Sadek : Musuh Politik Agusrin Sedang Bergerak Jelang Pilgub Bengkulu



Pesta Demokrasi Pemilihan Gubernur yang sebentar lagi digelar di Provinsi Bengkulu sudah mulai memanas, menurut Ketua Dewan Pembina OKP GM SRIWIJAYA, Sadek Suloso Hasby, bahwa munculnya statemen ICW yang mengungkit-ungkit kasus Agusrin M Najamuddin, disinyalir ada pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi citra Gubernur yang kini masih aktif menjabat. Berikut petikan wawancara wartawan dengan Sadek Suloso Hasby.

Apa Komentar Anda tentang Tuntutan ICW buka kembali kasus Bengkulu, khususnya yang menyangkut Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamuddin ?

Sadek : untuk membuka suatu kasus yang sudah di SP3 kan, itu bisa saja, tetapi harus didukung dengan bukti-bukti baru, mengajukan kembali tetapi ada hal-hal baru, yang berkaitan dengan masalah tersebut, tetapi kalau ICW menuntuk kasus itu kembali dibuka, itu salah, karena yang seharusnya menuntut itu, seharusnya kita-kita ini, tetapi kenapa kita tidak menuntut, karena kami tau, berdasarkan dokumen-dokumen yang sudah disebarkan ke instansi terkait, seperti Kejagung, MA serta Pengadilan Tinggi Bengkulu, bahkan belum lama, pengadilan tinggi Bengkulu juga telah menyatakan bahwa dalam kasus tersebut, tidak ada sepeserpun kerugian Negara, ini berarti ICW diperalat oleh musuh-musuh politik Agusrin, karena sekarang ini sedang ada penggodogan, kandidat-kandidat Gubernur Bengkulu. Disitu memang banyak calon, kita tidaktau persis siapa yang bermain, tetapi saya yakin ada yang bermain dalam hal ini. Oleh sebab itu tidak relevan kalau ICW meningitis-ungkit masalah tersebut. Ini akan memancing perlawanan dari kita-kita. Karena telah melecehkan anak-anak Sriwijaya.

Apakah ada komentar dan somasi dari tokoh-tokoh Sriwijaya tentang hal terse but ?

Sadek : saya juga banyak berkomunikasi dengan tokoh-tokoh di berbagai daerah seperti Palembang, Jambi, Bengkulu serta beberapa orang anggota Sriwijaya yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, dimana kalau ICW itu mempunyai dasar-dasar hukum ya….. Silahkan, tetapi kalau masalah yang mereka keluarkan tidak ada dasarnya, bahkan kita mempunyai bukti-buktinya, bahwa uang itu adalah uang daerah, bukan uang pusat, dan dipakai oleh Dispenda untuk pengembangan CPO dan Kapal Ikan, semua sudah dikembalikan, serta tidak ada sepeserpun yang digunakan oleh mereka, jadi kalau begini caranya kita akan berfikir lain, dan tindakan kita akan kita tentukan kemudian.

Apa himbauan anda kepada ICW ?

Sadek : ICW itu kita akui eksistensinya, kita juga siap mendukung ICW, tetapi mari kita bongkar kasus-kasus besar, seperti uang rakyat yang dimakan Bank-bank besar seperti kasus BLBI, serta kredit-kredit macet di bank Pemerintah, atau kasus Bank Ceantury, ini sudah perampokan yang terang-terangan oleh pejabat-pejabat Negara, yang direkayasa sedemikian rupa, kenapa ICW tidak mendesak agar tokoh-tokoh diproses dengan benar, kita siap dukung ICW membongkar kasus yang jelas-jelas merugikan rakyat dan negera, tetapi kasus di Bengkulu itu sudah selesai, dan uang yang digunakan untuk pembangunan sudah dikembalikan, saya minta ICW untuk berhati-hati, jangan sampai menyinggung orang lain.

Apa tanggapan anda tentang kasus Susno Duadji, karena beliau juga putra Sriwijaya ?

Sadek : kami juga prihatin, sebagai anak-anak Sriwijaya, merasa prihatin, terhina dan tersinggung, masak Putra teraik bangsa, yang sudah bebintang tiga serta telah mengabdikan dirinya untuk bangsa dan Negara lebih dari 25 tahun, hanya karena kasus yang belum jelas, hanya karena kesaksian-kesaksian saja, dan belum diuji secara materiel, sudah dicopot serta semua fasilitas diambil, dan dihinakan, kita bingung apakah kita ini tetap meme gang sumpah pemuda, apakah kita masih memegang teguh Pancasila, apakah kita masih berpedoman pada UUD 1945, apakah kita masih memegang teguh Bhineka Tunggal Ika, jadi hal-hal seperti itu adalah sangat berlawanan dengan amanat-amanat dari amanat Sumpah Pemuda, UUD 45, amanat Tri Brata, amanat Sumpah Prajurit, amanat Sampa Marga, jadi terus terang kami anak-anak Jakarta sangat prihatin dan tersinggung dalam masalah ini, jadi himbauan kami sebagai Pembina GM Sriwijaya, karena melihat kasus itu sebagai masalah interal Polri, agar diselesaikan secara intern dengan adil, rasional, sportif dan amnesia. Itulah dasar-dasar untuk menyelesaikan masalah dan diselesaikan oleh intern Polri saja, jangan sampai keluar, karena walau bagaimanapun kami sebagai orang Sumatera adalah bagaian dari negeri ini. Jadi yang ingin kami tanyakan apakah sekarang ini masih bagian dari negeri ini atau tidak, nah itu yang kami tanyakan didalam hati kami sekarang.



Readmore »

GM Sriwijaya Dukung Polri Dalam Upaya Penegakan Hukum


Penahanan dua pimpinan nonaktif KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dalam kasus dugaan penyuapan yang dilakukan oleh Dirut PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo, terus menuai pro-kontra, ada pihak yang menilai bahwa penahanan tersebut tidak punya alasan kuat, namun ada juga yang menilai bahwa penahanan tersebut sebagai upaya penegakan hukum, untuk mengupas hal tersebut Berita Global News mencoba meminta tanggapan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Generasi Muda Sriwijaya, Sadek Suloso Hasby, berikut petikan wawancaranya.

Sebagai Ketua Umum Organisasi Kepemudaan, bagaimana komentar anda mengenai statemen Presiden SBY dalam kasus penahanan Bibit – Chandra ?

Sadek : menurut saya keputusan bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menanggapi statement adanya krimonalisasi di KPK, menurut saya apa yang disampaikan bapak SBY itu sudah benar, karena beliau tidan memandang masalah kezoliman Bibit dan Chandra, namun memandang bagaimana sebenarnya penegakan hukum ini secara benar, jadi salah ataupun benar kedua orang tersebut, tergantung daripada keterangan dari Kapolri, karena Kapolri dalam hal ini, tentusaja mendapat laporan dari penyidik, dalam hal ini Bareskrim Mabes Polri, jadi yang penting disini, mari kita lihat sama-sama kedepan ini, apa alasan Polri menahan saudara Bibit – Chandra tersebut, jadi dalam hal ini kita menyampaikan himbauan pada seluruh tokoh-tokoh Indonesia, baik itu melalui facebook, maupun statement di media Cetak dan Elektronik, bahwa saat ini kita harus waspada, kita harus ingat di masa lalu, apa sebenarnya yang pernah terjadi di negeri ini, dimana pada masa lalu pernah terjadi perebutan kekuasaan, antara sipil dan militer, perebutan kekuasaan antara komunis dan militer, perebutan kekuasaan antara kapitalis, komunis dan militer Indonesia. Ini yang perlu direnungkan, jadi pemain-pemain yang lalu, yang 20 tahun lalu masih di bawah, sekarang sudah bermunculan di mana-mana, baik itu dari unsur kapitalisme, unsur komunisme, itu masing-masing sedang dalam posisinya, ini yang kita lupa, jangan main dakang-dukung, dakang-dukung saja, artinya kita harus mau menelaah lebih jauh, kenapa sebenarnya sampai seperti ini, jelas disini kalau dulu ada yang menjatuhkan ataupun mendiskriditkan pemerintah, atau menjatuhkan militer Indonesia, awalnya mulanya dari lapangan, kemudian di ekspose di media televisi. Di TV dipanggillah tokoh-tokoh, kemudian timbuk pro-kontra dan dikocok terus sehingga ada salahsatu yang tersudut, siapa yang tidak pandai bermain opini jadi korban. Saat ini sudah waktunya kita telusuri lebih dalam, siapa sebenarya yang selama ini berbicara di publik, bagaimana masa laluinya, ini pasti akan terjewab, oleh sebab itu GM Sriwijaya selalu bersikap tenang dalam hal ini.

Bagaimana anda melihat, mengenai banyaknya dukungan pada Bibit – Chandra ?
Sadek : Ya……, disini karena banyaknya komenter bahwa kedua orang tersebut dizolimi, kedua, orang itu termasuk dalam kriminalisasi terhadap KPK, ada yagn menuduh, kasus tersebut sebagai upaya melemahkan KPK, menurut saya ini salah besar, karena kita seharusnya melihat dari titik permasalahannya, kita harus pertanyakan pada mereka yang selama ini berkomentar, kenapa mereka mendukung Bibit – Chandra, ada apa, siapa orang ini masa lalunya, dimana posisinya di masa orde baru, dari situ nanti akan terlihat, o….. ia begini. Memang ada hak mereka dalam mengeluarkan pendapat, namun kalau mengarah untuk menghancurkan pilar-pilar dari Negara ini, apakah Presiden, Kabinet, Undang-Undang, Militer atau Polri, wilayah pilar-pilar tersebut, dan kalau salahsatu pilar-pilar tersebut dihancurkan, maka lama-lama akan timbul krisis kepercayaan kepada Presiden SBY, Krisis kepercayaan pada Pemerintah, Rakyat membenci Presiden, rakyat membenci Polisi dan segala macam, maka akan timbul kekuatan yang sudah terbangun sejak lama, yaitu perebutan kekuasaan antara sipil dan militer, jadi kita tidak perlu terlalu jauh bergerak dalam masalah ini.

Kenapa GM Sriwijaya mendukung Polri ?

Sadek : GM Sriwijaya mempunya keyakinan, bahwasanya Polri itu mempunyai hak penyidikan dalam kasus ini, untuk menahan siapapun, baik salah maupun benar, dalam waktu satu kali duapuluh empat jam, kalau dia tidak ada indikasi bersalah, maka akan dilepaskan, tetapi kalau memang bersalah, maka dia akan ditahan, disini kan sebuah proses penegakan hukum, kalau memang Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah itu tidak bersalah,ya…. ,nanti pengadilan akan melepasnya, kenapa mesti diributkan dalam masalah ini, kalau kita sudah ramai-ramai menghujat polri, bahkan mengatakan ada upaya kriminalisasi terhadap KPK, dan macam-macam, kita seharusnya juga harus melihat apa yang sudah dikalukan saudara Bibit dan Chandra, kenapa mereka bisa ditahan, serta tindakan apa sebenarnya yang telah dilakukan ?

Menurut Pak Sadek, bagaimana yang terbaik dalam penyelesaian kasus Bibit – Chandra ini ?

Sadek :
Yang terbaik adalah seperti yang telah di ungkapkan Presiden SBY beberapa waktu lalu, agar kita tidak usah ribut, tidak usah menuduh ini dan itu, biarlah Kapolri yang bicara, setelah itu kita tunggu !, jadi masalahnya harus jelas, kenapa kedua orang tersebut ditahan, apa yang dilanggar, pasal mana yang akan menjeratnya, nantikan ada mekanisme hukum di pengadilan, kalau mereka tidak bersalah ya…. dilepaskan, dan apabila nantinya Polri memutuskan untuk penahan luar, kan bisa ditangguhkan, itu semua kan bisa saja dilakukan, dan selama ini KPK sendiri kan juga banyak menahan orang, siapapun orangnya, ngak peduli itu Jaksa, Polisi, pejabat, atau siapapun, bahkan tidak perduli apakah mereka besan SBY itu sendiri, kan Aulia Pohan juga dihatan, kenapa kita tidak rebut, Antasari juga belum tentu salah, kenapa kita tidak ribut, ini yang jadi persoalah ada apa, kalau GM Sriwijaya melihat sebenarnya yang berteriak itu siapa ? dulunya bagaimana ?, kita bisa tahu dan bisa menjawab, karena saat ini kita sudah terjebak didalam suatu permainan politik Remi atau Gaple, jadi kartu itu di kocok sendiri, dibagikan sendiri dan game sendiri, jadi sekarang sengaja kondisi itu diciptakan, disini kita harus ingat, mungkin ini sebagai kelanjutan perebutan kekuasaan masa lalu, jadi bagaimana apa kita mau ribut terus, atau mau bersatu, atau mau kita melihat masalah ini diselesaikan sesuai prosedur, itu tergantung bangsa ini sendiri, namun demikian GM Sriwijaya dalah hal ini tetap mendukung penuh kebijakan Polri, termasuk keputusan Presiden RI, jadi dalam hal ini jajaran Polri tidak perlu gentar menghadapi masalah ini, karena masalah ini adalah masalah politik yang setiap saat bisa kita baca arahnya kemana, kalau dulu pejuang sipil masalalu dalam posisi dibawah, sekarang sudah ada diatas semua, bahkan disegala lini sudah ada, jadi jangan kita terjebak masalah Bibit – Chandra atau KPK, tetapi marilah kita lihat dibalik itu ada apa, inilah yang perlu dikupas oleh seluruh komponen bangsa, baik Sipil, TNI maupun Polri serta para pemimpin bangsa Indonesia.






Readmore »

DR Tifatul Sembiring Jabat Menkominfo RI


Rasa haru mengiringi kepergian Prof. Mohammad Nuh serta dalam menyambut Menkominfo yang baru, DR Tifatul Sembiring, karena keberadaan M Nuh di Kominfo memang baru 2,5 tahun, namun demikian tugas berat untuk menata pendidikan di Indonesia pada Departemen Pendidikan Nasional telah menantinya, dan dalam sambutannya Menkominfo Tufatus Sembiring mengaku siap meneruskan program yang sudah dicanangkan Menkominfo sebelumnya.

Dalam pisah sambut, M Nuh mengaku bahwa pergantian jabatan adalah hal yang biasa saja, untuk memperbaiki sel-sel, sehingga didalam sistem pemerintahan juga menjadi lebih baik lagi, dan pergantian sel adalah tanda-tanda kehidupan, selamat datang pak Tifatul di Keluarga Besar Depkominfo, tegasnya.

Sementara dalam sambutannya, dengan penuh canda, yang diiringi dengan pantun, Tifatul Sembiring mengaku, bahwa di bawah kepemimpinan M Nuh, bangsa Indonesia akhirnya bisa merasakan kemajuan teknologi, "Terima kasih kepada Pak Nuh yang telah berbakti kepada negara selama ini. Selamat juga karena telah dipercaya untuk jabatan dan tanggung jawab yang lebih besar sebagai Menteri Pendidikan Nasional. Di bawah kepemimpinan beliau, kini ICT di Indonesia sudah pada track-nya. Kita sama-sama bisa merasakan kemajuan teknologi," papar Ketua Komisi 1, DPRRI yang saat ini juga masih aktif di Senayan ini.

Menurut Tifatul, di bawah kepemimpinan Nuh juga departemen Kominfo telah mampu menyumbang GDP (gross domestic product) sebesar 15 persen, "Banyak tantangan ICT yang membutuhkan kerja keras dan strategi jitu. Tantangan terbesar adalah digital divide yang masih tinggi, infrastruktur yang masih lemah, megaproyek Palapa Ring yang masih tertunda, proyek USO yang masih 46 persen, dan jaringan seluler yang masih menjangkau 69 persen wilayah Indonesia,". Bagi Tifatul, tugas-tugas seperti itu merupakan amanah yang perlu ditanggung bersama untuk kemajuan ICT secara menyeluruh, paparnya.





Readmore »

DR Umar Hasan, SE,MM Raih Gelar Doktor


Sosok Ilmuwan yang gemar melakukan penelitian ini, mungkin memang sudah selayaknya untuk memperoleh gelar Doktor dibidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Negeri Jakarta, karena hobinya dalam melakukan penelitian, telah banyak meluncurkan buku-buku karya terbaiknya, sehingga tidak heran kalau dalam pemberian nilai dalam Sidang Senat Terbuka, Pria Kelahiran Palembang 31 Mei 1947 ini mampu meraih nilai dengan hasil instimewa serta predikat kumlaut.

Saa ditemui para wartawan seusai menerima Gelar Doktor, Putra terbaik Bumi Sriwijaya yang saat ini masih menjabat Direktur pada Perusahaan Swasta yang bergerak dibidang Pertambangan batu bara ini, mengaku telah banyak Universitas yang meminta dirinya untuk mengajar (Dosen), namun demikian DR. Umar Hasan, SE, MM akan lebih berkonsentrasi dalam penelitiannya dulu, mungkin kalau sudah waktunya saya akan mengabdikan diri di dunia pendidikan di Indonesia, tegasnya.

Desertasinya dibidang Manajemen Sumber Daya Manusia, merupakan wujud keinginan dirinya, agar para pemimpin bangsa saat ini, untuk membuat Sumber Daya Manusia Indonesia, sebagai Humen Capital, yang berguna untuk bangsa dan memiliki nilai tambah kepada pertumbuhan ekonomi bangsa. Bagaimana agar Indonesia bisa menjadi bangsa besar dan berkarakter.

Lebih jauh DR Umar Hasan berharap, Pemerintahan yang baru, dibawah Kepemimpinan Presiden SBY dan Wapres Prof Budiono, agar mau memperbaiki ketenagakerjaan, bagaimana Menteri Tenaga Kerja yang baru, benar-benar berpihak pada Pekerja, karena tenaga kerja itu adalah patner usaha, sebuah Perusahaan tidak akan jalan tanpa pekerja, demikian juga sebaliknya, agar saling mendukung, bahu-membahu agar perusahaan dapat tumbuh dan semakin besar.

Dibidang Transmigrasi agar di Menaker melakukan transmigrasi terpadu, dimana diwilayah transmigran tersebut juga harus didukung fasilitas sesuai tujuan, kalau Transmigran dibidang Kelautan, maka disitu harus dibuatkan Tempat Pelelangan Ikan, dengan mengundang Pengusaha Malaysia dan Singapura yang bergerak dibidang perikanan, sehingga kalau semua hasil tangkapan terjual, maka bukan saja transmigran yang mau melaut, tetapi juga generasi muda, akan tertarik untuk menjadi nelayan yang handal.

Demikian juga Transmigran dibidang perkebunan sawit, seharusnya juga telah disiapkan pabrik kelapa sawit, sehingga seluruh hasil kelapa sawit bisa terserap ke pasar, sehingga kesejahteraan petani juga meningkat, tetapi kalau tidak ada pabrik, kita kawatir setelah menanam mereka akan pergi dan menjual lawannya, oleh sebab itu program Transmigrasi harus integrasi/terpadu, jangan menelantarkan mereka, namun harus ada pemecahan dan solusinya, tegasnya.

Menyinggung tentang Disertasi dengan tema “Pengaruh Budaya Perusahaan, Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja, Grub Perusahaan Pratama Serdang Mas Jakarta”, DR. Umar Hasan menegaskan, bahwa fenomena keburukan selama ini, disebabkan oleh gagalnya suatu institusi untuk membina kompensasi sebuah usaha, bagaimana sebuah kompensasi yang tinggi, namun juga dibarengi dengan budaya perusahaan, seperti disiplin kerja, jujur, rajin, sopan serta saling menghargai, keduanya harus dibina, agar semangat kerja karyawan juga tinggi, maka produktifitas juga akan meningkat, papar DR.Umar Hasan, SE, MM.





Readmore »

Prof DR. Abdul Qudus Abu Sholih Kunjungi UIA


Setelah melakukan kunjungan ke Universitas Islam Al-Ashar Jakarta, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Indonesia (UI), Ketua Ikatan Sastrawan Islam Dunia, Prof DR. Abdul Qudus Abu Sholih, berkesempatan mengunjungi Kampus Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta, dalam kesempatan tersebut Prof DR. Abdul Qudus Abu Sholih juga meminta pada DR Hj Tutty Alawiyah AS untuk menjadi anggota Kehormatan pada Ikatan Sastrawan Islam Indonesia yang juga telah dibentuk di Jakarta.

Sebagai pimpinan UIA, yang juga Presiden International Moslem Women Union (IMWU) ini mengaku bahwa pihaknya merasa bersyukur atas kunjungan Prof Abdul Qudus, apalagi beliau mengajak UIA serta BKMT untuk bersama-sama mengembangkan Sastra Islam, karena menurutnya Sastra Islam adalah sangat penting diera sekarang ini, sehingga kedepan bisa membangun umat Islam yang lebih berkualitas, dan kita berharap kedepan akan ada kerjasama lebih lanjut, untuk kepentingan keilmuan bagi masyarakat Indonesia.

Sementara saat dimintai tranggapan akan susunan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, DR Hj Tutty Alawiyah mengaku gembira, karena jumlah menteri dari Perempuan berjumlah 5 orang, ini sudah ada perhatian pada kaum wanita, dan mereka masing-masing memiliki kesetaraan yang sesuai dengan bidangnya, mudah-mudahan mereka mampu berbuat yang terbaik bagi bangsa, hanya saja kenapa banyak pemimpin baru, dan tiba-tiba muncul padahal belum banyak berbuat, padahal saya berharap dengan kondisi bangsa yang masih memprihatinkan ini/miskin,

Seharusnya Tim Ekonomi adalah orang-orang yang ahli, kalau selama ini ada wacana bahwa pemimpin kita Pro Neolib, maka seharusnya bisa dibuktikan, bahwa pemimpin kita adalah Pro Rakyat, janganlan selalu berfikiran global, meskipun kita telah masuk diera globalisasi, para Menteri sepertinya belum tepat sasaran, karena di Kementrian harus diisi orang-orang yang kompeten dibidangnya, dan bukan seperti taplak meja persegi untuk meja bulat, kami tidak tau, apakah ini hasil kompromistis dengan partai politik, tanyanya.





Readmore »

Sadek Suloso Hasby: Kasus Bank Century, Embrio Hancurkan Persatuan Bangsa




Menurut saya mana mungkin Komjen Pol. Susno Duaji mengeluarkan rekomendasi pengucuran dana Rp.6,7 triliun ,tidak ada jalurnya itu. Demikian antara lain dikatakan Ketua Umum Dewan Pemimpin Pusat Generasi Muda Sriwijaya (DPP GM Sriwijaya ), Sadek Suloso Hasby kepada Media Beritaglobal news baru-baru ini saat wawancara di kediaman Pondok Gede –Jawa Barat . Sadek Suloso Hasby alumnus Lemhanas Tahun 2009 yang juga anggota Majelis Pemuda Indonesia - KNPI ini menanggapi kasus Bank Century yang akhir-akhir ini kian ’memanas’ Selengkapnya berikut ini petikan wawancara tersebut:

Tanya : Apa komentar anda tentang kasus Bank Century?
Jawab : Kasus Bank Century itu adalah kasus kejahatan perbankan. Awalnya para nasabah Bank Century di beritakan dana mereka (nasabah) tidak bisa ditarik dengan kata lain Bank Century collaps.
Tidak lama kemudian tenang, dan ternyata telah dibantu oleh siapa saya tidak tahu sejumlah Rp 6,7 trilliun. Persoalannya sekarang adalah karena kasus Bank Century ada di wilayah Indonesia tentu saja pemerintah Indonesia, Bank Indonesia,Menteri Keuangan dari lembaga-lembaga tinggi negara lainnya mengetahui masalah ini.
Namun yang pasti menurut standar structural, Mentri Keuangan dan BPK yang mengetahui persis duduk persoalannya. Jadi sangat mudah hanya dua pertanyaan,siapa yang memberikan rekomendasi agar Bank Century dibantu Rp 6,7 trilliun, ini yang pertama. Sedangkan yang kedua, siapa yang memberikan izin mengucurkan dana Rp 6,7 trilliun, jadi tidak perlu melebar luas saling hantam antar lembaga tinggi Negara.

Tanya : Kenapa anda tertarik dengan kasus Bank Century?
Jawab : Kasus Bank Century sangat menarik, aneh dan lucu. Pertama, menuduh Susno Duaji terlibat. Kedua, Mahfud MD mengusulkan memecat Kapolri. Kemudian KPK melaporkan Susno Duaji ke Irwasum agar di non-aktifkan. Seandainya presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak bijaksana dan tidak mengatasi hal ini secara adil dan benar, maka akan terjadi dendam, balas dendam serta saling menjatuhkan antar pilar-pilar persatuan NKRI. Inilah lucunya para pemimpin Negara ini.Katanya orang-orang yang terbaik melalui test di DPRD RI, tapi lupa akan amanat dari pahlawan kemerdekaan, lupa kepada pesan-pesan Bung Karno, lupa kepada pesan-pesan Jendral Soedirman dan lupa kepada pesan-pesan Tuhan tentang hal-hal yang benar. Anehnya, itu kuasa hukum KPK lupa bahwa Polri berhak memeriksa dan menahan siapa pun di wilayah NKRI dalam 1 x 24 jam salah atau benar, dan kalau ternyata benar pasti di bebaskan dan kalau ada indikasi tidak benar, Polri berhak memperpanjang penahanan. Jadi menurut saya mana mungkin Susno Duaji mengeluarkan rekomendasi pengucuran dana Rp 6,7 trilliun, tidak ada jalurnya itu. Yang benar adalah Mentri Keuangan dan BPK yang mengetahui dengan pasti. Kemudian, Mahfud MD hanya berhak atas masalah menguji Undang-undang (UU) dan masalah-masalah lain kalau ada yang minta, ‘bukan ikut-ikutan menghujat Kapolri’, itu salah besar. Hendaknya ke depan semua komentar yang bernuansa memecah belah antara eksekutif, legislative dan yudikatif serta pilar-pilar kekuatan pemerintah dan pilar-pilar Angkatan Bersejata Republik Indonesia baik darat, laut dan udara segera di hentikan. DPP GM Sriwijaya sangat prihatin. Bisnis TNI demi kepentingan kesejahteraan prajurit yang jumlahnya hanya Rp 1,3 trilliun di hapus oleh tim 10 yang di bentuk pemerintah yang jelas-jelas salah satu pilar pertahanan yang vital. Kenapa Bank Century yang bank swasta asing yang selama ini banyak kasus-kasus perampok uang Negara seperti kasus BLBI ( 48 bank swasta )yang jumlahnya ratusan trilliun rupiah tidak tuntas belum lagi kasus-kasus kredit macet dan kejahatan perbankan pada bank-bank pemerintah. Inilah kesalahan besar bangsa ini. Inilah yang tidak adil.

Tanya : Mungkinkah Susno Duaji terlibat menurut anda?
Jawab : Tidak mungkin menurut standar pemikiran secara logika. Tidak ada haknya merekomendasi atau membantu mengucurkan dana Rp 6,7 trilliun. ;Kalau menahan siapapun warga Negara Indonesia untuk di periksa dan diminta keterangannya 1 x 24 jam salah atau benar. memang benar, karena Polri adalah salah satu penyidik yang sah menurut UU. Jadi kami DPP, GM Sriwijaya sangat prihatin karena beliau (Susno Duaji) adalah salah satu putra terbaik yang lahir di bumi Sriwijaya.

Tanya : Apa saran anda untuk kasus ini?
Jawab : Pertama, mari kita kembali kepada jalur yang benar menurut standar struktural dalam masalah apa dan bagaimana dana yang di kuasai pemerintah untuk dikucurkan. Kedua, hendaknya para pemimpin lembaga tinggi Negara tidak melanggar wilayah masing-masing, baik dalam ucapan dan tindakan demi keutuhan bangsa dan Negara, karena nantinya apabila salah satu tokoh daerah disakiti, namun belum tentu salah, kita sebagai bagian dari tokoh-tokoh tersebut akan merasa dizolimi seperti disingkirkannya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, dijatuhkannya Antasari, sekarang Susno Duaji, jadi akan timbul nantinya kelompok minoritas berfikir memisahkan diri dari NKRI, kalau begini terus menerus dilakukan penghancuran terhadap putra-putra terbaik yang berasal dari bumi Sriwijaya. Inilah satu hal yang tidak diizinkan oleh para pahlawan kemerdekaan ini. Dan yang ketiga para pemimpin negeri ini terutama Ketua Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Kapolri, Ketua KPK,Ketua DPR, Ketua MPR serta petinggi Negara ini jangan mau diadu domba oleh orang-orang yang mengeluarkan statemen ini dan itu, termasuk Adnan Buyung Nasution, karena yang akan hancur adalah petinggi Negara, inilah rakyat sebenarnya tidak perlu tau, dan cukup dengan mempunyai kode etik yang saling menghormati,jadi para pemerintah saat ini bapaknya pemimpin adalah Presiden RI, dan ibuknya Ibu Pertiwi, kenapa harus pada gontok-gontokan, jadi jangan mau diadu domba oleh pengacara-pengacara yang tidak bertanggung jawab, hal-hal yang merusak harus dihentikan, tegas Sadek Suloso Hasby.




Readmore »

GIBASS dan YASPEN Bantu Masyarakat Kecil


Masih rendahnya tingkat pendidikan serta kesehatan masyarakat Indonesia telah mendorong Pendiri Yayasan Pendidikan Nasional (YASPEN) serta Ormas Generasi Bangsa Anak Semua Suku (GIBASS), Drs H Suhaibin Sidi, MBA untuk konsen menangani masalah pendidikan dan kesehatan, sehingga sekolah maupun rumahsakit yang ia dirikan, kini banyak membantu masyarakat kurang mampu.

Saat ditemui wartawan Global News di kantornya, dibilangan Pasar Rebo Jaktim, putra Betawi, Mantan Anggota DPRRI ini mengaku, bahwa Rumah Sakit Tugu Ibu, yang kini sudah berjumlah 12 rumah sakit dan tersebar di Jakarta, Depok maupun Bogor ini, adalah bentuk pelayanan masyarakat. Pada seluruh jajaran rumah sakit, pihaknya senantiasa menekankan untuk memberikan pelayanan yang terbaik, dalam memberikan pertolongan, janganlah membedakan antara yang mampu maupun yang tidak mampu, semua harus dilayani dengan baik, yang utama adalah bagaimana menyelamatkan pasien itu dulu, kalau ada pasien masuk, harus cepat ditangani, “selamatkan nyawanya dahulu !”, tegas H Suhaibin yang juga didampingi Direktur RS Tugu Ibu Pasar Rebo, Dr. Peppy R Firaidie, MM.

Sebagai pimpinan YASPEN yang mengelola RS Tugu Ibu, H Suhaibin Sidi juga terus meningkatkan fasilitas pendukung/peralatan medis, dan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat, sehingga kini Rumah Sakit Tugu Ibu, telah memiliki peralatan medis yang cukup canggih, seperti Citiscan maupun peralatan ICU, sehingga RS Tugu Ibu juga menjadi rujukan, bagi pasien dari rumahsakit atau poliklinik lain, di Depok dan Jakarta, tegasnya.

Dibidang pendidikan, Yayasan Pendidikan Tugu Ibu juga terus mengukir prestasi, dimana dalam Ujian Nasional (UN), seluruh siswa peserta ujian lulus 100%, dan meskipun di Depok banyak terdapat sekolah negeri, namun niat warga Depok untuk belajar di Sekolah Tugu Ibu juga cukup tinggi, karena sesuai dengan misi YASPEN dimana didalamnya adalah sekolah TK, SD, SMP, SMA juga Akademi Perawat terus berupaya mencerdaskan anak-anak bangsa, bahkan untuk mendukung pembelajaran yang baik, telah dilengkapi dengan Laboratorium Fisika, Laboratorium Bahasa, Perpustakaan, Fasilitas Komputer dengan Internet serta sarana belajar lainnya.

Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, Yayasan Pendidikan Nasional Tugu Ibu juga telah mendirikan Generasi Bangsa Anak Semua Suku, beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan telah dilakukan, seperti santunan anak yatim piatu, pengobatan masal gratis, beasiswa pendidikan, hingga memberangkatkan ibadah haji, untuk membantu warga miskin dibidang kesehatan, dengan program Askeskin dan Jamkesmas telah mencapai 6 milyar, bagaimana upaya yang dilakukan GIBASS dan YASPEN dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara. Tegas Drs H Suhaibin Sidi, MBA




Readmore »

RAPI Bantu Pemudik dan Siaga Arus Balik


Organisasi kemasyarakatan penggemar radio komunikasi yang tergabung dalam Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), mungkin tidak begitu dikenal warga ibukota, padahal peranserta dalam membantu masyarakat, khususnya mereka yang mudik sangat besar, dan Posko RAPI Wilayah Jakarta Timur, telah membuat 10 Posko lebaran, yang dibuka hingga 7 hari setelah lebaran, serta lebih mengkonsentrasikan diri pada arus balik setelah masyarakat belebaran.

Pusat bantuan 10 titik tersebut, ditempatkan di beberapa Terminal dan Stasiun, karena ditempat tersebut memang banyak warga yang membutuhkan bantuan informasi dan komunikasi, karena saat mereka tiba kembali ke Jakarta, apabila ada sesuatu hal yang mendesak, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait, sehingga penanganan juga akan dilakukan bersama- sama, paparnya.

Mengantisipasi keamanan, dengan banyaknya warga yang mudik ke kampung halaman serta saat kembali ke Jakarta, H Wisnu mengaku seluruh anggota RAPI Jakarta Timur yang tidak mudik, akan melakukan patroli lingkungan pada rumah kosong, pada prinsipnya kita akan membantu terciptanya pengamanan dan ketertipan lingkungan, termasuk mengayomi lingkungan, anggota yang tersebar di 10 kecamatan akan terus meningkatkan kewaspadaan, kita juga menghimbau pada mereka yang mudik untuk menitipkan pada tetangga sebelah yang tidak pulang.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat mudik maupun arus balik, RAPI Jakarta Timur juga melakukan koordinasi dengan beberapa wilayah lainnya, baik yang ada di Bogor maupun Bekasi, dimana posko yang ada juga bisa menjadi tempat istirahan bagi yang lelah, kita terus memberikan himbauan serta pengarahan pada masyarakat di jalan, untuk senantiasa menjaga keselamatan, RAPI juga mengadakan kerjasama dengan Departemen Perhubungan, Jasa Raharja serta Kepolisian, kita melakukan antisipasi bersama.

Sementara menanggapi akan masih banyaknya pengguna radio komunikasi diwilayah Jakarta Timur, yang tidak memiliki ijin, H Wisnu mengaku akan melakukan penertiban bersama Diskominfo, kita akan bina mereka dan kita ajak untuk bergabung di RAPI, apalagi persaratan untuk menjadi anggota RAPI cukup mudah, hanya cukup foto kopy KTP dan 10 lembar pas foto, serta SKCK, dan membayar ijin untuk 3 tahun, tegasnya.




Readmore »

STIE Tunas Nusantara Gelar Dialog Interaktif Seni dan Budaya


Menyambut peringatan penetapan Batik sebagai warisan dunia dari Indonesia, serta sebagai salah satu dari 76 seni dan tradisi yang masuk dalam daftar warisan budaya bukan benda oleh badan dunia UNESCO di Abudabi, Sekolah Tinggi Tunas Nusantara(STIETN) Cawang Jakarta, menggelar kegiatan “Dialog Interaktif Seni dan Budaya”, dalam kegiatan tersebut ditampilkan para pembicara, baik dari akademisi, Ormas Peduli Produk Indonesia maupun dari Museum Tekstil.

Menurut Ketua STIE Tunas Nusantara, Iwan Darmawansyah, SE,MM, Ak bahwa pihaknya sangat mendukung dan mensuport atas keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mempertahankan warisan budaya bangsa Indonesia tersebut, kegiatan interaktif yang diikuti oleh seluruh mahasiswa STIETN ini juga sebagai wujud syukur atas pengakuan dunia pada Batik.

Dalam Dialog Interaktif ini pihaknya sengaja mengundang para pakar dan akademisi, dimana para pembicara tersebut adalah Agus Purwo, SE, MM, MA dari Lemhannas, Ari (Museum Tekstil Jakarta) dan Ketua Masyarakat Peduli Produk Indonesia (MPPI), Ir Markiz Tudiawan, MT, dimana ibu Ari banyak menjelaskan akan sejarah batik di Indonesia sehingga kita lebih mendalami akan perkembangan batik, secara nasional maupun corak batik di beberapa daerah di Indonesia. Dan bapak Agus Purwo lebih menekankan akan Batik dalam aspek ketahanan nasional, paparnya.

Sementara Ketua MPPI, Ir Markiz Tudiawan,MT dalam paparannya, banyak mengetangahkan akan perlunya kecintaan masyarakat pada produk dalam negeri, karena dengan menggunakan produk dalam negeri, berarti kita menyelamatkan Indonesia, kita harus sadar, bahwa Indonesia bisa melewati krisis 1998, karena ketahanan usaha kecil dan menengah, serta koperasi yang selama ini tidak membebani Negara, belum lagi adanya serbuan produk pakaian/kain impor dari China yang mengancam produk dalam negeri, oleh sebab itu untuk menyelamatkan Indonesia belilah pakaian Batik, karena Batik hanya diproduksi di Indonesia, ajak Ir Markiz.



Readmore »

STP Trisakti Gelar Lomba Kompetensi Siswa Kepariwisataan


Dalam upaya menjaring Mahasiswa berprestasi dibidang Kepariwisataan serta dalam meningkatkan kompetensi teknis siswa-siswi SMK, agar peserta didik berkemampuan secara umum, khususnya dalam berkomunikasi dan berfikir kritis maupun dalam memecahkan masalah, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta Selatan, bekerjasama dengan Sudin Pendidikan Jakarta Timur, menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat SMK se-Jakarta Timur.

Menurut Koordinator Kelompok Mata Kuliah STP Trisakti yang juga salahsatu juri dalam Lomba Kompetensi Siswa, Drs Wijayanti D Prabandari, MM menjelaskan, bahwa lomba ini merupakan kegiatan lomba tingkat SMK Se-Jakarta Timur, dan yang pertama kali digelar di Kampus Pesona STP Trisakti, dan dalam pembukaan beberapa waktu lalu dilakukan oleh Walikota Jakarta Timur, H Murdani.

Lebih jauh Wijayanti menegaskan, bahwa setelah digelar tingkat Kota, LKS ini akan ditindaklanjuti ke tingkat Provinsi dan tingkat Nasional, dirinya berharap kerjasama dengan STP Trisakti akan terus dilakukan, apalagi masalah fasilitas kepariwisataan di STP Trisakti sangat lengkap, demikian juga para juri yang keseluruhannya juga dosen STP Trisakti.

Untuk kompetensi yang dilombakan adalah bidang Hotel Accomodation dan Tourist Industri, dalam penjurian akan dititikberatkan pada sejauhmana kemampuan siswa, baik dalam berbicara, berkomunikasi, memecahkan masalah, kemampuan berinteraksi serta kemampuan tehnis sesuai jurusan masing-masing, kita berharap dengan kompetensi siswa SKM ini, lembaga pendidikan akan lebih meningkatkan kualitas lulusan, sesuai degnan tuntutan dunia kerja saat ini.

Dengan dipilihnya STP Trisakti untuk kegiatan LKS ini, menurunya merupakan penghargaan bagi STP Trisakti, dan beberapa fasilitas yang ada seperti tempat, transoprtasi maupun konsumsi serta para juri, juga diharapkan dapat menunjang kegiatan ini, kita juga akan memberikan penghargaan pada mereka yang menang dalam lomba ini, kita akan beri kemudahan mereka dapat meneruskan kuliah di STP Trisakti, tegas Drs Wijayanti D Prabandari, MM.

Ditempat yang sama, Koordinator Pariwisata Kota Administrasi Jakarta Timur, Nanik Radmisih yang juga didampingi wakil Koordinator, Kurnia Afrianto Prakoso menambahkan, bahwa untuk LKS dibidang Pariwisata memang baru pertamakali dilakukan, dan kita ingin kedepan SMK dapat turutserta mengurangi pengangguran di Indonesia, karena para lulusan SMK telah kita siapkan untuk bisa langsung kerja, mengisi sesuai bidang/jurusan masing-masing, dan dengan lomba kompetensi ini kita juga berharap para siswa dapat berprestasi bukan saja tingkat nasional namun tingkat dunia internasional, tegasnya.





Readmore »

Lemhannas Gelar Seminar Kepemimpinan Regional Asean


Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Lemhannas RI, dalam mengembangkan kerjasama dengan Negara lain, khususnya dalam pendidikan serta kajian dunia luar, bertempat di Gedung Tri Gatra Lemhannas beberapa waktu lalu, Lemhannas menggelar Diskusi Panel dengan tema “Model Kepemimpinan ASEAN, Guna Memperkokoh Komunitas ASEAN Dalam Rangka Ketahanan Nasional”, acara tersebut juga diikuti oleh beberapa Negara Regional ASEAN.

Dalam acara jumpa PERS Gubernur Lemhannas, Prof DR Muladi, SH mengaku, bahwa saat ini telah banyak Negara-negara di Asean untuk mengirimkan wakilnya belajar di Lemhannas, sebagai sesama Negara ASEAN, yang juga satu badan satu komunitas, kita ingin bisa menyamakan persamaan untuk bisa dikembangkan bersama, khususnya diera globalisasi saat ini, dan kita juga ingin kegiatan seperti ini dapat terus belanjut untuk pelatinah kepemimpinan bersama di ASEAN.

Seminar yang menampilkan pembicara Deputi Ekonomi Sekjen ASEAN, Pushpanathan Sundram, serta Guru Besar UKM Malaysia Prof. DR Nurdin Hussin dan Dewan Pengarah Lemhannas RI, Prof. DR Dorodjatun Kuntjorojakti tersebut juga sebagai upaya untuk membantu Departemen Luar Negari serta Sekjen ASEAN, dalam mensosialisasikan terbentuknya impementasi ASEAN Cater, apa yang dilakukan Lemhannas ini sebagai bentuk kepedulian, dan hasilnya akan terus dikembangkan sebagai bola salju yang terus bergulir demi meningkatkan kesejahtaraan bersama, serta pentingnya suatu peranan fugnsi sistem kepemimpinan, khususnya kepemimpinan Regional, paparnya.

Lebih jauh Mantan Rektor UNDIP Semarang ini menegaskan, bahwa untuk kepemimpinan ASEAN Regional menurutnya harus memiliki moralitas, akuntabilitas pribadi yang baik, akuntabilitas sosial yang baik, akuntabilitas kelembagaan Negara yang baik serta akuntabilitas global, karena kepemimpinan ASEAN mau tidak mau akan menghadapi regionalisme dan globalisasi, tidak bisa kita menerapkan kepemimpinan nasional untuk parameter kepemipinan global, oleh sebab itu dengan Diskusi Panel ini kita bisa menjajaki hal-hal apa yang bisa kita laksanakan bersama serta menuju dalam bentuk system pendidikan di ASEAN dalam menghadapi kepentingan ASEAN itu sendiri. Tegasnya.

Sementara menanggapi akan adanya permasalahan antar Negara ASEAN itu sendiri, Muladi mengaku bahwa saat ini masalah antar Negara baik-baik saja, dan masalah Indonesia dengan Malaysia hanyalah masalah komunitas tertentu, seperti masalah Budaya maupun TKI, namun demikian hal tersebut sudah diselesaikan, dan apabila ada masalah yang menyangkut dengan hukum, sebaiknya juga diselesaikan dengan hukum, saya rasa pengertian tersebut yang kita harapkan, oleh sebab itu peran duta besar sangat penting, jangan sampai hal kecil dibesar-besarkan, marilah kita selesaikan sesuai prinsip ASEAN BE, demikian melalui kajian ini, kita juga merumuskan penyelesaian dengan sesuai standar ASEAN, tegas Prof Muladi.



Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA