Serka Manut Dan Tiga Pilar Laksanakan Penyemprotan Disinfektan di Jl. Gotong Royong
Babinsa Koramil 10/Sukatani Dampingi PHDI Kab Bekasi Dalam Kegiatan Donor Darah di Desa Sukahurip
Babinsa Jatikramat Beserta Danramil 04/Jati Asih Hadiri acara Santunan Anak Yatim Dan Dhuafa Di Yayasan Peduli Amal Bakti Ummat
insa Jatikramat Beserta Danramil 04/Jati Asih Hadiri acara Santunan Anak Yatim Dan Dhuafa Di Yayasan Peduli Amal Bakti Ummat
Taman Wisata Alifstone Merupakan Hamparan Batu - Batu Berukuran Besar
Melalui Promkes : PMI Kota Jaksel Monitoring Fasilitas CTPS ( Cuci Tangan Pakai Sabun )
Lokasi Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS ) Yang Tersebar Di wilayah kota Jakarta Selatan Telah Terpasang di beberapa Fasilitas umum Dan Publik seperti di RPTRA , Pasar , Sekolah , Terminal Serta Kantor Kelurahan yang Telah Di Salurkan Oleh PMI Kota Jakarta Selatan selaku Pelaksana Program Yang Di dukung Oleh Federasi Palang Merah Internasional ( IFRC ) melalui Kantor Pusat Palang Merah Indonesia , Beberapa Bulan yang lalu Yang saat ini Sedang Di lakukan Monitoring atau Peninjauan Di seluruh Lokasi Pemanfaat Program .
Dalam Pelaksanaan Monitoring atau Peninjauan Kembali Fasilitas CTPS Berupa Perangkat Wastafel Portable Lengkap Beserta peralatan pendukung Lainnya.
PMI Melakukan Kolaborasi Melalui Pendekatan Dengan cara melakukan Sosialisasi Promosi Kesehatan Pola Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) secara Langsung Kemasyarakat ungkap Indarno Ali Koordinator program wilayah Kota Jakarta Selatan ketika Ditemui Di Lokasi PD Pasar Jaya Pasar Minggu .
Berbagai Strategi , Metode dan Upaya Upaya telah Kami Lakukan Guna mencegah dan Memutus Mata Rantai Meluasnya Penularan Wabah Covid 19 Tegas Ketua PMI Kita Jakarta Selatan Drs H Dadang Dasuki .
Harapan Lain juga Disampaikan salah satu Pedagang Kelontong di Pasar Tradisional Pasar Minggu Mbak Watinah Dengan Harapan dan Ketulusan Berdoa agar Covid 19 Cepat Berlalu dan Perekonomian cepat Kembali Normal tegasnya . ( Mlar - 04 )
Kontak Tembak TNI Dengan KSB Di Hitadipa, Satu KSB Tewas
Babinsa Lakukan Komsos Dengan Pensiunan Guru Guna Ketahui Riwayat Pantai Tanjung
Desa Selemam Serda Andi Hakim Personil Koramil 01/Ranai (Kodim 0318/Natuna), Laksanakan giat Komsos di Desa Selemam Rt.004 Rw.002 Kec.Bunguran Timur Laut dengan Ibu Tiahad Pengrajin Abung (Keranjang)
sa Selemam Serda Andi Hakim Personil Koramil 01/Ranai (Kodim 0318/Natuna), Laksanakan giat Komsos di Desa Selemam Rt.004 Rw.002 Kec.Bunguran Timur Laut dengan Ibu Tiahad Pengrajin Abung (Keranjang) minggu (28/02/2021).
Raih Doktor PAI UID, Muhammadiah Inginkan Reformasi Pendidikan Pondok Pesantren di Provinsi NTB
Raih Doktor PAI UID, Muhammadiah Inginkan Reformasi Pendidikan Pondok Pesantren di Provinsi NTB
Pondok Pesantren sebagai salahsatu lembaga Pendidikan yang menggabungkan pendidikan nasional dengan pendidikan Islam, telah tumbuh dan berkembang di Indonesia yang juga telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, saat ini dituntut untuk mampu melahirkan generasi Islami yang mampu bersaing ditengah kemajuang global, untuk itulah Dr Muhammadiah melakukan penelitian di beberapa Pondok Pesantren di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Jakarta.
Dalam desertasinya dengan tema “Reformasi Pendidikan Pondok Pesantren di Provinsi Nusa Tenggara Barat”, Muhammadiah mampu mempertahankan desertasi tersebut, pada Sabtu (27 November 2021) hingga meraih gelar Doktor PAI UID, dimana Dr Muhammadiah melihat bahwa proses pendidikan di beberapa Pondok Pesantren di NTB khususnya di Lombok, saat ini masih menggunakan metode tradisional.
Pengelolaan Pondok Pesantren yang di kelola oleh Yayasan Pendidikan, masih menggunakan manajemen mono, dimana semua di tentukan oleh seseorang yang memimpin Ponpes tersebut, untuk itulah desertasi ini dilakukan agar pengelolaan Ponpes bisa dilakukan dengan manajemen Modern, sehingga tidak ditinggalkan santrinya, serta bisa menjadi pondok pesantren yang modern yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di era global saat ini.
Dr Muhammadiah berharap Ponpes bisa mengikuti manajemen modern, yang pertama adalah Manajemen Kepemimpinannya, dimana saat ini masih menggunakan manajemen individual, artinya pondok itu punya saya, sehingga orang lain tidak punya kesempatan untuk berpartisipasi dalam peningkatan pendidikan,
Kedua tentang manajemen tata kelola, disini terkadang sering tumpang tindih, Pimpinan menggunakan manajemen yang terbangun sejak lama, tanpa mau mengikuti perkembangan dan aturan saat ini, dimana Pemerintah telah menetapkan Undang Undang tentang Yayasan, sehingga harus ada Dewan Pengawas maupun Dewan Pembina serta Pengurus Yayasan dan aturan lainnya, sehingga teta kelola harus lebih baik, ketiga tentang reformasi profesionalisme Guru dan tenaga pendidikan, artinya sudah saatnya guru di Pondok Pesantren dalam seleksi penerimaan harus mengutamakan calon guru yang sudah tersertifikasi dan sesuai bidang studi yang dibutuhkan, sebagaimana aturan pada UU Guru dan Dosen.
Yang kekempat adalah Reformasi kurikulum, ini sangat penting supaya bagaimana kurikulum yang di reformasi ini bisa sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga anak ini kita ini sekolah di manapun, kejadian di manapun sudah bisa diterima. kalau yang yang dulu itu masih sifatnya kurikulum mono, masih satu kurikulum, sehingga jangkauannya masih bersifat kedaerahan.
Yang terakhir adalah perlunya reformasi standar pendidikan nasional, agar bisa mengikuti aturan yang ada pada pemerintah, sehingga Pendok Pesantren tersebut bisa maju serta bisa memperoleh akreditasi A atau B dari Badan Akreditasi Nasional, tegasnya.
Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan disela Sidang Senat UID tersebut menegaskan, bahwa Dr Muhammadiah merupakan Promosi doktor ke 14 dari Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, dengan penelitian dan masukan suatu model penyelenggaraan Pondok Pesantren Modern dengan mengikuti aturan pemerintah saat ini, semoga dengan penelitian ini mampu berkontribusi dalam penataan Pondok Pesantren di Indonesia, khususnya di NTB. (Red).
Serda Erwin E Sidabutar, Personil Koramil 01/Ranai Kodim 0318/Natuna, melaksanakan Komsos bersama Lurah Ranai Kota Syuparman, SE, di tempat Wisata Tanjung Senubing, RT 02/RW 07, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur
Pertahankan Desertasi Dihadapan Sidang Senat, Aang Darsono Raih Gelar Doktor PAI UID
Pertahankan Desertasi Dihadapan Sidang Senat, Aang Darsono Raih Gelar Doktor PAI UID
“Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi”, sebagai studi analisis pada Sekolah Menengah Atas yang diajukan sebagai Desertasi guna memenuhi salahsatu syarat untuk Sidang Terbuka, guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, akhirnya menghantarkan Aang Darsono yang juga Pendidik di SMA Sudirman, Cijantung Jakarta Timur ini, meraih Gelar Doktor PAI Universitas Islam Jakarta.
Dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Jakarta (UID) pada Sabtu, 27 Februari 2021 tersebut digelar di Aula Masjid Bab Al Rosyidi UID dengan tetap mengacu pada protokol Kesehatan, dimana tamu yang hadir dibatasi 15 orang, dan prosesi Sidang Senat UID tersebut juga digelar secara Daring dengan fasilitas zoom.
Usai meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam, saat ditemui media, Dr Aang Darsono menjelaskan, bahwa desertasi “Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi” sebagai studi analisis di Sekolah Menengah Atas Jakarta, dilakukan penelitian pada SMA Negeri 39 Jakarta Timur, dimana latar belakangnya, Mengapa melakukan penelitian dengan judul ini, karena Teknologi Informasi dan Komunikasi ini, suatu keniscayaan atau suatu keharusan dalam bidang pendidikan, salah satu yang menjadi fokus penelitian saya itu adalah model pengembangan pendidikan agama Islam yang berbasis TIK, dimana sebagai salah satu hasil yang dapat kami ambil dari data empirik adalah mendapatkan Respon yang sangat baik dan antusias dan dapat memotivasi para siswa untuk belajar melalui ini.
Salah satunya adalah internet, terutama di masa pandemi seperti ini, dimana hari ini mau tidak mau, kita harus melakukan proses belajar mengajar dengan cara online Dalam Jaringan (Daring), pembelajaran berbasis TIK tersebut hari ini sudah melekat pada siswa, bahkan bagi Peserta Didik ditingkat Sekolah Menengah Atas lebih pandai dan lebih menyukai daripada tatap muka.
Diakuinya pembelajaran daring dalam masa pandemi ini, awalnya memang tidak dipaksakan, namun pembelajaran TIK ini sebagai salah satu solusi pembelajaran terbaik guna mencegah Pandemi Covid 19, dimana para guru dalam situasi dan kondisi tertentu mungkin tidak bisa bertatap muka, maka bisa dilakukan pembelajaran secara daring, sehingga siswa juga dapat mengakses data secara mudah dan langsung melalui cara online tersebut.
Dr Aang Darsono melihat, bahwa proses pembelajaran kedepan secara daring bisa jadi solusi dengan 50% online dari 50% tatap muka, pembelajaran blended learning ini bisa menjadi acuan, salah satu model, di mana blended learning merupakan model pembelajaran campuran bisa juga dilakukan secara tatap muka tetapi juga bisa dilakukan jarak jauh, atau bisa mendukung proses belajar mengajar di luar tatap muka, umpamanya guru sedang bertugas keluar atau mungkin sedang sakit, maka guru bisa memberikan materi pembelajarannya melalui daring, tegasnya.
Sementara Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan juga menjelaskan, bahwa Dr Aang Darsono merupakan lulusan program Doktor UID ke 13, dengan desertasinya Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga karya penelitian tersebut diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar di sekolah-sekolah, dimasa pandemi Covid 19 saat ini, dan desertasinya akan memberikan kontribusi bagi peningkatan pendidikan di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, harapnya. (Nrl).















