UIJ
Bersama 4 Universitas Di Sulawesi Tingkatkan Kerjasama Perkuat Program Kampus
Merdeka – Merdeka Belajar
Dalam upaya membangun kerjasama antar Perguruan Tinggi di Indonesia, sebagaimana yang diatur dalam Kampus Merdeka - Merdeka Belajar, Universitas Islam Jakarta (UIJ) menggandeng Universitas Fajar (UNIFA) Makasar serta 3 Universitas Islam lain yang berada di Sulawesi, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara, dan kerjasama tersebut diawali dengan Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka - Merdeka Belajar dan Lokakarya Menembus Jurnal Internasional Terindek Scopus.
Dalam upaya membangun kerjasama antar Perguruan Tinggi di Indonesia, sebagaimana yang diatur dalam Kampus Merdeka - Merdeka Belajar, Universitas Islam Jakarta (UIJ) menggandeng Universitas Fajar (UNIFA) Makasar serta 3 Universitas Islam lain yang berada di Sulawesi, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara, dan kerjasama tersebut diawali dengan Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka - Merdeka Belajar dan Lokakarya Menembus Jurnal Internasional Terindek Scopus.
Rektor Universitas Fajar Makasar, Dr
Mulyadi,SE,MSi. selaku Penggagas/inisiator Kerjasama antar Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, dengan
konsep Tri Darma Perguruan Tinggi, sehingga untuk pertemuan hari ini diikuti
oleh 5 Perguruan Tinggi, dan ditengah acara Lokakarya bahwa dalam kerjasama melalui
pertemuan online dengan media zoom hari ini, ada 4 sesi yang berkaitan dengan cara
penulisan untuk jurnal internasional dan kurikulum kampus merdeka - merdeka
belajar, kemudian Bagaimana tulisan ilmiah dalam rangka penguatan kualitas
dosen.
Kerjasama lebih lanjut tentunya
bagaimana bisa bersama-sama mengimplementasikan Program Kampus Merdekan -
Merdeka Belajar, dan hari ini kita bahas tentang bagaimana trik menulis di
jurnal terindeks scopus, kemudian nanti saya selanjutnya adalah bagaimana
nantinya bisa diperluas melaksanakan KKN bersama, bagaimana melakukan pertukaran
Mahasiswa sebagai wujud dari kerjasama ini, itu nanti paling tidak di 5
perguruan tinggi swasta ini bisa mengambil mata kuliah, baik di Prodi yang sama
di perguruan tinggi yang berbeda, maupun di Prodi yang berbeda di Perguruan
tinggi yang berbeda, sebagaimana program Kampus Merdeka - Merdeka Belajar,
tegasnya.
Diakuinya dalam kondisi Pandemi
Covid -19 saat ini, memang ada kendala, namun perguruan tinggi Swasta telah
menyiapkan perkembangan teknologi pembelajaran Daring, sehingga implementasinya
tidak perlu menunggu Covid -19 selesai, namun telah bisa diimplementasikan,
sehingga diharapkan pada semester berikut diawal tahun Akademik 2020 -2021
nanti, bisa kita implementasikan, minimum di 5 Perguruan Tinggi yang
berkolaborasi hari ini, dan kita berharap akan bisa diperluas lagi, tegas Dr
Mulyadi, SE, MSi.
Rektor Universitas Islam Jakarta,
Prof. Dr. Ir Raihan, M.Si juga menambahkan bahwa program Kampus Merdeka –
Merdeka Belajar ini merupakan program Pemerintah, yaitu Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, agar mahasiswa setelah selesai kuliah bisa melakukan sesuatu
hal bagi dia maupun masyarakat, oleh karena itu program Kampus Merdeka –
Merdeka Belajar ini adalah mensinergikan Dunia Ilmu sesuai kompetensinya, dengan
bagaimana kondisi nyata di luar, dalam hal ini, Apakah yang disebut bahwa
mahasiswa itu disamping dia punya kompetensi tapi dia punya kemampuan-kemampuan
lain yang mungkin tidak tergali, sehingga itu bisa kelihatan pada
kegiatan-kegiatan sebagai pengganti SKS sesuai dengan program kampus merdeka
merdeka belajar, jadi 40 SKS itu bisa dimanfaatkan apakah di dalam magang di
dunia industry, jasa atau manufaktur atau proyek kemanusiaan atau penelitian
kemudian ada lagi KKN dan sebagainya sehingga menghasilkan mahasiswa yang tadinya
hanya melihat teori-teori yang diberikan di kampus, Dia melihat dunia nyatanya.
Dan bagaimana dia berinteraksi dengan dengan masyarakat dalam hal kapasitasnya
dia sebagai Apakah dia sebagai inovator atau dia sebagai salah satu agen
perubahan.
Oleh karena itu Universitas Islam Jakarta
dari 8 itu, kita melirik 3 yang sedang digodok, kemudian dalam perkembangannya,
kalau kita lihat dari 8 kegiatan itu ada yang bisa dilakukan per kelompok dalam
jumlah besar, antar Prodi atau di di dalam Prodi sendiri, atau bersamaan dengan
universitas di luar kampus. Selain itu ada juga yang individu lain yang mungkin
bagi yang bekerja, bagi yang magang kalau sudah bekerja, maka magangnya sudah
berbeda, tapi untuk penelitian-penelitian di tempatnya, jadi akhirnya nanti
mahasiswa-mahasiswa yang ada itu punya pilihan yang beragam, ada yang secara
individu tentunya Universitas akan mengeluarkan pedomannya dalam arti konversi
SKS-nya untuk 8 kegiatan yang sebagai pengganti dari tatap muka. dan jumlah SKS
yang dalam hal itu kurikulum yang lalu, 144 SKS itu lebih didominasi seluruhnya
di kampus.
Sehingga nanti seluruh mahasiswa di
Indonesia, akan lebih dekat secara implementasi ke dunia kerja, yang kedua
tumbuh enterpreneurship - enterpreneurship yang baru, kewirausahaan sehingga
sektor lapangan pekerjaan itu akan teratasi. Oleh karena itu tidak lain kita
harus bekerja keras dalam membangun kurikulumnya, Mahasiswa juga harus bekerja serta
belajar dan melihat dunia luar nya itu secara keseluruhan. Jadi intinya bahwa
manusia mahasiswa mempunyai kemampuan di bidang kompetensinya, kemudian ada
apa-apa kompeten-kompeten lain tersembunyi dapat digali melalui program Kampus
Merdeka - Merdeka Belajar, dengan kegiatan-kegiatan yang lain.
Sehingga sebagaimana kolaborasi hari
ini dengan 5 perguruan tinggi, kita berbagi pengalaman tentunya dan pada
akhirnya kampus - kampus itu punya kemampuan yang relatif lebih baik dari hari
ini. ada mata kuliah yang lintas Prodi, misalnya di sini nggak ada jurusan bisnis
manajemen, kita minta di sana bisa lebih kepada bisnisnya, dan sebagaimana
pernyataan inisiator tadi, kerjasama akan terus kita tinggkatkan bersama
perguruan tinggi lain, untuk berbagi pengalaman sehingga kedepan akan lebih
baik lagi,tegas Prof Raihan.
Sementara dalam paparannya, menurut
Ahmat Yani, dosen Universitas Muhammadiyah Palu, bahwa Jurnal Scopus disamping
tidak berbayar dan tereputasi internasional, memiliki layanan
editing/translate, juga hasil penelitian bisa terpublikasi secara utuh dengan
proses yang lebih mudah jika dibanding jurnal internasional lain.
Dalam kesempatan tersebut Ahmad Yani juga mengupas cara-cara mempublikasikan step by step hingga artikel terpublikasi, sehingga akan memudahkan para dosen maupun mahasiswa mempublikasikan/ memanfaatkan fasilitas Jurnal Scopus.
Erniati Bachtiar melihat Jurnal Scopus telah membuka peluang, dimana sebagai penulis, telah terbuka peluang dalam mempublikasikan karya karya ilmiah, demikian bagi masyarakat luas juga bisa mudah untuk membacanya. Untuk itu sebagai prasyarat hingga selesai, perlunya untuk memahami peluang paper yang bisa diterima di jurnal scopus.
Dalam kesempatan tersebut Ahmad Yani juga mengupas cara-cara mempublikasikan step by step hingga artikel terpublikasi, sehingga akan memudahkan para dosen maupun mahasiswa mempublikasikan/ memanfaatkan fasilitas Jurnal Scopus.
Erniati Bachtiar melihat Jurnal Scopus telah membuka peluang, dimana sebagai penulis, telah terbuka peluang dalam mempublikasikan karya karya ilmiah, demikian bagi masyarakat luas juga bisa mudah untuk membacanya. Untuk itu sebagai prasyarat hingga selesai, perlunya untuk memahami peluang paper yang bisa diterima di jurnal scopus.
Nadrun, S.Pd, M,Pd, Universitas Muhammadiyah Palu dengan paparan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palu dalam Kampus Merdeka - Merdeka Belajar. perlu pengembangan Pengetahuan dan Ketrampilan.
Sementara, Edi Suhara, SE,MM Warek Universitas Islam Jakarta mewakili Prodi Manajemen dalam paparannya tentang Kampus Merdeka – Merdeka Belajar, menegaskan bahwa UIJ telah mempersiapkannya, seperti Mahasiswa yang telah magang di Industri, Instansi Pemerintah, mengajar di sekolah-sekolah, atau dunia usaha, ataupun magang pada wirausaha – wirausaha.
Dalam program Kampus Medeka sudah
banyak yang dijalankan, seperti magang, dimana prodi-prodi sudah melakukan
pemagangan, juga dalam praktek kerja, dan untuk kegiatan kewirausahaan telah
dilaksanakan dalam pengabdian masyarakat, kita telah menyiapkan kegiatan
kewirausahaan, dengan program khusus, dan UIJ telah melakukan dengan
modul-modul seperti pembuatan promposal, hingga nanti bisa melaksanakan konsep
penjualan.
Dalam penanganan Covid -19 saat ini
juga telah banyak mahasiswa yang aktif sebagai ikut serta dalam program kemanusiaan,
Resimen Mahasiswa juga ikut disana, termasuk dalam penanggulangan HIV/AID
sebagaimana program pemerintah, dan kita ikut serta di proyek industri dan
membangun desa melalui Kerja Nyata untuk pengabdian pada masyarakat, seperti
desa di Ciwidey, kita membangkitkan masyarakat disana, yang tadinya hanya
singkong dijual secara kiloan, ini sudah mulai bisa memasak dalam bentuk produk
matang, bahkan sudah ada labelnya, demikian juga di desa Mangun Jaya Mangunjaya
maupun di pulau Untung Jawa, kita sudah melaksanakan pengelolaan limbah, dan
memasarkan hasil produksi dan pariwisata, Dalam program pertukaran mahasiswa,
saat ini telah ada mahasiwa dari Malaysia belajar di UIJ, papar Edi Suhara,
SE,MM. (Nrl).



0 comments:
Posting Komentar