Lebaran, Bakamla RI Tangkap Lima Kapal Dengan ABK WNA

Lebaran, Bakamla RI Tangkap Lima Kapal Dengan ABK WNA

Meski dalam suasana Idul Fitri 1437H, Bakamla RI tak pernah berhenti dan terus melancarkan Operasi Nusantara V/2016. Alhasil, beberapa hari lalu Badan Keamanan Laut yang kini menjadi idola rakyat Indonesia kususnya para pengguna laut itu berhasil menangkap 5 kapal yang seluruh ABK nya (Anak Buah Kapal) Warga Negara Asing (WNA) dengan dokumen tidak lengkap, di Perairan Belawan.

Kapal-kapal tersebut adalah KM. GJ 501, KM. GJ 502, KM. GJ 201, KM. GJ 801, dan KM. Sukabumi Maju. Rata-rata ukuran kapal-kapal tersebut di atas 1.000 GT. 

Pada saat KAL II-1-63/VIPER milik Bakamla RI sedang melakukan patroli di wilayah Perairan Belawan, ditemukan kapal ini sedang berlayar dengan kecepatan rendah. 

Selanjutnya sesuai prosedur, kapal diminta untuk merapat dan personil AL yang tergabung dalam Operasi Nusantara V/2016 Bakamla RI melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa semua ABK WNA yang dipekerjakan di kapal-kapal tersebut tidak memiliki dokumen yang valid atau sudah habis masa berlakunya dan ABK yang diangkut tidak sesuai dengan crew list di kapal. Selanjutnya kelima kapal tersebut dikawal menuju Lantamal I Belawan. (Humas Bakamla RI).

Readmore »

BAKAMLA RI TANGKAP 27 KAPAL BERMASALAH

Dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2016, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menangkap dan memproses 27 kapal yang melakukan tindak pidana di laut”.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Penindakan Hukum (Kepala UPH) Bakamla RI Brigadir Jenderal Polisi Drs. Arifin, M.H., saat ditemui di Kantor Pusat Bakamla RI, Jl. Dr. Sutomo-11, Jakarta Pusat, Senin (11/7/2016).


Menurutnya, tindak pidana yang dilakukan kapal-kapal tersebut meliputi illegal fishing, illegal logging, penyelundupan narkotika, penyelelundupan rokok, penyelundupan solar, penyelundupan CPO, penyelundupan pasir timah, ketidaklengkapan dokumen pelayaran, dll.

Dari 27 kapal yang ditangkap, 8 kapal di antaranya hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan, 2 kapal telah dijatuhi hukuman, katanya.
Penangkapan berhasil dilakukan sebagai hasil Operasi Nusantara I sampai V yang digelar Bakamla di tiga wilayah yang ada, Zoma Maritim Barat yang bermarkas di Batam, Tegah di Manado, dan Timur di Ambon.


Keberhasilan Operasi Nusantara I sampai V yang digelar Bakamla tidak terlepas dari peran unsur-unsur kapal stakeholder yang terlibat dari instansi yang bertugas di laut, baik TNI AL, Polisi Air, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bea Cuka, KPLP, Kementerian Perhubungan, dan lainnya.

Sementara itu Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menyatakan Bakamla akan terus menggelar operasi di laut melalui pola sinergitas dengan stakeholder yang bergiat di laut. “Selain kegiatan operasi di lapangan, Bakamla juga akan memanfaatkan teknologi IT dari aspek surveillance yang dimiliki pada Pusat Informasi Maritim (PIM) Bakamla RI untuk mendeteksi kehadiran kapal-kapal di perairan yurisdiksi nasional,” katanya. (Humas Bakamla RI).
Readmore »

Buku Singasana Antartika Karya Virgi Chang Akan Ramaikan Layar Lebar

Buku Bacaan dengan judul “Singasana Antartika” karya penulis Wanita berdarah Bali dan Palembang, VIRGI CHANG yang telah beredar di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung maupun beberapa Toko Buku di Indonesia, kini tengah dilirik Produser Film dan segera akan dibuatkan Film Layar Lebar oleh salahsatu perusahaan Film ternama di Indonesia.

Menurut penulis buku, Virgi Chang, bahwa Film yang diambil dari Buku Singasana Antartika ini akan menceriterakan Perjalanan Spiritual menelusuri jejak waktu sejak jutaan tahun yang lalu, film ini akan mengungkap Rahasia Alam, serta akan menggugah seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali pada Jatidiri sebagai masyarakat yang berbudaya dengan menghormati adat istiadat yang sudah terbentuk secara turun menurun oleh leluhur kita.


Virgi Chang mengaku bahwa Film ini nantinya bukan untuk mengajak kembali ke Tradisi Hindu maupun Budha, tetapi bagaimana di era Teknologi Modern ini, kita tetap menjunjung tinggi adat istiadat maupun tradisi masyarakat yang adhi luyung, bagaimana kita bisa mengembalikan kejayaan Nusantara, menjadi bangsa yang Gemah Ripah Loh Jinawi, paparnya.

Virgi Chang juga yakin, bangsa ini kedepan akan dipimpin seseorang yang Adil dan Bijaksana, Indonesia akan melahirkan Pemimpin Satya Agung yang mampu memimpin Dunia, dan akan mengembalikan warisan Nusantara yang tercecer, akan menyatukan Balung yang tercecer, ungkapnya.
Readmore »

The Four Juk Hadir Hibur Masyarakat

Pesinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series, Tulang Togu, yang selalu tampil garang/mantan preman, ternyata adalah seorang Komedian, yang senantiasa mengocok perut anda, dan kini pemilik nama asli Hamka Siregar tersebut telah membentuk Grub layak, dengan nama “The Four Juk”.

Saat ditemui di kediaman Pengusaha Perhotelan, H Chandra Kwatli, The Four Juk lawakan yang menampilkan 4 personil, yaitu Nini Chan (mantan personil Srimulat), Hamka Siregar/Tulang Togu, Pengki dan Izah Marsyandra tersebut, turut menghibur anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Tulang Togu mengaku, keempat personil ini terbentuk, karena adanya kerinduan masyarakat, akan hiburan Grub Lawak, karena saat ini masyarakat banyak disuguhkan lawakan tunggal seperti Stan Up Komedi, untuk itu kami berempat sepakat bersatu untuk menghibur masyarakat Indonesia, mudah-mudahan kehadiran kami dapat diterima sebagai Grub Komedian di dunia hiburan tanah air, pinta Hamka Siregar.


Hal yang sama juga diungkapkan Nini Chan, bahwa The Four Juk ini telah banyak menghibur warga Jakarta, baik dalam acara Adat/Pernikahan, Famili Ghatering Perusahaan maupun Peluncuran Produk, dan kita terus melakukan pendekatan pada beberapa stasiun televisi tanah air, untuk membuat paket lawakan.

Kehadiran The Four Juk juga untuk membangun kembali Grub Lawak yang saat ini sudah bubar, karena kesibukan sebagai wakil rakyat maupun di dunia Sinetron, saya yakin masyarakat Indonesia sangat merindukan Grub Komedian di dunia hiburan tanah air, papar mantan personil Srimulat ini.
Readmore »

Warga Lebaran Ke TMII Serasa Pulang Kampung

Warga Jakarta dan sekitarnya yang tidak mudik, ternyata dapat mengobati rasa kangen kampung halaman di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), mereka sekeluarga bisa bersilaturahmi, sembari menikmati makanan khas lebaran, seperti Ketupat, Opor Ayam/Bebek maupun Kue khas Daerah di areal TMII. Hal tersebut  sebagaimana tema TMII dalam menyambut wisatawan yaitu “Lebaran dan Silaturahmi bersama Handai Taulan dan Keluarga Di TMII, Serasa Pulang Kampung”.

Direktur Operasional dan pengembangan, Sulistyo Tirtokusumo mengaku seluruh jajaran manajemen TMII akan siap melayani pengunjung dengan baik, sehingga diharapkan masyarakat akan senang dan puas berwisata di TMII, beberapa hiburan tradisional, Kuliner Lebaran, Bazar Lebaran maupun Musik Islami turut memeriahkan Pekan Lebaran, kita harapkan seluruh pengunjung ke TMII akan mencapai target 300.000 pengunjung, harapnya.

Sementara Direktur Teater Imax Keong Emas, Maryano, SH.CN juga menambahkan bahwa Teater Imax Keong Emas, pada iven Pekan Lebaran kali ini, kembali meluncurkan Film terbaru, dengan judul “Journey To The Soucht Pacific”, yaitu salahsatu Film Imax yang menceritakan petualangan anak Papua bernama Jawi, ketempat ajaib, dengan keindahan Alam dan Dasar Laut Kepulauan Raja Ampat, Papua.

Kita bisa menyaksikan surga kehidupan laut, dengan spesies ikan, spesies Penyu laut dan  terumbu karang yang indah, serta dapat disaksikan di layar lebar, dan dengan teknologi Imax, kita akan serasa turut menyelam ke Dasar laut menyaksikan keindahan alam laut Raja Ampat, tegasnya.

Film Journey To The Soucth Pacific merupakan produksi Mac Gilivrey Freeman Films, dengan sutradara Gref Mac Gillivray, yang pernah dipercaya Teater Imax Keong Emas TMII membuat serial Film Imax seri “Indonesia Indah I (tahun 1984), Indonesia Indah II (Tahun 1986), Indonesia Indah III (Tahun 1991) serta Indonesia Indah IV (tahun 1996), film Imax terbaru ini diharapkan dapat menjawab permintaan masyarakat akan film terbaru karya anak bangsa, serta diharapkan akan menjadi sarana promosi wisata, akan keindahan alam Indonesia, khususnya di Kepulauan Raja Ampat, Papua, tegas Maryano.

Readmore »

Peduli Ramadhan 1437 H, YJAB Santuni Yatim dan Duafa

Yayasan Juang Anak Bangsa (YJAB) sebagai Organisasi Sosial Kemasyarakatan yang telah banyak membantu masyarakat yang membutuhkan, pada Ramadhan 1437 H kali ini kembali menggelar Bakti Sosial, menurut Ketua Panitia Baksos, Jennet Soplanit bahwa acara Peduli Ramadhan ini dengan Tema ;"Ramadhanku Penuh Makna dan Barokah".

Dimana Yayasan Juang Anak Bangsa ingin mengajak seluruh masyarakat maupun dunia usaha untuk berbagi, meningkatkan kepedulian sesama, khususnya mereka yang membutuhkan, seperti anak yatim/piatu, maupun para duafa yang ada disekitar kita, agar mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan khusuk dan berkecukupan.

Acara Bakti Sosial yang digelar di Gedung Olahraga Tanjung Priuk Jakarta Utara ini diberikan pada 300 orang, baik anak yatim, lansia, Janda maupun kaum duafa, bantuan Kebutuhan Lebaran dan sedikit uang ini, mudah-mudahan dapat membantu meringankan kebutuhan lebaran mereka, papar Jennet.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Yayasan Juang Anak Bangsa, Moch Fachruddin Gani, bahwa pihaknya bersyukur dapat menyelenggarakan  santunan pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, sekaligus kita bisa berbuka puasa bersama, dengan anak2 yatim, lansia dan duafa, meskipun jumlah dan nilainya tidak besar, semoga bisa membantu mereka dalam merayakan Idul Fitri.

pada anak2 yatim, Fachrudin Gani juga berpesan agar mereka tetap belajar dengan tekun, raih cita-citamu setinggi mungkin, sehingga kelak jadi Generasi Penerus bangsa yang berguna bagi negara dan bangsa, pintanya.



Readmore »

KN. ULAR LAUT-4805 MILIK BAKAMLA RI TANGKAP ILLEGAL FISHING 

KN. ULAR LAUT-4805 MILIK BAKAMLA RI TANGKAP ILLEGAL FISHING 

KN. Ular Laut dengan nomor lambung 4805 milik Bakamla RI dari jajaran Zona Maritim Wilayah Timur (Ambon) menangkap kapal ikan ilegal (illegal fishing) bernama KM. Inka Mina-973 di perairan Laut Seram, beberapa hari lalu.

Penangkapan terhadap kapal ikan yang tanpa dilengkapi dengan surat-surat sebagaimana mestinya itu berawal saat KN. Ular Laut dengan nomor lambung 4805 yang sedang patrol tiba-tiba melihat gelagat yang janggal dari kapal tersebut, Komandan KN. Ular Laut 4805 Mayor Laut (P) Bambang Arif H. segera memerintahkan kapal tersebut untuk merapat. Setelah kapal motor tersebut merapat pada lambung kanan KN. Ular Laut 4805, Tim Pemeriksa melaksanakan pemeriksaan baik terhadap kapal, anak buah kapal (ABK), dan muatan serta kelengkapan surat-surat/dokumen. 

Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan bahwa nakhoda tidak dapat menunjukan surat-surat/dokumen yang mendukung kegiatan operasional dan penangkapan ikan oleh kapal nelayan tersebut.

Karenanya, Komandan KN bernomor lambung 4805 itu langsung menurunkan perintahkan agar kapal motor yang membawa 14 buah perahu Katinting tersebut dibawa dan di kawal menuju Dermaga Bakamla Halong Ambon untuk diserahkan kepada Pangkalan Bakamla Zona Maritim Wilayah Timur guna penyelesaian perkara lebih lanjut.

Menurut Kepala Zona Maritim Timur (Ambon) Vetty Viona Sakalay saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dalam acara Rakornas pemberantasan illegal fishing, adalah KM. Inka Mina 973 yang kedapatan melanggar peraturan pelayaran dengan tidak terpenuhinya dokumen yang diperlukan untuk pelayaran maupun untuk penangkapan ikan. (Humas Bakamla RI). 
Readmore »

Kepala Bakamla RI:  KEHADIRAN BAKAMLA RI UNTUK MENSINERGIKAN SELURUH INSTANSI PENGAMANAN LAUT

Kehadiran Bakamla RI bukan untuk menyaingi Instansi-Instansi lain yang sudah ada, tetapi justru untuk mensinergikan semuanya.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Sudewo, S.E., M.H., dalam diskusi panel pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Illegal Fishing) yang digelar di Hotel Borobudur, Rabu (29/6/2016).

Dalam mengamankan wilayah perairan Indonesia yang sangat luas ini tidak mungkin dilakukan sendirian, jadi perlu sinergitas antar seluruh Instansi terkait di bidang pengamanan laut, agar benar-benar bisa saling bersinergi, saling mengingatkan. Dengan saling bersinergi, saya sekarang gengsi untuk berbuat salah, paparnya yang disambut dengan tepuk tangan para undangan.

Dengan wilayah geografis perairan Indonesia yang cukup strategis dan memiliki luas perairan 3.257.483 km2, 13.466 pulau dan garis pantai sepanjang 95.181 km, sudah tentu memiliki potensi kelautan yang cukup besar untuk dikelola dan diamankan, lanjutnya.
Ka Bakamla RI juga menyampaikan dalam paparannya mengenai program pilar poros maritim dunia yang terus dilaksanakan oleh Bakamla RI antara lain pilar pembangunan budaya maritim dan pilar penjagaan dan pengelolaan sumber daya laut secara optimal untuk kepentingan rakyat.

 “Dalam pembangunan budaya maritim, salah satu contohnya Bakamla RI telah mengikuti giat Sail (flet review) dan Forum Group Discussion (FGD) Kamla dengan masyarakat dan instansi terkait. Dalam penjagaan dan pengelolaan sumber daya laut, Bakamla RI secara teratur melaksanakan patroli terkoordinasi dengan stakeholder dan mengimplementasikan MoU Common Guidelines untuk melindungi nelayan Indonesia dalam mencari ikan di wilayah batas maritim yang belum terselesaikan”, ujarnya.

Selain itu, dalam pilar ketiga yaitu kerja sama maritim melalui diplomasi, dijelaskan oleh Ka Bakamla RI bahwa Bakamla RI telah melakukan kerja sama dengan negara-negara kawasan, seperti HACGAM (Head of Asean Coast Guard Meeting), ARF (Asean Regional Forum), ADMM – PLUS (Asean Defence Minister Meeting), AMF (Asean Maritime Forum) dan MSDE (Maritime Security Desktop Exercise).

Dalam konteks pilar keempat yaitu pembangunan kekuatan pertahanan maritim, disampaikan bahwa Bakamla telah membangun 6 buah kapal patroli dengan ukuran 48 meter dan 16 Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) guna mendeteksi di jalur-jalur pelayaran strategis dalam kaitannya mendukung pembangunan kekuatan pertahanan maritim.

Pada paparan tersebut, tidak lupa disampaikan peran Bakamla RI dalam penegakan hukum di bidang perikanan yang meliputi 4 poin, antara lain menjadikan illegal fishing sebagai salah satu target operasi dalam Operasi Bersama Bakamla, pertukaran informasi (Pusat Informasi Maritim Bakamla-Satgas 115), menyiapkan Kapal Patroli & Sistem Deteksi Bakamla dan BKO Personel ke Satgas 115.


Turut hadir pada acara tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti yang sekaligus sebagai Dan Satgas 115, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P, Kapolri yang diwakili Waka Baharkam Irjen Pol Eko Hadi Sutoyo, serta undangan lainnya.(Humas Bakamla RI).

Readmore »

Presiden Jokowi Dan Wapres Jusuf Kalla Bukber Dengan Jajaran TNI/POLRI

Preside Jokowi Buka Puasa Dengan Jajaran TNI dan Purnawirawan

Bertempat di Halaman Kantor Markas Besar TNI, Cilangkap Jakarta, Presiden Jokowi serta Wapres Jusuf Kalla melakukan buka puasa bersama Jajaran Tentara Nasional Indonesia, meliputi jajaran TNI AD, AL, AU serta jajaran Kepolisian RI.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi Menanggapi akan maraknya isu tentang permintaan maaf pada Partai Komunis Indonesia (PKI), Presiden Jokowi menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar, pemerintah tidak akan meminta maaf pada PKI, ungkap Presiden dengan tegas.

Ada juga isu menyangkut Satuan Teritotial TNI, memang ada masukan dari kajian akademik. Tetapi saya tetap memilih mempertahankan satuan teritorial TNI, karena masih sangat dibutuhkan untuk deteksi dini, untuk mengetahui ancaman dalam negri, tegas Presiden Jokowi.

Sementara Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo menegaskan, Bahwa Buka Puasa bersama di Pelataran Mabes TNI ini sebagai bentuk kedekatan antara Presiden sebagai Pimpinan dengan Prajuritnya. 

Sebagaimana yang dilakukan Jenderal Sudirman.sementara didepan wartawan, Jendral TNI Gatot Nurmantyo juga mengaku akan memprioritaskan Pembangunan Natuna, Morotai, Biak dan Slangor. 

Dengan membangun memberdayakan Pangkalam Militer serta menambah Radar serta membangun pangkalan untuk Kapal ukuranbesar, paparnya.

Acara Bukber sebagai rangkaian Safari Ramadhan Presiden tersebut diikuti 7.500 peserta yang terdiri dari perwakilan Mabes TNI, Mabes AD, Mabes AL, Mabes AU, PASPAMPRES dan 1.000 anak Yatim, serta di meriahkan dengan Musik Marawis penampilan Gabungan TNI dan Polri
Readmore »

RIB R-10 BAKAMLA RI TANGKAP KAPAL BBM ILEGAL

RIB R-10 BAKAMLA RI TANGKAP KAPAL BBM ILEGAL


 Rigid Inflatable Boat (RIB) bernomor seri R-10 milik Bakamla RI berhasil menangkap kapal kayu bermuatan 30 ton minyak solar di Perairan Batu Ampar, Batam, Senin dini hari (27/6/2016).

Penangkapan terhadap kapal yang dinahkodai Andi tersebut bermula pada pukul 03.00 wib saat para personel Bakamla RI dari Zona Wilayah Barat yang dipimpin Analis Keamanan Laut.Ditopsla Bakamla RI AKP Isram Achir Jatmiko tengah melakukan patroli di wilayah Perairan Batu Ampar Batam dengan menggunakan RIB. Pada pukul 03.40 patroli memergoki kapal kayu tanpa nama bermuatan minyak solar sebanyak 30 ton yang didapat dari tug boat drago.

Sejumlah personel Bakamla RI dari wilayah Zona Barat itu melakukan penangkapan terhadap kapal bermuatan BBM ilegal dengan menggunakan perahu karet (RIB) pada tw.0627.0300. setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya kapal dan 5 tersangka dikawal menuju Dermaga Sekupang, Batam, dan diserahkan kepada Kabagops Bakamla Zona Wilayah Barat, Prasetyo.


Menurut Direktur Operasi Laut (Diropsla) Bakamla RI Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr (Han), menjelaskan bahwa Kapal tersebut diduga telah melanggar UU migas No.22 tahun 2001 pasal 53 huruf b ttg pengangkutan jo pasal 480 KUHAP ttg penadahan ancaman hukuman 5 tahun penjara. "Penangkapan ini merupakan upaya serius BAKAMLA utk menindak tegas seluruh kegiatan illegal di perairan Indonesia" kata Rahmat Eko.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu KN. Belut Laut Bakamla RI dengan nomor lambung 4806, berhasil menangkap kapal pembawa kayu illegal di Perairan Batam.
Kapal tanpa nama yang ditangkap di Perairan Batam ini tidak bisa menunjukan dokumen kapal dan muatan. Efendi selaku nakhoda kapal mengakui bahwa kapal dan muatannya tidak memiliki dokumen yang sah.

Kapal motor dengan muatan kayu lempung, ditangkap pada posisi 00 47 871 U – 104 16 395 T. Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya kapal bermasalah itu dikawal menuju Pangkalan Barelang, Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Humas Bakamla RI).
Readmore »

Dewan Ekonomi Rakyat dan DHN 45 Gelar Bukber dan Santuni Penyandang Disasbel

Dewan Ekonomi Rakyat (DER) sebagai wadah semesta rakyat yang independen dan universal untuk mensinergikan antar komponen/organisasi/institusi dalam mendukung ekonomi rakyat di Indonesia yang mandiri, meningkatkan kesejahtaraan rakyat yang berkeadilan, menjadi motor  pemerintah dalam menggerakkan sektor riil, mengawal program ekonomi nasional, serta trisakti dan Nawacita serta menjadi primemover, motivator dan sebagai katalisator lintas instansi dan istitusi, kini terus meningkatkan kipranya.

Disela acara Buka Puasa Bersama yang digelar jajaran Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Rakyat di Sekretariat DER, Gedung Juang 45 Menteng Jakarta, Ketua Dewan Harian Nasional 45 (DHN 45), Mayjen TNI (Purn) Tyasno Sudarto yang juga Ketua Dewan Pembina DER, dalam sambutanya mengaku bangga dengan binaan DER , yaitu para penyandang Disasbilitas yang saat ini telah dapat mandiri, dengan karya nyata, dengan memproduksi minyak urut yang sangat dibutuhkan masyarakat, ini adalah kebanggaan kita, dimana penyandang Disasbilitas telah bisa berproduksi, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga maupun lingkungan, oleh sebab DER harus terus membina, sehingga nanti DER bisa menjadi DAR dan DOR, karena kalau sudah  DOR... itu sudah luar biasa, candanya yang disambut  tepuk tangan hadirin.

Ketua DHN 45 ini juga memuji aktifitas para penyandang Disasbilitas yang  dengan kekurangannya, tetapi mampu berkarya, dan nanti akan segera kita hadirkan penyandang Disasbilitas yang lain, dengan karyanya yang spektakular, seperti melukis dengan kaki, melukis dengan mulut, serta yang lain, tegasnya.

Pada seluruh Pengurus Dewan Ekonomi Rakyat, H Tyasno Sudarto juga berpesan agar dalam melakukan tugasnya DER tidak meninggalkan kepribadian kita, yaitu Kebudayaan kita agar dijadikan landasan untuk membangun ekonomi kerakyatan, yang dilaksanakan oleh rakyat untuk kepentingan pembangunan, mengisi kemerdekaan, yang penting kita punya niat yang baik dan dilakukan dengan cara yang baik, serta didukung dengan Doa, agar Allah SWT meridhoi apa yang kita lakukan, pintanya.

Sementara Ketua Umum DER, Edi Wahyudi juga menegaskan, bahwa program DER dalam waktu dekat akan menggelar Pameran Akbar karya Anak Bangsa, termasuk karya para Penyandang Disasbilitas binaan DER, saat ini DER tengah menyiapkan Mobile Masage/mobil pisat yang dapat keliling memberikan layanan pijat bagi warga yang membutuhkan, sehingga para penyandang Tuna Netra dapat memberikan pelayanan prima ditengah masyarakat, dan mobile Masage ini akan didukung oleh ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabinet Kerja, serta beberapa tim lain.

DER juga tengah menyiapkan produksi air minum rakyat, dengan hasil yang luar biasa, kita ingin menunjukkan pada negara lain, bahwa kita bisa kembali pada kejayaan bangsa, dengan memanfaatkan sumber daya alam untuk kemakmuran Rakyat, sebagaimana amanat pasal 33, UUD 45. Kemudian DER juga telah menciptakan alat untuk menyuling air laut menjadi air siap minum, ini akan kita gunakan di daerah-daerah yang kesulitan air bersih, apalagi sebentar lagi akan masuk musim kemarau, dan alat ini sudah dipesan Pemerintah Jerman, hasil sulingan tersebut akan dihasilkan garam yang bisa dimanfaatkan untuk listrik, selain itu DER juga telah menemukan bahan untuk memasak, yaitu memasak tidak dengan api, tetapi dengan karang yang kita campur zat tertentu, ini sedang kita kembangkan dan uji coba, juga DER telah melakukan mengintegrasikan antara pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan termasuk energinya, serta kita patenkan karya-karya anak bangsa, ungkap Edi Wahyudi.

Hal yang sama juga diungkapkan Pembina Dewan Ekonomi Rakyat, Dwi Mukti Wibowo, bahwa kegiatan Buka Puasa bersama Penyandang Disasbilitas ini adalah tindaklanjut pada binaan DER, yaitu para penyandang Disasbilitas, kalah beberapa waktu lalu di Bandung telah digelar bersama penyandang Tuna Daksa dan Tuna Rungu, maka di DHN 45 ini kita bukber dengan penyandang Tuna Netra, dan pembinaan akan terus kita lakukan secara berkesinambungan, yaitu dengan memberikan pelatihan di Pusat Inkubator Bisnis DER, memberikan pendampingan hingga menyalurkan kerja serta membangun unit usaha dengan sistem bagi hasil atau Franchise.

Saat ini sudah berproduksi minyak urut dan air minum herbal karya penyandang disasbilitas, dan nantinya untuk distributor di daerah-daerah, juga akan diberikan pada para penyandang Disasbilitas, baik Tuna Rungu, Daksa maupun Tuna Netra, sehingga mereka benar-benar bisa mandiri, demikian juga istri/suami penyandang disasbilitas akan kita berikan pelatihan boga, untuk membuat kue kering maupun kue basah, dan untuk pemasarannya akan bekerjasama dengan para pengusaha muda yang lain, perusahaan yang akan kita ajak, adalah Bogasari untuk membantu pengadaan tepung, paparnya.

Pusat Inkubator DER juga memberikan pelatihan ketrampilan lain, seperti menjadi operator telepon, pelatihan komputer yang bisa bicara serta ketrampilan lain yang bisa dilakukan para penyandang disasbilitas, dan setelah mampu kita garansi untuk bekerja di perusahaan2 yang ada disekitar tempat tinggal mereka, kita ajak para pengusaha yang lain untuk menampung mereka bekerja dan bekarya, paparnya.

Dwi Mukti juga mengaku bahwa kendala para penyandang disasbilitas saat ini adalah transportasi, oleh sebab itu pihaknya tengah menggandeng Go Jek maupun Grab untuk membantu para penyandang disasbel tersebut, seperti pelayanan pijat online maupun antar barang produk para penyandang disasbilitas, tegasnya. (NRK)

Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA