STIE TN Gelar Seminar Kiat-kiat Pemasaran Sukses




Sebagaimana langkah-langkah yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tunas Nusantara (STIE TN) yang terletak di jalan Budhi no.21 Cawang Jakarta Timur, dalam membekali para mahasiswa dan alumni akan jiwa kewirausahaan, beberapa waktu lalu, STIE TN menggelar seminar wirausaha.

Menurut humas STIE TN, Nurmala, tema kali ini sengaja mengambil tema “Kiat-kiat Pemasaran Sukses”, dengan menampilkan pembicara Dr Bambang Sutarno (Direktur IES), dimana dalam paparannya, Bambang Sutarno memberikan bekal pada para peserta, mendapatkan trik-trik hebat untuk mendapatkan pelanggan, meningkatkan jaringan pemasaran serta meningkatkan daya juah sebuah produk.

Seminar tersebut juga untuk menambah bekal bagi seluruh mahasiswa, program study Manajemen maupun Akutansi, sebagai upaya meningkatkan wawasan serta pengetahuan mahasiswa dalam bidang Pemasaran,yang selama ini sudah diterima dibangku kuliah, dan seminar ini juga sebagai kegiatan wajib bagi para mahasiswa STIE Tunas Nusantara.

Dengan kegiatan seminar tersebut, kita juga berharap para mahasiswa mampu mencerna ilmu tentang Marketing, sehingga para mahasiswa mampu mempraktekan didunia kerja nantinya, serta mengetahui trik-trik khusus untuk menguasai bidang ini, serta mampu menyerap materi yang diberikan pembicara, dan meningkatkan ilmu Pemasaran, tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Pusat Inkubator Bisnis STIE Tunas Nusantara, Agus Selamet, SE, M.Ei, bahwa seminar Kiat Pemasaran Sukses ini, juga sebagai kegiatan rutin dari Pusat Inkubator Bisnis STIE TN, sebagai bentuk pembekalan pada Mahasiswa, Alumni maupun masyarakat secara luas, seminar kali ini lebih dititikberatkan dalam upaya merubah menset menjadi pebisnis, kita ingin merubah bagaimana mereka memiliki pemikiran, wawasan dan pemahaman pebisnis dengan strategi Pemasaran, paparnya.
Readmore »

Wagub Prijanto Buka Festival Monas dan Festival Layang-layang




Jakarta bukan saja sebagai kota Metropolitan, tetapi Jakarta juga dikenal sebagai Kota Budaya, karena memiliki beraneka ragam seni budayanya, demikian juga kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai Icon Wisata saat ini, hal tersebutlah yang melatarbelakangi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, melalui Sudin Kebudayaan, dalam menggelar Festival Monas. Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto tersebut menampilkan berbagai kesenian daerah, serta diramaikan Pameran dengan 60 stan, baik dari Museum, Kuliner Betawi maupun produk makanan lainnya.

Dalam sambutannya, H Prijanto berharap agar tahun depan dapat lebih meriah lagi, kalau saat ini diikuti peserta dari Kabupaten Sumedang (Jawa Barat), Pemkot Bandung (Jawa Barat), Pemkot Cirebon (Jawa Barat), serta Pemkot Tangerang (Banten), maka tahun depan diharapkan akan lebih banyak lagi Kabupaten/Kota yang turutserta, sehingga Festival Monas menjadi iven berskala nasional. Atas nama Pemprov DKI Jakarta, Prijanto juga mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten Sumedang yang telah memberikan 1.000 pohon kepada Pemprov DKI Jakarta, ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,Dr. Arie Budhiman juga menambahkan, bahwa gagasan wakil gubernur untuk menjadikan Festival Monas sebagai festival tetap dan mengikut sertakan peserta dari luar wilayah DKI Jakarta merupakan gagasan baik. Sebab, Monas memang tidak hanya kebanggaan masyarakat Jakarta saja, melainkan kebanggaan seluruh warga Negara Indonesia. Untuk mewujudkannya, Arie pun berjanji akan menyosialisasikan mulai saat ini, supaya daerah-daerah yang nantinya diundang dalam festival memiliki persiapan yang cukup, serta ikut memprogramkan dalam agenda tahunan mereka. "Gagasan mengundang lebih banyak kota dan kabupaten lain di seluruh Indonesia dalam Festival Monas sangat positif. Tentu, jadi hal baik dengan nama Festival Nasional, karena bukan hanya menjadi kebanggaan Jakarta tapi nasional," jelasnya.

Plh Walikota Jakarta Pusat,H Fatahilah, didampingi Kasudin Kebudayaan Jakpus, Abas Sudiana didepan para wartawan menjelaskan, bahwa Festival Monas kali ini, dimeriahkan oleh 12 pameran budaya. Rinciannya, 8 museum dan 4 stand kota dan daerah. Selain itu juga digelar bazar yang memamerkan sebanyak 40 multi produk dan kuliner. Acara pembukaan dimeriahkan oleh penampilan berbagai kesenian asal daerah di Indonesia seperti, ondel-ondel, reog ponorogo, sisingaan, atraksi egrang, serta pameran busana daerah. Festival Monas yang berlangsung 9-11 Juli ini, diharapkan akan meningkatkan tingkat kunjungan pada tempat yang selama ini menjadi simbol Kota Jakarta tersebut. Diharapkan lewat festival yang berlangsung selama tiga hari ini, target sembilan ribu pengunjung bisa terealisasi, Festival Monas ini, juga sebagai bentuk apresiasi seni serta pembinaan dari sanggar-sanggar seni yang ada diwilayah Jakarta Pusat, ungkap H Fatahillah.

Kominitas Motor Gede juga terlihat disela acara tersebut, Asiantoro mewakili Bikers Moge Jakarta, saat ditemui wartawan menjelaskan, bahwa kehadiran komunitas motor gede dalam Festival Monas ini taklain adalah ingin meningkatkan rasa kepedulian akan budaya daerah maupun museum yang ada di Jakarta ini, selama ini para Bikers sudah seringkali melakukan kegiatan di Museum-museum, hal tersebut sebagai bentuk kepedulian para Bikers akan Museum sebagai tempat bersejarah, sarana pendidikan serta sebagai cagar budaya, paparnya.

Readmore »

Pasca Sarjana ST Pariwisata Trisakti Gelar Seminar Internasional Pembangunan Pariwisata Indonesia




Bertempat di Hotel Ballroom Crown Plaza Jakarta, Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta menggelar Seminar Internasional Pembangunan Pariwisata Indonesia, acara yang juga diikuti dengan Soft Launching Festival Topeng Nusantara 2010 tersebut, menampilkan pembicara Hermawan Kartajaya  (Founder and President of MarkPlus Inc; President of World), DR. Anak Agung Gde Agung (Pemerhati Pariwisata Indonesia), Mr. Alitstrair G. Speirs (Chief Executive Officer, PT. Phoenix Communication), Mr. Poul E. Bitsch (Chairman of the Jakarta Internasional Hotel Association), serta Dirjen Pemasaran Kembudpar RI.

Menurut Ketua ST Pariwisata Trisakti, Djoko Sudibyo, SE, MM, PhD, bahwa Seminar Internasional ini, ST Pariwisata Trisakti, ingin mengajak kita semua, untuk membicarakan dan membedah strategi para Akademisi, Birokrasi, Praktisi dan para Pakar, bersama dengan cara mengenali keterbatasan, tantangan serta peluang pariwisata Indonesia. Diharapkan dapat diambil berbagai langkah koreksi dan solusi yang bermanfaat dalam peningkatan daya saing Pariwisata Indonesia di Asean khususnya dan Internasional.

Dengan seminar ini kita juga ingin mengenali dan mendiskusikan keterbatasan, kelebihan, peluang dan tantangan pembangunan Pariwisata Indonesia masa depan, akibat munculnya dampak perhatian yang berlebihan (“Over Focus”) hanya pada destinasi tertentu saja. Mencari solusi pragmatis dan berkesinambungan dalam memecahkan masalah-masalah actual, guna mendorong percepatan pembangunan pariwisata, menuju kepada perubahan paradigm (“paradigm shift”) Pariwisata Indonesia yang lebih berkembang (“upward spiral”).

Saat disinggung tentang program pengabdian masyarakat, Djoko Sudibyo, SE, MM, PhD mengaskan, bahwa ST Pariwisata Trisakti telah lama melakukan binaan dengan “Program Pendidikan Pariwisata Masuk Desa”, dimana saat ini telah memiliki daerah binaan seperti yang dilakukan di Cirebon, Sukabumi, Bogor dan Jakarta, dimana masyarakat gratis dalam mengikuti pendidikan, untuk mengikuti bimbinan singkat wirausaha, dengan tehnik produksi hingga pemasaran, program ini akan terus ditingkatkan bersama dunia industri dan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, paparnya. 

Pimpinan Yayasan Prima Ardian Tana, Pegy Melati Sukma juga menambahkan, bahwa pihaknya ingin terus membangkitkan minat masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan Seni Topeng, sebagai warisan budaya bangsa Indonesia,  melalui  “Festival Topeng Nusantara”, yang menampilkan topeng dari berbagai daerah di Indonesia,  sehingga kedepan seni Topeng dapat berdampak secara luas, bukan saja disektor pariwisata, tetapi juga UMKM, paparnya. 

Sementara ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta, DR Arie Budhiman saat dimintai tanggapan akan seminar tersebut, mengaku gembira, atas peran semua pihak dalam memajukan kepariwisataan di Indonesia, dengan seminar ini telah menegaskan, sebuah korelasi yang sangat signifikan, antara kepariwisataan dan kebudayaan, karena berbicara pariwisata bukan saja bicara ranah ekonomi saja, tetapi juga karakter budayanya, hal tersebut sesuai dengan kode etik pariwisata global, yang menyatakan bahwa Pariwisata adalah pengguna warisan budaya, sehingga tema kepariwisataan yang juga membahas masalah Topeng Nusantara, sehingga kekhasan ini juga diharapkan akan menjadi warisan dunia, sebagaimana Keris, Batik dan Wayang.

Dengan kenyataan bahwa aktifitas Pariwisata sudah menjadi tulang punggung ekonomi sebuah bangsa, maupun kelompok masyarakat, maka dibutuhkan sebuah keberanian bagi pengelola Negara, untuk lebih meningkatkan investasi maupun Promosi kepariwisataan, disamping melakukan perbaikan fasilitas sarana produk pariwisata, tetapi Promosinya juga harus lebih ditingkatkan, karena tanpa promosi, masyarakat dan wisatawan tidak akan tau obyek-obyek yang memang layak di kunjungi, papar Arie Budhiman.
Readmore »

Jusuf Kalla Tutup Jumbara, PMR PMI Jaktim Gotong Tropy Gubernur




Bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, 3.500 anggota, pembina, dan pengurus Palang Merah Remaja (PMR) se-DKI Jakarta mengikuti kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) VII PMR 2010, acara yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, H Fauzi Bowo tersebut, ditutup oleh Ketua Umum PMI, MH Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla meminta pada seluruh peserta Jumbara, untuk senantiasa meningkatkan kualitas pengabdian, Jumbara merupakan kegiatan bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai perkembangan jiwa generasi muda yang tergabung dalam wadah PMR. Menurutnya, ada dua hal pokok dalam kegiatan Jumbara, yakni bermafaat bagi diri sendiri dan masyarakat serta bersiap untuk berbakti di tengah masyarakat.

Mantan Wakil Presiden RI ini juga berharap kegiatan Jumbara ke-VII PMR/PMI DKI Jakarta ini dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar sesama peserta dalam melakukan perjuangan kemanusiaan di manapun. “Ini merupakan wujud nyata membentuk karakter generasi muda menuju generasi muda yang baik dan beretika,” tandas Kalla.
 
Dalam akhir upacara panitia Jumbara juga mengungumkan hasil lomba, setelah melalui berbagai rangkaian kegiatan dan penilaian selama tiga hari sejak Minggu (27/6) lalu, PMR PMI Cabang Jakarta Timur, akhirnya keluar sebagai juara umum pada kegiatan itu setelah berhasil menyingkirkan pesaingnya. Atas prestasi itu, PMR cabang Jakarta Timur berhak atas piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Jusuf Kalla sekaligus sebagai tanda ditutupnya Jumbara PMR/PMI ke-7 DKI Jakarta yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Terpilihnya PMR Jakarta Timur sebagai juara umum pada Jumbara ke-7 ini karena berhasil menjuarai beberapa katagori lomba yang dipertandingkan antar kontingen PMR yang berasal dari lima wilayah kota dan satu kabupaten se -DKI Jakarta. Tak hanya itu, kreativitas serta kebersamaan kontingan PMR Jakarta Timur juga menjadi nilai plus untuk menyabet juara umum.

Sedangkan juara favorit pertama yang dinilai berdasarkan aspek kerapihan kemah, seni panggung, dan kebersamaan anggota kontingen dimenangkan oleh PMR Jakarta Utara. Sedangka posisi favorit kedua diraih PMR Jakarta Timur. Favorit ketiga jatuh pada PMR Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat favorit keempat. Sedangkan kontingen PMR Jakarta Pusat dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu masing-masing berada di posisi kelima dan keenam.

Ketua PMI DKI Jakarta, Rini Sutiyoso, mengatakan, kegiatan Jumbara tahun ini melibatkan sebanyak 2.000 peserta yang  berasal dari lima wilayah kotamadya serta satu kabupaten di DKI Jakarta. Agenda dalam Jumbara tahun ini meliputi beberapa kegiatan sosial termasuk kunjungan bakti sosial kepada masyarakat dan beberapa panti sosial di Jakarta . “Semoga di tahun mendatang, kegiatan ini kembali terlaksana dan dapat lebih meningkatkan kemampuan serta keahlian peserta Jumbara,” ujar Rini Sutiyoso,

Ketua PMI Jakarta Timur, H. Kusnoto S, SE, mengaku bersyukur atas keberhasilan Tim PMR PMI Jaktim menjadi juara Umum dan kembali membawa Tropy Gubernur DKI Jakarta, ini semua atas kekompakan dari seluruh peserta PMR Jaktim, karena PMI Jaktim memang telah membekali PMR akan ilmu dan tehnik kepalangmerahan dengan baik, oleh sebab itu, kedepan diharapkan mereka akan menjadi relawan-relawan yang tangguh, ungkapnya.
Readmore »

Wisata Kuliner Warung Apung Rowo Jombor, Kabupaten Klatan




Warung apung sebetulnya hanyalah sebuah bangunan yang mengapung di atas air. Namun warung apung di Rawa Jombor ini memberikan daya tarik tersendiri berikut nuansa kuliner yang ditawarkan. Jumlah warung apung di Rawa Jombor ini cukup banyak dan dibatasi per kapling, para pengunjung tinggal memilih warung apung yang akan dijadikan tempat untuk menikmati wisata kuliner di Rawa Jombor.

Rawa Jombor terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten atau sebelah selatan sejauh 15 kilometer dari Kota Klaten. Merupakan daerah wisata alam dipadukan dengan kuliner hidangan air tawar.

Konsep warung apung ditempat ini dengan mengikat beratus-ratus drum kosong kemudian diberi alas kayu dan atap sehingga mirip seperti bangunan semi permanen. Kemudian diapungkan sedikit ke tengah rawa kira-kira 20-30 meter dari tepi rawa. Untuk menuju warung apung dengan menggunakan rakit atau perahu yang ditarik dengan tali di kedua sisi.

Di warung apung Rawa Jombor ini juga disediakan alat untuk memancing beserta umpannya untuk memancing di rawa ini. Bila beruntung anda bisa mendapatkan ikan dalam ukuran besar, namun kebanyakan orang yang mencoba memancing hanya mendapatkan ikan yang berukuran kecil.

Ikan yang dipancing bukan berasal dari kolam yang dibuat oleh penyedia warung apung dari jaring namun berasal dari rawa. Susahnya mencari ikan di Rawa Jombor diakibatkan air rawa terlihat keruh, berwarna kehijauan dan beberapa bagian rawa telah mengalami pendangkalan. Diperparah dengan pertumbuhan enceng gondok di beberapa bagian rawa yang tidak digunakan untuk warung apung. Mengakibatkan banyak orang tidak mengetahui bahwa Rawa Jombor merupakan rawa atau telaga yang terbentuk secara alami bukan buatan.

Namun dibalik permasalahan yang terjadi di Rawa Jombor, masih ada pesona kuliner yang cukup menggoda. Hidangan kuliner berupa ikan nila bakar, bawal bakar, lele bakar, udang air tawar, dan masih banyak hidangan ikan air tawar dimasak dengan bumbu khas daerah sekitar cukup enak dan unik untuk dinikmati.”rasanya belum apdol, kalau anda ke Klaten belum mampir ke “Rowo Jombor”.
Readmore »

Alumni Ponpes Darunnajah Gelar Tasyakuran 70 th KH. MAHRUS AMIN




Sebagai ungkapan syukur atas perjuangan dan perjalanan hidup Drs. K.H. Mahrus Amin beserta andil para waqif dan keluarga besar dan teman seperjuangan dalam merintis, mengembangkan dan menjaga eksistensi Darunnajah hingga kini, Alumni Darunnajah yang datang dari seluruh wilayah NKRI, menggelar kegiatan Tasyakuran 70 tahun KH. Mahrus Amin. Menurut panitia acara Arsil Ibrahim, acara tersebut juga sebagai bentuk ungkapan syukur dan terimakasih seluruh alumni, kepada pendiri dan pimpinan Pesantren Darunnajah, KH. Mahrus Amien.

Disela acara tersebut juga dilaucnhing buku “70 tahun KH. Mahrus Amien, Kyai Entrepreneur/Sosial entrepreneruship Berbasis Nilai-nilai Agama”, Dalam buku tersebut, berisi sekilas perjuangan KH. Mahrus Amien dalam merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Darunnajah dari tahun perintisannya (1942-1960) serta testimony sejumlah guru, alumni dan tokoh nasional.

Dan yang menarik dalam event Tasyakuran yang digelar pada 3 Juli tersebut, KH. Mahrus Amien didaulat untuk memberikan wejangan dengan format Khutbatul ‘Arsy. Pada saat khutbatul Arsy itu, alumni dianjurkan menggunakan busana ala santri, yakni pria memakai sarung dan berkemeja sementara wanita memakai gamis. Dan ditempat acara panitia juga menggelar pameran foto tempeo doeloe, bazaar, panggung hiburan, dan pembentukan wadah alumni Darunnajah.
Pada para wartawan KH Mahrus Amien menjelaskan, bahwa alumni Ponpes Darunnajah yang tersebar diseluruh Indonesia sudah sekitar lima ribuan, dan mereka telah menduduki posisi di Pemerintahan Pusat dan Daerah, DPRRI/DPRD maupun menjadi Pengusaha serta banyak juga yang menjadi Kyai serta Ustadz, dan kini mereka bersilaturahim ingin membuat program alumni yang lebih kongkrit.

Diakuinya sistem pendidikan di Pondok Pesantren Darunnajah yang dirintis sejak 1939 dan didirikan sejak 1974 ini terus berupaya memperbaiki kurikulum yang digunakan, guna melahirkan calon-calon pemimpin bangsa serta pemimpin umat dimasa globalisasi saat ini, baik pendidikan kepemimpinan, berorganisasi, berpidato bahasa Arab dan Inggris, Kepramukaan maupun pengkembangan tehnologi Informasi, dan anak-anak juga diberikan wawasan tentang Penyalahgunaan Norkoba serta Zat Adektif lainnya, sehingga mereka akan mampu menangkal penyalahgunaan Narkoba.

Pondok Pesantren Darunnajah sebagai salahsatu lembaga pendidikan yang berbasis pesantren yang ada di Indonesia, juga menerapkan konsep perpaduan antara kitab kuning dan pengetahuan modern, menjadikan Darunnajah sebagai pesantren yang memiliki corak dan warna tersendiri. Ini belum termasuk di dalamnya penggunaan bahasa asing yang menjadi bahasa sehari-hari santri.papar Ketua Umum Forum Islamic Center Seluruh Indonesia.

Sebagai seorang ulama, KH Mahrus Amien yang juga Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Seluruh Indonesia ini, berkeinginan untuk mendirikan seribu pesantren, atau lebih dikenal dengan “Pesantren Nusantara” dan saat ini bersama para santrinya telah mendirikan enam puluh lebih pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia, dan dirinya juga menghimbau pada seluruh Pemerintah daerah, untuk dapat bekerjasama mendirikan pesantren dengan kurikulum sebagaimana yang telah diterapkan di Ponpes Darunnajah, kita siap melatih calon pimpinan Ponpes, jadi jangan orang jawa saja yang nanti menjadi pimpinan Ponpes di daerah-daerah, tapi biarlah putra daerah setempat yang menjadi pengasuhnya.

Salahsatu sasaran utama adalah mendirikan Pesantren di daerah perbatasan negara lain, bagaimana di daerah perbatasan tersebut, nantinya juga lahir kader-kader umat yang lahir dari Pesantren, kini Pesantren Darunnajah juga telah menekankan ajaran wawasan nusantara dan cinta tanah air sejak dini, sehingga mereka nanti mereka akan mampu menjadi pemimpin yang amanah dan tetap cinta NKRI, para calon pimpinan Pesantren dari daerah, bisa magang untuk memahami menejemen kepemimpinan dari TPA hingga MA, di pondok pesantren di Darunnajah, jl Ulujami Raya no.86 Jakarta Selatan ini, papar Drs.KH Marhus Amien.
Readmore »

300 juta Bayi di China, Disembunyikan Orangtuanya



Sedikitnya 300 juta bayi disembunyikan orangtuanya guna menghindari kebijakan ketat Keluarga Berencana pemerintah Cina, yakni Satu Anak Satu Keluarga. Demikian diungkapkan mantan pejabat KB dan sensus penduduk, Liang Zhongtang di Beijing, Cina, Ahad (30/5).

Liang Zhongtang menemukan kejanggalan dan perbedaan mencolok hasil Sensus 1990 dengan Sensus 2000. Pemerintah mencatat kelahiran bayi pada 1990 sebanyak 23 juta bayi. Namun, hasil sensus anak berusia 10 tahun hanya mencatat 26 juta anak pada 2000. Dengan demikian, Liang menambahkan, diperkirakan sebanyak ratusan juta bayi disembunyikan orangtuanya guna menghindari hukuman atau denda dari pemerintah.

Salah satu orangtua, Fu Yang mengaku, "Saya adalah pelanggar terbanyak di Cina dengan memiliki tujuh anak perempuan dalam kurun sepuluh tahun."

"Aku hampir saja dipaksa membayar denda 600 ribu yuan (setara dengan Rp 810 juta)." Namun, menurut pria berusia 47 tahun itu, ia sangat beruntung memiliki paman yang juga kepala dusun setempat. "Jadi aku hanya perlu membayar 2.000 yuan (sekitar Rp 2,7 juta)."

Hanya saja, Fu Yang mengaku harus terus mengelabui aparat dengan bersembunyi dan berpindah ke beberapa tempat. "Menyamar jadi pengemis hingga minta catatan medis palsu bahwa istri sudah disterilisasi," kata Fu Yang.

Kebijakan satu anak diperkenalkan pemerintah Beijing sejak 1978. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi ledakan penduduk yang bisa mengakibatkan masalah sosial. Misalnya, semakin berkurangnya lapangan kerja, pendidikan dan kesejahteraan hingga masalah prostitusi dan penjualan manusia.
Readmore »

Hasil Temuan BPK, KPK Mulai Bidik Kasus Korupsi di Depkes/Kemenkes



Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan rekening ratusan miliar yang disimpan di rekening sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Data tersebut berdasarkan hasil audit anggaran 2009. "Dana Rp 506 miliar itu disimpan atas nama pribadi dan pihak-pihak lain," kata anggota BPK, Rizal Djalil di Jakarta.

Rizal menjelaskan, rekening tersebut bisa dikatakan sebagai rekening Liar, karena uang senilai Rp 506 miliar itu digunakan diluar mekanisme APBN. "Dana tersebut berasal dari hibah tersimpan dalam 24 rekening yang tidak pernah disetujui oleh menteri keuangan selaku bendahara negara," jelas Rizal.

Dia menegaskan, rekening tersebut merupakan bagian aset yang bermasalah, berdasarkan tata kelola keuangan negara yang di atur dalam UU No 17 tahun 2003. "Silakan penegak hukum melakukan penelusuran," paparnya.
Kasus lain yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan adalah kejanggalan terhadap adanya aset bermasalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rp 1,2 triliun pada tahun 2009. BPK pun menuding menkes pada periode itu (dr. Siti Fadilah Supari) sebagai orang yang paling bertanggungjawab. "Kekuasaan keuangan negara berada di tangan menteri di departemen yang dia bawahi. Jadi dia yang paling bertanggungjawab," ujar anggota BPK Rizal Djalil.

Menurut Rizal, BPK akan melakukan investigasi untuk mengungkap apakah ada kerugian negara dalam carut marutnya anggaran Kemenkes tahun 2009. BPK juga akan menerjunkan tim investigasi untuk mengeceknya. Meski demikian, Rizal enggan dikatakan jika kasus itu merupakan upaya untuk menjerumuskan Siti Fadillah. "Yang kita teliti itu bukan menterinya. Tapi data keuangannya karena kementerian itu menggunakan anggaran negara dan itu harus kita audit," jelasnya.

Sebelumnya, Rizal juga membeberkan anggaran yang seharusnya dihabiskan di pada tahun anggaran itu namun masih tersisa Rp 500 miliar. Dari Rp 500 miliar tersebut, Rp 479 miliar adalah dana untuk Jamkesmas. Dari Rp 479 miliar, Rp 403 miliar belum diketahui peruntukkannya. "Ini jelas sangat melanggar UU No 17/2003 tentang Keuangan Negara. Karena anggaran itu harus dihabiskan di tahun berjalan," tutup Rizal.
KPK Siap Tindaklanjuti

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga, siap mengusut jika mendapatkan laporan dari BPK. "Kita siap menindaklanjutinya," kata juru bicara KPK, Johan Budi.

Namun Johan mengatakan, hingga kini laporan BPK belum juga diterima KPK. "Sampai saat ini laporan belum ada masuk (laporan BPK)," lanjut dia.

Lebih lanjut Johan mengatakan, KPK di tahun 2010 ini memang sedang fokus untuk menangani permasalah korupsi yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial. "Salah satu fokus kita tahun ini adalah hal yang berkaitan dengan masyarkat luas seperti kesehatan dan pendidikan," jelasnya.


Readmore »

Pro-Kontra Judi dikalangan NU


Warga Negara Indonesia menduduki peringkat ke 3 sebagai orang yang paling banyak berjudi di Singapura. Mencermati fenomena ini, agar devisa tidak hilang, pemerintah pun disarankan membuat lokalisasi judi. "Pemerintah sebaiknya membuat lokalisasi judi di pulau terpencil," kata Rois Syuriah PBNU, Masdar F Mas'udi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakpus,beberapa waktu lalu.

Masdar menilai, lokalisasi itu lebih baik daripada uang keluar ke negara lain. "Ada dua masalah, pertama judi haram, kedua ada uang keluar dari negara kita. Daripada judi di luar negeri, itu ada 2 kerugian. Rugi yang pertama berdosa, yang kedua membawa uang kita ke negara lain. Yang paling sedikit dosanya itu berjudi di negeri sendiri," tambahnya.

Soal lokalisasi judi itu, nanti di tempat judi tersebut ditulis besar-besar bahwa berjudi itu dosa. Selain itu ditulis imbauan dengan ayat Al Quran berjudi haram.

"Kalau di dalam negeri dosanya satu, kalau di luar negeri dua. Kalau di dalam negeri yang mengelola pemerintah. Selain itu kenakan juga pajak yang tinggi, karena dengan pajak yang tinggi bisa bikin jalan-jalan di pulau-pulau kecil di Indonesia. Pokoknya uang bisa ke sektor-sektor di luar, misalnya pembersihan kali atau sungai," tutupnya

Hal tersebut berbeda dengan pendapat Ketua MUI Amidhan, menurutnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap tidak setuju kalau judi dilokalisasi di pulau terpencil. Apapun alasannya, MUI menegaskan bahwa judi diharamkan.

"Tidak setuju melegalisasi yang haram. Karena judi bisa bermuka macam-macam, negatifnya lebih besar" katanya.

Dia menjelaskan, beberapa puluh tahun lalu pernah ada 40 ulama Jawa Timur datang mengunjungi tempat judi Genting di Malaysia. Kemudian juga ulama DKI Jakarta berkunjung ke tempat yang sama, terkait rencana menjadikan pulau seribu sebagai tempat lokalisasi judi. "Akhirnya kesepakatan ulama mereka keberatan adanya lokalisasi judi," imbuhnya.

Amidhan menegaskan, biasanya lokalisasi judi itu justru menumbuhkan kejahatan yang lain. Mulai dari prostitusi, narkoba, sampai jual beli senjata. "Kalau alasan membangun jalan itu sejak dahulu diungkapkan, tetap saja judi lebih besar mudaratnya," ungkapnya tegas.

Readmore »

Anjungan DKI TMII, Gelar Drama Tari Kolosal “Sang Syahbandar”



Dalam turut menyemarakkan HUT Kota Jakarta yang ke 483 sekaligus mengisi Pekan Liburan Sekolah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Upt Anjungan Provinsi DKI Jakarta menggelar drama tari kolosal dengan judul “Sang Syahbandar”, acara yang juga didukung Lembaga Kebudayaan Betawi, Manajemen TMII serta Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), ibu-ibu PKK tersebut juga menyajikan beberapa makanan khas Betawi, serta menampilkan demo membatik, membuat karya Keramik dan membuat wayang Betawi.

Kepala Upt Anjungan Provinsi DKI Jakarta TMII, Drs H Sumarno menekankan, sebenarnya Paket Khusus Anjungan DKI ini, sengaja menampilkan drama tari kolosal Sang Syahbandar, karena kita ingin mengangkat sejarah yang mulai dilupakan masyarakat, dimana Sang Syahbandar adalah sosok tokoh Betawi yang turut berjasa dalam mempertahankan salahsatu wilayah di Kota Jakarta, yaitu Pelabuhan Sunda Kelapa dari penjajah Belanda, dan perjuangan Sang Syahbandar ini dapat dijadikan sebagai panutan bagi kita semua, salahsatunya dengan ikut menjaga aset peninggalan sejarah seni dan budayanya.

Dalam Pekan liburan TMII ini, juga akan ditampilkan berbagai kesenian betawi lainnya, seperti Palang Pintu, Ondel-ondel, Tanjidor, Gambang Kromong, Musik Keroncong, Tari Betawi, kegaitan ini juga sebagai upaya dalam mempromosikan khasanah budaya dan potensi daerah, berupa pameran produk kerajinan masyarakat karya ibu-ibu PKK dari 5 wilayah Kota dan Kabupaten Pulau Seribu, sekaligus juga dapat dijadikan filter masuknya arus budaya asing yang sangat pesat, papar H Sumarno.



Readmore »

Festival Pecenongan Sarana Promosi Budaya dan Kuliner




Musik Tanjidor dan Ondel-ondel terdengar menggema disepanjang jalan Pecenongan, bahkan kerumunan warga setempat juga membuat suasana jalan Pecenongan Jakarta Pusat semakin meriah, bahkan para wisatawan yang makan disepanjang jalan Pecenongan tersebutpun mengaku terhibur bahkan terpesona dengan hadirnya panggung khusus, yang menampilkan berbagai kesenian tradisional.
Panitia acara yang juga Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Abas Sudiana, S.Sn didampingi Kasie pergelaran, Asiantoro, saat disapa para wartawan disela Festival Pecenongan tersebut mengaku, bahwa Pergelaran Kesenian Pecenongan ini, merupakan agenda rutin, dan kali ini merupakan iven ke tiga, yang digelar tiap tahun, disamping kita mempromosikan kawasan Pecenongan sebagai daerah tujuan wisata kuliner, kegiatan ini juga sebagai upaya dalam memperkenalkan berbagai kesenian masyarakat, yang tumbuh dan berkembang diwilayah Jakarta Pusat.
Kegiatan pergelaran yang menampilkan seni Tari Betawi, Ondel-ondel, Marawis, Tanjidor, Barongsai, Musik Mandarin serta kesenian yang lain, adalah penampilan dari beberapa sanggar kesenian yang ada diwilayah Jakpus, dan Festival Pecenongan ini juga sebagai bentuk apresiasi seni serta pembinaan dari sanggar-sanggar yang ada, dan lomba kuliner yang diikuti para pedagang, kita berharap masyarakat akan mau datang dan mencicipi makanan maupun minuman yang dijajakan disepanjang jalan Pecenongan, tambah Abas Sudiana, S.Sn.
Sementara dalam sambutannya, Plt Walikota Jakarta Pusat, H Fatahillah menekankan, bahwa Festival Pecenongan digelar adalah dalam rangka Memeriahkan Peringatan HUT Kota Jakarta yang ke 483, serta dalam mempromosikan kawasan wisata kuliner Pecenongan, saya sangat mengapresiasi gagasan serta upaya Sudin Kebudayaan Jakpus yang dapat menggelar acara ini dengan sukses, serta mampu melakukan kerjasama yang baik dengan para pedagang yang ada, dan kedepan diharapkan akan lebih baik lagi.
H Fatahillah mengaku bahwa kawasan Pecenongan merupakan kawasan pusat jajan tertua,yang menyajikan masakan hasil laut, oleh sebab itu Pemerintah daerah senantiasa membina dan mengembangkan kawasan ini, sehingga diharapkan dengan Fetival Pecenongan serta didukung publikasi media yang baik, akan mampu meningakatkan kunjungan masyarakat ke kawasan Pecenongan ini, sehingga berdampak pada peningkatan omset penjualan para pedagang yang ada, berikan layanan yang maksimal serta tetap jaga kebersihan maupun keamanan,sehingga juga menambah kenyamanan pengunjung, pinta H Fatahillah.
Syamsuddin Lologau Camat Gambir juga mengaku bangga dengan kegiatan Festival Pecenongan serta upaya Pemkot Jakpus yang memposisikan Pecenongan sebagai Pusat Jajan dan Makanan di malam hari, karena pada siang hari kawasan ini dikenal dengan pusat perdagangan Mobil dan Onderdil, “Warung Tenda” yang menyajikan masakan Tionghoa bukan berarti yang datang hanya orang Tionghoa, namun juga masyarakat umum, bahkan turis asing yang berburu kuliner yang lezat, tegasnya.
Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA