan keluarga dilingkungan Taman Mini Indonesia Indah, yang layak disaksikan mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Dalam acara jumpa PERS serta buka puasa bersama seluruh media cetak dan elektronik beberapa hari lalu, Manajer Teater Imax Keong Emas TMII, H Purwanto pada wartawan menjelaskan, bahwa untuk memberikan hiburan di saat liburan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah tahun 2014 ini, Teater Imax Keong Emas akan memberikan hiburan film terbaru yaitu “Film Island of Lemurs MADAGASCAR, yang sangat cocok disaksikan anak-anak serta keluarga.

Diakui H Purwanto sebenarnya Film Imax yang ditawarkan cukup banyak hingga 100 film Imax, namun sebagaimana misi Teater Imax Keong Emas dalam menyajikan film unggulan sebagai sarana hiburan yang tetap bernuansa pendidikan serta edukasi, maka diputuskan untuk mengambil Film Island of Lemurs MADAGASCAR yang layak di saksikan anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua, karena Film Island of Lemurs MADAGASCAR ini adalah Film terbaru yang dibuat di Madagascar sebagai pulau terkenal di dunia yang disinggahi Lemurs untuk berevolusi. Yaitu Primata yang lucu mirip seperti seekor kucing, tupai dan seekor anjing. Hewan ini unuk kadang menampilkan perilaku menarik, rupaya lemurs juga merupakan binatang yang memiliki naluri seni, kadang bernyanyi bersama seperti bunyi sirine polisi, juga mirip suara nyanyian paus bungkuk ditengah lautan, kadang berlompat-lompat di atas pasir ditepi pantai seperti penari balet. Dan  Lemurs memiliki sejarah evolusi yang menarik dan satu-satunya alasan mereka masih ada hingga saat ini, karena esolasi Madagascar.

Kita berharap Film Island of Lemurs MADAGASCAR yang diputar dalam durasi 45 menit ini akan dapat diterima dan ditonton oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia dan dapat memberikan motivasi kepada berbagai pihak dalam menjaga dan melindungi satwa/primata langka di Indonesia, seperti orang utan, Harimau Sumatera, serta satwa lainnya agar tetap terjaga kelestariannya dan tidak boleh punah, pinta H Purwanto. 
Readmore »

Pelatihan Seni Musik Samrah BLK Jakpus Tingkatkan Kualitas Seni

Sebagaimana tugas pokok dan fungsi Balai Latihan Kesenian Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam meningkatkan kualitas seni tradisional serta menumbuhkembangkan berbagai kesenian yang ada di Jakarta, bertempat di Museum Tekstil Jakarta menggelar Pelatihan Seni Musik Samrah tingkat dasar bagi Pelaku Seni.

Dalam sambutannya Kepala BLK Jakpus Dra Roosdiana Rachman menegaskan, bahwa keberadaan musik Samrah di Jakarta Pusat sangat sedikit dan hampir punah, oleh sebab itu dengan kegiatan pelatihan tingkat dasar ini diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas seni para pelaku, seluruh peserta agar dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari nara sumber dan untuk nantinya bisa dikembangkan serta di transformasikan di sanggar masing-masing, sehingga keberadaan Musik Samrah dapat semakin tumbuh dan berkembang lagi di masyarakat, harapnya.

Kasie Pelatihan BLK Jakpus I Wayan menambahkan, bahwa Perlatihan kali ini diikuti oleh 30 peserta dari 30 Sanggar Seni Musik Samrah diwilayah Jakarta Pusat, kalau mereka nantinya dapat mengembangkan di sanggarnya pada 10 orang, maka akan meningkatkan kualitas seni Samrah pada 300 orang, sehingga seni Samrah juga diharapkan akan semakin tumbuh dan berkembang di Jakarta Pusat, ini semua sebagaimana arahan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, oleh sebab itu BLK juga melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Sudik Kebudayaan Jakpus serta terus melakukan monitoring bagi mereka yang telah mengikuti pelatihan kesenian di BLK Jakarta Pusat, kita akan terus melakukan pembinaan sanggar-sanggar seni, termasuk Seni Tari dan Seni Musik Tradisi lainnya, paparnya. 
Readmore »

Pergelaran Eksperimentasi BLK Jakpus, Sarana Apresiasi Budaya Betawi


Setelah mengikuti pelatihan kesenian bagi pelaku seni di Balai Latihan Kesenian (BLK) Kota administrasi Jakarta Pusat, para seniman berkesempatan untuk menampilkan kreasi seninya, Pergelaran Eksperimentasi tersebut, menurut Kepala Upt BLK Jakpus,  Roosdiana Rachman, merupakan sarana apresiasi Budaya Betawi yang terus tumbuh dan berkembang di Jakarta Pusat.

Pergelaran ini diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi para pelaku seni hasil pelatihan di BLK Jakpus, untuk mengekpresikan  diri melalui karya-karyanya, dimana para pelaku seni telah mengikuti Diklat khusus seni Tari dan Gambang Kromong, kolaborasi seni Tari dan Seni Musik ini juga diharapkan akan menambah kualitas seni yang dimiliki para seniman.

Materi Kegiatan merupakakn karya seni garapan baru yang menggunakan alat musik Gambang Kromong dipadukan dengan beberapa alat musik perkusi, demikian juga garapan tari yang berpijak dari tari Betawi yang dikreasi secara modern, sehingga menghasilkan karya seni yang luar biasa indahnya untuk dipertunjukkan ketengah masyarakat, papar Roosdiana.


Kasie pergelaran BLK Jakpus, Rosalina juga menambahkan,  bahwa peserta pergelaran diikuti 50 orang, dengan menampilkan karya musik dan tari inspirasi sebagai tari garapan baru berjudul Nglenong, yang menggambarkan tradisi yang melekat warga Betawi, dengan tema “Pengaruh Mantra dalam perspektif Kebudayaan Jakarta”, sehingga akan menambah karya seni budaya Jakarta.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, DR Tinia Budiarti seusai menyaksikan Pergelaran Eksperimentasi tersebut mengaku kagum dengan karya kreatifitas para pelaku seni tersebut, dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan terus mendorong serta memfasilitasi bagi para seniman di DKI Jakarta, untuk terus menggali  dan mengembangkan potensi seni budaya Betawi, sebagai kesenian asli masyarakat Jakarta.

Pergelaran Eksperimentasi ini juga diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas lagi untuk mengekspresikan dan mengapresiasikan kesenian para pelaku seni, dan mendorong tumbuhnya karya seni yang kreatif, inovatif dan memiliki kedalaman nilai, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas serta mampu menambah khasanah budaya nusantara, khususnya budaya Betawi, tegas Tinia Budiarti.
Readmore »

Pergelaran Musik Karyacipta Ismail Marzuki, Tingkatkan Semangat Juang Generasi Muda


Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Sudin Kebudayaan  bertempat di Gedung Graha Budaya TIM, menggelar Konser Symphony Orchestra yang dibawakan oleh orchestra dari siswa Perguruan Cikini dan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta, dengan membawakan lagu karya cipta Ismail Marzuki. Acara  tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang diwakili oleh Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan  Pariwisata Sukesti Martono.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur meminta pada seluruh masyarakat Jakarta, Khususnya Pelajar yang turut menyaksikan pergelaran tersebut, agar dapat menghargai karya cipta anak bangsa sendiri, apalagi Ismail Marzuki adalah Sosok Pahlawan Kusuma Bangsa, yang dengan karya­­-karyanya mampu menggugah semangat  juang para pahlawan, dan dengan karyanya juga telah mampu membangun citra bangsa Indonesia dimata dunia. Oleh sebab itu para Pemuda Indonesia dan para seniman, sudah saatnya untuk  berkarya dengan menghasilkan karya seni yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengajak pada masyarakat Jakarta untuk dapat mensukseskan Pesta Demokrasi Pemilukada pada 11 Juli mendatang, dengan menggunakan hak pilihnya, dan dengan konser Symphony Orchestra IKJ dan Perguruan Cikini  ini juga dapat membawa kondisi Jakarta yang lebih sejuk, sehingga Pilkada DKI dapat berjalan dengan aman dan nyaman, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs Sunarto MM, bahwa Pergelaran Symphony ini pihaknya sengaja pengundang 800 penonton Pelajar dari seluruh SMA/K se-Jakarta Pusat, guna meningkatkan apresiasi siswa pada karya cipta Ismail Marzuki, oleh sebab itu pergelaran yang seharusnya digelar Malam hari, namun kali ini kita gelar sore hari, agar para siswa SMA/K dapat menyaksikan dan menikmati karya seniman besar Ismail Marzuki, yang juga putra asli Jakarta (Betawi). Sehingga mereka akan semakin cinta karya seni bangsa sendiri, serta mampu menghargai karya cipta, khsususnya karya Ismail Marzuki.

Dengan mereka hadir bersama menikmati karya seni, Pemkot Jakarta Pusat juga berharap agar para pelajar dapat saling bersilaturahmi, saling mengenal sehingga mampu menghilangkan hal-hal yang kurang baik seperti tawuran,dengan lagu-lagu perjuangan juga diharapkan semangat juang para pemuda akan terus tumbuh, dan nilai-nilai kejuangan juga tertanam pada para siswa-siswi, untuk berjuang tanpa pamrih bagi pembangunan bangsa saat ini,  pinta Sunarto.
Readmore »

Museum Tekstil, Lampung Sai dan Dekranasda Gelar Pameran Wastra Lampung


Sebagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan warisan Budaya Melintas Zaman, bertempat di Museum Tekstil Jl KS Tubun, Tanah Abang Jakarta, Masyarakat asal Lampung di Jabodetabek, yang tergabung dalam Lampung Sai didukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Lampung bekerjasama Dengan Upt Museum Tekstil Jakarta menggelar pameran Wastra Lampung, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili Kepada Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Lampung.

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Hj Soraya Zulkifli Hasan dalam sambutanya menjelaskan, bahwa kegiatan pameran ini, sebagai upaya memperkenalkan budaya masyarakat Lampung, terutama kerajinan Kain tenun dan Batik, dimana masyarakat Provinsi Lampung memiliki banyak jenis motif kain, seperti Tapis, Bidak,Sebagi, Sulam,Tapis Jung Sarat, Tapis Cucuk Handak, Selendang Batik serta yang lain,  sehingga masyarakat diluar Lampung, khususnya warga Jakarta juga akan lebih mengenal seni budaya kain Lampung, sehingga kedepan akan turutserta mempromosikan dan mengembangkannya.

Pameran ini juga diharapkan akan banyak dikunjungi pelajar dan generasi muda, karena sudah sepantasnyalah mereka mengenal warisan budaya Nusantara, sehingga akan makin menyenangi, dan kedepan turut mengembangkannya, digelarnya produk tekstil dari masyarakat Lampung ini, tentunya bukansaja sekedar memperlihatkan aneka ragam keindahan dan keunikan kain tradisional Lampung, tetapi juga bermuara pada harapa untuk terwariskanya nilai-nilai Budaya yang ada dibalik keindahan kain tradisional Lampung.

Wastra Lampung merekat alam kehidupan masyarakat Lampung sejak dahulu hingga saat ini, dengan perkembangan dalam teknik, bahan, ragam hias serta fungsinya karya tangan trampil para pengrajin semakin memperkaya khazanah wastra budaya Nusantara, serta mampu mengangkat Provinsi Lampung hingga lintas bangsa, ungkap Hj Soraya Zulkifli Hasan.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta, DR Tinia Budiarti juga menegaskan, bahwa dengan lokasi yang berdekatan dengan Pusat Perkulakan Kain terbesar di Jakarta ini, diharapkan akan mampu mendorong minat masyarakat untuk mengkoleksi dan melestarikan Tekstil Lampung. Makin dikenalnya aneka budaya bangsa, juga diharapkan akan mampu membangun jatidiri bangsa. Kerjasama  yang telah dilakukan antara Museum Tekstil bersama Pemprov Lampung/Dekranasda serta Lampung Sai ini, juga diharapkan akan lebih ditingkatkan, untuk bersama-sama melestarikan dan mengembangkan aneka kain tradisional yang ada pada masyarakat Lampung, pinta DR Tinia Budiarti.

Kepala Upt Museum Tekstil, Drs Indra Riawan M Hum, juga mengaku menyambut baik upaya Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dekranasda, yang mempromosikan aneka Tekstil pada masyarakat luas, hal ini memang sudah menjadi tugas Museum Tekstil Jakarta, untuk bersama masyarakat dalam memperkenalkan warisan budaya tekstil tradisional Indonesia.

Kegiatan selain Pamerah, juga akan digelar Seminar, Workshop serta kegiatan edukatif lain, tentang pertekstilan, untuk pameran kali ini ditampilkan 150 wastra pilihan yang menggambarkan keanekaragaman serta perkembangan teknik, ragam hias, dan fungsi wastra Lampung yang berkembang sejak dahulu hingga sekarang. Penuh harapan semoga pameran ini akan menjadi andil Museum Tekstil dalam mendukung pelestarian dan perkembangan Wastra dari Provinsi Lampung, harapnya

Readmore »

Dekranasda Kota Bandar Lampung Tingkatkan Promosi dan Pembinaan

Salah satu Dekranasda yang turutserta memeriahkan Pameran Wastra Lampung di Museum Tekstil Jakarta, adalah Dekranasda Kota Bandar Lampung, beberapa stan yang dipajang cukup menarik perhatian ibu-ibu Pejabat Pemerintah Pusat maupun dari Provinsi Lampung itu sendiri, karena disamping memiliki nilai seni tinggi, beberapa karya masyarakat Kota Bandar Lampung juga sebagai karya modifikasi yang unik dan menarik minat pengunjung.

Disela acara tersebut, Ketua Dekranasda Kota Bandar Lampung Hj Eva Diana Herman HN pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya saat ini tengah mempromosikan salahsatu jenis kain dari Bandar Lampung, yaitu “Sulam Usus” salahsatu karya sulam oleh masyarakat Bandar Lampung, yang kini terus dipromosikan baik ke luar Lampung seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali serta kota-kota lain di Indonesia, bahkan dalam waktu dekat, Dekranasda Kota Bandar Lampung akan mempromosikan kain Sulam Lampung ke Belanda.

Kalau dahulu orang luar Lampung menganggap Kain Tapis terlalu tebal dan mahal, namun kini dengan pembinaan Dekranasda, para pengrajin Kain Tapis sudah memodifikasi bahan kain dari benang dan sutra, sehingga hasilnya juga lebih kuat, halus serta ringan, demikian juga harganya relatif murah, paparnya.

Disamping itu pihaknya juga terus melakukan pembinaan pada para pengrajin Kain Bandar Lampung, seperti pelatihan peningkatan ketrampilan pengrajin, meningkatkan kualitas produk kerajinan, membantu akses pemodalan hingga meningkatkan jaringan pemasaran, hal tersebut sebagai upaya meningkatkan perekonomian para pengrajin,khususnya kain.

Dan untuk meningkatkan upaya pelestarian dan pengembangan seni kain tradisional, Dekranasda bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, telah memasukkan tehnik tenun dan batik pada kurikulum pendidikan muatan lokal, sehingga siswa-siswi harus memahami ilmu tentang kain tradisional Lampung, dan dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa SMA/K juga disedikan prakter menyulan dan menenun serta membatik, ungkap Ketua Dekranasda Kota Bandar Lampung Hj Eva Diana Herman HN.
Readmore »

Gilang, Ekki dan Ikang Fauzi Gelar Go Clean Concert


Mengaku prihatin dengan kondisi dunia saat ini, yang dipenuhi dengan kotoran sampah dimana-mana, telah menggugah musisi kondang, yang tergabung dalam Kelompok BIL (Brother in Law) yang terdiri dari Ikang Fauzi, Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan untuk untuk menggugah masyarakat Indonesia agar hidup bersih, serta guna mengurangi resiko yang lebih besar lagi.

Dalam jumpa PERS sebelum menggelar Konser “Go Clean Concert” di halaman Bentara Budaya Kompas Jakarta, Ikang Fauzi mengaku ingin mengajak seluruh masyarakat agar membiasakan hidup bersih, untuk mengurangi resiko, saat ini sudah banyak yang meninggal karena kuman kotoran serta virus, seperti penyakit Tipus,Desentri juga penyakit DBD, dengan hidup bersih maka kita akan terhindar dari penyakit berbahaya tersebut, belum lagi uang Negara yang bisa dihemat, yang selama ini digunakan untuk mencegah penyakit, oleh sebab itu Konser Go Clan, akan kita gelar di beberapa daerah, untuk menggugah masyarakat agar hidup bersih,” Go Clean Sehat dan Hemat” ungkap Penyanyi Rock ini dengan tegas.

Hal senada juga diungkapkan Ekki Soekarno, bahwa Go Clean Concert merupakan karya musik yang penuh cinta kasih, tujuh lagu ini dirilis dengan spirit cinta, yaitu cinta lingkungan, cinta Go Green dan cinta Go Clean, dengan semangat cinta lingkungan, kita dalam road show akan memilih duta-duta kebersihan, yang nanti akan kita kumpulkan di Jakarta, untuk kita gembleng menjadi duta kebersihan yang akan terus mengkampanyekan hidup bersih dan hidup sehat, paparnya.

Sementara music yang digunakan, menurut Gilang Ramadhan, akan menggunakan musik Sawah, Gilang mengaku membutuhkan waktu 20 tahun, untuk menemukan musik Sawah ini, beberapa musik tradisional sudah dipelajari, mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Barat,Jawa Tengah, Bali,NTB hingga Papua. Dan Filosofi sawah, merupakan musik asli Indonesia, oleh sebab itu BIL Project yakin, musik ini akan bisa diterima masyarakat diseluruh tanah air.

Sementara Kepala Promosi Nagaswara Music & Publishing, Andre disela acara tersebut, pada wartawan juga menegaskan, bahwa BIL Project Go Clean Concert bukan saja sebagai upaya untuk mengkampanyekan kebersihan, tetapi juga sebagai gebrakan ditengah lesuna musik Indonesia, Vokalis seperti Ikang Fauzi multi instumentalis Ekki Soekarno dan Maestro Drum Gilang Ramadhan, merupakan perpaduan music tradisi bercirikan musik Indonesia asli, dan Megaswara yakin, musik ini akan menjadi jenis musik industri yang khas Indonesia¸ yang kaya akan budayanya, termasuk budaya bersih, papar Andre.

Readmore »

Festival Internasional Musik Sufi Tingkatkan Kecintaan Musik Islami


Kementerian Agama selenggarakan Festival Internasional Musik Sufi pada 17-21 Juli ini di Taman Ismail Marzuki, dengan menampilkan kesenian dari 6 negara.

Festival bertema berkreasi dengan tradisi seni musik Islami tersebut, baru pertama kali diadakan di Asia Tenggara. Diikuti oleh para senima dari negara Turki, Maroko, Pakistan, Iran, Mesir, dan Indonesia.

"Festival ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kesenian musik sufi sebagai sarana dakwah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat kita. Selain itu juga memberi pemahaman tentang ketinggian moral spriritual, dan kaya makna yang terungkap dalam bait, syair, dan tarian sufi," kata Nasaruddin Umar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag, hari ini di Jakarta.

Menurut dia, melalui festival tersebut juga bisa memberikan informasi kepada negara-negara peserta dan dunia, tentang seni budaya Islam Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia.

"Kegiatan Ini juga untuk menegaskan pendapat bahwa seni tidak bertentangan dengan Islam. Secara psikologis musik dapat mengantarkan jiwa pendengar untuk berpulang ke alam an-nafs, dimana seluruh jiwa mendapatkan kenikmatan luar biasa yang berasal dari rohani," ungkap Nasaruddin.

Dia menuturkan sufi adalah upaya seseorang mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya dengan cara yang lebih, dibandingkan dengan cara yang umumnya, atau yang dikenal sebagai syariah.

Misalnya dalam gerak-gerik tarian sufi. Ada yang tampil dengan busana serba hitam yang menjelaskan tentang dirinya yang kotor, lalu dibersihkan dengan muncul dalam busana serba putih yang bersih, paparnya

Readmore »

Komunitas Seniman Jalanan Luncurkan Album Minormajor Music



Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional beberapa hari lalu, Komunitas Seniman Jalanan bertempat di Taman Ismail Tarzuki meluncurkan Album Musik, yang dikemas dalam nama Minormajor Music, acara yang digelar secara sederhana tersebut, juga dihadiri pengamat Musik Bens Leo serta musisi ibukota lainnya.
Koordinator Komunitas Seniman Jalanan, Udin Wae mengaku, bahwa album ini merupakan garapan dari hasil seleksi lomba, dan 10 pemenang terbaik kita release dalam satu album, dengan karya mereka masing-masing.
Tema kali ini adalah Bangkit Optimisme Musisi (BOM), dan hari ini kita jadikan momen penting untuk kebangkitan musisi jalanan, bagaimana mereka agar tidak sekedar mencari makan di jalanan, namun benar-benar bisa menjadi seorang musisi, dengan karya-karyanya yang spektakuler serta bisa menghiasi karya musik di tanah air. Dengan Kebangkitan Nasional ini kita ingin terus Kreatif, Aktif dan menuh sangangat, tegasnya.
Readmore »

Lomba Penyanyi Keroncong, Upaya Pembinaan Seniman Keroncong

Musik Keroncong sebagai salahsatu musik asli Indonesia, yang keberadaannya di ibukota Jakarta terus tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan teknologi diera global saat ini, telah mendorong Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, melalui Suku Dinas Kebudayaan, terus melakukan pembinaan lebih lanjut, salah satu wujud pembinaan tersebut adalah dengan menggelar Lomba Penyanyi Keroncong.


Menurut Plh Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dra.Dewi Susanti,MM, bahwa lomba Penyanyi Keroncong yang digelar di Gedung Mis Cicih, Cempaka Baru  Jakarta Pusat ini, juga hasil kerjasama dengan Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia, serta pengelola Gedung Mis Cicih, hal ini guna memberikan ruang apresiasi pada para seniman musik Keroncong. 

Untuk peserta Lomba Keroncong ini, adalah mereka yang berusia 17 hingga 45 tahun, hal ini guna mendorong para remaja dan pemuda agar lebih mencintai musik keroncong, untuk kategori, dibagi dalam dua kategori, yaitu Pria dan Wanita, dengan lagu wajib untuk Pria adalah Dewi Murni dan Hasrat Menyala, lagu pilihan berjudul Melati ditapal batas, Pahlawan Merdeka, Selendang Sutera, sementara untuk wanita lagi wajibnya Keroncong Bersenandung, dengan pilihan Bung Dimana, Rangkaian Melati atau Selendang Sutera.

Sementara untuk kategori berpasangan, lagu pilihan adalah Logam Hitam Tapi Manis, Pepaya, mangga pisang jambu atau Lenggang-lenggang Kangkung. Para pemenang akan memperoleh uang pembinaan, Tropy kejuaraan dan sertifikat, untuk pendaftaran tidak dipungun biaya, alias gratis, ini semua dilakukan sebagai bentuk pembinaan Pemerintah Daerah  melalui Kota Administrasi Jakarta Pusat, dalam membina dan meningkatkan kecintaan masyarakat pada Musik Keroncong, tegas Dra Dewi Susanti, MM. 
hal Senada juga diungkapkan panitia lomba H Gozali, kegiatan ini juga sebagai upaya pembinaan terhadap penyanyi keroncong, kita mendorong agar anak muda dapat mencintai Musik Keroncong, kalau bukan mereka, siapa lagi yang akan melestarikannya, demikian juga lomba ini juga diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas penyanyi keroncong, karena dengan berlomba, maka mereka akan lebih serius lagi untuk meningkatkan kualitasnya, papar H Gozali.
Readmore »

Yayasan Merah Putih Indonesiaku dan DPP KNPI Gelar Aneka Lomba Kreativitas Anak

 Dalam upaya menumbuhkan semangat juang dikalangan Generasi Penerus bangsa, khususnya pada anak-anak usia dini, bertempat di Museum Joang 45, Yayasan Merah Putih Indonesiaku didukung oleh Dewan Pimpinan Pusat DPP KNPI serta Aliansi Wartawan Nusantara menggelar Lomba Melatih Kemampuan Kreativitas Siswa-siswi, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP KNPI DR Aziz Syamsudin, yang diwakili oleh Cupli Risman.

Dalam sambutannya Cupli Risman berpesan pada anak-anak agar meneladani jiwa dan semangat para pejuang, yang telah rela berkorban bagi bangsa dan Negara tanpa pamrih, para pahlawan telah berperang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan ini, oleh sebab itu, kita semua sebagai penerus cita-cita para pahlawan, harus bisa mengisi pembangunan bangsa ini dengan baik, tegas Koordinator Tim Sukses Aziz Syamsudin menuju DKI 1 ini.

Ditempat yang sama, panitia acara, Jennet S juga menegaskan, bahwa lomba kreativitas kemampuan anak ini, juga sebagai upaya dalam memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, bagaimana anak-anak dapat mengapresiasikan bakatnya, baik dalam lomba mewarnai gambar pahlawan, menyanyikan lagu perjuangan, membaca puisi perjuangan, lomba Fashion Show serta lomba baca ayat-ayat pendek.
Para peserta adalah anak-anak TK dan PAUD dari lima wilayah kota, sejumlah 1000 anak didik, para pemenang akan memperoleh Tropy serta hadiah dari sponsor, sebagaimana permintaan peserta, rencana kegiatan ini, akan dijadikan agenda rutin tahunan, ungkap Jennet. 

Readmore »

Seleksi Duta Qasidah, Saring Peserta Lomba LASQI Tingkat Nasional


Untuk menjaring calon peserta dalam lomba Qasidah tingkat nasional, bertempat di Gelanggang Remaja Bulungan Jakarta Selatan,Pengurus LASQI DKI Jakarta, menggelar seleksi, dengan Festival Qasidah Tingkat Provinsi DKI Jakarta, menurut Ketua LASQI DKI Jakarta, yang juga Sekjen LASQI Pusat, Hj Euis Sri Mulyani, bahwa acara kali ini diikuti perwakilan dari lima kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Bagi pemenang, disamping akan diikutsertakan dalam lomba Qasidah tingkat nasional, juga dalam Festival ini akan memperoleh uang pembinaan maupung sertifikat penghargaan, Festival Qasidah juga diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi pada para peserta dari lima wilayah kota serta Kabupaten Kepulauan Seribu, paparnya.

Sementara ditempat yang sama, dalam sambutannya Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, DR Arie Budhiman mengaku bersyukur atas diselenggarakannya Festival Qasidah tingkat Provinsi ini, diharapkan para pemenang yang akan mewakili Provinsi DKI Jakarta, akan dapat terseleksi sengan sebaik-baiknya sehingga yang mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memang mereka yang terbaik, sehingga diharapkan Tim Qasidah dari DKI Jakarta akan mampu meraih juara umum kembali, pintanya.
Readmore »

API Perjuangan Ibu Tien Yang Takpernah Padam




Gagasan besar yang diluncurkan ibu Negara Siti Hartinah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Suharto, 36 tahun silam, untuk melestarikan dan mengembangkan budaya asli Indonesia, yang tersebar diseluruh Nusantara, bukanlah hal yang mudah, karena saat gagasan membangun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tersebut, banyak pihak-pihak yang tidak setuju, bahkan komentar miring hingga demo menolak pembangunan TMII juga berlangsung lama. Namun semangat kebhineka tunggal ika-an tersebut, bagai Api yang terus berkobar yang takpernah kunjung padam, sebagaimana yang kita lihat, saat kita memasuki areal TMII, suatu bangunan tinggi megah dihalaman Sasono Langen Utomo. Yaitu bangunan Tugu Api.

Bagi penerus dan pelestari, dilingkungan TMII, baik mereka yang berada diwilayah Pengelola Taman Mini, maupun Anjungan serta Museum dan sarana hiburan lainnya, seperti Taman Akuarium Air Tawar, Teater Imax Keong Emas, maupun Water Park Snow Bay, semua terus berupaya mengembangkan taman mini, sebagai sarana hiburan dan Pariwisata berbasis budaya dan pendidikan, dan Api Perjuangan yang dahulu digagas oleh ibu Tien tersebut, kini terus dikobarkan hingga seluruh nusantara, bahkan dunia.

Direktur Operasional TMII, Ade F Meliala, dalam jumpa PERS menyambut hari jadi TMII yang ke 36 beberapa waktu lalu juga mengaku, terus melakukan inovasi dan terobosan sesuai komitmen taman mini, sebagai sarana wisata budaya yang terkemuka, serta menjadikan TMII sebagai wahana pelestarian, pengenalan dan pengembangan budaya bangsa serta sarana konservasi Flora - Fauna.

Lebih jauh Ade F Meliala juga menegaskan, bahwa Bangunan bercirikan Rumah Adat Nusantara yang kini berjumlah 33 anjungan, serta didukung dengan koleksi pakaian adat, senjata tradisional maupun informasi potensi sumber daya alam dan potensi Wisata serta kerajinan masyarakat setempat, dalam menyambut hari Jadi ke 36 TMII kali ini, juga akan menampilkan berbagai seni pertunjukan daerah, bahkan dalam iven khusus akan ditampilkan makanan tradisional nusantara, yang akan menyajikan aneka masakan dan kue khas masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Fasilitas lain diseluruh Anjungan TMII, adalah sarana pendidikan Warisan Budaya, masyarakat khususnya generasi penerus bangsa, dapat sejak dini berlatih seni sesuai selera masing-masing, anak-anak dapat memilih jenis kesenian tradisional, apakah kesenian Aceh, Sumetera Utara, Sumatera Barat, Seni Sunda, Kesenian Betawi, kesenian masyarakat Jawa Tengah, Bali hingga Keseninan tradisional masyarakat Papua juga dapat dipelajari dan diperdalam di anjungan masing-masing, bahkan bagi investor yang ingin memperoleh informasi potensi Wisata serta SDA lain, juga dapat diperoleh di Anjungan, hal tersebut sebagai upaya Anjungan sebagai sarana Promosi potensi daerah.

Diakuinya berbagai iven kesenian tingkat nasional juga digelar di TMII, mulai dari Parade Budaya Nusantara, Festival Tari Nusantara, Parede Lagu Daerah hingga Festival Reog maupun iven lomba lainnya, bahkan taksedikit organisasi masyarakat turut mengembangkan budaya Nusantara di TMII, seperti Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia yang telah menggelar Vestival Sambel Nusantara, Vestival Kue Nusantara, Vestival Masakan Nusantara hingga Vestival Hantaran, ini semua sebagai wujud kecintaan masyarakat terhadap pengembangan dan pelestarian warisan budaya nusantara, dan diharapkan dengan keberadaan dan peran Taman Mini Indonesia Indah ini, dapat juga menjadi pijakan penentuan proses pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia, dimasa kini dan masa depan, tegas Ade F Meliala.




TMII Sarana Pengembangan Budaya Nusantara
Dalam upaya meningkatkan motivasi kreativitas bagi para seniman yang ada di daerah-daerah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), senantiasa menggelar berbagai pertunjukan Seni dan Iven Lomba tingkat Nasional, baik dengan Parade Lagu Daerah, Parade Tari Nusantara, maupun iven Festival seperti yang digelar Anjungan DKI dengan Festival Band, Festival Nasyid, Festival Marawis, Festival Musik Jalanan, Festival Band maupun Anjungan Jawa Timur dengan Festival Reog, serta anjungan lain seperti Anjungan NAD, Anjungan Sumatera Barat, Anjungan Sumatera Utara serta yang lain, yang aktif memberikan ruang bagi seniman untuk terus berkreasi.
Direktur  Operasional Ade F Meyliala mengaku bahwa Pergelaran Parade Lagu Daerah, Parade Tari Nusantara maupun berbagai perlombaan seni dilingkungan TMII, merupakan bagian dari upaya pembinaan TMII para seniman, karena dengan mereka berlomba, maka kreativitas seni akan terus ditingkatkan, apalagi iven Parade Lagu dan Parade Tari Nusantara adalah Tari Kreasi Baru, sehingga dengan kegiatan tersebut,  banyak juga hasil kreasi seni yang sangat spektakuler, layak tonton dan layak jual, sehingga kesejahteraan para seniman otomatis juga akan meningkat. Iven tersebut  juga diharapkan akan dapat meningkatkan Persatuan dan Kesatuan, dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika.
Sarana Apresiasi lain yang digelar di TMII adalah Pesona Budaya maupun paket Kesenian yang digelar oleh Anjungan. Dimana pergelaran tersebut disamping memperkenalkan seni budaya lokal, juga sarana promosi potensi Budaya, Wisata, SDA maupun Produk Kerajinan dan makanan tradisional masyarakat setempat, yang pada akhirnya diharapkan mampu menarik investasi asing maupun investor lokal untuk menanamkan  modalnya di daerah, ungkap Ade F Meyliala.
Hal yang sama juga diungkapkan Bupati Poso Drs.Piet Inkirawang, MM saat mendampingi para seniman Kabupaten Poso yang tampil di TMII dalam Malam Pesona Budaya Anjungan Sulawesi Tengah TMII, pihaknya merasa bersyukur dapat menampilkan kesenian masyarakat Poso di TMII yang juga dihadiri para Duta Besar Negara Sahabat, sehingga masyarakat ibukota maupun internasional akan lebih mengenal jenis kesenian masyarakat Poso, kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor untuk menanamkan modalnya dibidang Pariwisata, Kelautan, Perkebunan maupun Tambang ke Kabupaten Poso, paparnya.
 Hal senada juga diungkapkan Bupati Demak, Drs H Tafta Zani,MM yang selalu mendukung Duta Seni Kabupaten Demak di Anjungan Jawa Tengah TMII, dalam mempromosikan potensi daerah ke luar Demak, Pergelaran Kesenian juga sebagai upaya untuk mempromosikan seni budaya maupun potensi lain pada masyarakat luas, agar kesenian Indonesia tidak di klaim oleh Negara tetangga, dan pihaknya yakin dengan seringnya Tim Kesenian Daerah menggelar pertunjuka keluar Demak, maka Kabupaten Demak juga akan semakin dikenal, sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi masyarakat untuk mengunjungi Kabupaten Demak, harapnya.(Pry).



Readmore »

Ani Fajar Pajaitan : PKK Dukung Pengembangan KKTPQ Dan PAUD

Bertempat di kantor KUA Kecamatan Pulogadung, disela acara Maulid Nabi Mohammad SAW, yang digelar Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kec Pulogadung, mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Ani Fajar Panjaitan dalam sambutanya menegaskan, bahwa Tim Penggerak PKK akan terus mendukung upaya pengembangan Kelompok Kerja Taman Pendidikan Alquran (KKTPQ) serta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam upaya mencerdaskan dan mendidik anak-anak usia dini.  
Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, juga memberikan apresiasi yang tinggi, pada seluruh jajaran Penyuluh KUA Kecamatan Pulogadung yang telah menggelar berbagai lomba, seperti lomba baca ayat-ayat pendek, lomba sholat berjamaah, lomba berbusana muslim, lomba mewarna serta lomba lainnya, karena dengan lomba, maka anak-anak akan lebih kreatif dan berani tampil didepan umum, serta lebih mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Ani Fajar juga meminta pada seluruh masyarakat serta pengurus KKTPQ dan jajara KUA Pulogadung untuk membantu program pemerintah, seperti masalah penanganan sampah, kebersihan lingkungan, ketertiban, keamanan maupun masalah sosial lainnya, sebagai pengurus Tim Penggerak PKK DKI, merasa prihatin karena setiap ada masalah apakah kemacetan maupun sampah Pemerintah Daerah selalu disalahkan, padahal untuk mengatasi hal tersebut adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat itu sendiri, oleh sebab itu mari kita secara bersama-sama mengatasi permasalahan yang ada di ibukota Jakarta ini, pintanya.
Ditempat yang sama, Kepala KUA Kecamatan Pulogadung, Drs H Abdullah, MM juga mengaku sangat mendukung aktifitas KKTPQ maupun PAUD yang senantiasa membentengi anak-anak dari pengaruh negatif diera global ini, dengan kegiatan Gema Maulid maupun Puncak Peringatan Maulid Nabi Mohammad SAW, kali ini diharapkan kita semua termasuk anak-anak dapat meneladani Rasulullah, sehingga 10 atau 20 tahun lagi, anak-anak dapat menjadi pemimpin di negeri ini yang tangguh serta dilandasi dengan aklak mulia, serta mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang aman, damai dan sejahtera, karena anak-anak saat ini ibarat kertas selembar yang putih, mau kita goreskan apa maka itulah yang ada dijiwa anak-anak, oleh sebab itu mari kita tanamkan ilmu, iman dan Takwa (Imtaq) pada anak-anak sekarang ini, pinta H Abdullah.
Readmore »

Lomba Marawis Tingkat Tsanawiyah dan Aliyah Se-Jabodetabek, Sarana Apresiasi Seni Islami



Dalam mengisi Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) yang ke 65, Kementrian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan lomba Marawis tingkat Tsanawiyah dan Aliyah se-Jabodetabek, para peserta adalah pemenang lomba Marawis Tsanawiyah dan Aliyah tingkat Kabupaten/Kota, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. DR Nasaruddin Umat, MA.

Didepan para wartawan Prof Nasarudin Umar mengaku sangat mendukung kegiatan lomba marawis ini, guna meningkatkan kecintaan generasi muda pada seni yang bernusansa Islami, dari pada kita mengembangkan kesenian dari Negara Barat, lebih baik kita kembangkan kesenian kita sendiri, apalagi seni Marawis ini mengandung ajaran agama, untuk membangun karakter generasi bangsa, paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua panitia pelaksana lomba Mawaris tingkat Tsanawiyah dan Aliyah, Dra Hj Euis Sri Mulyani, Mpd, bahwa Peserta lomba adalah wakil dari Kabupaten/Kota se-Jabodetabek, dengan mengambil tempat di Sasana Amal Bhakti ini, mereka akan berlomba memperebutkan Tropy Kejuaran, dan untuk pemenang juga akan memperoleh uang pembinaan.

Untuk kejuaraan Marawis akan diambil 6 kejuaraan, yang terdiri dari Juara 1,2 dan 3 tingkat Madrasah Tsanawiyah dan juara 1,2 dan 3 tingkat Madrasah Aliyah, lagu yang dibawakan adalah lagu Sholawat cinta Rasul, untuk dewan juri adalah 3 orang, dari pakar Mawaris yaitu dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Lembaga Qasidah Indonesia (LASQI) dan dari Kementrian Agama RI,

Tujuan dari lomba seni Mawaris ini adalah dalam rangka membina dan mengembangkan seni budaya bernuansa Islami, dalam hal ini adalah seni Marawis, bagi siswa-siswi dilingkungan Madrasah, dengan lomba ini kita juga berharap kreatifitas seni Mawaris pada siswa-siswi akan semakin meningkat, tegas Euis Srimulyani, yang juga Sekjen DPP LASQI.

Sementara Sekretaris Panitia Hari Amal Bhakti Kemenag RI, Syihabudin Latief yang juga Kabid Pemberdayaan dan Analisa Data Kemenag RI, disela acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa Kementrian Agama RI akan terus menumbuhkembangkan seni Islami khususnya Mawaris, karena seni Mawaris bukan saja memberikan hiburan, tetapi juga mampu meningkatkan budi pekerti para pelajar, cintailah warisan leluhur, karena mereka telah berjasa mengislamkan serta menyatukan umat Islam, dimana seni Mawaris telah berjasa dalam berdakwah di Indonesia selama ini.

Diakuinya dahulu seni Marawis hanya diajarkan di Pondok Pesantren, namun saat ini semua Madrasah di Jabodetebek juga terus mengembangkan seni Mawaris, oleh sebab itu Kemenag RI akan terus mengembangkan dan membina sanggar seni yang ada, lomba ini adalah wadah apresiasi bagi siswa-siswi madrasah untuk terus berkarya, dan bagi pemenang akan kita lakukan pembinaan lebih lanjut, agar seni Marawis akan dapat tumbuh subur dikalangan siswa-siswi, ungkap Syihabudin Latief.

Readmore »

Kombet Si Angkri Jagoan Pasar Ikan, Meriahkan Panggung TIM



Setelah menghibur warga Jakarta dengan tampil berkeliling dilima wilayah kota se-Provinsi DKI Jakarta, Grub Kesenian Tradisional Komedi Betawi (Kombet), dengan dukungan artis ibukota Bachtiar, Paul, Hj. Nori, Madih, Yanto Tampan, Riyanto, Mia Abnon, Marong, Kubil, Edi Oglek, Moi, Rudi Sipit, Jaya, Hanji, Rita Hamzah dan Djafar yang kini dibawah binaan Yayasan Kombet tampil menghibur warga Jakarta di Taman Ismail Marzuki.

Sutradara Kombet, Syaiful Amri disela acara tersebut mengaku bahwa setelah Kombet mendirikan Yayasan, kini terus melakukan sosialisasi agar warga Jakarta dapat mengenal salahsatu kesenian asli Betawi, yaitu Komedi Betawi, sebuah kolaborasi kesenian Lenong Modern dengan musik Gambang Kromong, sehingga tampilan yang disajikan lebih menarik, juga bisa diterima anak-anak muda.

Disamping itu cerita yang ditampilkan adalah cerita yang selama ini berkembang di masyarakat, kami selalu menampilkan cerita Toponimi, yaitu cerita asal muasal nama jalan atau nama kampung di Jakarta, sehingga penonton bukan saja menikmati hiburan, namun juga mengerti akan sejarah Jakarta, papar Syaiful Amrie.

Untuk cerita kali ini ditampilkan Toponimi Si Angkri Jagoan Pasar Ikan, dimana Si Angkri adalah jagoan pasar ikan, di daerah pasar ikan Angkri bagaikan tuan saja, setiap kali dia datang harus ada upeti, kalau tidak ada yang mau memberi, Angkri tidak segan-segan memukul orang tersebut bahkan dengan goloknya orang itu ditebasnya, dia mau mempunyai anak buah yang bernama Madun dan Ba’i. Kalau Angkri tidak bisa datang menagih upeti, maka yang adatang adalah Madun dan Ba’i, dengan tampilnya para pendukung artis papan atas ibukota, juga diharapkan dapat lebih menyemarakkan pergelaran kali ini, tegas Syaiful Amri.

Readmore »

Peringatan 1 Muharam, FKMT Jaktim Gelar Lomba MTQ dan Shalawat



Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) Jakarta Timur, di Aula Kantor Kemenag Jaktim beberapa waktu lalu menggelar acara puncak peringatan Muharam, dalam rangkaian kegiatan, FKMT menggelar kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Lomba Shalawat tingkat Jakarta Timur, acara tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Jakarta Timur, Drs. H Ahmadi, MM.

Ketua Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) Jakarta Timur, Hj Olis Sri Murni disela acara tersebu pada wartawan menjelaskan, bahwa kegiatan Gema Muharram kali ini juga diisi dengan kegiatan sosial, berupa santunan anak yatim dari 10 Kecamatan, dan panitia juga menggelar Lomba MTQ dan Shalawat Tingkat Kota Jakarta Timur, dan kegiatan ini juga merupakan agenda rutin dari FKMT Jakarta Timur.
FKMT juga terus melakukan pembinaan pada Majelis Ta’lim ditingkat Kecamatan, dengan membentuk FKMT ditingkat Kecamatan, melalui Peringatan Muharam ini kita juga ingin meningkatkan kepedulian sesama, dengan Gema Muharam ini juga diharapkan Ulama dengan Umaroh bisa bersatu, pinta Hj Olis

Sementara dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Administrasi Jakarta Timur, Drs. H Ahmadi,MM, juga berkenan menyerahkan Tropy Kejuaraan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an, serta pemenang lomba Shalawat tingkat Kota Jakarta Timur. Serta memberikan santunan pada anak Yatim Piatu dari 10 Kecamatan Se-Jaktim.

Didepan para wartawan, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Administrasi Jakarta Timur, Drs. H Ahmadi,MM, mengaku mendukung upaya yang dilakukan FKMT dalam meningkatkan keimanan umat, dan dirinya berharap keberadaan Majelis Ta’lim di Jakarta Timur dapat eksis dalam meningkatkan pemahaman peserta, sehingga pemahaman umat muslim di Jakarta Timur ini betul-betul memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya, karena pada kenyataannya umat Islam sebagai agama terbesar di Indonesia, masih lemah dalam pemahaman ajaran Islam, saat ini masih jauh yang mengamalkan ajaran Islam, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan sekali dengan makin banyaknya majelis Ta’lim di Jakarta Timur ini, dapat meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama.

Ditahun baru Islam 1432 H ini, juga diharapkan kedamaian diwilayah Jakarta Timur ini juga semakin meningkat, kita juga terus melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur ini, untuk menciptakan masyarakat yang damai, tentram, sejahtera, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Penamas, Kantor Kemenag Jaktim, Drs. HM Sanusi, dengan momentum Hijriyah ini, diharapkan kehidupan masyarakat akan semakin lebih baik, artinya Muharam kali ini dapat menjadi bahan evaluasi serta introspeksi bagi semua masyarakat muslim, khususnya yang ada di Jakarta Timur, akan semakin baik, dan Jakarta Timur, tetap Kondusif, Aman dan Sejahtara. Dan melalui Pengajian Rutin ini masyarakat akan lebih decerahkan melalui Majelis Ta’lim, pintanya.

Readmore »

Mpok Nori dan Opik Kumis Meriahkan Pergelaran BLK Jakpus

Iringan musik Gambang Kromong terus berkumandang seakan memanggil warga Tanah Abang yang tinggal disekitar Balai Latihan Kerja (BLK) Jakarta Pusat, merekapun berbaur ditengah tamu undangan untuk bersama-sama menyaksikan Pertunjukan Kesenian Terpilih hasil pelatihan di Balai Latihan Kesenian Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Tepuk tangan seringkali dilontarkan pada penampilan Seniman Lenong Betawi Mpok Nori, Jaya Noim, Opik Kumis yang turut tampil memeriahkan tampilan Teater Tradisional Betawi tersebut, dari raut muka pengunjung yang penuh senyum, seakan menggambarkan kegembiraan, dengan pertunjukan yang digelar di halaman BLK Jakarta Pusat, yang dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Tinia Budiarti.

Dalam sambutannya, Kepala Upt BLK Jakpus, Dra Roosdiana Rachman, menjelaskan, bahwa Pergelaran Kesenian Terpilih ini merupakan penampilan hasil pelatihan yang digelar di BLK Jakpus tahun ini, untuk memberikan kesempatan para pelaku seni, untuk terus berkreasi, serta memberikan apresiasi masyarakat mengenai kesenian Betawi,sehingga masyarakat ikut termotivasi untuk melestarikan kesenian daerah sendiri.
Beberapa jenis Kesenian yang ditampilkan diantaranya, Seni Tari Betawi, Seni Musik Tradisi, Seni Musik Marawis, Gambang Kromong, Nasyid serta Teater Tradisional Betawi. Pergelaran hasil pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas seni bagi para pelaku seni, untuk terus berkreasi, papar Roosdiana.

Wakil Kepala Disparbud DKI, Tinia Budiarti saat membuka acara tersebut juga mengaku sangat mendukung upaya BLK Jakpus yang terus memberikan perlatihan pada para pelaku seni maupun Guru, hal tersebut guna terus menggali,melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat, khususnya seni Budaya Betawi, sehingga kedepan beberapa jenis Kesenian Betawi yang telah dikembangkan di BLK dapat semakin berkembang diwilayah Jakarta Pusat ini, pintanya.
Readmore »

Band Papan Atas Akan Tampil Sambut Tahun Baru di TMII


Disamping kesenian tradisional yang akan tampil menyambut tahun baru di TMII, beberapa grub Band papan atas seperti Band J-Rock, Band KOTAK, Band Cokelat, Band Omelette serta Band yang lain, juga akan tampil menghibur pengujung taman mini

Menurut Direktur Pemasaran TMII Mas’ud Thoyib, penampilan Band Papan atas tersebut, digelar di Arsipel guna menarik pengunjung khususnya kawula muda menyambut tahun baru, serta menyaksikan Kembang Api, sementara dalam penampilan Konser Amal pada tgl 26 Desember, ditempat Konser juga digelar Nonton Bareng, dilayar Lebar Arsipel.

Melalui Konser Amal/Chrity Show dengan Tajuk “Untuk Negeri Dengan Cinta”, tersebut untuk tiket masuk TMII yang juga untuk menyaksikan pergelaran Band Gigi dan J-Rock sebagian dananya akan diberikan pada masyarakat korban Bencana Merapi, Mentawai dan Wasior, , papar Mas’ud.
Readmore »

Anjungan DKI TMII, Gelar Festival Tata Boga



Dalam upaya memberikan ruang bagi masyarakat dalam mengembangkan kuliner, bertempat di Anjungan PRovinsi DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), digelar Festival Tata Boga, acara tersebut diikuti oleh beberapa ibu-ibu PKK yang mewakili Pemerintah Kota se-DKI Jakarta maupun Kabupaten Pulau Seribu.

Berbagai makanan ala Betawi dilombakan, demikian juga makanan ringan serta minuman, seperti Sayur Gabus Pucung, Soto Betawi, Sayur Asem Betawi, Becak Bandeng, Sayur Lodeh, Asinan Betawi, Kue Janda Mengandang, Kue Selendang Mayang, Dodol Betawi dan kue kering lainnya tersedia di stan-stan ibu PKK dari Limba Kota dan Kabupaten Pulau Seribu.

Menurut Kepala Upt Anjungan DKI, Drs H Sumarno, bahwa Festival Tata Bota yang juga digelar bersamaan dengan Festival Tembang Kenangan tersebut, merupakan agenda rutin Anjungan dalam memberi raung pada penggemar kuliner maupun pecinta tembang kenangan, untuk terus berkreasi, dibidang tata boga, bagaimana kita dapat menggali jenis masakan Betawi yang sudah hilang, dan dengan lomba ini, maka akan kita dapatkan resep-resep baru masakan Betawi dan kedepan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI akan membuat buku resep, khas Betawi.

Untuk pemenang, panitia telah menyediakan berbagai hadiah kejuaraan berupa Tropy, Sertifikat penghargaan dan uang pembinaan, bahkan dalam final ini, disamping juara 1,2,3 serta harapan 1,2,3  juga akan diberikan pemenang sajian terkreatif serta sajian terbaik, ungkap H Sumarno.

Untuk kali ini, Tim Penggerak PKK Kelurahan Pulau Tidung, dibawah bimbingan Ketua PKK Pulau Tidung, Asmaeni Bunyamin, berhasil meraih juara sajian terkreatif, stan yang unik tersebut menyajikan aneka masakan dengan dekorasi saung beratapkan daun kelapa.
Menurut  tim juri yang menilai stan Pulau Tidung mengaku sangat kreatif dan unik dan berbeda dengan wilayah lain. "Tim PKK Pulau Tidung sudah memberikan yang terbaik di ajang festival tingkat Provinsi DKI Jakarta ini. Berbagai makanan ala Betawi yang terdapat di Kepulauan Seribu seperti Kue Janda Mengandang, Kue Selendang Mayang dan kue kering lainnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Seribu, Yuliani Ludfi mengaku siap menyukseskan Festival Tata Boga untuk tahun depan, dan Kepulauan Seribu akan menampilkan berbagai makanan yang unik lainya.ungkapnya.
Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA