Refleksi Akhir Tahun dan Tantangan Penanganan Bahaya Narkoba 2020, INSANO Siap Dukung Peran BNN

Refleksi Akhir Tahun dan Tantangan Penanganan Bahaya Narkoba 2020, INSANO Siap Dukung Peran BNN

Disela-sela acara Refleksi Akhir Tahun dan Tantangan Penanganan Bahaya Narkoba 2020 yang digelar Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), di Aula BNN Cawang Jakarta, pada Jumat 13 Desember 2019, jajaran Ormas Indonesia Anti Narkoba (INSANO) secara tegas siap mendukung BNN dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), bahkan dalam acara Refleksi Akhir Tahun tersebut, INSANO juga turut menandatangani Pernyataan Sikap Bersama.



Dimana Pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua Umum FOKAN, Jefry Tambayong, yang isinya, Kami seluruh Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba beserta rakyat Indonesia, meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera mengesahkan RUU perubahan atas UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kami seluruh organisasi kemasyarakatan Anti Narkoba beserta rakyat Indonesia, meminta segera dilaksanakan eksekusi mati bagi terpidana kasus Narkotika yang memiliki kekuatan hukum tetap. Kami seluruh organisasi kemasyarakatan anti Narkoba, beserta rakyat Indonesia menolak keras vonis ringan bagi sindikat jaringan peredaran gelap Narkotika.

Kami seluruh organisasi kemasyarakatan Anti Narkoba, beserta rakyat Indonesia mendorong diberikannya amnesty kepada korban penyalahguna Narkotika. Kami seluruh organisasi kemasyarakatan anti Narkoba, mendorong Kepala Daerah agar mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Anti Narkoba, demi melindungi dan mencegah anak bangsa dari kejahatan Narkotika. Kami organisasi kemasyarakatan anti Narkoba, bersama rakyat Indonesia menolak keras upaya pembubaran BNN, tetapi kami meminta dilakukannya evaluasi untuk memperkuat eksistensi kelembagaan BNN.

Ketua Umum INSANO, Sismanu, disela Refleksi tersebut menegaskan, bahwa organisasi masyarakat Indonesia Anti Narkoba ini, sebagai upaya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia. Diakuinya bahwa upaya pemberantasan terus dilakukan, namun kita semua prihatin, karena saat ini terus masuk ke Indonesia dalam jumlah besar, bahkan di produksi di negara tetangga, ini sungguh memprihatinkan, banyak cara yang dilakukan oleh jaringan Bandar Narkoba untuk mencoba merusak Generasi Penerus Bangsa.

Kondisi yang demikian membuat jajaran Pendiri dan Pengurus Ormas Indonesia Anti Narkoba semakin tertantang untuk lebih berperan aktif dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, tegas Sismanu. (Pry).

0 comments:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA