KSPI Tolak RUU OMNIBUS LOW dan Minta Pemerintah Lindungi Buruh dari Virus Korona
Menyikapi kondisi perburuan yang makin tidak menentu dan berdampak buruk bagi pekerja, seluruh anggota KSPI secara tegas menolak RUU Omnibuslow Cipta Lapangan Kerja.
Mirah Sumirah disela acara Jumpa Pers menegaskan bahwa saat ini RUU Omnibuslow Cipta Lapangan Kerja akan membuat buruh tidak tenang bekerja dan merugikan bangsa, karena akan banyak tenaga asing menggantikan tenaga kerja Indonesia, pengangguran di Indonesia akan semakin besar, untuk itu Pemerintah maupun DPRRI agar tidak gegabah menyetujui RUU tersebut, tegasnya.
Disela acara tersebut Ketua Serikat Buruh LKBM Antara, Abdul Gofur juga menjelaskan bahwa PHK juga terjadi di LKBM Antara dengan PHK Sepihak, saat ini saja sudah terjadi PHK sewenang-wenang tanpa melalui serikat buruh, jika RUU Omnibuslow disahkan maka ancaman PHK akan terjadi di semua lini, dan sudah tidak ada lagi yang percaya pada Serikat Buruh, karena akan melemahkan hak buruh, tegasnya.
Roro dari Serikat Buruh Indosat juga menegaskan bahwa perusahaan yang sahamnya terbesar di kuasai asing, saat ini telah terjadi PHK Besar dengan cara yang penuh kesewenang-wenangan, bahkan ada intimidasi, sudah tidak lagi melibatkan Serikat Pekerja, paparnya.
Presiden KSPI Said Iqbal juga menegaskan, tentang Indosat dan LKBN Antara karena adalah anggota aspek Indonesia yang juga afiliasi anggota KSPI, tentu KSPI berkepentingan untuk mendukung perjuangan kawan-kawan di SP Indosat dan juga SP LKBN Antara.
Khusus SP Indosat ada pelanggaran serius, kita meminta manajemen Indosat tidak melakukan cara-cara intimidasi dan menebar rasa ketakutan bagi para pekerja yang tetap ingin bekerja di PT Indosat, karena PT Indosat ini bukan yang pertama kali PHK melibatkan ratusan bahkan Ribuan Orang di PHK, karena selama ini kau itu terjadi berdasarkan hasil perundingan dengan Serikat Pekerja maka kali ini PHK tersebut tidak dilakukan perundingan dengan sirikat pekerja.
saya akan membawa kasus Indosat ini ke sidang ILO di air International Conference di bulan Juni 2020, tegasnya.
Menyangkut virus Korona saat ini banyak pekerja asing yang bekerja di Indonesia serta interaksi langsung dengan tenaga kerja Indonesia, banyak TKA Tiongkok yang rentan Korona, untuk itu Pemerintah harus memeriksa secara berkala terhadap TKA asing, berilah masker pekerja dengan gratis, tegas Said Iqbal. (Nurul)
Menyikapi kondisi perburuan yang makin tidak menentu dan berdampak buruk bagi pekerja, seluruh anggota KSPI secara tegas menolak RUU Omnibuslow Cipta Lapangan Kerja.
Mirah Sumirah disela acara Jumpa Pers menegaskan bahwa saat ini RUU Omnibuslow Cipta Lapangan Kerja akan membuat buruh tidak tenang bekerja dan merugikan bangsa, karena akan banyak tenaga asing menggantikan tenaga kerja Indonesia, pengangguran di Indonesia akan semakin besar, untuk itu Pemerintah maupun DPRRI agar tidak gegabah menyetujui RUU tersebut, tegasnya.
Disela acara tersebut Ketua Serikat Buruh LKBM Antara, Abdul Gofur juga menjelaskan bahwa PHK juga terjadi di LKBM Antara dengan PHK Sepihak, saat ini saja sudah terjadi PHK sewenang-wenang tanpa melalui serikat buruh, jika RUU Omnibuslow disahkan maka ancaman PHK akan terjadi di semua lini, dan sudah tidak ada lagi yang percaya pada Serikat Buruh, karena akan melemahkan hak buruh, tegasnya.
Roro dari Serikat Buruh Indosat juga menegaskan bahwa perusahaan yang sahamnya terbesar di kuasai asing, saat ini telah terjadi PHK Besar dengan cara yang penuh kesewenang-wenangan, bahkan ada intimidasi, sudah tidak lagi melibatkan Serikat Pekerja, paparnya.
Presiden KSPI Said Iqbal juga menegaskan, tentang Indosat dan LKBN Antara karena adalah anggota aspek Indonesia yang juga afiliasi anggota KSPI, tentu KSPI berkepentingan untuk mendukung perjuangan kawan-kawan di SP Indosat dan juga SP LKBN Antara.
Khusus SP Indosat ada pelanggaran serius, kita meminta manajemen Indosat tidak melakukan cara-cara intimidasi dan menebar rasa ketakutan bagi para pekerja yang tetap ingin bekerja di PT Indosat, karena PT Indosat ini bukan yang pertama kali PHK melibatkan ratusan bahkan Ribuan Orang di PHK, karena selama ini kau itu terjadi berdasarkan hasil perundingan dengan Serikat Pekerja maka kali ini PHK tersebut tidak dilakukan perundingan dengan sirikat pekerja.
saya akan membawa kasus Indosat ini ke sidang ILO di air International Conference di bulan Juni 2020, tegasnya.
Menyangkut virus Korona saat ini banyak pekerja asing yang bekerja di Indonesia serta interaksi langsung dengan tenaga kerja Indonesia, banyak TKA Tiongkok yang rentan Korona, untuk itu Pemerintah harus memeriksa secara berkala terhadap TKA asing, berilah masker pekerja dengan gratis, tegas Said Iqbal. (Nurul)



0 comments:
Posting Komentar