ESQ Jajaran Kwarnas, Upaya Gerakan Revolusi Akhlak

Dalalm upaya membangun akhlak yang lebih baik serta membangun kinerja jajaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, bertempat di Aula Pandansari Wiladatika Cibubur, beberapa anggota Kwarnas serta Kwarda Banteng, DKI Jakarta dan Jawa Barat mengikuti kegiatan ESQ Karakter Building Tingkat I, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan PRamuka Kak Adhyaksa Dault.

Dalam sambutannya, Adhyaksa menegaskan, bahwa aspek nasionalis dan religius sangat penting dalam mengaplikasikan revolusi mental ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, selain dunia, akhirat juga harus diutamakan.

"Untuk mental, karena revolusi mental itu menurut saya jalan kembali ke nasionalis religius ajaran agama masing-masing, supaya mentalnya kuat, supaya orientasinya jelas ke kehidupan bangsa dan bernegara, dan kehidpan akhirat,� tegas Adhyaksa.

Mantan Menpora ini menambahkan, Pramuka merupakan wadah yang tepat untuk melakukan revolusi mental generasi muda karena menjadi ekstrakurikuler yang wajib, revolusi mental ini harus dibarengi dengan revolusi sistem.

�Bagi Gerakan Pramuka revolusi mental dan revolusi sistem adalah dua hal yang berjalin berkelindan, akreditasi dan pendataan ulang adalah bagian dari revolusi sistemik Pramuka,� tegasnya.

Makanya, dia menargetkan pada 2018 seluruh gugus depan (gudep) yang tersebar di seluruh Indonesia sudah terakreditasi. Pada tahun 2015 akreditasi 50 persen , tahun 2016 akreditasi 50 persen, 2017 akreditasi 70 persen. �2018 akreditasi 100 persen,� cetus dia.

Dengan adanya akreditasi akan terjadi peningkatan kualitas gudep, gudep merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka yang menjadi tempat berkumpul dan berlatih para anggota muda baik Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. �Dari sinilah pendidikan kepramukaan membentuk mental generasi muda Indonesia berawal,� ucap Adhyaksa.

Kedepannya, Adhyaksa berharap pembina gudep di sekolah akan bertanggung jawab atas gudep terakreditasi. Dalam konteks ini pembina gudep akan bekerjasama dengan sekolah dan madrasah. �Selain Gudep biasa ini juga berlaku bagi gudep Sako (Satuan Komunitas) yakni satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan yang berbasis antara lain profesi, aspirasi dan agama,� jelas dia.

Readmore »

Gus Dur pun pernah ucapkan selamat Natal

Di tengah sakit yang mendera pada 25 Desember 2009, seperti biasanya Gus Dur masih menyempatkan diri menelepon untuk mengucapkan "selamat Natal dan Tahun Baru", sekaligus menyampaikan salam kepada Romo Kardinal dan teman-teman sejawat lainnya. Demikian tulisan pembuka Romo Antonius Benny Susetyo, Pastor dan Aktivis dalam buku berjudul: Damai Bersama Gus Dur .

"Saya menanyakan kondisi beliau yang oleh beberapa media sudah dikabarkan sakit. Beliau menjawab bahwa dirinya sehat-sehat saja dan saat itu berposisi di kantor PBNU (juga sudah menanyakan sudah makan bubur)," kata Romo Benny yang juga pendiri Setara Institute, itu.

Cerita Romo Benny itu cukup menggambarkan betapa Gus Dur masih teguh memegang prinsip toleransi antar umat beragama di negeri yang majemuk ini. Sikap Gus Dur itu ada baiknya diingat kembali ketika sekarang sedang ribut-ribut mengharamkan umat Islam mengucapkan selamat Natal dan memperingati Tahun Baru Masehi.

Gus Dur juga pernah menulis artikel di Koran Suara Pembaruan pada 20 Desember 2003 berjudul: Harlah, Natal dan Maulid. Menurut Gus Dur, kata Natal yang menurut arti bahasa sama dengan kata harlah (hari kelahiran), hanya dipakai untuk Nabi Isa al-Masih belaka.

Jadi ia mempunyai arti khusus, lain dari yang digunakan secara umum seperti dalam bidang kedokteran ada istilah perawatan pre-natal yang berarti "perawatan sebelum kelahiran".

Dengan demikian, maksud istilah 'Natal' adalah saat Isa Al-Masih dilahirkan ke dunia oleh 'perawan suci' Maryam. Karena itulah ia memiliki arti tersendiri, yaitu saat kelahiran anak manusia bernama Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia.

Readmore »

MUI: Boleh ucapkan selamat Natal

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengungkapkan tak ada larangan khusus kepada umat Islam untuk memberikan ucapan selamat Natal. Hal itu merupakan ekspresi budaya masyarakat yang hidup berdampingan.

"Kalau sekadar konteks kultural budaya sebagai refleksi persahabatan maka dapat dilakukan dengan berkeyakinan bahwa itu tidak pengaruhi akidah, tapi sesuai dengan keperluan. Kalau tidak perlu ya enggak apa-apa, kalau perlu karena ada sahabat baik ya enggak apa-apa," kata Din di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (23/12).

Menurutnya, pemaknaan agama Islam tidak sempit dengan melarang menghargai dan menghormati hari besar agama lain. Ucapan selamat dimaksudkan untuk saling menyatakan rasa penghormatan.

"Perayaan Natal meskipun tujuan menghormati Yesus akan tetapi tidak bisa dikaitkan dengan masuk ke akidah," terang dia.

Readmore »

Ribuan Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Aceh Tamiang dan Bandung

Hingga kini banjir masih merendam beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dan Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ribuan warga masih mengungsi. Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terjadi sejak Jumat (19/12), pukul 24.00 WIB, menggenangi 8 kecamatan yaitu Kecamatan Tamiang Hulu, Tenggulun, Karang Baru, Mayakpait, Kejuruan Muda, Bendahara, Rantau, dan Serui. Banjir menyebabkan 2.370 rumah terendam dan sekitar 7.000 KK terdampak banjir sehingga mengungsi ke balai-balai pengajian dan tenda pengungsi. Tinggi banjir 40 – 150 cm.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang sudah melakukan evakuasi, pendataan, dan mendirikan 11 tenda pengungsian. BPBD bersama Dinas Sosial mendirikan dapur umum. Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan. Tidak ada korban. Kebutuhan mendesak adalah bantuan permakanan, selimut, dan pakaian.

Menurut Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Dr Sutopo Purwo Nugroho, bahwa  banjir akibat luapan Sungai Citarum sejak Kamis (18/12) hingga saat ini sudah mulai surut dibandingkan sebelumnya. Namun beberapa wilayah masih terendam banjir. Sekitar 5.000 rumah terendam banjir setinggi 100-200 cm. Sebanyak 1.932 KK atau 6.642 jiwa masing mengungsi. Pengungsi berasal dari Kecamatan Baleendah (523 KK/2.033 jiwa), Dayeuhkolot (660 KK/2.002 jiwa), Bojongsoang (367 KK/1.287 jiwa), Kutawaringin (29 KK/108 jiwa), dan Ketapang (194 KK/555 jiwa), dan Cicalengka (159 KK/657 jiwa).

BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, SKPD, NGO dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik telah disalurkan kepada pengungsi. Kebutuhan mendesak adalah permakanan, selimut, pakaian, obat-obatan, susu anak, dan lainnya. Masyarakat di daerah tersebut sudah terbiasa dengan banjir akibat luapan Sungai Citarum. Hampir setiap tahun masyarakat terendam banjir.




Readmore »

Jokowi Pimpin Ratas soal Pemberantasan Narkoba

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memimpin rapat terbatas (ratas) bidang politik hukum dan keamanan. Salah satu agenda yang dibahas adalah mengenai pemberantasan narkoba.

"Sampaikan mengenai tidak adanya pengampunan untuk pengedar narkoba dan ini penting sekali kami sampaikan agar kita semuanya mempunyai pandangan yang sama terkait pemberantasan narkoba," kata presiden saat membuka ratas di Kantor Presiden, Jakarta,

Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Koordinator (Menko) Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) serta para menteri terkait.

"Silakan yang pertama Pak Menko, biar nanti Kapolri dan BNN untuk memberikan penjelasan masalah penyalahgunaan narkoba saya persilakan," kata Jokowi meminta paparan menko polhukam.

Readmore »

Demo Kejagung, Massa GRANAT Minta Segera Eksekusi Gembong Narkoba

Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat meminta, agar hukuman mati bagi bandar narkoba tidak lagi menjadi polemik diskusi di masyarakat. Menurut dia, hukuman itu tepat dijatuhkan bagi terpidana kasus narkoba.

"Kami berharap kita tidak lagi mendiskusikan hal yang berkaitan dengan pro kontra hukuman mati, istilah kami sekarang bukan satnya lagi diskusi tapi eksekusi," kata Henry saat menyambangi kantor kejaksaan Agung, Kedatangan Henry untuk memberikan dukungan kepada Kejagung agar mereka segera mengeksekusi terpidana mati kasus narkoba.

Untuk diketahui, bulan Desember ini, Kejagung akan mengeksekusi lima terpidana mati, tiga di antaranya akibat kasus kepemilikan barang haram itu. Henry mengatakan, kejahatan narkoba termasuk ke dalam bagian dari kejahatan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.

Ia pun mengibaratkan, tindakan yang dilakukan gembong narkoba tak ada bedanya dengan tindakan pelaku pembunuhan massal. Henry menambahkan, selama ini banyak pihak yang berpolemik dengan penerapan hukuman mati lantaran dinilai melanggar hal asasi manusia.

Henry mengaku, siap membela Kejagung apabila ada pihak-pihak yang tetap ingin menolak pelaksanaan hukuman mati itu.

"Kita siap untuk memberikan alasan baik yuridis ataupun sosiologis kaitannya dengan kenapa kami menganggap pelaksanaan hukuman mati itu tidak bertentangan dengan HAM," ujarnya.


Readmore »

210 Orang Ikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

Sebanyak 210 orang mengikuti pelatihan pemulasaraan (pengurusan) jenazah yang diadakan BAZIS Jakarta Timur berkerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAINDO) Jakarta. Pelatihan terbagi dalam tujuh angkatan yang masing-masing angkatan diikuti 30 peserta.

“Pelatihan ini merupakan program kerja BAZIS Jakarta Timur Tahun 2014 untuk memenuhi permintaan masyarakat Jakarta Timur terkait langkanya petugas Amil yang mengurusi jenazah,” kata Kapala BAZIS Jakarta Timur, Drs. Dwi Busara, saat pembukaan pelatihan, di  Ruang Rapat Kantor BAZIS Jakarta Timur, Lantai 11, Blok D Kantor Walikota Jakarta Timur.

Dwi Busara mengatakan, pelatihan yang diikuti 210 orang ini terbagi dalam tujuh angkatan yang masing-masing angkatan berjumlah 30 peserta. Untuk lokasi pelatihan sendiri dibagi dua, yaitu sebanyak 4 angkatan di Kantor BAZIS Jakarta Timur dan 3 angkatan di kampus STAINDO Jakarta.

“Sumber dana kegiatan ini merupakan pendayagunaan ZIS hasil pengumpulan tahun 2013 dengan total biaya sebesar Rp 228.025.000,” ungkap Dwi.

Dwi mengharapkan, para peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat mempraktekkan pengetahuan yang diperoleh untuk melakukan pengurusan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan. “Untuk narasumber kegiatan ini yaitu KH Misbahul Munir dari STAINDO Jakarta,” ujarnya.

Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, mengatakan, pemulasaraan jenazah merupakan tugas yang sangat mulia dan sangat dibutuhkan. Dirinya juga berharap, ilmu ini dapat diturunkan kepada orang lain agar ada alih generasi.

“Saya berharap para peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga ilmu yang diperloleh dapat diterapkan,” pesannya.

Readmore »

Jajaran Pendidikan Se-Jakarta Timur Gelar Deklarasi Transparansi dan Akuntabilitas

Bertempat di SMA Negeri 81 Jakarta, pada Jumat 19 Desember 2014, 36 Sekolah se-Jakarta Timur yang terdiri dari 23 Sekolah Menengah Atas Negeri dan 13 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri, yang setiap sekolah diwakili Kepala Sekolah, Kepala Tata Usaha, Ketua Komite Sekolah, Guru dan Ketua Osis, melakukan Deklarasi Transparansi dan Akuntabilitas.

Didalam deklarasi yang dibacakan Kepala Sekolah SMAN 81 Jakarta, Opsater Marbun Menekankan, akan menjadikan sekolah sebagai tempat pelayanan masyarakat dibidang pendidikan yang bersih, aman, asri, nyaman, toleran, transparan dan akuntabel serta berintegritas melalui pengelolaan sumber daya pendidikan yang efektif dan efisien..

Disela acara tersebut,Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Timur, Drs. Budiana MM pada wartawan mengungkapakan, bahwa pihaknya menyambut baik deklarasi ini sebagai komitmen bersama dalam memperbaiki dan meningkatkan pelayanan pendidikan, sebenarnya pelayanan selama ini sudah bagus, hanya terkadang masih ada kekurangan, oleh sebab itu kita semua ingin terus melakukan perbaikan serta meningkatkan pelayanan pendidikan khususnya di Jakarta Timur ini, dan upaya ini sebenarnya sudah bergulir, dimana deklarasi Transparansi dan Akuntabilitas sudah dilakukan ditiap-tiap sekolah, dan saat ini merupakan moment bersama karena kalau jalan sendiri-sendiri maka akan menjadi berat, tetapi kalau dilakukan secara bersama, maka tidak ada alas an lagi untuk tidak berbenah diri, pihak pengelola sekolah, guru, komite sekolah maupun siswa didik, merasa tidak ketinggalan, dan terus bergulir untuk memotivasi diri masing-masing, agar lebih baik, tegas H Budiana.



Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun, bahwa Deklarasi Bersih, Transparan dan Akuntabel ini merupakan bentuk komitmen jajaran pendidikan, dalam mengimplemantasikan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, dalam membangun lembaga pendidikan yang bersih, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.apalagi deklarasi ini atas kemauan seluruh lembaga pendidikan, dan bukan disuruh-suruh, oleh sebab itu diharapkan dengan pernyataan bersama ini akan menjadi komitmen besar untuk membudayakan pelayanan publik yang lebih baik, sehingga lembaga pendidikan akan semakin dicintai masyarakat, dengan terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan prestasi anak didik, harapnya.


Readmore »

Iwan Fals - Marwan Jafar Siap Turun Kedesa-desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar Selasa (16/12/2014), menyambangi Kediaman Iwan Fals, Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, atas nama pribadi dan Pemerintah Marwan meminta pada  musisi senior Iwan Fals untuk menjadi “Duta Desa”. Marwan menganggap Iwan sebagai tokoh yang dapat menginspirasi masyarakat desa untuk berjuang membangun desa.

"Saya minta Bang Iwan untuk jadi duta desa," selain meminta Iwan untuk menjadi duta desa, Marwan juga akan mengajak Iwan untuk blusukan ke desa-desa yang ada di Indonesia. Nantinya Iwan akan mengadakan pentas musik di desa yang dikunjungi, dengan harapan masyarakat di desa dapat terinspirasi dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Iwan.

"Kita adakan show. Bang Iwan nyanyi dengan teman-teman di sini. Itu akan sangat luar biasa. Bang Iwan memberikan semangat bahwa hidup butuh perjuangan dan ada harapan," kata Marwan.

Menanggapi permintaan Marwan tersebut, Iwan mengatakan masih akan mempertimbangkan tawaran tersebut. Namun secara pribadi saya menerima, hanya dalam pelaksanaannya  masih perlu penjelasan tentang definisi duta yang dimaksud.  kata Iwan.

Tentang tawaran untuk ikut blusukan ke desa bersama Marwan, Iwan mengaku senang. Dia mengatakan, dirinya bisa terjun ke desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di sana. Iwan memandang desa sebagai tempat di mana pemimpin-pemimpin bangsa dilahirkan.

"Saya dapat kesempatan nyanyi di desa-desa, mudah-mudahan kebaikan-kebaikan itu membawa ke Indonesia yang baik dan jaya,dan saya memang ingin menjadi orang desa" kata Iwan Fals disambut tepuk tangan para wartawan dan jajaran Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.


Readmore »

UID Kembali Lepas 558 Wisudawan Sarjana dan Magister

Universitas Islam Jakarta (UID), sebagai Lembaga Perguruan Tinggi Swasta Tertua di Jakarta, yang didirikan dan dibina oleh Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Djakarta (YWPTID) Bertempat di Balai Sudirman Jakarta beberapa hari lalu, kembali melepas Wisudawan Program Sarjana dan Magister.

Disela acara tersebut Ketua Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Jakarta (YWPTID), Prof. DR. Raihan, MSi, pada wartawan menegaskan, bahwa Wisuda kali ini merupakan wujud Peran Perguruan Tinggi Universitas Islam Jakarta dalam memberikan Kontribusi dalam segala aspek pembangunan di Indonesia, dimana Universitas Islam Jakarta akan dapat membantu Pemerintah dan Masyarakat dalam membangun bangsa dan Negara, melalui Profesi dibidang masing-masing keilmuan para alumni.

Sebagaimana Program Presiden Jokowi dalam membangun masyarakat dengan Revolusi Mental,  Universitas Islam Jakarta sudah dan akan terus menekankan nilai-nilai keagamaan, sebagaimana visi Universitas Islam Jakarta dalam menekankan nilai dan filosofi menuju apa yang diinginkan oleh Sang Pencipta dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, yaitu menekankan nilai mental dan moral, dimana hal tersebut disusun dalam kurikulum sesuai nilai-nilai keagamaan, sehingga dengan program Revolusi Mental yang sudah dicanangkan Pemerintah, seluruh Alumni yang sudah dibekali dengan nilai-nilai religi, dapat pula berkontribusi bahkan menjadi pelopor dalam program Revolusi Mental tersebut di institusi tempat mereka bekerja, papar Prof Raihan.

Sementara Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. H Rasali Usman juga menambahkan, bahwa Wisudawan kali ini, diikuti oleh 558 Wisudawan, terdiri dari Program Studi Ilmu Hukum 88 orang, Manajemen 125 orang, Prodi Agama Islam 130 orang, Pendidikan Bahawa Arab 24 orang, Teknik Industri 25 orang, Magister Pendidikan Islam 90 orang, Magister Hukum 24 orang dan Magister Pemikiran Islam 20 orang, yang lebih menggembirakan wisudawan Magister Hukum yang saat ini mengukuti wisuda, mereka telah bekerja pada beberapa instansi Pemerintah maupun Swasta, dengan telah memperoleh tambahan program akademik berupa kurikulum berbasis peningkatan moral dan akhlak, berdasarkan etos kerja Islam, sehingga diharapkan mereka juga akan turut mempelopori dalam pencegahan serta pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Kepada seluruh wisudawan, atas nama pribadi maupun akademika Universitas Islam Jakarta, mengucapkan selamat dengan gelar akademik yang suda diraih, wisudawan saat ini telah memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk dapat berkiprah meniti karir dan menatap masa depan yang lebih baik, serta berperan aktif dalam membangun bangsa dan Negara, tegas Prof H Rasali Usman. 
Readmore »

Malam Apresiasi Kerjasama STP Trisakti, Berikan Penghargaan Mitra Terbaik

Sebagai bentuk ungkapan syukur dalam usianya yang ke 45 tahun, serta dalam memberikan ucapan terimakasih atas bantuan dan dukungan dalam pendidikan Kepariwisataan dan Hospitality, jajaran Akademika Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, bertempat di Hotel Grand Hyat Jakarta, memberikan aparesiasi dan penghargaan pada Mitra Kerja. Hadir dalam acara tersebut Pengurus Yayasan Trisakti, Pejabat Kementrian Ristek dan Pendidikan Tinggi serta beberapa Pejabat Pemerintah Daerah serta beberapa pimpinan Perusahaan Pariwisata dan Perhotelan dalam dan luar negeri.

Ketua Yayasan Trisakti Dr.Bimo Prakoso, MPA, MSc disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa pemberian penghargaan dalam acara Malam Apresiasi Mitra Kerja ini, dikarenakan mereka telah berbuat banyak pada STP Trisakti, mereka telah banyak membantu kita sehingga STP Trisakti beberapa waktu lalu mampu memperoleh Penghargaan Tertinggi dari Kementrian Ristek dan Pendidikan Tinggi, dibidang Pembelajaran Perguruan Tinggi diwilayah Kopertis III. Dan Yayasan akan terus mendukung kerjasama tersebut sehingga kedepan STP Trisakti akan lebih maju lagi, ungkapnya.

Diakuinya bantuan beasiswa pada Mahasiswa STP Trisakti maupun pemberian kesempatan untuk Magang Kerja maupun pemberian lapangan pekerjaan pada Mitra Kerja kedepan diharapkan akan semakin meningkat, dan pihak yayasan juga meminta pada pengelola STP Trisakti semakin hari semakin baik, karena kompetensi lembaga pendidikan lainnya juga meningkat, bagaimana lembaga pendidikan ini mampu meluluskan alumni yang memiliki kompetensi baik, seperti bermental baik, memiliki intelektual tinggi dan fisiknya juga baik, dimana bermetal baik itu seperti rajin, jujur, mengabdi ke perusaaan, memiliki integritas tinggi, tidak mau menang sendiri. Tidak  menggunakan kekerasan untuk meraih jabatan atau posisi di perusahaan mereka bekerja sehingga mereka merasa memili perusahaan dimana mereka kerja, dan kondisi Fisik juga harus baik dan terjaga seperti berolahraga dan berseni, harapnya.

Sementara Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniaty, SE,MM mengaku bahwa Malam Apresiasi Mitra Kerja STP Trisakti ini merupakan moment yang sangat penting karena sebagai bentuk terimakasih kepada steakholders, dengan memberikan penghargaan kepada 75 mitra kerja, yang terdiri dari Wakil Pemerintah Pusat dan Daerah, Dunia Industri Pariwisata dan Perhotelan, Media Cetak maupun para Pendiri dan Pengelola Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, diantaranya Mantan Ketua STP Trisakti terdahulu. Mereka telah mau bekerjasama dan membantu STP Trisakti sehingga dapat menjadi Sekolah Tinggi terbaik di negeri ini, oleh sebab itu di usia yang ke 45 tahun ini kami memberikan apresiasi, ungkapnya penuh haru.
Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA