Rangkaian Tes Kesehatan Capres - Cawapres

Jakarta - Bakal calon presiden dan wakil presiden mulai menjalani tes kesehatan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2014).

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Brigjen dr Douglas S Umboh mengatakan, pihaknya sudah membuat proses pemeriksaan yang dilakukan kurang lebih tujuh sampai delapan jam nanti.

"Prosesnya mulai nanti calon presiden maupun calon wakil presiden kita menerima itu ada ketua KPU, ketua IDI, kepala RSPAD, ketua Tim Pengarah dan Ketua Tim Pemeriksa," ujarnya di Jakarta.

Kemudian, kata Douglas, nanti dilanjut oleh bakal calon presiden dan wakil presiden akan masuk ke ruangan yang sudah disiapkan. Lalu, akan diterima oleh tim pengarah untuk diberikan arahan apapa yang harus dilakukan runtutan pemeriksaan di dalam.

"Setelah itu, isi formulir beliau ganti pakaian dan mungkin kami sarankan setelah ganti pakaian melakukan say hello kepada wartawan," jelas dia.

Setelah memberikan sapa, bakal calon presiden dan wakil presiden masuk lagi untuk menjalani pemeriksaan baik secara USG, urine serta pemeriksaan selanjutnya yang memakan waktu kurang lebih tujuh sampai delapan jam.

Untuk diketahui, KPU menggelar tes kesehatan bagi bakal calon presiden dan wakil presiden di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Jadwal hari ini pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang menjalani tes. Kemudian untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diagendakan pada Jumat (23/5/2014)

Readmore »

Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-JK Lebih Unggul daripada Prabowo-Hatta

Bergabungnya Partai Golkar untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dan Hatta Rajasa sebagai cawapres membuat banyak pihak menduga koalisi Indonesia Raya semakin kuat. Dengan perolehan suara sebesar 15 persen dalam Pileg 2014 lalu, dukungan terhadap mantan Danjen Kopassus tersebut menjadi 48 persen.

Sebaliknya, koalisi partai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla tidak lagi unggul. Jika digabung, maka secara keseluruhan perolehan suara tingkat partai hanya mencapai 40 persen.

Meski kuat dalam hal koalisi, ternyata itu tidak terbukti dalam hal dukungan pemilih. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa melihat, pasangan Jokowi-JK justru unggul dari Prabowo meski tak dapat dukungan dari elite partai besar.

"Dari sisi persentase dukungan seluruh partai pendukung, koalisi partai pendukung Prabowo-Hatta lebih besar. Namun dari sisi euforia dukungan pemilih, hasilnya berbalik. Dukungan pemilih kepada Jokowi-JK lebih besar," kata Ardian, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (20/5).

Ardian menjelaskan, berdasarkan hasil survei LSI yang dilakukan kepada 2.400 responden dengan margin of error sekitar 2 persen, memperlihatkan 68,5 persen responden mendukung Jokowi , sedangkan Prabowo hanya 15,3 persen.

"Hasilnya sebesar 68,5 persen publik menyatakan bahwa mereka ingin secara sukarela membantu pasangan Jokowi-JK. Sedangkan Prabowo hanya 15,3 persen yang menyatakan sukarela," paparnya.


Tidak hanya itu, Ardian melanjutkan, jika pemilihan presiden dilakukan pada saat survei dilakukan, maka pasangan Jokowi-JK unggul sementara dibanding pasangan Prabowo-Hatta.

"Elektabilitas Jokowi-JK mencapai 35,42 persen dan elektabilitas Prabowo-Hatta 22,75 persen. Selisih kedua pasangan sebesar 13 persen, namun keduanya masih punya peluang menang karena sebanyak 41,83 persen belum menentukan pilihan," jelasnya.

Survei LSI ini dilakukan di 33 propinsi dengan metode multistage random sampling pada tanggal 1-9 Mei 2014. Dalam survei ini, LSI melakukan wawancara dan tatap muka dengan jumlah 2.400 responden.


Readmore »

Jokowi – JK Daftarkan Diri Capres Cawapres

Pasangan bakal calon presiden Joko Widodo dan bakal calon wakil presiden Jusuf Kalla yang diusung koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hati Nurani Rakyat mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum, Senin (19/05).

Kedatangan kedua sosok yang akrab dengan sebutan Jokowi dan JK itu ialah untuk mendaftarkan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dalam pemilu presiden pada 9 Juli mendatang.

Klik Jokowi dan JK membawa sejumlah berkas, yakni berkas pencalonan koalisi yang ditandatangani semua partai koalisi beserta berkas pribadi mereka, seperti fotokopi akte kelahiran, kartu tanda penduduk, dan surat keterangan dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan status kewarganegaraan mereka.

Usai menyerahkan berkas, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Puan Maharani menyampaikan rasa syukurnya bahwa Jokowi dan JK sudah mendaftar di Klik KPU.

"Setelah pendaftaran resmi calon presiden dan wakil presiden, kami akan mengikuti seluruh mekanisme dengan tambahan-tambahan dalam rangka persyaratan pilres yang akan dilaksanakan 9 Juli mendatang,'' kata Puan kepada wartawan BBC Indonesia, Rizki Washarti.

Menurut rencana, pasangan yang sudah mendaftar ke KPU harus mengikuti pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani yang akan diselenggarakan dari tanggal 19 Mei hingga 23 Mei.


Readmore »

Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa Didukung 6 Partai Maju Capres - Cawapres

Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa resmi dideklarasikan oleh enam partai politik sebagai calon presiden dan wakil presiden. Keenam partai politik tersebut adalah Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang dan Partai Golkar.

Deklarasi yang dihadiri 6 pimpinan partai politik termasuk Amien Rais itu disampaikan di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.

Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan Koalisi enam partai ini terbentuk karena ada kesamaan visi misi yang ingin membangun dan menyelamatkan bangsa. Menurutnya masih banyak kekurangan dalam demokrasi yang sedang Indonesia bangun.

Dia menyatakan Indonesia diberikan kekayaan yang berlimpah tetapi masih banyak kesenjangan di masyarakat. Prabowo menegaskan bahwa banyak persoalan bangsa yang harus diatasi.

Mantan Danjen Kopassus tersebut juga sempat mengakui banyak keberhasilan yang dicapai pada pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Prabowo mengatakan, "Kami pun sadar persoalan bangsa begitu besar , begitu kompleks, begitu rumit. Kita haru mencari putera-putera terbaik satu kekuatan, satu tim untuk memimpin kebangkitan kembali Indonesia Raya yang kita cintai ini."

Para pemimpin partai politik pengusung Prabowo dan Hatta sebagai calon presiden dan wakil presiden itu yakin Indonesia akan lebih baik jika dipimpin Prabowo-Hatta. Mereka menganggap bahwa tidak ada pilihan yang lebih baik selain pasangan Prabowo-Hatta. Mereka juga memohon dukungan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Golkar memutuskan mendukung Prabowo dan Mantan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa sebagai calon presiden dan wakil presiden pada detik-detik pendeklarasian .

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengungkapkan Aburizal selaku pemegang mandat dari Partai Golkar menginginkan agar Golkar mendukung calon pemimpin yang kuat dan berkualitas. Idrus mengatakan, Aburizal meminta keluarga besar Partai Golkar untuk mendukung penuh pencalonan Prabowo-Hatta.

"Beliau (ARB)  juga secara sungguh-sungguh memperhatikan keinginan rakyat, aspirasi rakyat dan ternyata beliau berpandangan bahwa aspirasi seluruh rakyat Indonesia ada pada pasangan ini," kata Idrus Marham.
 
 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Selasa, 20 Mei.
 
Readmore »

BNNK, P4GN Dan Granat Jakarta Timur Bekali Siswa SMAN 54 Akan Bahaya Narkoba


Korban Penyalahgunaan Narkoba di Jakarta Timur saat ini sudah mencapai 4.000 orang, sebagian besar adalah usia produktif atau Pemuda, untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba, jajaran BNNK Jakarta Timur, didukung Forum P4GN dan Ormas Granat Kota Jakarta Timur menggelar Sosialisasi penanggulangan dan pencetahan penyalahgunaan Narkotida dan zat adektif lainnya, acara tersebut diikuti oleh 100  siswa SMA Negeri 54 Jakarta.

Kepala SMAN 54 Jakarta, Drs.Sunaryanto, MPd  dalam sambutannya, menyambut baik upaya BNNK Jakarta Timur, serta Forum P4GN dan DPCK GRANAT Kota Jakarta Timur yang telah memberikan bekal pada anak didik untuk bersama-sama memerangi Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adektif lainya, untuk menyelamatkan anak-anak bangsa agar terhindar dari jeratan Narkoba, kerjasama tersebut diharapkan akan terus dibangun bersama, harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPCK GRANAT Kota Jakarta Timur, Hj Ernawati Ratma, SE, MM bahwa pencerahan akan bahaya Narkoba, harus di pahami dan diketahui oleh anak sedini mungkin, karena korban Narkoba saat ini sudah merambah siswa SMP bahkan Sekolah Dasar, kejahatan Narkoba juga sudah di susupkan dalam produk Permem yang dikonsumsi anak-anak, kewaspadaan harus terus
Hj Ernawati juga meminta anak didik untuk bisa menjadi duta-duta Narkoba untuk memberikan pencerahan pada teman di Sekolah maupun di rumah, dalam pembentukan sikap dan karakter anak bangsa, agar terhindar dari Narkoba, dan apabilan menemukan teman atau saudara yang memiliki ketergantunan Narkoba agar Lapor Diri ke Kepolisian atau BNNK Jakarta Timur, atau bisa juga ke Sekretariat GRANAT Kota Jakarta Timur untuk segera di Rehabilitasi, mari kita selamatkan anak-anak bangsa, ajaknya.



Dewan Pembina P4GN yang juga Dewan Pendidikan Kota Jakarta Timur, Drs H Masyik Supriatin, juga menegaskan, pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki tanggung jawab akan bahaya Narkoba, dimana saat ini telah banyak beredar Narkotida dan zat adektif lainnya khususnya di Jakarta Timur, pemuda harus mampu mencegah adanya peredaran Narkoba baik disekolah maupun dilingkungan tempat tinggal,   karena Narkoba sudah masuk ke siswa SD hingga pejabat tinggi Negara, jadilah generasi penerus bangsa yang tangguh dan tidak menggunakan narkoba, ungkapnya.


Dalam paparannya, Anton Siagian SH menegaskan, bahwa Komunikasi yang baik akan mampu mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkoba, komunikasi sesama anggota keluarga, komunikasi dengan masyarakat sekitar serta komunikasi dalam lingkup dunia pendidikan, karena dengan komunikasi yang baik maka akan tercipta interaksi sosial yang baik pula, oleh sebab itu orang tua juga harus meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya. 
Readmore »

Ini Dia Anggota DPRD Depok Terpilih, Periode 2014-2019

KPU Kota Depok menggelar rapat pleno penetapan 50 anggota DPRD Depok terpilih, yang merupakan hasil Pemilu Legislatif lalu, Senin (12/5). Berikut nama 50 anggota DPRD Kota Depok 2014-2019 terpilih berdasarkan Dapil;

Dapil 1

Sri Utami (PKS)
Veronica (PDIP)
Indah Haryani (PDIP)
Yeti Wulandari (Gerindra)
Edi sitorus (Demokrat)
Titi Sumiati (PAN)
Sri Kustiani (PPP)

Dapil 2

Sasmita (Nasdem)
Qutifa Wijaya (PKS)
Siti Sutinah (PDIP)
Rudi Kurniawan (PDIP)
Nurhasim (Golkar)
Hamzah (Gerindra)
Rienova Seri (Gerindra)
Muhamad Taufik (Demokrat)
Igun Sumarno (PAN)
Bernat (Hanura)

Dapil 3

Slamet Riadi (PKB)
Zeni Faizah (PKS)
Yuni Indriani (PDIP)
Mat Arif (PDIP)
Babay Suhaemi (Golkar)
Muhamad Sakam (Gerindra)
Iing Hilman (Gerindra)
Pradana Mulya (Demokrat)
Lahmudin Abdulah (PAN)
Qonita (PPP)

Dapil 4

Farida Rahmayanti (PKS)
Harmanto (PDIP)
Ferlida berlian (PDIP)
Tajudin Tabri (Golkar)
Muhamad HB (Gerindra)
Hj Resqi (Gerindra)
Nurhasan (PAN)
Makmun Abdulah (PPP)
Nurjaman (Hanura)

Dapil 5

Muhamad Saparyono (PKS)
Rahmin Sihaan (PDIP)
Agustina Simanjutak (PDIP)
Juanah Sarmili (Golkar)
Turiman (Gerindra)
Endah Winarti (Demokrat)
Azhari (PAN)

Dapil 6

Muhamad Nasir Infantri (PKS)
Hendrik Tangke Alo (PDIP)
Supriatni (Golkar)
Edi Masturo (Gerindra)
Siti Nurjanah (Demokrat)
Fitri Haryono (PAN)
Mazhab HM. (PPP)

Readmore »

BNN: Pengguna Narkoba Yang Melapor akan Di Rehabilitasi

Badan Narkotika Nasional (BNN) diketahui mencanangkan tahun 2014 sebagai tahun penyelamatan pengguna narkoba.

Oleh karena itu, setiap pencandu akan direhablitasi tanpa harus takut akan diproses pidana.

Demikian hal tersebut dikatakan Analisis Monitoring Manajemen Kekambuhan dan Wajib Lapor Deputi Bidang Rehabiltasi BNN, Rusdiana HB.

Sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, jelasnya akan terus dilakukan berikut mendorong pengguna narkoba secara sukarela melaporkan diri ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk dilakukan assessment.

"Bagi pengguna yang melapor ke-130 Puskesmas dan RS serta 140 tempat rehabilitasi yang dikelola oleh Kementerian Sosial serta 45 RS Polri yang sudah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan tidak akan terkena jerat hukum karena telah dilindungi Undang-undang," tegas Rusdiana.

Hal itu disampaikannya saat diskusi dengan keluarga di lingkungan MT Baitul Maliki Rahman, Pancoran, Jakarta, Minggu (18/5).

Sesuai dengan UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, maka tiap pengguna narkoba yang melaporkan diri ke BNN untuk direhabilitasi, maka terhadapnya tak akan dijerat hukum. Diharapkan program rehabilitasi ini dapat menyelamatkan pengguna narkoba.

"Sehingga mereka bisa memperoleh perawatan atau rehabiltasi sehingga dapat menyongsong masa depan yang lebih baik dan tidak kambuh kembali," harap Rusdiana

Readmore »

Orang Tua Cerdas Bisa Cegah Anak Pakai Narkoba

Banyak kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dipicu oleh lemahnya kontrol keluarga. Orangtua umumnya lengah dan cenderung kurang peduli dengan kondisi yang dialami oleh anak-anaknya.

Kepala Seksi Dunia Maya Radio dan Televisi, Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), M Affan Eko Budi mengatakan, sikap otoriter memang bukan solusi mengatasi penyalahgunaan narkoba.

"Perlu kita ketahui dan tanamkan dalam pikiran kita masing-masing, keluarga merupakan benteng utama dalam upaya mencegah anak-anak menjadi penyalahguna narkoba," kata Affan dalam Focus Group Discusion dengan keluarga Graha Sawangan Residence Bojong Sari, Kota Depok, Minggu (18/5/2014).

Oleh karenanya, keluarga perlu keterampilan di bidang pencegahan dan menjadikan keluarga sebagai salah satu target grup dalam upaya dini. Untuk mencegah anak dari penyalahgunaan narkoba sejak usia dini dan untuk melaksanakan pencegahan.

Guna mewujudkan target grup, keluarga tersebut memerlukan pemahaman mengenai faktor protektif dan faktor resiko. "Seperti pola komunikasi yang kurang harmonis antara orangtua dengan anak," ucapnya.

"Di mana hal itu juga bisa berpengaruh bagi seorang anak atau anggota keluarga serta kemungkinan mereka menjadi penyalahguna narkoba, serta metode dan teknik intervensi yang dipilih untuk disajikan di dalam program pelatihan," imbuhnya.

Menurut Affan, aspek proteksi pada kelurga sudah jadi harga mati. Kemajuan jaman dan skema pergaulan yang terus berkembang, ditambah lagi dengan teknologi informasi yang sulit difilter menjadi tantangan orangtua masa kini untuk tetap mendampingi perkembangan anak-anaknya.

"Untuk membangun faktor protektif di dalam keluarga, orangtua perlu berupaya untuk selalu dekat dengan anak, menciptakan suasana kehangatan dan saling percaya di antara anggota keluarga, serta menerapkan disiplin di dalam keluarga secara konsisten dan efektif," terang Affan.

Dia berharap, informasi yang disampaikan oleh BNN bisa menjadi acuan dan motivasi bagi orangtua untuk ikut mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.

"Kuncinya tentu sebagai orangtua harus menjadi orangtua yang cerdas, anti gaptek dan mengetahui sedikitnya masalah-masalah yang akan timbul seperti penyalahgunaan narkoba tersebut," jelasnya.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat, Ahmad Syahrir mengatakan, hubungan keluarga yang dekat, serta kepedulian orangtua dapat mendukung ketahanan anak selama proses pertumbuhan hingga menjadi dewasa.

"Kalau perlu kita sebagai orangtua zaman sekarang jangan tutup mata dengan teknologi. Jangan sampai kita ketinggalan dengan anak-anak kita sendiri, kita perlu mengimbangi dan mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan anak-anak muda dengan pemanfaatan teknologi yang ada," tuntas Syahrir.

Banyak kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dipicu oleh lemahnya kontrol keluarga. Orangtua umumnya lengah dan cenderung kurang peduli dengan kondisi yang dialami oleh anak-anaknya.

Kepala Seksi Dunia Maya Radio dan Televisi, Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), M Affan Eko Budi mengatakan, sikap otoriter memang bukan solusi mengatasi penyalahgunaan narkoba.

"Perlu kita ketahui dan tanamkan dalam pikiran kita masing-masing, keluarga merupakan benteng utama dalam upaya mencegah anak-anak menjadi penyalahguna narkoba," kata Affan dalam Focus Group Discusion dengan keluarga Graha Sawangan Residence Bojong Sari, Kota Depok, Minggu (18/5/2014).

Oleh karenanya, keluarga perlu keterampilan di bidang pencegahan dan menjadikan keluarga sebagai salah satu target grup dalam upaya dini. Untuk mencegah anak dari penyalahgunaan narkoba sejak usia dini dan untuk melaksanakan pencegahan.

Guna mewujudkan target grup, keluarga tersebut memerlukan pemahaman mengenai faktor protektif dan faktor resiko. "Seperti pola komunikasi yang kurang harmonis antara orangtua dengan anak," ucapnya.

"Di mana hal itu juga bisa berpengaruh bagi seorang anak atau anggota keluarga serta kemungkinan mereka menjadi penyalahguna narkoba, serta metode dan teknik intervensi yang dipilih untuk disajikan di dalam program pelatihan," imbuhnya.

Menurut Affan, aspek proteksi pada kelurga sudah jadi harga mati. Kemajuan jaman dan skema pergaulan yang terus berkembang, ditambah lagi dengan teknologi informasi yang sulit difilter menjadi tantangan orangtua masa kini untuk tetap mendampingi perkembangan anak-anaknya.

"Untuk membangun faktor protektif di dalam keluarga, orangtua perlu berupaya untuk selalu dekat dengan anak, menciptakan suasana kehangatan dan saling percaya di antara anggota keluarga, serta menerapkan disiplin di dalam keluarga secara konsisten dan efektif," terang Affan.

Dia berharap, informasi yang disampaikan oleh BNN bisa menjadi acuan dan motivasi bagi orangtua untuk ikut mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat.

"Kuncinya tentu sebagai orangtua harus menjadi orangtua yang cerdas, anti gaptek dan mengetahui sedikitnya masalah-masalah yang akan timbul seperti penyalahgunaan narkoba tersebut," jelasnya.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat, Ahmad Syahrir mengatakan, hubungan keluarga yang dekat, serta kepedulian orangtua dapat mendukung ketahanan anak selama proses pertumbuhan hingga menjadi dewasa.

"Kalau perlu kita sebagai orangtua zaman sekarang jangan tutup mata dengan teknologi. Jangan sampai kita ketinggalan dengan anak-anak kita sendiri, kita perlu mengimbangi dan mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan anak-anak muda dengan pemanfaatan teknologi yang ada," tuntas Syahrir.


Readmore »

BNN TINGKATKAN KEMAMPUAN PETUGAS TERAPI DALAM BIDANG KONSELING ADIKSI DI MAKASSAR

Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP), Deputi Rehabilitasi, BNN terus melakukan Peningkatan Kemampuan Petugas Terapi Rehabilitasi dalam Bidang Konseling Adiksi. Acara ini di ikuti oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemerintah di 33 provinsi di Makasar 9/5. Acara ini buka oleh Kepala BNNP Sulawesi Selatan Drs. Richard M Nainggolan.

Direktur PLRIP, Ida Oetari Poernamasasi mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam membantu pasien, keluarga atau kelompok dalam mencapai tujuan pengobatan melalui eksplorasi masalah dan pengaruhnya terhadap pasien, menilai sikap dan perasaan pasien, mempertimbangkan alternatif pemecahan masalah dan membuat keputusan.

Sementara itu Kepala Balai Rehabilitasi Baddoka Makassar, dr. Dani Ludong, menjelaskan keterampilan konseling merupakan komponen komunikasi efektif dalam rangka membangun relasi yang suportif antara klien dan konselor.

Dalam melakukan konseling kata Dani Ludongn seorang konselor harus menjaga privasi dan kerahasian pasien, memperlihatkan ketulusan, perhatian dan penghargaan, mendukung klien untuk menceritakan kisahnya serta tidak menghakimi atau mengkritik ujarnya.

Nara Sumber lain yang pada kegiatan itu adalah, Kasubdit Non TC, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, dr. Amrita Devi. Menurut dia dua langkah untuk menentukan diagnosis gangguan penggunaan narkotika yaitu Skrining dan Asesmen. Asesmen menjadi aspek penting dalam penatalaksanaan penyakit adiksi Narkoba. Formulir yang digunakan adalah modifikasi dari Addiction Severity Index (ASI). ASI adalah instrumen asesmen semi terstruktur yang menggali informasi 7 domain yaitu Riwayat medis, Status dukungan hidup, Riwayat penggunaan alcohol, Riwayat penggunaan Napza lainnya, Informasi legal, Riwayat keluarga / sosial dan Riwayat psikiatris.(
Readmore »

OSTN SMK Jaktim, Jaring Siswa Berprestasi

Dalam upaya menyiapkan anak didik khususnya lulusan SMK di Jakarta TImur, yang siap berkompetensi di era pasar bebas, bertempat di Gedung SMK 2 Yayasan PKP Ciracas Jakarta Timur, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Sudin Pendidikan Menengah menggelar kegiatan Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) tingkat SMK se-Jakarta Timur, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kasudin Dikmen Kota Jakarta Timur, Drs H Budianan, MM.

Dalam laporannya, Kepala Seksi Pendidikan SMK Drs. H. Wurdono, M.Pd.menjelaskan bahwa OSTN kali ini rencana akan diikuti oleh 200 siswa, namun dengan tingginya minat siswa maupun sekolah, maka jumlahnya terus bertambah hingga 250 anak didik, yang mengikuti 5 mata lomba, diantaranya matematika teknologi, matematika non teknologi, fisika terapan, kimia terapan dan biologi terapan.

Para pemenang akan disertakan dalam OSTN tingkat Provinsi DKI Jakarta, Sudin Dikmen Jaktim akan memberikan bekal tambahan pada mereka yang akan mengikuti lomba OSTN tingkat Provinsi, sehingga diharapkan Jakarta Timur akan kembali memperoleh juara umum, serta akan memperkuat Tim OSTN ke tingkat nasional, ungkapnya.

Sementara Kasudin Dikmen Kota Administrasi Jakarta Timur Drs. H Budiana, MM juga menegaskan, bahwa kegiatan Olimpiade Sains Terapan Nasional merupakan upaya disamping memberikan ruang bagi siswa untuk meningkatkan kemampuanya dibidang Sains Terapan, juga upaya menyiapkan anak didik agar mampu berkompetisi dan kompetensi, apalagi bangsa Indonesia sebentar lagi akan memasuki pasar bebas Asean, berarti mereka akan menghadapi persaingan yang ketat dengan tenaga kerja asing, mereka harus siap untuk berkompetisi di pasar kerja, oleh sebab itu melalui OSTN SMK ini, kita ingin membiasakan siswa agar terbiasa dalam berkompetisi, dan untuk mampu berkompetisi, maka harus kompeten, maka anak-anak harus dibiasakan mengasah kompetensi dan sekaligus melatih kompetisi sehingga menjadi suatu kebiasaan.

Tingginya minat siswa dalam mengikuti kegiatan ini menunjukkan adanya motivasi yang baik terhadap anak untuk terus meningkatkan kompetensi dan membangun kompetisi, sehingga diharapkan akan menghasilkan generasi Indonesia emas serga generasi yang tangguh dan memiliki jiwa juang tinggi, oleh sebab itu Dinas Pendidikan DKI serta Sudin Dikmen Jakarta Timur, akan terus mengembangkan system pembelajaran dan pendidikan yan mampu mengembangkan kompetensi dan kompetisi, serta menyiapkan generasi bangsa yang unggul serta berprestasi, tegas H Budiana. (Sos)

Readmore »

RCC Minta Ghafar Keluarkan Pernyataan Maaf atas Pernyataan di Media tentang H Rukun Santoso

Menanggapi adanya pernyataan Ghafar yang mengaku Tokoh Masyarakat Jakarta Selatan di beberapa media ibukota yang menyudutkan Ketua Umum Ormas RCC yang juga anggota DPRD DKI Jakarta, Drs H Rukun Santoso,  MSi, Ormas RCC mengaku geram dan akan melaporkan Ghafar ke pihak berwajib, dan mendesar agar Ghafar segera meminta maaf melalui media sebagaimana yang sudah merilis pernyataan Ghafar tersebut.

Dalam acara jumpa PERS di Sekretariat RCC, Sekjen RCC,  Yanwar menegaskan, bahwa pernyataan Ghafar yang menyatakan diri sebagai tokoh Lenteng Agung adalah bohong belaka, dan dirinya bukanlah pengurus Partai Hanura, namun mengapa berani mengeluarkan pernyataan dengan mengatasnamakan partai Hanura, apalagi telah menuduh anggota DPRD DKI Partai Hanura H Rukun Santoso tidak menepati janji serta tidak pernah turun ke masyarakat konstituennya, itu pernyataan yang tidak benar dan sebagai bentuk profokatif melalui media, oleh sebab itu saya memberikan waktu 2X24 jam agar Ghafar meminta maaf melalui sejumlah media yang merilisnya, namun apabila hal tersebut tidak dilakukan maka RCC akan segera melaporkan Ghafar dengan pencemaran nama baik, tegas Yanwar.

Hal senada juga diungkapkan Pengurus RCC lainnya,  Rudi Priatminto yang juga warga Jagakarsa kelurahan Lenteng Agung tersebut menilai "Pernyataan dia (Ghafar) sangat mengada-ngada terkesan ada muatan 'sponsor'. Kami sendiri warga asli Kelurahan Lenteng Agung dan Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak mengenal sosok yang bernama Ghafar. Kami dari konstituen Rukun Santoso meminta Ghafar untuk menarik ucapannya di sejumlah media massa.

Pria yang sudah 10 tahun mengikuti Rukun Santoso ini mengatakan, pernyataan Ghafar, mantan RW04, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ini tidak benar jika Rukun Santoso telah mengingkari janji-janjinya selama menjabat anggota DPRD DKI periode 2009-2014. "Fitnah yang ditujukan ke Rukun Santoso, tidak benar. Bahkan, saya mengaku senang dengan program-program yang dilakukan Rukun Santoso. Dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,seperti Bantuan pengurusan Akte Kelahiran, Ambulance Gratis, Santunan anak Yatim, Asuransi Jiwa serta program lain, jadi  selama menjabat menjadi anggota dewan, H Rukun Santoso telah banyak yang dilakukan ditengah Masyarakat, tegasnya.

Oleh karena itu, pernyataan Ghafar sangat jauh dari kenyataan. Malah, sambungnya, selama menjabat menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, beberapa kali telah memberikan gajinya ke sejumlah konstituen sesuai dengan janjinya pada waktu itu.

Hal serupa juga diutarakan Bang Doel, warga RT11/4 Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang mengaku sudah kenal tabiat Ghafar. "Saya tahu persis track record Ghafar yang sudah banyak mengecewakan warga Lenteng Agung, khususnya RT10 dengan LA City. Dia (Ghafar) lebih membela LA City ketimbang warga Lenteng Agung. Apakah itu dinamakan tokoh masyarakat," katanya.

"Saya minta Ghafar mencabut ucapannya di media massa. Dan meminta maaf sebelum saya membeberkan siapa itu Ghafar. Asal tahu saja dia itu pernah masuk sel polisi karena kasus penipuan," katanya lagi.        

Sementara itu Rukun Santoso, membenarkan Ghafur pada 2009 lalu pernah menjadi bagian dari timnya. Namun demikian tidak sampai selesai karena dia mengingini upaya money politic yang tak sejalan dengan H Rukun Santoso yang menolak money politic, sesuai dengan slogan partainya yaitu bersih, tegas, dan peduli. "Karena saya tidak mau money politic. Ghafar hengkang, jadi tidak sampai selesai. Bahkan dia tak ada andil dalam kemenangan saya pada periode lalu," jelas H Rukun.

Dalam kesempatan tersebut H Rukun Santoso juga mengaku kecewa, atas  pernyataan Ketua DPD Hanura DKI Jakarta, Mohammad Ongen Sangaji, di Stasiun TV Swasta serta beberapa surat kabar ibukota, yang menuding soal dirinya adalah 'anak durhaka' dan tidak pernah memberikan kontribusi ke Partai Hanura maupun dirinya, padahal upaya sengketa Pemilu dirinya dengan Caleg Wahyu Dewanto merupakan hak sebagai warga Negara, karena RCC memiliki banyak bukti politik uang yang dilakukan Tim Sukses Wahyu Dewanto.

"Sebenarnya siapa yang anak durhaka? Kontribusi yang seperti apa? Saat mengajukan jadi caleg tentunya saya sudah memberikan kontribusi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga/ADRT partai yang berlaku, saya adalah pendiri Partai Hanura di Jakarta Selatan dengan membentuk DPC, PAC,Ranting hingga anak ranting hingga mampu memperoleh satu kursi DPRD DKI saat itu, dan saat ini insyaallah 2 kursi DPRD DKI" jelasnya.

Jika mau buka-bukaan, sambungya, dirinya lah dulu yang mendukung pencalonan Mohammad Ongen Sangaji sebagai Ketua DPD Partai Hanura DKI, yang memiliki visi misi, bersih, tegas dan menolak Money Politic,  tetapi mengapa sekarang malah dibilang anak durhaka. "Saya dulu Ketua tim suksesnya, karena dulu dia konsen tidak mau money politic. Tetapi kenapa sekarang jadi sebalikya," tandas pria yang masih menjabat anggota Komisi A DPRD DKI ini. (Red)

Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA