Universitas Islam Jakarta (UID), dengan dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Forum Rektor Indonesia (FRI) pada hari Sabtu 16 Oktober 2021 kembali menyelenggarakan workshop GNRM. Workshpop GNRM series 2 ini mengusung tema "Peningkatan Kepedulian Dosen dan Mahasiswa Terhadap Pembangunan Berkelanjutan dan Kelestarian Lingkungan Pesisir Jakarta". Workshop diselenggarakan secara luring di Aula Universitas Islam Jakarta. Worksop ini dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Mulki Siregar MT, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Jakarta.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I - UID, Dr, Ir. MULKI Siregar MT mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemenko PMK dan FRI yang telah memberikan kesempatan kepada UID untuk turut serta dalam program Gerakan Nasional Revolusi Mental 2021.
UID berkomitmen untuk menjadi agen perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Selain itu, Dr Mulki Siregar juga mengemukakan akan pentingnya bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami dengan benar isu-isu pelestarian lingkungan pesisir, dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Workshop yang berlangsung satu hari tersebut mengkaji empat dimensi yang terkait dengan pengelolaan hutan mangrove.
Dalam Workshop Terdapat empat narasumber berkompeten yang menyampaikan materi pada tersebut, yaitu Marceli Susanti ST. MT., Nurlaili ST. MT., Rachmat Darmawan ST. MT., dan Aryo Sahid Sujiwo B.Sc. M.Sc.
Secara khusus, target yang ingin dicapai dari workshop tersebut adalah:
1. Peserta workshop mampu menggunakan software Q-GIS untuk mengetahui luasan hutan mangrove.
2. Peserta workshop mampu melakukan valuasi ekonomi hutan mangrove.
3. Peserta workshop mampu melakukan evaluasi jasa ekosistem hutan mangrove.
4. Peserta workshop mampu mengidentifikasi peluang-peluang pemanfaatan buah mangrove menjadi produk-produk yang bernilai ekonomi. Dan para narasumber secara umum menunjukan, bahwa hutan mangrove mempunyai nilai ekonomi yang tinggi sehingga pelestarian hutan mangrove harus tetap dipertahankan.
Namun demikian, pengelolaan hutan mangrove menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks. Meskipun hutan mangrove menyediakan berbagai jenis produk penunjang kehidupan, ekosistem tersebut mengalami tekanan terus menerus akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Valuasi ekonomi hutan mangrove dapat dijadikan sebagai input dalam pemilihan alternatif pola pemanfaatan hutan mangrove.
Dalam workshop tersebut terungkap bahwa nilai-nilai ekonomi hutan mangrove di satu daerah tertentu berbeda dengan nilai-nilai ekonomi hutan mangrove di daerah lain. Hal ini menunjukan bahwa karakteristik mangrove di daerah tertentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik mangrove di daerah lain. Perbedaan karakteristik hutan mangrove ini, dan tentu saja preferensi masyarakat sekitar hutan mangrove, berimplikasi pada perbedaan nilai-nilai ekonomi hutan mangrove disuatu daerah.
Peserta workshop juga diberi pemahaman bagaimana cara menggunakan software QGIS untuk menganalisis luasan hutan mangrove.(Red)


0 comments:
Posting Komentar