UNGKAP DUGAAN KORUPSI PEMDA MAMASA !
KPK BERSINERGI DENGAN KEJAGUNG
Langkah Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mendesak aparat penegak hukum agar segera memanggil para pejabat Pemda Mamasa - Sulawesi Barat yang di duga melakukan tindak pidana korupsi tidak main - main , di tengah wabah Corona yang melanda bangsa saat ini, tidak mengurangi semangatnya untuk mendesak aparat penegak hukum baik KPK ,Kejagung maupun pihak Kepolisian.
Kami terus menggali semua kasus dugaan korupsi yang melibatkan Pemda Mamasa dan bahkan sudah ada yang kami Laporkan di KPK , sementara di Kejaksaan Agung kami hanya berkordinasi tentang kasus - kasus yang pernah di tangani oleh Kejati Sulselbar dulu, dimana kasus - kasus yang pernah di laporkan tidak berjalan sampai sekarang karena adanya indikasi penyuapan di Kejati Sulselbar, oleh karena itu kami mendesak pihak Kejaksaan Agung agar segera tindaklanjuti kasus yang pernah di tangani Kejati Sulselbar , dan bukan hanya itu , kami juga meminta pada Komisi Pengawas Kejaksaan agar memanggil dan memeriksa para jaksa yang menangani kasus Bansos 2014 dan kasus pengadaan bibit kopi oleh Dinas pertanian Mamasa bahkan sudah di tetapkan 2 orang tersangka hingga kini belum di adakan penahanan , dan pihak - pihak lain yang terlibat belum di lakukan pemeriksaannya.
Hal ini di sampaikan Andi Baharuddin,SH Direktur Eksekutif Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) di jkt Kamis siang , pihaknya juga berkordinasi dan melaporkan beberapa kasus di Bareskrim Mabespolri , karena ada beberapa kasus tepatnya di laporkan di pihak kepolisian, jadi semua Lembaga penegak hukum baik KPK , Kejaksaan maupun Kepolisian harus bersinergi dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Pemda Mamasa , selain itu kami juga meminta ketiga lembaga penegak hukum ini agar segera tinjau lokasi dan fisik pembangunan yang banyak di telantarkan disana sehingga data yang kami serahkan bisa singkron dengan , Apa dan bagaimana kondisi di lapangan,urai ,Andi.
Di singgung sejauh mana optimismenya bahwa kasus - kasus yang di laporkan itu bisa berjalan sebagaimana mestinya, kami yakin kasus ini jalan, pertama para penegak hukum sekarang di dukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai sehingga mampu bekerja maksimal dan profesional dalam penanganan kasus korupsi saat ini, dan yang kedua : data ataupun dokumen yang kami miliki cukup valid, disamping itu kami juga masih terus perkuat data - data tambahan agar kasus - kasus yang di laporkan ini betul - betul terpenuhi unsur tindak pidana korupsi, untuk itu anggota kami masih terus bekerja di lapangan, selain tim yang berasal dari anggota KAKI, kami juga bekerja sama dengan penggiat - penggiat Anti Korupsi daerah itu termasuk tokoh - tokoh masyarakat setempat yang peduli dengan pembanguan daerah Mamasa,tegas Andi dalam mengakhiri perbincangannya dengan awak media.
KPK BERSINERGI DENGAN KEJAGUNG
Langkah Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mendesak aparat penegak hukum agar segera memanggil para pejabat Pemda Mamasa - Sulawesi Barat yang di duga melakukan tindak pidana korupsi tidak main - main , di tengah wabah Corona yang melanda bangsa saat ini, tidak mengurangi semangatnya untuk mendesak aparat penegak hukum baik KPK ,Kejagung maupun pihak Kepolisian.
Kami terus menggali semua kasus dugaan korupsi yang melibatkan Pemda Mamasa dan bahkan sudah ada yang kami Laporkan di KPK , sementara di Kejaksaan Agung kami hanya berkordinasi tentang kasus - kasus yang pernah di tangani oleh Kejati Sulselbar dulu, dimana kasus - kasus yang pernah di laporkan tidak berjalan sampai sekarang karena adanya indikasi penyuapan di Kejati Sulselbar, oleh karena itu kami mendesak pihak Kejaksaan Agung agar segera tindaklanjuti kasus yang pernah di tangani Kejati Sulselbar , dan bukan hanya itu , kami juga meminta pada Komisi Pengawas Kejaksaan agar memanggil dan memeriksa para jaksa yang menangani kasus Bansos 2014 dan kasus pengadaan bibit kopi oleh Dinas pertanian Mamasa bahkan sudah di tetapkan 2 orang tersangka hingga kini belum di adakan penahanan , dan pihak - pihak lain yang terlibat belum di lakukan pemeriksaannya.
Hal ini di sampaikan Andi Baharuddin,SH Direktur Eksekutif Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) di jkt Kamis siang , pihaknya juga berkordinasi dan melaporkan beberapa kasus di Bareskrim Mabespolri , karena ada beberapa kasus tepatnya di laporkan di pihak kepolisian, jadi semua Lembaga penegak hukum baik KPK , Kejaksaan maupun Kepolisian harus bersinergi dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Pemda Mamasa , selain itu kami juga meminta ketiga lembaga penegak hukum ini agar segera tinjau lokasi dan fisik pembangunan yang banyak di telantarkan disana sehingga data yang kami serahkan bisa singkron dengan , Apa dan bagaimana kondisi di lapangan,urai ,Andi.
Di singgung sejauh mana optimismenya bahwa kasus - kasus yang di laporkan itu bisa berjalan sebagaimana mestinya, kami yakin kasus ini jalan, pertama para penegak hukum sekarang di dukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai sehingga mampu bekerja maksimal dan profesional dalam penanganan kasus korupsi saat ini, dan yang kedua : data ataupun dokumen yang kami miliki cukup valid, disamping itu kami juga masih terus perkuat data - data tambahan agar kasus - kasus yang di laporkan ini betul - betul terpenuhi unsur tindak pidana korupsi, untuk itu anggota kami masih terus bekerja di lapangan, selain tim yang berasal dari anggota KAKI, kami juga bekerja sama dengan penggiat - penggiat Anti Korupsi daerah itu termasuk tokoh - tokoh masyarakat setempat yang peduli dengan pembanguan daerah Mamasa,tegas Andi dalam mengakhiri perbincangannya dengan awak media.




0 comments:
Posting Komentar