Tampilkan postingan dengan label Jabotabek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jabotabek. Tampilkan semua postingan
DPC Ormas MKGR Jakpus Gelar Muscab Bukti Soliditas Organisasi
Bertempat di Gedung Juang Jakarta, Ormas MKGR Cabang Jakarta Pusat menggelar Musyawarah Cabang hadir dalam kegiatan tersebut 120 orang perwakilan dari Pengurur PAC 8 Kecamatan dan 44 Ranting/kelurahan se-Jakarta Pusat.
Ketua panitia Muscab MKGR Jakpus, Andre Jakartaty disela acara tersebut pada Wartawan menjelaskan bahwa muscab ini bukti kebangkitan MKGR, karena selama ini fakum dan kini kita perkuat konsolidasi hingga kepengurusan tingkat Kelurahan.
Kalau selama ini kepengurusan adalah pegawai negri, namun saat ini kepengurusannya nurni dari masyarakat non PNS, sehingga kita yakin peran MKGR DKI, khususnya Jakarta Pusat akan semakin dirasakan keberadaannya di masyarakat Jakarta, tegas Andre Jakartaty.
Kepala Kesbangpol Jakpus yang mewakili Walikota Jakpus juga mengaku berterimakasih atas bantuan Ormas MKGR dalam turutserta menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta, kita yang sebentar lagi menggelar Pilkada, kita berharap Ormas MKGR juga menjaga ketertiban, agar tidak menyebarkan isu Sara, Ormas MKGR Harus bermanfaat bagi warga Jakarta, pintanya.
Basri Baco, SE. Ketua DPD Ormas KMGR Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan bahwa dalam Pilkada DKI 2017 mendatang, kita sudah menginstuksikan agar seluruh jajaran Ormas MKGR DKI dapat menjaga ketertiban, jangan terpancing provokasi yang mengatasnamakan SARA, antara MKGR dan Pemkot Jakarta Pusat memiliki hubungan yang historikal dan emosional, jadi kita siap membantu pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pilkada DKI.
Pada Ketua terpilih serta pengurus baru, hendaknya terus membangun konsolidasi dan mempersiapkan kader untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan pilkada DKI nanti.
Saat disinggung akan calon yang maju dalam Pilkada, Basri Baco, SE menegaskan bahwa hingga saat ini belum menentukan siapa yang akan dipilih, tetapi akan melihat situasi, jika tidak ada yang lebih baik daripada Ahok maka kita akan pilih Ahok, tegasnya.
Labels: Jabotabek
Ternyata Aziz Syamsuddin Lebih Unggul Daripada Kandidat Lain
Di tengah pertarungan kandidat Ketua Umum Partai Golkar yang semakin tajam, nama Aziz Syamsuddin ternyata menjadi calon ketua umum paling populer di antara pemilik suara. Popularitas Aziz mencapai 26 persen.
Hal ini sebagaimana diketahui dari hasil tim survei media hariannegeri.com. Survei ini dilakukan pada tanggal 22 Maret sampai dengan 20 april 2016.
Survei digunakan dengan metode pengisian kuesioner. Peserta kuesioner adalah ketua DPD II Kabupaten/Kota Partai Golkar.
Sebagaimana informasi dari tim sukses Aziz, peserta yang mau mengisi kuesioner berjumlah 412 orang dari 512 orang jumlah total ketua DPD II kabupaten kota partai Golkar. Pengisian kuesioner sendiri dilaksanakan di daerah masing-masing dan langsung didatangi oleh tim survei hariannegeri.com.
Di bawah popularitas Aziz ada Ade Komarudin (21 persen), Seyta Novanto (20 persen), Idrus Marham (11 persen), Sahrul Yasin Linpo (10 persen), Mahyudin (6 persen) dan Erlangga Hartato (6 persen).
Hal ini sebagaimana diketahui dari hasil tim survei media hariannegeri.com. Survei ini dilakukan pada tanggal 22 Maret sampai dengan 20 april 2016.
Survei digunakan dengan metode pengisian kuesioner. Peserta kuesioner adalah ketua DPD II Kabupaten/Kota Partai Golkar.
Sebagaimana informasi dari tim sukses Aziz, peserta yang mau mengisi kuesioner berjumlah 412 orang dari 512 orang jumlah total ketua DPD II kabupaten kota partai Golkar. Pengisian kuesioner sendiri dilaksanakan di daerah masing-masing dan langsung didatangi oleh tim survei hariannegeri.com.
Di bawah popularitas Aziz ada Ade Komarudin (21 persen), Seyta Novanto (20 persen), Idrus Marham (11 persen), Sahrul Yasin Linpo (10 persen), Mahyudin (6 persen) dan Erlangga Hartato (6 persen).
Labels: Jabotabek
"Wanita Emas" Serahkan Formulir Pendaftaran Cagub, Ke DPD PDIP
Wanita Pengusaha Hasnaeni Moein, yang juga dikenal dengan julukan “wanita emas” setelah mendeklarasikan diri siap maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, pada Pilkada DKI 2017 mendatang, kini terus melakukan pendekatan ke beberapa Partai Politik, dan siap memaparkan visi, misi maupun program kerja jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Salahsatu Parpol yang di sambanginya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dimana Partai yang di komandoi oleh Tokoh Nasional mantan Presiden RI ke 5, Megawati Soekarnoputri tersebut, telah membuka pendaftaran pada Putra-putri terbaik bangsa, untuk mengikuti seleksi Calon Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan.
Pada Senin (18/4), Hasnaeni disambut oleh Bendahara DPD PDI Perjuangan, Ady Wijaya untuk mengembalikan formulir pendaftaran Calon Gubernur DKI Jakarta, dan siap untuk mengikuti proses seleksi berikutnya.
Hasnaeni juga merasa terhormat bisa menjadi bakal calon Gubernur dari PDI Perjuangan. Suatu kehotrmatan bagi saya bisa mendaftar di PDI Perjuangan. Mudah-mudahan dapat dukungan, karena PDI-P satu-satunya partai yang bisa mengusung sendiri.
Hasnaeni berharap partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu dapat mengusung dirinya menjadi orang nomor satu di DKI. “Semoga saya bisa dapat dukungan dari PDIP karena kita lihat ibu Megawati wanita hebat dan bertangan dingin jadi saya harus banyak belajar dari beliau, terbukti beliau sudah mencetak Presiden dan beberapa Kepala Pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Ia mengaku, tidak mengkhawatirkan pesaing-pesaing politiknya yang juga akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 karena itu berarti memberikan ruang lebih luas bagi warga Ibu Kota untuk memilih pemimpinnya.
Mengenai calon wakil gubernur, Hasnaeni menyatakan kesediaannya dipasangkan dengan siapapun. “Kalau saya terserah partai dan masyarakat, yang penting kita menginginkan pemimpin yang harus bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat,” katanya.
Sementara Bendahara DPD PDIP DKI Jakarta, Ady Wijaya, setelah menerima formulir dari Hasnaeni di kantor DPD PDIP Jakarta pada wartawan menjelaskan, bahwa Ibu Hasnaeni merupakan peserta seleksi Calon Gubernur DKI Jakarta, yang pertama menyerahkan berkas administrasi, diantara 23 Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, mudah-mudahan ibu terpilih sebagai Calon Gubernur dari PDI Perjuangan, paparya. (Nurul).
Salahsatu Parpol yang di sambanginya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dimana Partai yang di komandoi oleh Tokoh Nasional mantan Presiden RI ke 5, Megawati Soekarnoputri tersebut, telah membuka pendaftaran pada Putra-putri terbaik bangsa, untuk mengikuti seleksi Calon Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan.
Pada Senin (18/4), Hasnaeni disambut oleh Bendahara DPD PDI Perjuangan, Ady Wijaya untuk mengembalikan formulir pendaftaran Calon Gubernur DKI Jakarta, dan siap untuk mengikuti proses seleksi berikutnya.
Hasnaeni juga merasa terhormat bisa menjadi bakal calon Gubernur dari PDI Perjuangan. Suatu kehotrmatan bagi saya bisa mendaftar di PDI Perjuangan. Mudah-mudahan dapat dukungan, karena PDI-P satu-satunya partai yang bisa mengusung sendiri.
Hasnaeni berharap partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu dapat mengusung dirinya menjadi orang nomor satu di DKI. “Semoga saya bisa dapat dukungan dari PDIP karena kita lihat ibu Megawati wanita hebat dan bertangan dingin jadi saya harus banyak belajar dari beliau, terbukti beliau sudah mencetak Presiden dan beberapa Kepala Pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Ia mengaku, tidak mengkhawatirkan pesaing-pesaing politiknya yang juga akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 karena itu berarti memberikan ruang lebih luas bagi warga Ibu Kota untuk memilih pemimpinnya.
Mengenai calon wakil gubernur, Hasnaeni menyatakan kesediaannya dipasangkan dengan siapapun. “Kalau saya terserah partai dan masyarakat, yang penting kita menginginkan pemimpin yang harus bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat,” katanya.
Sementara Bendahara DPD PDIP DKI Jakarta, Ady Wijaya, setelah menerima formulir dari Hasnaeni di kantor DPD PDIP Jakarta pada wartawan menjelaskan, bahwa Ibu Hasnaeni merupakan peserta seleksi Calon Gubernur DKI Jakarta, yang pertama menyerahkan berkas administrasi, diantara 23 Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, mudah-mudahan ibu terpilih sebagai Calon Gubernur dari PDI Perjuangan, paparya. (Nurul).
Labels: Jabotabek
Hasnaeni Moein Hadiri Diskusi Komunitas Anak Kampung Jakarta
Bertempat di Kampung Resto, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, pada Minggu 17 April 2016, Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Hasnaeni Moein atau yang dikenal dengan sebutan Wanita Emas menghadiri Diskusi yang digelar Komunitas Anak Kampung dengan topik Menciptakan Jakarta Teguh Beriman, hadir juga dalam acara tersebut, Balongub DKI, Yusril Ihza Mahendra, Eki Pitung, dan Biem Benyamin.
Disela acara tersebut, Hasnaeni pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya prihatin dengan banyaknya penggusuran di DKI Jakarta ini, padahal Gubernur seharusnya bisa memberikan perlindungan kepada warganya agar bisa melakukan aktifitas usaha dan mencari makan dimana mereka tinggal, oleh sebab itu jika dirinya diberi amanah oleh masyarakat Jakarta, maka keberadaan kampung yang masih kumuh akan ditata, dan tidak ada penggusuran.
Sebagai warga Jakarta, kita harus bisa menghargai budaya lokal, apalagi sudah ada Perda Pelestarian Budaya Betawi, seharusnya Seni Budaya Betawi diberi tempat yang istimewa, seperti penyambutan tamu negara harus disambut dengan kesenian tradisional masyarakat Betawi, jangan lagi ada ondel-ondel yang mengemis, tetapi Ondel-ondel harus bisa tampil di Hotel Berbintang maupun di Tempat Wisata yang ada di DKI Jakarta ini, ungkap Wanita Emas.
Sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, dirinya bersyukur bisa diterima oleh Masyarakat Betawi, hari ini 80 elemen masyarakat Betawi hadir disini dan siap mensukseskan Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, artinya kalau memang mereka menginginkan saya untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, maka saya akan siap mengemban amanah tersebut, dan jika hal itu berhasil, maka keberhasilan bukan karena diri saya, tetapi keberhasilan kita semua, tegas Hasnaeni.
Saat disinggung akan program pembangunan, Wanita Emas ini menegaskan, bahwa Program Pembangunan harus Pro Rakyat, dimana saat ini kesenjangan antara Si Kaya dan Si Miskin cukup mencolok, oleh sebab itu nantinya harus ada kepedulian pada masyarakat, dengan membangun sektor UKM, melalui pemberian modal usaha bagi masyarakat kecil, memberikan fasilitas usaha, DKI Jakarta APBD cukup besar dan mampu melakukan hal tersebut, yang penting adalah kebijakan Pemda yang Pro Rakyat, tegas Wanita Emas.
Sementara Koordinator Komunitas Masyarakat Teguh Beriman, Fajri Husen menegaskan, bahwa kita berharap, kepada siapa pun Gubernur DKI yang akan terpilih nanti, agar mampu melestarikan budaya dan dapat mengatasi permasalahan yang ada di Jakarta, Gubernur harus bisa menciptakan Jakarta yang Teguh Beriman, melalui diskusi ini, kita coba bangkit dari keterpurukan. Melestarikan sisa-sisa eksistensi adat dan budaya masyarakat kampung, diskusi ini juga sebagai program utama sebagai media pencerahan bagi masyarakat DKI Jakarta yang berasal dari anak kampung Kota Jakarta, ujarnya.
Menurut Ustad Fajri Husen bahwa Moto Jakarta Teguh Beriman sebenarnya sudah dicanangkan oleh Gubernur terdahulu, Suryadi Sudirja, bahkan sudah ada Perdanya, hanya saja beberapa tahun ini program tersebut ditinggalkan, sehingga banyak pimpinan di DKI Jakarta yang kurang beriman, dengan melakukan penggusuran dan menghancurkan tempat usaha dan tempat tinggal masyarakat Jakarta, kita tidak ingin kampung kita terus digusur-gusur, mari kita jaga dan pertahankan kampung kita, tegas Ustad Fajri. (Nurul)
Disela acara tersebut, Hasnaeni pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya prihatin dengan banyaknya penggusuran di DKI Jakarta ini, padahal Gubernur seharusnya bisa memberikan perlindungan kepada warganya agar bisa melakukan aktifitas usaha dan mencari makan dimana mereka tinggal, oleh sebab itu jika dirinya diberi amanah oleh masyarakat Jakarta, maka keberadaan kampung yang masih kumuh akan ditata, dan tidak ada penggusuran.
Sebagai warga Jakarta, kita harus bisa menghargai budaya lokal, apalagi sudah ada Perda Pelestarian Budaya Betawi, seharusnya Seni Budaya Betawi diberi tempat yang istimewa, seperti penyambutan tamu negara harus disambut dengan kesenian tradisional masyarakat Betawi, jangan lagi ada ondel-ondel yang mengemis, tetapi Ondel-ondel harus bisa tampil di Hotel Berbintang maupun di Tempat Wisata yang ada di DKI Jakarta ini, ungkap Wanita Emas.
Sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, dirinya bersyukur bisa diterima oleh Masyarakat Betawi, hari ini 80 elemen masyarakat Betawi hadir disini dan siap mensukseskan Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, artinya kalau memang mereka menginginkan saya untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, maka saya akan siap mengemban amanah tersebut, dan jika hal itu berhasil, maka keberhasilan bukan karena diri saya, tetapi keberhasilan kita semua, tegas Hasnaeni.
Saat disinggung akan program pembangunan, Wanita Emas ini menegaskan, bahwa Program Pembangunan harus Pro Rakyat, dimana saat ini kesenjangan antara Si Kaya dan Si Miskin cukup mencolok, oleh sebab itu nantinya harus ada kepedulian pada masyarakat, dengan membangun sektor UKM, melalui pemberian modal usaha bagi masyarakat kecil, memberikan fasilitas usaha, DKI Jakarta APBD cukup besar dan mampu melakukan hal tersebut, yang penting adalah kebijakan Pemda yang Pro Rakyat, tegas Wanita Emas.
Sementara Koordinator Komunitas Masyarakat Teguh Beriman, Fajri Husen menegaskan, bahwa kita berharap, kepada siapa pun Gubernur DKI yang akan terpilih nanti, agar mampu melestarikan budaya dan dapat mengatasi permasalahan yang ada di Jakarta, Gubernur harus bisa menciptakan Jakarta yang Teguh Beriman, melalui diskusi ini, kita coba bangkit dari keterpurukan. Melestarikan sisa-sisa eksistensi adat dan budaya masyarakat kampung, diskusi ini juga sebagai program utama sebagai media pencerahan bagi masyarakat DKI Jakarta yang berasal dari anak kampung Kota Jakarta, ujarnya.
Menurut Ustad Fajri Husen bahwa Moto Jakarta Teguh Beriman sebenarnya sudah dicanangkan oleh Gubernur terdahulu, Suryadi Sudirja, bahkan sudah ada Perdanya, hanya saja beberapa tahun ini program tersebut ditinggalkan, sehingga banyak pimpinan di DKI Jakarta yang kurang beriman, dengan melakukan penggusuran dan menghancurkan tempat usaha dan tempat tinggal masyarakat Jakarta, kita tidak ingin kampung kita terus digusur-gusur, mari kita jaga dan pertahankan kampung kita, tegas Ustad Fajri. (Nurul)
Labels: Jabotabek
KNPI DKI Minta Bantuan Operasional Masuk APBD
DKI Jakarta merupakan daerah yang selama ini menjadi Barometer/pedoman bagi daerah lain dalam setiap pengambilan kebijakan, oleh sebab itu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi DKI Jakarta berharap, Pemda DKI dapat menjadikan KNPI sebagai mitra strategis dalam membangun Ibukota Jakarta.
Saat dilakukan pembahasan Perda Kepemudaan, Ketua DPD KNPI DKI Ichwanul M Dault mengaku telah mengirim tim Hukum KNPI DKI untuk dapat bersama-sama memecahkan masalah kepemudaan di Jakarta, dan berharap Pemda DKI dapat memasukkan anggaran baku pada APBD DKI, dalam memberikan bantuan untuk KNPI DKI, dan sifatnya bukan lagi sebagai hibah, tetapi suatu kewajiban bagi pemerintah daerah untuk membangun kepemudaan melalui KNPI sebagai wadah organisasi kepemudaan, sehingga jumlah bantuan juga tidak naik turun, paparnya.
Gedung KNPI DKI saat ini juga masih dikelola oleh unit pelaksana teknis dibawah Sudin Orda Kota Administrasi Jakarta Timur, seharusnya Pemda DKI menyerahkan pengelolaan pada KNPI DKI dan bukan UPT dibawah Sudin Orda, oleh sebab itu KNPI DKI terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga kedepan gedung KNPI DKI di jalan Veledrom Jaktim tersebut dapat digunakan secara maksimal dalam pembinaan generasi muda, di wilayah Provinsi DKI Jakarta, tegas Ichwanul.
Sebagai Ketua DPD KNPI DKI yang belum lama memimpin, Ichwanul M Dault mengaku masih kesulitan untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, padahal KNPI DKI terus mengawal kepemimpinan Ahok hingga masa jabatan usai, kita tetap menempatkan sebagai mitra strategis Pemda DKI, mungkin karena Gubernur maupun Wagub sedang sibuk menyiapkan diri maju dalam Pilkada Februari 2017 mendatang, sehingga komunikasi dengan KNPI tidak lancar, namun dirinya berharap Gubernur dan Wagub di masa jabatannya saat ini tetap mau memikirkan pembangunan Kepemudaan di DKI Jakarta, dan mau membangun komunikasi dengan KNPI, harapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta, Aldi Karmawan, bahwa sebagaimana program Pemda DKI, saat ini KNPI DKI juga terus membangun masyarakat yang programnya benar-benar bisa dirasakan warga Jakarta, dimana program KNPI DKI agar menyentuh masyarakat, dan mengurangi kegiatan yang sifatnya seremorial.
Dalam menyambut Pesta Demokrasi Pilkada 2017, KNPI DKI mengajak Masyarakat untuk mensukseskan Pilkada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, dan KNPI DKI dalam melakukan sosialisasi tetap netral tidak mendukung salahsatu bakal calon gubernur DKI, dan KNPI DKI juga berharap KPUD DKI tetap independen.
Diakuinya sebagai wadah OKP di DKI Jakarta, serta membantu kegiatan KNPI tingkat Kota, di 5 wilayah Kota dan 1 Kabupaten Kepulauan Seribu, bantuan senilai 1 milyar amatlah kecil, hendaknya pihak Pemda DKI lebih mempertimbangkan masalah bantuan dana buat DPD I KNPI DKI ini.
Setelah melakukan audensi dengan Dinas Sosial, KNPI DKI juga akan melakukan road show ke Panti Sosial binaan Dinas Sosial DKI Jakarta, dalam kegiatan sosial kemanusiaan, dan dirinya juga berharap Dinas maupun SKPD lain di DKI Jakarta juga akan membukakan pintu buat kegiatan KNPI maupun Organisasi Kepemudaan lain di Jakarta, pinta Aldi.
Saat dilakukan pembahasan Perda Kepemudaan, Ketua DPD KNPI DKI Ichwanul M Dault mengaku telah mengirim tim Hukum KNPI DKI untuk dapat bersama-sama memecahkan masalah kepemudaan di Jakarta, dan berharap Pemda DKI dapat memasukkan anggaran baku pada APBD DKI, dalam memberikan bantuan untuk KNPI DKI, dan sifatnya bukan lagi sebagai hibah, tetapi suatu kewajiban bagi pemerintah daerah untuk membangun kepemudaan melalui KNPI sebagai wadah organisasi kepemudaan, sehingga jumlah bantuan juga tidak naik turun, paparnya.
Gedung KNPI DKI saat ini juga masih dikelola oleh unit pelaksana teknis dibawah Sudin Orda Kota Administrasi Jakarta Timur, seharusnya Pemda DKI menyerahkan pengelolaan pada KNPI DKI dan bukan UPT dibawah Sudin Orda, oleh sebab itu KNPI DKI terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga kedepan gedung KNPI DKI di jalan Veledrom Jaktim tersebut dapat digunakan secara maksimal dalam pembinaan generasi muda, di wilayah Provinsi DKI Jakarta, tegas Ichwanul.
Sebagai Ketua DPD KNPI DKI yang belum lama memimpin, Ichwanul M Dault mengaku masih kesulitan untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, padahal KNPI DKI terus mengawal kepemimpinan Ahok hingga masa jabatan usai, kita tetap menempatkan sebagai mitra strategis Pemda DKI, mungkin karena Gubernur maupun Wagub sedang sibuk menyiapkan diri maju dalam Pilkada Februari 2017 mendatang, sehingga komunikasi dengan KNPI tidak lancar, namun dirinya berharap Gubernur dan Wagub di masa jabatannya saat ini tetap mau memikirkan pembangunan Kepemudaan di DKI Jakarta, dan mau membangun komunikasi dengan KNPI, harapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta, Aldi Karmawan, bahwa sebagaimana program Pemda DKI, saat ini KNPI DKI juga terus membangun masyarakat yang programnya benar-benar bisa dirasakan warga Jakarta, dimana program KNPI DKI agar menyentuh masyarakat, dan mengurangi kegiatan yang sifatnya seremorial.
Dalam menyambut Pesta Demokrasi Pilkada 2017, KNPI DKI mengajak Masyarakat untuk mensukseskan Pilkada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, dan KNPI DKI dalam melakukan sosialisasi tetap netral tidak mendukung salahsatu bakal calon gubernur DKI, dan KNPI DKI juga berharap KPUD DKI tetap independen.
Diakuinya sebagai wadah OKP di DKI Jakarta, serta membantu kegiatan KNPI tingkat Kota, di 5 wilayah Kota dan 1 Kabupaten Kepulauan Seribu, bantuan senilai 1 milyar amatlah kecil, hendaknya pihak Pemda DKI lebih mempertimbangkan masalah bantuan dana buat DPD I KNPI DKI ini.
Setelah melakukan audensi dengan Dinas Sosial, KNPI DKI juga akan melakukan road show ke Panti Sosial binaan Dinas Sosial DKI Jakarta, dalam kegiatan sosial kemanusiaan, dan dirinya juga berharap Dinas maupun SKPD lain di DKI Jakarta juga akan membukakan pintu buat kegiatan KNPI maupun Organisasi Kepemudaan lain di Jakarta, pinta Aldi.
Labels: Jabotabek
Pernyataan Wagub Djarot Salah Sasaran
Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang melarang Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Hj Hasnaeni,SE, MM untuk berkampanye di acara Care Friday jalan Thamrin Jakarta, disesalkan Hj Hasnaeni, karena yang dilakukan adalah olahraga biasa dan bukan bentuk kampanye.
Sebagaimana aturan yang ada pada KPU Pusat maupun KPUD Provinsi DKI Jakarta, hingga saat ini belum ada jatwal kampanye, bahkan proses pencalonan, pendaftaran Cagub/Cawagub-pun belum ada, jadi tidak ada yang namanya kampanye. Kehadirannya dalam hari bebas kendaraan tersebut adalah sebagai individu warga Jakarta untuk berolahraga.
Kalau mengkritik kampanye seharusnya Djarot Saiful Hidayat mengkritisi apa yang dilakukan Kawan Ahok yang jelas-jelas melakukan aktivitas pengumpulan KTP untuk mendukung Ahok dalam Pilkada DKI tersebut, baik di acara Care Friday, di Pusat Perbelanjaan/mall maupun tempat-tempat umum lainnya.itu jelas-jelas kegiatan politik dan mobilisasi massa untuk kepentingan Pilkada DKI.
Sebagai perempuan yang sudah membintangi lebih dari 20 sinatron telavisi, Hasnaeni yang juga dikenal dengan Wanita Emas tersebut jika banyak warga Jakarta yang ingin foto bersama itu hal yang wajar, karena figur seorang Artis, kalau mungkin ada yang mengenal sebagai bakal calon gubernur juga karena visi misi yang terus memperjuangkan kesejahteraan warga Jakarta.
Saat disinggung akan foto dengan ondel-ondel di acara care friday tersebut Hj Hasnaeny menegaskan bahwa dirinya ikut ngamen untuk rombongan ondel-ondel adalah bentuk perhatian pada kesenian
asli Betawi tersebut. Menurutnya seniman Betawi seperti Ondel-ondel, Tanjidor, Lenong Betawi, tari Betawi serta kesenian tradisi warga Betawi tersebut harus diberi ruang untuk tampil dan berkreasi dan bukan mengamen di jalan seperti yang kita lihat saat ini, paparnya.
Jadi statemen Wagub Djarot tersebut tidak benar dan saya minta Pak Djarot untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf di publik melalui media, harapnya.
Labels: Jabotabek
FORKABI Minta Parpol Usung Putra Daerah Betawi
Disela acara Muktamar BKMT di Gelora Bung Karno, Sekjen Forkabi Muchammad Ihsan pada wartawan menegaskan, bahwa Penjaringan bakal calon Gubernur DKI Jakarta oleh Partai Politik saat ini sudah dimulai, oleh sebab itu dirinya berharap seluruh parpol di DKI Jakarta untuk dapat mencalonkan Putra Betawi sebagai Cagub atau Cawagub.
Meskipun ada jalur independen, FORKABI sebagai Ormas mempercayakan penuh penjaringan Cagub DKI pada Partai Politik, karena Parpol adalah sarana Pengkaderan bagi calon pemimpin bangsa, baik tingkat Nasional maupun lokal Provinsi.
M Ihsan juga berharap seluruh komponen masyarakat dan bangsa untuk tetap menjaga keamanan dan katertiban dalam Pilkada DKI Februari 2017 mendatang, FORKABI akan menjaga kampung halaman agar tidak ada kekacauan, dan kita siap berhadapan. Jika ada yang ingin berbuat kerusuhan di Jakarta.
Saat disinggung akan Cagub, H Nachrowi Ramli, M Ihsan menegaskan bahwa Nara adalah Roh dari FORKABI, sehingga sebagai ormas akan siap memenangkan Nachrowi Ramli dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.
FORKABI dengan 1juta anggota di DKI Jakarta ini tetap dalam satu komando, dan akan menyalurkan suaranya buat Nachrowi Ramli, kalau bicara tiket untuk maju sebagai Cagub kita serahkan pada Partai Pengusung, namun untuk suara kita solid satu suara buat Nachrowi Ramli, ungkap M Ihsan dengan tegas (nurul).
Labels: Jabotabek
PERADI Jakbar Gelar Refleksi Akhir Tahun
Bertempat di rumah makan Dapur Daun Jakbar, Pengurus DPC PERADI Jakarta Barat menggelar acara Refleksi Akhir Tahun, acara tersebut juga dihadiri Sekjen DPN PERADI, Sugeng Santoso , SH.MH.
Ketua PERADI Jakbar, Berry Sidabutar. SH.MH Bahwa kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas anggota, apalagi kita masuk pada pasar bebas Asean dengan akan masuknya advokat dari negara luar.
Sebagai Advokat pihaknya juga bersyukur karena UU Advokat pasal 5 ayat 1 telah mensejajarkan Advokat dengan Polisi dan Jaksa, namun pihaknya prihatin karena di Indonesia ini masih banyak orang kuat, sehingga hukum sulit untuk ditegakkan, tegasnya.
Ketua PERADI Jakbar, Berry Sidabutar. SH.MH Bahwa kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas anggota, apalagi kita masuk pada pasar bebas Asean dengan akan masuknya advokat dari negara luar.
Sebagai Advokat pihaknya juga bersyukur karena UU Advokat pasal 5 ayat 1 telah mensejajarkan Advokat dengan Polisi dan Jaksa, namun pihaknya prihatin karena di Indonesia ini masih banyak orang kuat, sehingga hukum sulit untuk ditegakkan, tegasnya.
Dalam sambutannya Sugeng menyambut baik kegiatan ini, dan ini baru dilakukan oleh pengurus Jakarta Barat, dan DPN juga mengapresiasi kepengurusan DPC Jakarta Barat. Meskipun kadang ada ribut-rubut namun tetap kompak, karena kekompakan juga modal bagi kita semua dalam menegakkan hukum di Indonesia.
Sebagai Organisasi Advokat, PERADI bukanlah ormas, tapi suatu profesi ,oleh sebab itu melalui Refleksi Akhir Tahun ini diharapkan dapat meningkatkan pengabdian kita pada masyarakat.harapnya.
Labels: Jabotabek
Ahok dan Djarot Lakukan Napak Tilas Kemerdekaan
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargasi pahlawannya, pesan tersebut juga sangat melekat pada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakilnya Djarot Saiful Hidayat, sehingga tak heran, jika dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 70 tahun ini, wajah DKI Jakarta menjadi Meriah serta kegiatan-kegiatan mulai ditingkat RT, RW hingga Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan dalam HUT RI tersebut Ahok dan Djarot melakukan napak tilas dengan bersepeda bersama para veteran dan melepas Kegiatan Napak Tilas yang digelar Museum Juang 45, Menteng Jakarta.
Dalam sambutanya, Ahok menegaskan, bahwa Napak tilas ini digelar, supaya orang tahu sejarahnya gimana sampai merdeka dan perjuangannya. Sehingga, setelah 70 tahun merdeka, orang enggak lupa dan jadi ingat sejarahnya, katanya.
Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak permasalahkan meskipun harus menggunakan sepeda ketika napak tilas. Sebab, menurut dia, hal itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan. “Ini enggak sampai berdarah-darah, cuma dijemur doang. Supaya kita tahu kalau perjuangan dulu itu mengorbankan nyawa. Kita jangankan nyawa, berdarah aja enggak,” ucap Ahok di Gedung Juang 45.
Ia menyebut, peringatan HUT RI sebagai sesuatu yang istimewa. Ahok berharap di Hari Kemerdekaan, Jakarta bisa menjadi lebih baik, bersih, dan tertata rapi.
Napak tilas Ahok dan rombongan disamping mengunjungi Gedung Juang juga Gedung Naskah Proklamasi, TPU Karet Bivak, dan Tugu Proklamasi.
Dalam sambutanya, Ahok menegaskan, bahwa Napak tilas ini digelar, supaya orang tahu sejarahnya gimana sampai merdeka dan perjuangannya. Sehingga, setelah 70 tahun merdeka, orang enggak lupa dan jadi ingat sejarahnya, katanya.
Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak permasalahkan meskipun harus menggunakan sepeda ketika napak tilas. Sebab, menurut dia, hal itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan. “Ini enggak sampai berdarah-darah, cuma dijemur doang. Supaya kita tahu kalau perjuangan dulu itu mengorbankan nyawa. Kita jangankan nyawa, berdarah aja enggak,” ucap Ahok di Gedung Juang 45.
Ia menyebut, peringatan HUT RI sebagai sesuatu yang istimewa. Ahok berharap di Hari Kemerdekaan, Jakarta bisa menjadi lebih baik, bersih, dan tertata rapi.
Napak tilas Ahok dan rombongan disamping mengunjungi Gedung Juang juga Gedung Naskah Proklamasi, TPU Karet Bivak, dan Tugu Proklamasi.
Labels: DKI Jakarta, Jabotabek
SMKN 22 Dan SMKN 48 Sosialisasikan Pergub dan Permendikbud pada Siswa Baru
Tahun ajaran 2015 – 2016 sudah dimulai, namun bagi siswa yang baru untuk mengikuti pendidikan kejuruan sangatlah berbeda dengan pada saat siswa baru belajar di SMP, oleh sebab itu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 22 Jaktim serta SMK Negeri 48 Jakarta Timur, menggelar kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB).
Kasie SMK Sudin Pendidikan Jakarta Timur Wilayah II, Suyoto dalam arahannya pada Peserta didik baru menegaskan, bahwa seluruh sekolah di DKI Jakarta tidak boleh ada kekerasan serta wajib menyelenggarakan belajar mengajar yang nyaman dan membangun toleransi antar umat beragama. Demikian juga bagi penyelenggara pendidikan harus meningkatkan tanggungjawab, sesuai peraturan yang ada, tegasnya.
Pada Upacara Bendera di hari pertama Peserta Didik Baru yang juga pembekalan siswa dalam kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik Baru, Kepala Sekolah SMKN 22 Jakarta, Prihatin Gendra Priyadi. M.Pd menegaskan, bahwa sebagaimana Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, siswa-siswi saat akan mengikuti pelajaran, didampingi guru mata pelajaran pertama, siswa wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya, demikian juga saat akan pulang sekolah seusai belajar dan akan meninggalkan kelas wajib menyanyikan Lagu Wajib atau Lagu-lagu Daerah, hal tersebut dilakukan agar seluruh siswa memahami bahwa Indonesia adalah negara Kesatuan yang terdiri dari beberapa Suku, Ras maupun Agama dengan budaya yang beraneka ragam.
Diakuinya di era globalisasi saat ini memang terjadi penurunan karekter anak, oleh sebab itu sebagai penyelenggara lembaga pendidikan, pihaknya terus berupaya menanamkan budi pekerti guna membangun karakter siswa dan menanamkan wawasan kebangsaan, untuk meningkatkan akhlak dan moral, bagi siswa-siswi yang beragama Islam wajib mengikuti kegiatan Tadarus dan Sholat berjamaah.
Saat disinggung akan siswa berkebutuhan khusus di SMKN 22 Jakarta, Gendra mengaku bahwa sekolah yang ia pimpin ditunjuk sebagai sekolah Insklusif, dan saat ini menerima siswa berkebutuhan khusus, dan mereka belajar pada jurusan Administrasi Perkantoran, oleh sebab itu pihaknya juga meningkatkan sarana dan prasarana, kalau saat ini siswa berkebutuhan khusus berjumlah 4 siswa, dan tahun depan akan bertambah, ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Sekolah SMKN 48 Jakarta, Yayah Nur Alilyah, S.Pd, bahwa selama ini di SMKN 48 Jakarta tidak pernah terjadi kekerasan maupun tawuran, dan diharapkan hal tersebut tidak terjadi disini, oleh sebab itu melalui kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik Baru ini pihak sekolah menekankan agar seluruh siswa mematuhi peraturan dan tata tertib yang ada.
Disamping itu aturan lain adalah larangan menggunakan sepeda motor kesekolah, bagi siswa yang belum memiliki SIM, dilarang berkendaraan motor, seluruh siswa didik juga harus menjaga kebersihan sekolah maupun lingkungan, dalam MOPDB selama 3 hari tersebut, SMKN 48 Jakarta menanamkan rasa kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika, maupun menumbuhkan budi pekerti yang baik, bagaimana agar anak didik juga mengenal lingkungan, dengan memahami teta tertib, mengenal guru dan teman sekolah, ungkap Yayah Nur Alilyah.
Kasie SMK Sudin Pendidikan Jakarta Timur Wilayah II, Suyoto dalam arahannya pada Peserta didik baru menegaskan, bahwa seluruh sekolah di DKI Jakarta tidak boleh ada kekerasan serta wajib menyelenggarakan belajar mengajar yang nyaman dan membangun toleransi antar umat beragama. Demikian juga bagi penyelenggara pendidikan harus meningkatkan tanggungjawab, sesuai peraturan yang ada, tegasnya.
Pada Upacara Bendera di hari pertama Peserta Didik Baru yang juga pembekalan siswa dalam kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik Baru, Kepala Sekolah SMKN 22 Jakarta, Prihatin Gendra Priyadi. M.Pd menegaskan, bahwa sebagaimana Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, siswa-siswi saat akan mengikuti pelajaran, didampingi guru mata pelajaran pertama, siswa wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya, demikian juga saat akan pulang sekolah seusai belajar dan akan meninggalkan kelas wajib menyanyikan Lagu Wajib atau Lagu-lagu Daerah, hal tersebut dilakukan agar seluruh siswa memahami bahwa Indonesia adalah negara Kesatuan yang terdiri dari beberapa Suku, Ras maupun Agama dengan budaya yang beraneka ragam.
Diakuinya di era globalisasi saat ini memang terjadi penurunan karekter anak, oleh sebab itu sebagai penyelenggara lembaga pendidikan, pihaknya terus berupaya menanamkan budi pekerti guna membangun karakter siswa dan menanamkan wawasan kebangsaan, untuk meningkatkan akhlak dan moral, bagi siswa-siswi yang beragama Islam wajib mengikuti kegiatan Tadarus dan Sholat berjamaah.
Saat disinggung akan siswa berkebutuhan khusus di SMKN 22 Jakarta, Gendra mengaku bahwa sekolah yang ia pimpin ditunjuk sebagai sekolah Insklusif, dan saat ini menerima siswa berkebutuhan khusus, dan mereka belajar pada jurusan Administrasi Perkantoran, oleh sebab itu pihaknya juga meningkatkan sarana dan prasarana, kalau saat ini siswa berkebutuhan khusus berjumlah 4 siswa, dan tahun depan akan bertambah, ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Sekolah SMKN 48 Jakarta, Yayah Nur Alilyah, S.Pd, bahwa selama ini di SMKN 48 Jakarta tidak pernah terjadi kekerasan maupun tawuran, dan diharapkan hal tersebut tidak terjadi disini, oleh sebab itu melalui kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik Baru ini pihak sekolah menekankan agar seluruh siswa mematuhi peraturan dan tata tertib yang ada.
Disamping itu aturan lain adalah larangan menggunakan sepeda motor kesekolah, bagi siswa yang belum memiliki SIM, dilarang berkendaraan motor, seluruh siswa didik juga harus menjaga kebersihan sekolah maupun lingkungan, dalam MOPDB selama 3 hari tersebut, SMKN 48 Jakarta menanamkan rasa kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika, maupun menumbuhkan budi pekerti yang baik, bagaimana agar anak didik juga mengenal lingkungan, dengan memahami teta tertib, mengenal guru dan teman sekolah, ungkap Yayah Nur Alilyah.
Labels: Jabotabek
Sekretariat ORARI Lokal Jakarta Timur Dibuka Secara Resmi oleh Walikota Jakarta Timur
Dalam upaya mendukung program membantu masyarakat akan informasi yang cepat dan akurat, kini Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Jakarta Timur telah memiliki kantor sekretariat yang baru, dan dalam kesempatan tersebut, Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana berkesempatan meresmikan Kantor Sekretariat ORARI Lokal Jakarta Timur yang terletak di Jl. Cenghay 35, Jatinegara Timur IV, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara.
Acara yang digelar hari Sabtu (11/7). Walikota Jaktim juga menyerahkan santunan untuk 300 anak yatim dari ORARI Lokal Jakarta Timur, serta berbuka puasa bersama anak-anak yatim dari wilayah Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Walikota berharap dengan diresmikannya kantor sekretariat ini akan membuat program kegiatan ORARI Lokal Jakarta Timur dapat semakin terarah. “Peresmian sekretariat ini juga akan membuat ORARI Lokal Jakarta Timur dapat lebih bersinergi dengan pihak-pihak terkait seperti jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dan kepolisian,” ujarnya.
ORARI menurut Walikota, memiliki peranan yang penting dalam hal memberikan informasi terkait berbagai masalah seperti tindak kejahatan dan bencana. Contohnya, berbagai peristiwa kejahatan atau kriminalitas yang terjadi di masyarakat, dapat segera diinformasikan kepada pihak kepolisian dengan cepat.
“Saya berharap kegiatan-kegiatan yang sangat positif dari ORARI Lokal Jakarta Timur dapat terus dilanjutkan demi terciptanya keamanan wilayah dan membantu pihak kepolisian,” ujarnya.
Walikota juga menyambut positif akan turunnya anggota ORARI membantu pihak kepolisian dalam memantau arus mudik Lebaran. “ORARI Lokal Jakarta Timur akan memantau kegiatan mudik, mulai H-7 sampai H+7 Lebaran. Ini sangat positif untuk membantu pihak kepolisian demi terciptanya keamanan dan ketertiban selama musim mudik Lebaran,” tuturnya.
Tidak hanya ini, ORARI juga diharapkan untuk membantu Pemkot Jakarta Timur, dalam menjaga keamanan lingkungan selama libur Lebaran. “Jumlah angggota kepolisian sangat terbatas, kehadiran ORARI sangat diharapkan untuk memberikan informasi awal bila terjadi masalah di lingkungan masyarakat selama libur Lebaran ini,” papar Walikota.
Sementara itu Ketua ORARI Kota Jakarta Timur, Hj Andi Ani Nurhani, SE HM didampingi KH Yusi Icramsyah SE, MH mengucapkan terima kasih atas dukungan Walikota kepada pihaknya. Menurut Ani, ORARI Lokal Jakarta Timur akan selalu membantu program Pemkot Jakarta Timur, khususnya yang berkaitan dengan penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Anggota kami akan selalu siap mendukung program pemerintah dan mensosialisasikan program-program yang dilakukan,” ujarnya.
Terkait mudik Lebaran, anggota ORARI Lokal Jakarta Timur juga akan turun membantu pihak kepolisian memantau jalur-jalur mudik. “Tidak hanya jalur mudik yang kami pantau, keamanan lingkungan selama libur Lebaran ini juga akan diinformasikan kepada petugas kepolisian,” ujarnya.
Dalam rangka bulan Ramadhan ini, ORARI Lokal Jakarta Timur juga memberikan santunan kepada 300 anak yatim piatu. Mereka menurutnya berasal dari beberapa panti asuhan di Jakarta Timur dan sekitar kantor Sekretariat ORARI Lokal Jakarta Timur.
“Dengan pemberian santunan ini semoga mereka dapat merasakan pula kebahagiaan dalam menghadapi hari Raya idul Fitri mendatang,” tukas Hj. Andi Ani Nurhani.
Acara yang digelar hari Sabtu (11/7). Walikota Jaktim juga menyerahkan santunan untuk 300 anak yatim dari ORARI Lokal Jakarta Timur, serta berbuka puasa bersama anak-anak yatim dari wilayah Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Walikota berharap dengan diresmikannya kantor sekretariat ini akan membuat program kegiatan ORARI Lokal Jakarta Timur dapat semakin terarah. “Peresmian sekretariat ini juga akan membuat ORARI Lokal Jakarta Timur dapat lebih bersinergi dengan pihak-pihak terkait seperti jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dan kepolisian,” ujarnya.
ORARI menurut Walikota, memiliki peranan yang penting dalam hal memberikan informasi terkait berbagai masalah seperti tindak kejahatan dan bencana. Contohnya, berbagai peristiwa kejahatan atau kriminalitas yang terjadi di masyarakat, dapat segera diinformasikan kepada pihak kepolisian dengan cepat.
“Saya berharap kegiatan-kegiatan yang sangat positif dari ORARI Lokal Jakarta Timur dapat terus dilanjutkan demi terciptanya keamanan wilayah dan membantu pihak kepolisian,” ujarnya.
Walikota juga menyambut positif akan turunnya anggota ORARI membantu pihak kepolisian dalam memantau arus mudik Lebaran. “ORARI Lokal Jakarta Timur akan memantau kegiatan mudik, mulai H-7 sampai H+7 Lebaran. Ini sangat positif untuk membantu pihak kepolisian demi terciptanya keamanan dan ketertiban selama musim mudik Lebaran,” tuturnya.
Tidak hanya ini, ORARI juga diharapkan untuk membantu Pemkot Jakarta Timur, dalam menjaga keamanan lingkungan selama libur Lebaran. “Jumlah angggota kepolisian sangat terbatas, kehadiran ORARI sangat diharapkan untuk memberikan informasi awal bila terjadi masalah di lingkungan masyarakat selama libur Lebaran ini,” papar Walikota.
Sementara itu Ketua ORARI Kota Jakarta Timur, Hj Andi Ani Nurhani, SE HM didampingi KH Yusi Icramsyah SE, MH mengucapkan terima kasih atas dukungan Walikota kepada pihaknya. Menurut Ani, ORARI Lokal Jakarta Timur akan selalu membantu program Pemkot Jakarta Timur, khususnya yang berkaitan dengan penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Anggota kami akan selalu siap mendukung program pemerintah dan mensosialisasikan program-program yang dilakukan,” ujarnya.
Terkait mudik Lebaran, anggota ORARI Lokal Jakarta Timur juga akan turun membantu pihak kepolisian memantau jalur-jalur mudik. “Tidak hanya jalur mudik yang kami pantau, keamanan lingkungan selama libur Lebaran ini juga akan diinformasikan kepada petugas kepolisian,” ujarnya.
Dalam rangka bulan Ramadhan ini, ORARI Lokal Jakarta Timur juga memberikan santunan kepada 300 anak yatim piatu. Mereka menurutnya berasal dari beberapa panti asuhan di Jakarta Timur dan sekitar kantor Sekretariat ORARI Lokal Jakarta Timur.
“Dengan pemberian santunan ini semoga mereka dapat merasakan pula kebahagiaan dalam menghadapi hari Raya idul Fitri mendatang,” tukas Hj. Andi Ani Nurhani.
Labels: Jabotabek
H Saefullah Gelar Safari Ramadhan Ke Alwathoniyah 9
Disela-sela kesibukannya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, H Saefullah berkesempatan mengunjungi Yayasan Al-Wathoniyah Asshodriyah 9 untuk berbuka puasa bersama, yang berlokasi di Penggilingan Jakarta Timur, acara yang juga dihadiri Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Kepala Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta H Ahmad Ghozali, Kepala Bazis Jakarta Timur H Dwi Busara, Camat Cakung serta beberapa pejabat Pemkot Jakarta Timur lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Saefullah juga berkenan menyerahkan bantuan dari Bazis Jakarta Timur.
Dalam pesannya H Saefullah seusai memberikan beasiswa berupa pembiayaan pendidikan melalui Tabungan Bank DKI pada siswa juara hafalan Alquran hingga lulus SMA/K meminta, agar para siswa-siswi bersyukur bisa belajar di Al-Wathoniyah Asshodriyah 9, karena disamping memperoleh ilmu pengetahuan dan tehnologi, tetapi juga memperoleh ilmu agama, anda adalah penerus masa depan bangsa, jadilah generasi yang unggul, sehingga bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa, pintanya.
Pada seluruh siswa dan penyelenggara pendidikan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 Jaktim maupun warga sekitar cakung yang juga hadir, H Saefullah meminta agar kita semua menyiapkan diri menghadapi pasar bebas Asean yang akan dimulai pada Desember 2015 ini, dimana persaingan semakin ketat, saat ini mereka berupaya menjadikan Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar sebagai pasar produk mereka, nantinya orang Malaysia bisa berjualan Teh Tarik di Indonesia, orang Taiwan bisa jualan Capcai disini,
Demikian juga sebalinya orang Indonesia bisa berjualan Kerak Telor, Sate, nasi goreng atau apa saja ke negara Asia Tenggara lainnya, tanpa lagi persyaratan dan prosedur yang ketat, dan nanti orang-orang akan berbondong-bondong berusaha dan berdagang ke Indonesia, inilah kenyataan yang harus kita hadapi bersama, oleh sebab itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengikuti amanat Undang-Undang tentang anggaran Pendidikan, bahkan kita sudah melebihi 20% di APBD DKI, oleh sebab itu mari kita bersama-sama menyiapkan anak cucu kita dengan bekal ilmu pengetahuan dan pendidikan minimal lulus SMA/K, pinta Saefullah.
Sementara Ketua Umum Yayasan Al-Wathoniyah Asshodriyah 9, yang juga Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib Betawi (FUHAB), Drs. KH Shodri, HM dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, bahwa Yayasan Al-Wathoniyah Asshodriyah 9 membina sekolah mulai TK hingga SMA/K dengan jumlah siswa lebih dari 5.000 siswa, dan banyak kegiatan yang harus didukung dengan teknologi serta komputer, sementara fasilitas komputer masih minim, dan yayasan sedang berusaha menambah fasilitas komputer tersebut, karena diera teknologi pendidikan, nantinya siswa sudah tidak lagi menggunakan kertas untuk belajar dan ujian, tetapi harus dengan teknologi informatika yaitu komputer dengan jejaring internet.
Disamping itu Yayasan Al-Wathoniyah Asshodriyah 9 juga sedang menyiapkan membangun Masjid di jalan Dr Sumarmo atau dekat Walikota Jakarta Timur, untuk lantai I, nantinya untuk Masjid, lantai II untuk Aula Gedung dan lantai III untuk Sekolah Tinggi atau Universitas, kita mohon dukungan Pemda DKI serta masyarakat luas, tegas KH Shodri.
Dalam pesannya H Saefullah seusai memberikan beasiswa berupa pembiayaan pendidikan melalui Tabungan Bank DKI pada siswa juara hafalan Alquran hingga lulus SMA/K meminta, agar para siswa-siswi bersyukur bisa belajar di Al-Wathoniyah Asshodriyah 9, karena disamping memperoleh ilmu pengetahuan dan tehnologi, tetapi juga memperoleh ilmu agama, anda adalah penerus masa depan bangsa, jadilah generasi yang unggul, sehingga bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa, pintanya.
Pada seluruh siswa dan penyelenggara pendidikan Al Wathoniyah Asshodriyah 9 Jaktim maupun warga sekitar cakung yang juga hadir, H Saefullah meminta agar kita semua menyiapkan diri menghadapi pasar bebas Asean yang akan dimulai pada Desember 2015 ini, dimana persaingan semakin ketat, saat ini mereka berupaya menjadikan Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar sebagai pasar produk mereka, nantinya orang Malaysia bisa berjualan Teh Tarik di Indonesia, orang Taiwan bisa jualan Capcai disini,
Demikian juga sebalinya orang Indonesia bisa berjualan Kerak Telor, Sate, nasi goreng atau apa saja ke negara Asia Tenggara lainnya, tanpa lagi persyaratan dan prosedur yang ketat, dan nanti orang-orang akan berbondong-bondong berusaha dan berdagang ke Indonesia, inilah kenyataan yang harus kita hadapi bersama, oleh sebab itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengikuti amanat Undang-Undang tentang anggaran Pendidikan, bahkan kita sudah melebihi 20% di APBD DKI, oleh sebab itu mari kita bersama-sama menyiapkan anak cucu kita dengan bekal ilmu pengetahuan dan pendidikan minimal lulus SMA/K, pinta Saefullah.
Sementara Ketua Umum Yayasan Al-Wathoniyah Asshodriyah 9, yang juga Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib Betawi (FUHAB), Drs. KH Shodri, HM dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, bahwa Yayasan Al-Wathoniyah Asshodriyah 9 membina sekolah mulai TK hingga SMA/K dengan jumlah siswa lebih dari 5.000 siswa, dan banyak kegiatan yang harus didukung dengan teknologi serta komputer, sementara fasilitas komputer masih minim, dan yayasan sedang berusaha menambah fasilitas komputer tersebut, karena diera teknologi pendidikan, nantinya siswa sudah tidak lagi menggunakan kertas untuk belajar dan ujian, tetapi harus dengan teknologi informatika yaitu komputer dengan jejaring internet.
Disamping itu Yayasan Al-Wathoniyah Asshodriyah 9 juga sedang menyiapkan membangun Masjid di jalan Dr Sumarmo atau dekat Walikota Jakarta Timur, untuk lantai I, nantinya untuk Masjid, lantai II untuk Aula Gedung dan lantai III untuk Sekolah Tinggi atau Universitas, kita mohon dukungan Pemda DKI serta masyarakat luas, tegas KH Shodri.
Labels: Jabotabek
YPSI, Kedutaan Belanda Bersama Pemprov Banten Masyarakatkan Olahraga Catur
Mungkin hal ini sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Banten dalam memasyarakatkan olahraga Catur, dimana Catur yang mulai ditinggalkan generasi muda karena dianggap kurang menarik, maka Pemerintah Daerah Provinsi Banten didukung Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia (YPSI) serta didukung Kedutaan Belanda di Indonesia, terus mensosialisasikan olahraga Catur mulai dari usia dini, yaitu melalui lembaga pendidikan mulai dari Sekolah Dasar, SMP hingga SMA/K, bahkan tak ketinggalan juga dilibatkan siswa Berkebutuhan Khusus yang belajar di Sekolah Luar Biasa, sehingga kedepan akan lahir Master Catur dari Provinsi Banten.
Menurut Ketua Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia, Titin Kustini, pihaknya akan terus mengadvokasi agar seluruh sekolah di Provinsi Banten meningkatkan olahraga Catur yang saat ini hampir punah, karena kurang diminati siswa, beberapa langkah yang telah dilakukan YPSI bersama Kedutaan Belanda adalah memberikan pelatihan dan pembinaan pada Guru tentang olahraga Catur, agar olahraga catur menjadi salahsatu mata pelajaran dalam muatan lokal, atau juga bisa dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler disekolah.
Dan untuk mendukung hal tersebut YPSI bersama Kedutaan Belanda juga terus memberikan bantuan peralatan olahraga Catur pada sekolah-sekolah di beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten, setelah mereka melakukan pembinaan Catur, maka untuk memberikan ruang evalasi yaitu dengan kompetisi lomba catur, yang dimulai dari tingkat Sekolah, Kabupaten hingga Provinsi, sehingga siswa-siswi lebih giat berlatih dan kelak akan menjadi pecatur yang handal.
Diakuinya Catur juga terus di sosialisasikan di Sekolah Berkebutuhan Khusus, karena Catur bisa di mainkan oleh siapa saja, termasuk mereka yang tuna netra, tuna rungu ataupun yang cacat fisik, interaksi siswa normal dan siswa berkebutuhan khusus akan membangun kebersamaan dan saling menghargai, demikian juga Lomba Catur Tingkat Provinsi Banten yang digelar di Gedung Catur Kabupaten Serang ini, semua berlomba tanpa membedakan status maupun kondisi fisik seseorang, melalui Catur siswa akan lebih cerdas dan sportif, tegas Titin Kustini.
Hal senada juga diungkapkan Kadisparpora Kabupaten Serang Dra Hj Mimin Aminah MSi, seusai membuka lomba Catur Tingkat Provinsi pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya mendukung penuh upaya YPSI dan Kedutaan Belanda dalam mengembangkan olahraga Catur di kalangan pelajar, dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Serang akan meneruskan kegiatan lomba ini pada iven lain, dimana Catur yang tahun lalu belum masuk dalam POPDA, tahun depan akan kita upayakan agar olahraga Catur masuk dalam POPDA, demikian juga agar semakin digalakkan di sekolah, pihaknya juga akan mengajak Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, agar Catur masuk dalam Kurikulum Pendidikan Muatan Lokal (Mulok), serta bisa menjadi Esktrakurikuler Wajib, sehingga anak didik akan terus mengembangkan kemampuan bermain Catur, sehingga kedepan akan lahir Master-master Catur dari Provinsi Banten, tegasnya.
Hj Mimin juga mengaku bahwa pihaknya beberapa waktu lalu juga sudah melantik Kepengurusan Percasi Kabupaten Serang, sehingga kerjasama dengan Percasi dan KONI Kabupaten Serang akan terus ditingkatkan, sehingga iven-iven lomba dalam memberikan apresiasi Catur juga semakin di perbanyak, saat ini Kabupaten Serang telah memiliki banyak Juri Catur dan Pelatih Catur tingkat Nasional, oleh sebab itu dengan memasyarakatkan Catur maka pihaknya yakin akan lahir pecatur tingkat Master dari Serang, ungkapnya tegas.
Menurut Ketua Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia, Titin Kustini, pihaknya akan terus mengadvokasi agar seluruh sekolah di Provinsi Banten meningkatkan olahraga Catur yang saat ini hampir punah, karena kurang diminati siswa, beberapa langkah yang telah dilakukan YPSI bersama Kedutaan Belanda adalah memberikan pelatihan dan pembinaan pada Guru tentang olahraga Catur, agar olahraga catur menjadi salahsatu mata pelajaran dalam muatan lokal, atau juga bisa dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler disekolah.
Dan untuk mendukung hal tersebut YPSI bersama Kedutaan Belanda juga terus memberikan bantuan peralatan olahraga Catur pada sekolah-sekolah di beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten, setelah mereka melakukan pembinaan Catur, maka untuk memberikan ruang evalasi yaitu dengan kompetisi lomba catur, yang dimulai dari tingkat Sekolah, Kabupaten hingga Provinsi, sehingga siswa-siswi lebih giat berlatih dan kelak akan menjadi pecatur yang handal.
Diakuinya Catur juga terus di sosialisasikan di Sekolah Berkebutuhan Khusus, karena Catur bisa di mainkan oleh siapa saja, termasuk mereka yang tuna netra, tuna rungu ataupun yang cacat fisik, interaksi siswa normal dan siswa berkebutuhan khusus akan membangun kebersamaan dan saling menghargai, demikian juga Lomba Catur Tingkat Provinsi Banten yang digelar di Gedung Catur Kabupaten Serang ini, semua berlomba tanpa membedakan status maupun kondisi fisik seseorang, melalui Catur siswa akan lebih cerdas dan sportif, tegas Titin Kustini.
Hal senada juga diungkapkan Kadisparpora Kabupaten Serang Dra Hj Mimin Aminah MSi, seusai membuka lomba Catur Tingkat Provinsi pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya mendukung penuh upaya YPSI dan Kedutaan Belanda dalam mengembangkan olahraga Catur di kalangan pelajar, dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Serang akan meneruskan kegiatan lomba ini pada iven lain, dimana Catur yang tahun lalu belum masuk dalam POPDA, tahun depan akan kita upayakan agar olahraga Catur masuk dalam POPDA, demikian juga agar semakin digalakkan di sekolah, pihaknya juga akan mengajak Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, agar Catur masuk dalam Kurikulum Pendidikan Muatan Lokal (Mulok), serta bisa menjadi Esktrakurikuler Wajib, sehingga anak didik akan terus mengembangkan kemampuan bermain Catur, sehingga kedepan akan lahir Master-master Catur dari Provinsi Banten, tegasnya.
Hj Mimin juga mengaku bahwa pihaknya beberapa waktu lalu juga sudah melantik Kepengurusan Percasi Kabupaten Serang, sehingga kerjasama dengan Percasi dan KONI Kabupaten Serang akan terus ditingkatkan, sehingga iven-iven lomba dalam memberikan apresiasi Catur juga semakin di perbanyak, saat ini Kabupaten Serang telah memiliki banyak Juri Catur dan Pelatih Catur tingkat Nasional, oleh sebab itu dengan memasyarakatkan Catur maka pihaknya yakin akan lahir pecatur tingkat Master dari Serang, ungkapnya tegas.
Labels: Jabotabek, serbaserbi
Ini Dia Anggota DPRD Depok Terpilih, Periode 2014-2019
KPU Kota Depok menggelar rapat pleno penetapan 50 anggota DPRD Depok terpilih, yang merupakan hasil Pemilu Legislatif lalu, Senin (12/5). Berikut nama 50 anggota DPRD Kota Depok 2014-2019 terpilih berdasarkan Dapil;
Dapil 1
Sri Utami (PKS)
Veronica (PDIP)
Indah Haryani (PDIP)
Yeti Wulandari (Gerindra)
Edi sitorus (Demokrat)
Titi Sumiati (PAN)
Sri Kustiani (PPP)
Dapil 2
Sasmita (Nasdem)
Qutifa Wijaya (PKS)
Siti Sutinah (PDIP)
Rudi Kurniawan (PDIP)
Nurhasim (Golkar)
Hamzah (Gerindra)
Rienova Seri (Gerindra)
Muhamad Taufik (Demokrat)
Igun Sumarno (PAN)
Bernat (Hanura)
Dapil 3
Slamet Riadi (PKB)
Zeni Faizah (PKS)
Yuni Indriani (PDIP)
Mat Arif (PDIP)
Babay Suhaemi (Golkar)
Muhamad Sakam (Gerindra)
Iing Hilman (Gerindra)
Pradana Mulya (Demokrat)
Lahmudin Abdulah (PAN)
Qonita (PPP)
Dapil 4
Farida Rahmayanti (PKS)
Harmanto (PDIP)
Ferlida berlian (PDIP)
Tajudin Tabri (Golkar)
Muhamad HB (Gerindra)
Hj Resqi (Gerindra)
Nurhasan (PAN)
Makmun Abdulah (PPP)
Nurjaman (Hanura)
Dapil 5
Muhamad Saparyono (PKS)
Rahmin Sihaan (PDIP)
Agustina Simanjutak (PDIP)
Juanah Sarmili (Golkar)
Turiman (Gerindra)
Endah Winarti (Demokrat)
Azhari (PAN)
Dapil 6
Muhamad Nasir Infantri (PKS)
Hendrik Tangke Alo (PDIP)
Supriatni (Golkar)
Edi Masturo (Gerindra)
Siti Nurjanah (Demokrat)
Fitri Haryono (PAN)
Mazhab HM. (PPP)
Dapil 1
Sri Utami (PKS)
Veronica (PDIP)
Indah Haryani (PDIP)
Yeti Wulandari (Gerindra)
Edi sitorus (Demokrat)
Titi Sumiati (PAN)
Sri Kustiani (PPP)
Dapil 2
Sasmita (Nasdem)
Qutifa Wijaya (PKS)
Siti Sutinah (PDIP)
Rudi Kurniawan (PDIP)
Nurhasim (Golkar)
Hamzah (Gerindra)
Rienova Seri (Gerindra)
Muhamad Taufik (Demokrat)
Igun Sumarno (PAN)
Bernat (Hanura)
Dapil 3
Slamet Riadi (PKB)
Zeni Faizah (PKS)
Yuni Indriani (PDIP)
Mat Arif (PDIP)
Babay Suhaemi (Golkar)
Muhamad Sakam (Gerindra)
Iing Hilman (Gerindra)
Pradana Mulya (Demokrat)
Lahmudin Abdulah (PAN)
Qonita (PPP)
Dapil 4
Farida Rahmayanti (PKS)
Harmanto (PDIP)
Ferlida berlian (PDIP)
Tajudin Tabri (Golkar)
Muhamad HB (Gerindra)
Hj Resqi (Gerindra)
Nurhasan (PAN)
Makmun Abdulah (PPP)
Nurjaman (Hanura)
Dapil 5
Muhamad Saparyono (PKS)
Rahmin Sihaan (PDIP)
Agustina Simanjutak (PDIP)
Juanah Sarmili (Golkar)
Turiman (Gerindra)
Endah Winarti (Demokrat)
Azhari (PAN)
Dapil 6
Muhamad Nasir Infantri (PKS)
Hendrik Tangke Alo (PDIP)
Supriatni (Golkar)
Edi Masturo (Gerindra)
Siti Nurjanah (Demokrat)
Fitri Haryono (PAN)
Mazhab HM. (PPP)
Labels: Jabotabek
Musrenbang Kecamatan Matraman, Tindaklanjuti Usulan Warga
Peran masyarakat dalam Pembangunan daerah di Provinsi DKI Jakarta sangat dibutuhkan, sehingga diharapkan pembangunan tersebut dapat tepat sasaran, oleh sebab itu untuk menyusun program pembangunan tersebut, Pemprov DKI menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota Administrasi hingga tingkat Provinsi, dan bertempat di Aula Kecamatan Matraman digelar Musrencang tingkat Kecamatan Matraman.
Wakil Walikota Jakarta Timur, H. Husein Murad disela acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur sebagai Kota Administrasi, berharap agar usulan pembangunan di Kecamatan Matraman ini, benar-benar usulan kebutuhan masyarakat, dan bukan sekedar keingingan, oleh sebab itu diharapkan masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaannya, misalkan warga membutuhkan Gerobak Sampah, ya… warga harus bisa menjaga dan menggunakan dengan baik, serta tidak lagi membuang sampah sembarangan, pintanya.
Sementara Camat Matraman Ir Hari Nugroho MM, juga menjelaskan, bahwa Musrenbang ini merupakan tindaklanjut dari Musrenbang tingkat Kelurahan, yang nantinya akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur.
Diakuinya beberapa kegiatan yang akan dilakukan, atas usulan warga juga akan diselaraskan dengan program unggulan Pemprov DKI Jakarta yang sudah di canangkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ir H Joko Widodo, seperti peningkatan pelayanan publik, pengendalian banjir dan genangan air hujan, penataan RW Kumuh serta menciptakan wilayah yang bersih dan nyaman.
Beberapa langkah sudah dilakukan seperti tempat pelayanan terpadu satu pintu, yang saat ini sudah dilakukan, dan akan terus dibenahi baik sarana maupun proses pelayanannya, dibidang kesehatan dan kebersihan, Kecamatan Matraman tengah mengkaji pembuatan pengolahan sampah modern, khususnya untuk daerah pemotongan ayam di Pisangan Baru, memperbaiki saluran air untuk mengurangi banjir serta genangan air saat hujan, penataan kampung kumuh dengan program kampung derat, serta penataan pedagang kaki lima serta penataan lahan agar terlihat bersih dan rapi serperti penghijauan, tegas Ir Hari Nugroho, Camat hasil lelang yang digelar Jokowi beberapa waktu lalu.
Wakil Walikota Jakarta Timur, H. Husein Murad disela acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur sebagai Kota Administrasi, berharap agar usulan pembangunan di Kecamatan Matraman ini, benar-benar usulan kebutuhan masyarakat, dan bukan sekedar keingingan, oleh sebab itu diharapkan masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaannya, misalkan warga membutuhkan Gerobak Sampah, ya… warga harus bisa menjaga dan menggunakan dengan baik, serta tidak lagi membuang sampah sembarangan, pintanya.
Sementara Camat Matraman Ir Hari Nugroho MM, juga menjelaskan, bahwa Musrenbang ini merupakan tindaklanjut dari Musrenbang tingkat Kelurahan, yang nantinya akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur.
Diakuinya beberapa kegiatan yang akan dilakukan, atas usulan warga juga akan diselaraskan dengan program unggulan Pemprov DKI Jakarta yang sudah di canangkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ir H Joko Widodo, seperti peningkatan pelayanan publik, pengendalian banjir dan genangan air hujan, penataan RW Kumuh serta menciptakan wilayah yang bersih dan nyaman.
Beberapa langkah sudah dilakukan seperti tempat pelayanan terpadu satu pintu, yang saat ini sudah dilakukan, dan akan terus dibenahi baik sarana maupun proses pelayanannya, dibidang kesehatan dan kebersihan, Kecamatan Matraman tengah mengkaji pembuatan pengolahan sampah modern, khususnya untuk daerah pemotongan ayam di Pisangan Baru, memperbaiki saluran air untuk mengurangi banjir serta genangan air saat hujan, penataan kampung kumuh dengan program kampung derat, serta penataan pedagang kaki lima serta penataan lahan agar terlihat bersih dan rapi serperti penghijauan, tegas Ir Hari Nugroho, Camat hasil lelang yang digelar Jokowi beberapa waktu lalu.
Labels: Jabotabek
Paguyuban Jawa Tengah Dukung Program Duta Seni Kabupaten Sragen di TMII
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Kantor Perwakilan di Jakarta dan Anjungan Jawa Tengah TMII, memiliki kegiatan rutin dalam mempromosikan potensi Wisata, Budaya dan Kerajinan dengan mewajibkan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah untuk mempersembahkan Kesenian unggulan dari daerah masing-masing, untuk melakukan Pergelaran Kesenian di Anjungan Jateng Taman Mini Indonesia Indah, acara tersebut juga didukung oleh Paguyuban Jawa Tengah Jabodetabek.
Disela acara tersebut Ketua Paguyuban Jawa Tengah Jabodetabek yang diwakili Sudarmanto Leles, SE, MM pada wartawan menjelaskan, bahwa Paguyuban Jawa Tengah sebagai wadah dari seluruh Paguyuban tingkat Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Jakarta dan sekitarnya, sangat mendukung tampilnya para Duta Seni tingkat Kabupaten/Kota di Anjungan Jawa Tengah ini, karena disamping menjadi ajang Kangen akan seni budaya daerah, juga sebagai upaya membangun kerjasama antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan warganya yang ada di Jakarta ini, sehingga upaya membangun daerah juga memperoleh dukungan dari warganya di Perantauan, khususnya di Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor dan Tengerang, ungkap Sudarmanto Leles yang juga Caleg DPRRI dari Partai Gerindra yang mewakili daerah Pemilihan Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri nomor urut 4 tersebut.
Lebih jauh Sudarmanto atau yang lebih akrab dipanggil Leles tersebut juga menegaskan, bahwa pihaknya juga berterimakasih pada Pemkab Sragen yang juga berpartisipasi dalam program Mudik Gratis beberapa bulan lalu, dan warga Sragen yang turut mudik berjumlah 8 Bus, dimana jumlahnya disesuaikan dengan ajuan beberapa Paguyuban Warga Sragen di Jabodetabek, serta warga Sragen yang datang sendiri mendaftar ke Kantor Perwakilan¸ ditahun mendatang informasi mudik gratis diharapkan dapat disampaikan ke warga Sragen di Jakarta dan sekitarnya, sehingga akan lebih banyak lagi Warga Sragen di Jabodetabek yang turut dalam program mudik gratis Gubernur Jateng tersebut, tegas Pengusaha yang kini terpanggil bergabung di Partai Gerindra ini.
Readmore »
Disela acara tersebut Ketua Paguyuban Jawa Tengah Jabodetabek yang diwakili Sudarmanto Leles, SE, MM pada wartawan menjelaskan, bahwa Paguyuban Jawa Tengah sebagai wadah dari seluruh Paguyuban tingkat Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Jakarta dan sekitarnya, sangat mendukung tampilnya para Duta Seni tingkat Kabupaten/Kota di Anjungan Jawa Tengah ini, karena disamping menjadi ajang Kangen akan seni budaya daerah, juga sebagai upaya membangun kerjasama antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan warganya yang ada di Jakarta ini, sehingga upaya membangun daerah juga memperoleh dukungan dari warganya di Perantauan, khususnya di Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor dan Tengerang, ungkap Sudarmanto Leles yang juga Caleg DPRRI dari Partai Gerindra yang mewakili daerah Pemilihan Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri nomor urut 4 tersebut.
Lebih jauh Sudarmanto atau yang lebih akrab dipanggil Leles tersebut juga menegaskan, bahwa pihaknya juga berterimakasih pada Pemkab Sragen yang juga berpartisipasi dalam program Mudik Gratis beberapa bulan lalu, dan warga Sragen yang turut mudik berjumlah 8 Bus, dimana jumlahnya disesuaikan dengan ajuan beberapa Paguyuban Warga Sragen di Jabodetabek, serta warga Sragen yang datang sendiri mendaftar ke Kantor Perwakilan¸ ditahun mendatang informasi mudik gratis diharapkan dapat disampaikan ke warga Sragen di Jakarta dan sekitarnya, sehingga akan lebih banyak lagi Warga Sragen di Jabodetabek yang turut dalam program mudik gratis Gubernur Jateng tersebut, tegas Pengusaha yang kini terpanggil bergabung di Partai Gerindra ini.
H Rukun Santoso Gelar Dialog Dengan Konstituen di Lenteng Agung
Ditengah kesibukannya sebagai anggota dewan di DPRD DKI, Politisi Partai Hanura yang terpilih dari daerah pemilihan Jakarta Selatan, H Rukun Santoso juga menyempatkan diri menyambangi konstituennya, salahsatu tempat yang beberapa waktu lalu dikunjugi adalah di wilayah Lenteng Agung Jakarta Selatan.
Sebagaimana biasa dalam kunjungan tersebut, anggota dewan yang berlatarbelakang sebagai Pengusaha dibidang Konstuksi ini, juga melakukan dialog guna menyerap aspirasi masyarakat, yang kemudian diperjuangkan di DPRD DKI.
Wakil Rakyat yang kini kembali maju sebagai Caleg Partai Hanura daerah pemilihan Jakarta Selatan VIII (KECAMATAN TEBET, MAMPANG PRAPATAN, PASAR MINGGU, PANCORAN, JAGAKARSA) nomor urut 10 ini, saat menyambangi konstituennya terlihat cukup akrab, warga yang hadir dalam acara dialog taksegan-segan untuk menyapa dan bersalaman, banyak warga yang mengadu tentang permasalahan pelayanan Pemda DKI di wilayah Jakarta Selatan, demikian juga menyangkut program KJS dan KJP, mereka berharap program tersebut tidak salah sasaran, dan warga kurang mampu diharapkan akan benar-benar memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan yang baik.
Ketua Umum Ormas Rukun Community Center (RCC) ini juga menegaskan, bahwa RCC telah banyak memberikan bantuan warga Jakarta Selatan yang menginginkan Akte Kelahiran anaknya, dan bantuan tersebut juga akan terus diberikan pada orang tua yang usai melahirkan, untuk memperoleh Akte Kelahiran anaknya, semuanya akan diurus pengurus RCC tanpa biaya alias gratis.
Pendampingan selama ini juga diberikan pada konstituennya yang sedang membutuhkan rawat inap di RSUD, dimana sebelum Gubernur DKI meluncurkan KJS, RCC telah banyak membantu pengurusan SKTM, sehingga banyak warga yang terbantu saat berobat, dan program pendampingan di RS kini juga terus dilakukan jajaran RCC.
Pada Koran Sinar Pagi H Rukun Santoso mengaku, bahwa kehadirannya di Lenteng Agung ini adalah dalam upaya menyerap berbagai aspirasi dan informasi dari masyarakat, serta ingin melihat langsung kondisi diwilayahnya, yang nantinya akan diteruskan di Fraksi Hanura DPRD DKI dalam upaya menyusun program kerja maupun Perda bersama Pemda DKI Jakarta, tegasnya.
Readmore »
Sebagaimana biasa dalam kunjungan tersebut, anggota dewan yang berlatarbelakang sebagai Pengusaha dibidang Konstuksi ini, juga melakukan dialog guna menyerap aspirasi masyarakat, yang kemudian diperjuangkan di DPRD DKI.
Wakil Rakyat yang kini kembali maju sebagai Caleg Partai Hanura daerah pemilihan Jakarta Selatan VIII (KECAMATAN TEBET, MAMPANG PRAPATAN, PASAR MINGGU, PANCORAN, JAGAKARSA) nomor urut 10 ini, saat menyambangi konstituennya terlihat cukup akrab, warga yang hadir dalam acara dialog taksegan-segan untuk menyapa dan bersalaman, banyak warga yang mengadu tentang permasalahan pelayanan Pemda DKI di wilayah Jakarta Selatan, demikian juga menyangkut program KJS dan KJP, mereka berharap program tersebut tidak salah sasaran, dan warga kurang mampu diharapkan akan benar-benar memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan yang baik.
Ketua Umum Ormas Rukun Community Center (RCC) ini juga menegaskan, bahwa RCC telah banyak memberikan bantuan warga Jakarta Selatan yang menginginkan Akte Kelahiran anaknya, dan bantuan tersebut juga akan terus diberikan pada orang tua yang usai melahirkan, untuk memperoleh Akte Kelahiran anaknya, semuanya akan diurus pengurus RCC tanpa biaya alias gratis.
Pendampingan selama ini juga diberikan pada konstituennya yang sedang membutuhkan rawat inap di RSUD, dimana sebelum Gubernur DKI meluncurkan KJS, RCC telah banyak membantu pengurusan SKTM, sehingga banyak warga yang terbantu saat berobat, dan program pendampingan di RS kini juga terus dilakukan jajaran RCC.
Pada Koran Sinar Pagi H Rukun Santoso mengaku, bahwa kehadirannya di Lenteng Agung ini adalah dalam upaya menyerap berbagai aspirasi dan informasi dari masyarakat, serta ingin melihat langsung kondisi diwilayahnya, yang nantinya akan diteruskan di Fraksi Hanura DPRD DKI dalam upaya menyusun program kerja maupun Perda bersama Pemda DKI Jakarta, tegasnya.
Labels: DKI Jakarta, Jabotabek
Walikota Jaktim Buka Kejuaraan Tinju Untuk Pelajar SMA/K
Persatuan Tinju Nasional Amatir Indonesia (Pertina) Jakarta Timur ini, dalam upaya menjaring atlet tinju tingkat pelajar, bertempat di Gedung Velodrome Rawamangun, Pulogadung, Jaktim mulai dari tanggal 21 hingga 24 Mei 2013 mengggelar kejuaraan tinju untuk pelajar, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, didampingi Ketu PERTINA Jaktim Teguh Hendarwan.
Dalam sambutannya, Walikota mengatakan, kejuaraan ini bertujuan untuk memajukan dunia olahraga tinju dan melahirkan atlet-atlet tinju yang berkualitas dan berkompeten sampai ke tingkat dunia. “Kejuaraan ini juga untuk memeriahkan dan menghidupkan pertandingan tinju di kalangan para pelajar SMU di wilayah Jakarta Timur,” ujarnya.
Menurut Walikota, tinju amatir saat ini masih jauh dan kurang peminatnya dari kalangan generasi muda, khususnya pelajar. Lewat kegiatan tinju ini, diharapkan dapat mengalihkan dan mengatasi kegemaran para pelajar melakukan tawuran dan menekan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
“Maka melalui pertandingan ini, saya mengajak semua lapisan masyarakat dan elemen untuk selalu mensuport. Pemerintah, pendidik, tokoh masyarakat dan pengusaha dapat pula bersama-sama memberikan dorongan, motivasi serta suport kepada generasi penerus,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua PERTINA Jaktim yang juga Camat Pulogadung Teguh Hendrawan bahwa dalam kejuaran tinju dikalangan pelajar SMA/K ini diikuti oleh 80 atlet tinju, putra dan putri, dengan tajuk Walikota Cup, kegiatan ini sudah dimulai sejak tanggal 21 Mei 2013, dengan acara penimbangan dan pemeriksaan kesehatan peserta. Tercatat ada 80 atlet putra dan putri, “Kejuaraan ini terdiri dari kategori youth, junior dan mini junior, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan untuk kategori Youth Utama. Trophy juga diberikan untuk petinju terbaik, petinju harapan, petinju berbakat dan juara umum. “Saya mengharapkan, pertandingan ini dapat menjadi barometer meningkatnya prestasi di cabang olahraga tinju, sehingga melahirkan petinju berkaulitas sampai tingkat dunia, harapnya.
Dalam sambutannya, Walikota mengatakan, kejuaraan ini bertujuan untuk memajukan dunia olahraga tinju dan melahirkan atlet-atlet tinju yang berkualitas dan berkompeten sampai ke tingkat dunia. “Kejuaraan ini juga untuk memeriahkan dan menghidupkan pertandingan tinju di kalangan para pelajar SMU di wilayah Jakarta Timur,” ujarnya.
Menurut Walikota, tinju amatir saat ini masih jauh dan kurang peminatnya dari kalangan generasi muda, khususnya pelajar. Lewat kegiatan tinju ini, diharapkan dapat mengalihkan dan mengatasi kegemaran para pelajar melakukan tawuran dan menekan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
“Maka melalui pertandingan ini, saya mengajak semua lapisan masyarakat dan elemen untuk selalu mensuport. Pemerintah, pendidik, tokoh masyarakat dan pengusaha dapat pula bersama-sama memberikan dorongan, motivasi serta suport kepada generasi penerus,” ujarnya.Hal senada juga diungkapkan Ketua PERTINA Jaktim yang juga Camat Pulogadung Teguh Hendrawan bahwa dalam kejuaran tinju dikalangan pelajar SMA/K ini diikuti oleh 80 atlet tinju, putra dan putri, dengan tajuk Walikota Cup, kegiatan ini sudah dimulai sejak tanggal 21 Mei 2013, dengan acara penimbangan dan pemeriksaan kesehatan peserta. Tercatat ada 80 atlet putra dan putri, “Kejuaraan ini terdiri dari kategori youth, junior dan mini junior, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan untuk kategori Youth Utama. Trophy juga diberikan untuk petinju terbaik, petinju harapan, petinju berbakat dan juara umum. “Saya mengharapkan, pertandingan ini dapat menjadi barometer meningkatnya prestasi di cabang olahraga tinju, sehingga melahirkan petinju berkaulitas sampai tingkat dunia, harapnya.
Labels: Jabotabek
Musyawarah Kota Ke 12 RAPI Jaktim, Tingkatkan Konsolidasi Internal dan Eksternal
Sebagaimana yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, jajaran Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 05 Kota Jakarta Timur menggelar Musyawarah Kota yang ke 12, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Jaktim HR Krisdianto.
Dalam sambutannya Walikota mengaku sangat apresiasi yang tinggi pada jajaran RAPI Kota Jakarta Timur, yang pada saat banjir beberapa bulan lalu, telah bersama-sama Pemerintah Kota Jaktim dalam membantu meringankan beban warga korban banjir, demikian juga pada saat lebaran, RAPI juga turutserta membantu para pemudik untuk dapat memperoleh informasi yang tepat, untuk itu hendaknya kerjasama RAPI dengan Pemerintah Kota Jaktim untuk dapat terus ditingkatkan, paparnya.
Sementara Ketua RAPI Kota Jaktim periode 2013 – 2016, Makmur (JZ 09 KDG). Juga menambahkan, bahwa sebagai ketua RAPI Wilayah Kota Jaktim yang baru, pihaknya akan melakukan konsolidasi baik internal maupun eksternal, meskipun hubungan kerjasama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur sudah terjalin dengan baik, namun perlu lebih ditingkatkan lagi, khususnya dalam kesiap siagaan bencana.
Kondisi Wilayah Jakarta Timur, sebenarnya sangat rentan dengan bencana banjir dan kebakaran, meskipun Jakarta tidak hujan, namun apabila di hulu seperti Bogor, Puncak dan Cianjur hujan deras, maka banjirpun bisa melanda Jakarta Timur, belum lagi kondisi pemukiman padat di Jakarta Timur yang rentan dengan bahaya kebakaran, ini membutuhkan peranserta semua pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran, oleh sebab itu melalui Tim Reaksi Cepat RAPI Kota Jaktim akan terus membangun komunikasi dan konsolidasi dingan Sudin terkait, seperti Sudin Kesehatan, PMI, Sudin Sosial serta Sudin Damkar PB, dan RAPI juga merupakan bagian dari Forum Komunikasi Siaga Bencana, tegas Makmur.
Dalam sambutannya Walikota mengaku sangat apresiasi yang tinggi pada jajaran RAPI Kota Jakarta Timur, yang pada saat banjir beberapa bulan lalu, telah bersama-sama Pemerintah Kota Jaktim dalam membantu meringankan beban warga korban banjir, demikian juga pada saat lebaran, RAPI juga turutserta membantu para pemudik untuk dapat memperoleh informasi yang tepat, untuk itu hendaknya kerjasama RAPI dengan Pemerintah Kota Jaktim untuk dapat terus ditingkatkan, paparnya.
Sementara Ketua RAPI Kota Jaktim periode 2013 – 2016, Makmur (JZ 09 KDG). Juga menambahkan, bahwa sebagai ketua RAPI Wilayah Kota Jaktim yang baru, pihaknya akan melakukan konsolidasi baik internal maupun eksternal, meskipun hubungan kerjasama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur sudah terjalin dengan baik, namun perlu lebih ditingkatkan lagi, khususnya dalam kesiap siagaan bencana.
Kondisi Wilayah Jakarta Timur, sebenarnya sangat rentan dengan bencana banjir dan kebakaran, meskipun Jakarta tidak hujan, namun apabila di hulu seperti Bogor, Puncak dan Cianjur hujan deras, maka banjirpun bisa melanda Jakarta Timur, belum lagi kondisi pemukiman padat di Jakarta Timur yang rentan dengan bahaya kebakaran, ini membutuhkan peranserta semua pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran, oleh sebab itu melalui Tim Reaksi Cepat RAPI Kota Jaktim akan terus membangun komunikasi dan konsolidasi dingan Sudin terkait, seperti Sudin Kesehatan, PMI, Sudin Sosial serta Sudin Damkar PB, dan RAPI juga merupakan bagian dari Forum Komunikasi Siaga Bencana, tegas Makmur.
Labels: Jabotabek
Jokowi Bekali 911 Wisudawan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Dengan Kewirausahaan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) didaulat memberikan orasi ilmiah dalam acara Diesnatalis ke-52 dan wisuda sarjana, magister, Universitas Prof. Dr. Moestopo di Jakarta Convention Center (JCC),
Di hadapan 911 wisudawan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jokowi memberikan petuah, salah satu yang ditekankan Jokowi adalah tentang kemandirian dan kewirausahaan.
Gubernur DKI Jakarta, Mantan Walikota Solo yang sebelumnya adalah Pengusaha dibidang Furniture tersebut, meminta pada seluruh alumni untuk dapat membuka lapangan kerja, menurut Jokowi di Jakarta ini sangat terbuka untuk berwirausaha¸ peluang sangat terbuka silahkan membuka usaha, pemerintah daerah akan mempermudah perijinan, tegasnya.
Jokowi juga meminta agar wisudawan memiliki keberanian, kalau ingin berwirausaha yang penting mulai dulu, jangan memikirkan nanti laku apa tidak, rugi atau untung, yang penting buka usahanya lalu cari jalan dan solusinya, demikian juga kalau gagal jangan putus asa, cari jalan terbaik, karena kalau usaha furniture gagal lalu ganti usaha makanan, setahun gagal ganti usaha yang lain, berarti anda ibarat sekolah di TK terus, ngak naik-naik, padahal prosesnya dari TK naik ke SD, SMP, SMA baru kuliah, sehingga bisa jadi Sarjana, demikian juga kalau berusaha harus yakin, “saya dari usaha furniture setahun memasarkan ke Kota-kota besar di Indonesia, dua tahun Ekspor ke Singapura kemudian berkembang melakukan ekspor ke negara Asia dan Eropa kemudian Amerika”, paparnya.

Kalau pengen sukses jangan niru-niru dan jangan kerja biasa-biasa saja, harus memiliki kelebihan, dahulu saya kerja dari subuh hingga tengah malam, bahkan terkadang dari subuh sampai ke subuh lagi, kalau ada yang niru usaha saya ya… silahkan saja, kita tidak boleh takut ditiru, bahkan saya mempersilahkan orang lain meniru, tapi saya selalu melakukan terobosan baru, jadi tidak mungkin orang yang meniru bisa lebih sukses dari yang ditiru,sekalilagi saya berpesan, kalau usaha harus punya kelebihan dan jangan biasa-biasa saja, papar Jokowi yang disambut tepuk tangan wisudawan dan hadirin.
Sementara disela acara tersebut, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. DR. H. Sunarto, MSi menegaskan bahwa dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, kini Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) tengah menyelesaikan pembangunan Gedung Perkuliahan 6 lantai di kawasan Bintaro termasuk gedung Laboratorium dan studio terpadu, semua dibangun dengan konsep gedung pendidikan Modern, sehingga akan mendukung peran Universitas Moestopo (Beragama) dalam mencetak Sarjana-sarjana yang bermutu dan berdaya saing tinggi, tegasnya.
Di hadapan 911 wisudawan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jokowi memberikan petuah, salah satu yang ditekankan Jokowi adalah tentang kemandirian dan kewirausahaan.
Gubernur DKI Jakarta, Mantan Walikota Solo yang sebelumnya adalah Pengusaha dibidang Furniture tersebut, meminta pada seluruh alumni untuk dapat membuka lapangan kerja, menurut Jokowi di Jakarta ini sangat terbuka untuk berwirausaha¸ peluang sangat terbuka silahkan membuka usaha, pemerintah daerah akan mempermudah perijinan, tegasnya.
Jokowi juga meminta agar wisudawan memiliki keberanian, kalau ingin berwirausaha yang penting mulai dulu, jangan memikirkan nanti laku apa tidak, rugi atau untung, yang penting buka usahanya lalu cari jalan dan solusinya, demikian juga kalau gagal jangan putus asa, cari jalan terbaik, karena kalau usaha furniture gagal lalu ganti usaha makanan, setahun gagal ganti usaha yang lain, berarti anda ibarat sekolah di TK terus, ngak naik-naik, padahal prosesnya dari TK naik ke SD, SMP, SMA baru kuliah, sehingga bisa jadi Sarjana, demikian juga kalau berusaha harus yakin, “saya dari usaha furniture setahun memasarkan ke Kota-kota besar di Indonesia, dua tahun Ekspor ke Singapura kemudian berkembang melakukan ekspor ke negara Asia dan Eropa kemudian Amerika”, paparnya.

Kalau pengen sukses jangan niru-niru dan jangan kerja biasa-biasa saja, harus memiliki kelebihan, dahulu saya kerja dari subuh hingga tengah malam, bahkan terkadang dari subuh sampai ke subuh lagi, kalau ada yang niru usaha saya ya… silahkan saja, kita tidak boleh takut ditiru, bahkan saya mempersilahkan orang lain meniru, tapi saya selalu melakukan terobosan baru, jadi tidak mungkin orang yang meniru bisa lebih sukses dari yang ditiru,sekalilagi saya berpesan, kalau usaha harus punya kelebihan dan jangan biasa-biasa saja, papar Jokowi yang disambut tepuk tangan wisudawan dan hadirin.
Sementara disela acara tersebut, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. DR. H. Sunarto, MSi menegaskan bahwa dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, kini Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) tengah menyelesaikan pembangunan Gedung Perkuliahan 6 lantai di kawasan Bintaro termasuk gedung Laboratorium dan studio terpadu, semua dibangun dengan konsep gedung pendidikan Modern, sehingga akan mendukung peran Universitas Moestopo (Beragama) dalam mencetak Sarjana-sarjana yang bermutu dan berdaya saing tinggi, tegasnya.
Labels: Jabotabek, Pendidikan




























