PBTI Gelar Coaching Clinic Khusus Para Pelatih PON XX Papua.*


Pati Gelar Coaching Clinic Khusus Para Pelatih PON XX Papua.

Pengurus Besar Taekwondo Indoneaia (PBTI) menggelar Webinar Coaching Clinic yang dikhususkan untuk para pelatih yang akan mendampingi para atletnya di pertandingan cabor taekwondo PON XX, Jakarta, Selasa (27/9/21).

Pertandingan cabor taekwondo sendiri akan berlangsung di komplek gedung serba guna Politeknik Penerbangan, Jayapura 1 - 4 Oktober 2021 mendatang.

Webinar ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki.


Dalam arahannya Ketua Umum PBTI mengingatkan terkait peran dan tanggung jawab  pelatih dalam pertandingan taekwondo di PON XX ini. Dirinya meminta para pelatih bukan saja menguasai aturan pertandingan, tapi juga memahami kode etik pelatih ketika mendampingi atletnya saat bertanding. 


" Saya mengingatkan bahwa pertandingan cabor taekwondo di PON XX ini harus kita jaga kualitas dan kredibiltas pertandingannya. Kita harus buktikan bahwa pertandingan taekwondo di PON XX Papua ini, harus bisa menjadi contoh soal bagaimana fairness,  sportifitas dan profesionalitas sebuah pertandingan di multi event nasional dilaksanakan dengan sebaik-baiknya". Ujar Thamrin

Pernyataan Ketua Umum PBTI tersebut terkait  dengan kemungkinan tingginya suasana pertandingan yang ketat dan kompetitif yang tak jarang memunculkan atmosfir kedaerahan yang begitu tinggi, sehingga kadang kala membuat para pelatih tidak sadar bisa saja melakukan hal-hal yang bisa mempengaruhi suasana kondusif jalannya pertandingan.

Dalam konteks itulah Ketua Umum PBTI menggarisbawahi pentingnya semua pihak  menjunjung tinggi soal rule of tournament, termasuk kode etik , baik penyelenggara, wasit dan khususnya pelatih yang mendampingi atletnya dilapangan. 

"Jadi Coaching Clinic ini adalah momentum dalam rangka menyegarkan pengetahuan sekaligus mengingatkan komitmen kita tentang nilai-nilai dan semangat olympism itu." Terang Thamrin Marzuki.

Oleh karenanya selain nanti ada technical meeting sebelum pertandingan, acara webinar Coaching Clinic ini dilaksanakan untuk meningkatkan kembali kapasitas, hak dan tanggung jawab para pelatih yang akan mendampingi atletnya berlaga di PON XX nanti. 

"Minimal acara ini menjadi bagian dari upaya menyamakan persepsi tentang apa yang harus dilakukan seorang pelatih dan ketentuan-ketentuan apa yang harus dipedomani pelatih ketika mendampingi atletnya bertanding." Jelasnya.

Dalam coaching clinic beberapa materi diberikan sebagai bagian dari penyegaran pengetahuan untuk para pelatih, yakni competition rule (untuk pelatih kyorugi dan poomsae) yang disampaikan oleh Irwan Nugraha wasekjen PBTI dan Ina Febriana Sari ketua komisi pelatihan PBTi. Keduanya juga adalah anggota International Referee (IR). Pemberian materi itu juga disertai studi kasus mengenai berbagai hal yang biasa terjadi dalam pertandingan. 

Selain itu, para pelatih juga diberikan materi tentang Tapering, strategi pelatih jelang pertandingan. Materi ini diberikan untuk memberikan pemahaman kepada para pelatih tentang strategi dan pola penurunan latihan atlet jelang bertanding, sehingga atlet tampil maksimal di PON XX Papua nanti. Materi disampaikan oleh Dr. Fachmy Fachrerzzy, MPd. Yang bersangkutan adalah Kepala Bidamg Pendidikan kepelatihan dan Pengembangan PBTI. beliau juga akademiai sekaligus pakar dibidang phisical training.

Materi lainnya adalah etika pelatih yang disampaikan oleh Ina Febriana Sari. Materi ini diberikan untuk menyegarkan kembali semangat dan nilai-nilai olympsm. Harapannya dengan pemberian materi tersebut adalah agar para pelatih apapun yang terjadi dalam pertandingan selalu menjunjung tinggi persahabatan, sportifitas dan pwrilkau terpuji kepada semua elemen penyelenggara pertandingan.

0 comments:

Posting Komentar

 

SEL SURYA

SEL SURYA